NovelToon NovelToon
The Brides Of Alves (Menikahi Tuan Arogan)

The Brides Of Alves (Menikahi Tuan Arogan)

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Misteri / Badboy / Tamat
Popularitas:198.6k
Nilai: 5
Nama Author: Senja Cewen

Raavero Alves ... Pengacara tampan, maskulin, angkuh, obsesif dan agresif, melakukan dua kesalahan fatal dalam hidupnya. Dia menikahi Rania Alexander untuk sebuah kesepakatan damai dan membawa pulang mantan kekasihnya ke Kediaman Alves, dua hari selepas pernikahannya dengan Rania.

Rania Alexander ... Seorang Wedding Planner. Dia gadis angkuh, cantik, ambisius dan pantang menyerah berjuang untuk menolak pernikahannya dengan Raavero. Dia sedang membangun karirnya dan muak pada pria.

Sementara sang mantan kekasih, berusaha untuk menempatkan kembali posisinya seperti semula saat masih menjadi kekasih Raavero.

Perang dingin di antara keduanya, ditambah sikap anti-pati Ibunda Raav pada Rania, memperburuk keadaan.

Raavero berada di antara dua pilihan, di antara tiga wanita dengan kerumitan mereka masing-masing. Dia hanya harus memilih satu di antara keduanya. Wanita yang dia cintai atau wanita yang melahirkan puterinya?


***********************************************
Dengan rendah hati mohon kritik dan sarannya untuk Author agar lebih baik lagi dalam menulis.

Jangan lupa tinggalkan jejak, like, komen, favorit, share, vote agar Author lebih semangat menulis. Makasih untuk dukungannya.

by Senja Cewen...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja Cewen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24 Jus Penyubur Kandungan...

"Rania, ke mana saja kamu? Raav sudah menunggumu sejak tadi," sambut Dawnia saat Rania kembali ke Kafe.

Rania mengikuti anggukan Dawnia ke arah meja paling sudut. Raavero duduk di sana. Punggungnya tegak, tangannya terlipat di depan dada dan tatapan misteriusnya, susah ditebak. Dugaan sementara, itu adalah tatapan marah seorang pria saat kekasihnya kedapatan berduaan dengan pria lain.

"Mengapa Raav ada di sini?"

"Ketika kasirku bilang kamu kemari dan mencariku, aku langsung menelponmu. Tapi, ponselmu ada pada Raav. Jadi ku beritahu dia bahwa mobilmu di sini, tetapi kamu pergi dengan seorang pria. Dia langsung datang kemari!" jelas Dawnia panjang lebar. "Kamu terlibat dengan pria ber-posche putih itu, sementara kamu telah miliki Raavero?"

"Huufft ... dia klienku," desah Rania.

"Itu yang ku katakan pada Raav. Aku penasaran siapa pria seksi itu? Tetapi tahan ceritamu! Sebaiknya pergi sana, tenangkan suamimu dulu. Hampir setengah jam dia menunggumu di sini. Raut wajahnya bisa buat pelangganku kabur ketakutan," goda Dawnia.

Senyuman kecut terukir di bibir Rania. Gadis itu lalu melangkah canggung dan duduk di depan Raav.

"Kamu telat 30 menit dan siapa pria itu?" tunjuknya ke parkiran Kafe, ke arah perginya mobil Andrew. Nadanya curiga. "Belum 6 jam tinggalkan rumah, kamu mulai menemui pria lain?"

Senyum Rania mengembang, gadis itu menautkan kedua alisnya. "Jangan konyol, Raav! Dia itu Andrew Darwin. Diamond Member La Belle yang akan menikah 10 hari lagi. Aku dan dia ke lokasi pernikahan mereka untuk kepentingan dekorasi nanti," jelas tutur Rania panjang. "Oh Hey, aku tak harus membahasnya ini denganmu kan? Aku tak pernah bertanya padamu soal kasus yang menimpa Mikaila?" tambahnya lagi.

"Berdua saja dengannya? Tanpa melibatkan tim lainnya?"

"Yaah, kami kebetulan berpapasan di jalan. Dia akan ke rumah tadi pagi," sahut Rania.

"Jangan tersenyum mempesona pada pria lain, ingatlah kamu punya suami," cetus Raavero tajam. "Itulah mengapa aku ingin ciumanku semalam membekas di bibirmu, agar pria lain tahu kamu milikku," celetuknya tak peduli pada pelanggan Kafe di sekitar mereka.

Rania terkesiap oleh pernyataan Raav, wajahnya mulai memerah. Sementara Raavero menikmati dampak kalimatnya pada wajah Rania.

"Kamu mau makan sesuatu?" tanya Rania cepat-cepat mengganti topik.

"Tidak," tolaknya merajuk. Dia belum puas. "Ada hal lain yang tidak ku ketahui? Kamu tak beritahu aku tentangnya karena kamu ingin balas dendam padaku soal Selena?"

Pria itu punya insting tajam bak seekor singa. Mungkinkah dia mengendus sesuatu?

Rania tertawa. "Ini masalah pekerjaan Raavero. Aku tak harus memberitahumu! Jika aku melaporkan padamu secara detil, aku bukan bos lagi jadinya."

"Entahlah ... aneh saja kamu berkeliaran dengan mobil mewah bersama pria lain. Semoga tak mengundang perhatian."

"Orang lebih tertarik padamu, dibanding aku," sanggah Rania. "Itu berkat petualang hebatmu bersama banyak wanita."

"Itu lagi yang kamu bahas," geleng Raavero. "Kamu sudah menemukan rumah untukmu?"

"Belum, aku hanya akan menemukan hunian baru untuk Ayahku."

"Apa perlu aku mengembalikan rumah itu pada Om Pieter?"

"Tidak ... jangan! Kamu akan menghancurkan harga dirinya!"

Cukup buruk melihat Rania diperlakukan secara tidak adil. Rania tidak ingin Ayahnya terluka lagi gara-gara Raav mengembalikan uangnya.

"Lalu apa yang harus aku lakukan?"

"Kasus kematian Ayahmu? Bisakah kamu menyelidiki ulang kasus itu?"

"Ayahmu jadi saksi yang memberatkan Ibuku waktu itu, mengapa aku harus selidiki lagi?"

"Karena di tangan Ibumu terdapat senjata dengan darah Ayahmu, Raavero. Itu penjelasan Ayahku," urai Rania hati-hati.

Ini masalah yang sangat sensitif untuk keduanya. "Maukah kita dengar cerita dari Ayahku dan beberapa saksi lagi lalu menyelidiki kembali? Bagaimana jika pembunuh sebenarnya sedang berkeliaran? Itu mengerikan!"

"Kamu terlalu banyak menonton film action."

Dawnia datang ke meja mereka. Mereka asyik mengobrol dan mereka akan melewatkan jam makan siang.

"Apa kalian berdua hanya akan mengobrol? Tidak ingin aku hidangkan makan siang kalian?"

Rania tersenyum pada sahabatnya. "Biasanya juga aku disuruh layani diri sendiri! Tumben baik padaku?"

"Jangan besar kepala. Aku hanya baik pada Pak Pengacara," canda Dawnia.

Rania mencibir kemudian berdecak. "Wah, lihatlah dia."

"Emmm..., baiklah. Bawakan kami sesuatu yang paling spesial di sini yah!" pinta Raavero.

"Tentu saja, akan segera dihidangkan. Aku siapkan khusus untuk kalian berdua!" sahut Dawnia gembira dan segera berlalu mengambil hidangan.

"Jadi, kamu tak akan tinggal bersama Ayahmu?"

"Aku akan tinggal di Bridal. Itu lebih menyenangkan. Tetapi mungkin, aku akan sering-sering bersama ayah."

Raavero cemberut. Dia memandangi wanita cantik di depannya.

"Apa aku boleh menginap sesekali di Bridal bersamamu?"

"Tentu saja!" jawab Rania membuat Raavero girang bukan main. "Ada sofa dan matras Yoga di sana. Kamu bisa tidur di ruang rapat," tambah Rania.

"Tega sekali." Raavero kecewa. "Tetapi kamu tak boleh sendirian, Rania. Aku akan menemanimu jika malam. Hanya jika ..."

"Oh tidak perlu. Di Bridal ada satpam, 100 meter ke timur ada kantor polisi. Aku akan baik-baik saja!'" potong Rania. Raavero bersamanya di malam hari? Itu bukan ide bagus.

"Baiklah, aku akan minta Septi dan Don Huan, menjagamu!"

"Ini hidangan siang kalian!"

Dawnia berseru riang. Seorang pelayan menaruh piring-piring cantik berisi berbagai jenis makanan di atas meja.

"Ada cumi saus ijo, capcay kuah sehat, sarden tenggiri, ini jus tauge. Coba dicicipi!" perintah Dawnia berdiri di samping tempat duduk Rania.

"Jus Tauge? Tak ada lainnya? Kafe sehebat ini, minuman spesialnya jus ini?" keluh Rania enggan, tetapi akhirnya menyesap perlahan jus tauge- nya.

"Ini hidangan yang kamu butuhkan, bukan yang kamu inginkan. Pengantin baru wajib mencoba ini, sebab ini judulnya 'hidangan penyubur kandungan'."

Sontak Rania tersedak saat mendengar ucapan Dawnia. Gadis itu terbatuk-batuk. Wajahnya merah padam dan matanya berair. Dia memukul dadanya untuk mengakhiri batuknya.

"Yah ampun ... pelan-pelan saja! Masih ada satu panci di belakang!" seru Dawnia.

Dawnia memijat punggung sahabatnya perlahan. Sementara Raavero memandangi kedua wanita itu, geli.

Rania mengangkat buku menu di meja, membukanya, lalu memiringkan lehernya dan mendelik pada Dawnia.

"Apa maksudmu 'penyubur kandungan'?"

Rania berbisik jengkel. Dawnia menunduk sehingga perbincangan itu tak terlihat oleh Raavero.

"Sudah jelas kamu butuh itu! Agar segera punya baby," balas Dawnia ikut berbisik.

"Aku belum tidur dengannya!" geleng Rania masih berbisik.

"Apa???" pekik Dawnia pelan sambil memukul bahu Rania gemas. "Apa yang kau lakukan selama seminggu ini? Mencabuti janggutnya? Kamu memang tidak berguna. Jika terus begini, kamu bisa ditikung."

Dawnia mengintip Raavero dari ujung buku menu, ingin bertanya pada pria itu. Dawnia penasaran, benarkah keduanya belum ... Raavero membuang pandangannya keluar Kafe.

"Yang benar saja dua orang ini." Raavero berdecak. Lucu melihat tingkah kedua wanita di depannya. "Hei ... aku bisa mendengar bisik-bisik dibalik sana. Ada apa dengan kalian berdua? Apakah hidangan ini hanya untuk Rania?"

"Eeemmm, ini hidangan untuk pengantin baru! Maksudku 'penyubur' untuk pria dan wanita," sahut Dawnia masih dari balik buku menu.

Keduanya lalu mengakhiri acara bisik-bisik mereka. Rania mengawasi Dawnia, memberinya kode untuk "menjaga otak dan mulutnya". Seakan bisa menebak arah ucapan Dawnia dari ekspresinya, tetapi ...

"Dengar Raav, Rania tak pernah berpacaran sebelumnya. Dia belum pernah, ehem-, berciuman juga. Jadi, kamu butuh untuk mengajarinya banyak hal."

Dawnia curi-curi pandang pada Rania. Rania memelototi sahabatnya, tak percaya dia akhirnya membongkar rahasia. Rania kesal.

"Yah Tuhan, perempuan gila ini! Aih ..., pergi sana!"

Bunyi lonceng pintu kafe berdering, pertanda ada yang datang.

"Nikmati waktu kalian yah! Aku akan bungkus jus-nya untuk kamu bawa pulang," lambainya segera menjauh.

"Tidak, aku tak butuh. Terima kasih," jawab Rania.

"Selamat makan, Rania. Semoga segera punya baby," goda Raavero kocak seraya mengangkat jus tauge-nya.

1
✨Susanti✨
bagussss
widya widya
Baca ulang... Baca ulang
widya widya
Baca ulang karena kangen sama Author.. blm ada karya baru
widya widya
Baca ulang karena kangen sama Author
Nurlaela
selalu terpukau dengan karya2 senja cewen..mengaduk2 perasaan..bikin terharu, sedih, bahagia dan cinta..lengkap rasanya
Nurlaela
paling benci dg karakter laki2 yg plin plan...
bunga cinta
dan tamat
bunga cinta
tapi boong
bunga cinta
cieeee
bunga cinta
balik ke sini lg
bunga cinta
miris
bunga cinta
Luar biasa
bunga cinta
Lumayan
bunga cinta
suka
bunga cinta
alurnya keren
iwndoareoxk
lanjutt
widya widya
ceritanya bagus ..
Yang
kereeeeeeen
Suezie Anggel
i love u karya mu thor
Mooie Jkt
Selalu kagum dengan gaya bahasa Author Senja... Gaya ceritanya hidup.. ga bertele2.. dan ga lambat temponya... 🌻🌻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!