Anisa adalah gadis yang gendut dan juga pendek, beda jauh dengan sang adik yang bertubuh langsing serta berkulit putih.
siapa yang tidak tertarik bila melihat Arumi, bahkan mulut para tetangga juga tak segan mencemooh Anisa yang beda jauh dengan sang adik.
Hingga suatu hari Anisa di temukan tewas tergantung di dalam kamar, membuat seluruh keluarga menjadi berduka, namun mereka menutupi kematian Anisa yang gantung diri itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28. Debat
"Kak, dia tidak mungkin mati bunuh diri." Arya juga percaya dengan firasat yang ada di dalam diri.
"Ya, aku juga yakin kalau dia itu tidak meninggal karena bunuh diri." Purnama mengangguk karena dia juga setuju dengan hal itu.
"Kasus kematian Dia mungkin saja agak rumit dan kita harus bekerja keras untuk mencari tahu, Ningsih ini adalah orang yang paling bisa kita curigai." Arya berkata serius.
"Bila sedang mengurus masalah maka jangan langsung fokus dengan poin pertama, terkadang yang terlihat tidak berdosa tapi ternyata dia adalah pelaku utama." Purnama tersenyum dengan manis.
"Arumi, maksudmu dia bisa saja menjadi penghianat dan dia adalah penyebab utama kematian Anisa?" Arya menoleh dengan sangat cepat.
"Aku tidak mengatakan kalau dia adalah pelaku utama tapi bisa jadi Arumi adalah pemicu dari meninggalnya Anisa ini." ujar Purnama.
"Kalau menurut kabar yang aku dengar maka selama ini memang Anisa mendapat banyak hinaan dari para warga." Kiara ikut berbicara dengan mereka.
Purnama menoleh kepada Kiara karena dia memang agak kurang paham tentang permasalahan antara Anisa dan juga Arumi yang ada di desa ini, meski mereka tinggal satu desa namun tetap saja desa pandan Aru memiliki luas yang cukup besar sehingga terkadang Purnama juga tidak bisa mengenali lebih jauh apa yang telah terjadi.
Jadi kalau hanya gosip biasa seperti itu maka Purnama tidak pernah ikut campur karena menurut dia itu sama sekali tidak berguna untuk di perbincangkan, lebih baik dia fokus aja menangani masalah yang sedang terjadi ini karena menurut dia hal itu bisa menjadi simpang siur yang semakin tidak jelas untuk hidup ini.
Kiara juga merasakan ada yang aneh karena tidak mungkin bila Anisa mampu membunuh dua orang secara langsung di malam yang berurutan seperti itu, sedangkan arwah yang mati bunuh diri selalu berada di kasta paling rendah dan mereka kerap menjadi hinaan antara kalangan para iblis lain.
Namun Kenapa Anisa bisa sekuat itu dan dia juga mampu membersihkan jejak yang ada di dalam diri, jelas itu terasa sangat aneh untuk dia sehingga tidak mungkin bila Anisa meninggal karena bunuh diri di dalam rumah dia sendiri, bukan hanya Purnama saja yang merasa ragu tentang hal itu tapi Kiara dan Arya pun merasakan keraguan yang begitu besar.
Kini mereka bertekad untuk mencari tahu apa yang telah terjadi kepada Anisa ini sehingga mereka akan mengusut satu demi satu apa yang telah terjadi, Arya sendiri sudah mendatangi rumah Joko dan dia tidak menemukan jejak sama sekali di sana dan dia justru menemukan gigi entah milik siapa.
"Nanti malam aku akan datang ke rumah dia untuk menyelidiki apa yang telah terjadi." putus Purnama pada akhir nya.
"Eh Mama kau tidak kalau itu tadi dia berguling-guling di depan rumah karena tidak mau ditinggal sama Om Tamrin." ujar Kiara baru ingat.
"Aku emang kesal dengan dia tapi kalau mengingat hal itu kasihan juga." ujar Purnama pelan.
"Aku malah ada niat malam ini mau mendatangi rumah Kopsah." Arya berkata dengan serius.
"Waduh Ayah! iya baru saja jadi janda dan Ayah udah mau mendatangi dia." Kiara memasang wajah kaget mendengar ucapan Arya tadi.
"Bocah sialan, aku mau mencari bukti bukan mau mengejar janda dia!" Arya langsung emosi kepada sang anak.
Purnama tidak sanggup menahan tawa karena dia tahu bahwa Kiara sedang bercanda dan justru terkena di hati Arya, Kopsah emang baru bikin jadi janda Dan ini Arya malah mau mendatangi dia malam ini sehingga tepat gurauan Kiara barusan.
"Kau pikir aku geragas banget sampai mau mendatangi dia!" kesal Arya.
"Ih bercanda loh." Kiara memeluk Arya yang sudah kesal.
"Ya Allah." Purnama tertawa sampai meneteskan air mata karena sangking geli nya.
"Tapi kok dia tidak tau ya kalau Tamrin mau mati? Kan biasa nya Kopsah paling tau segala nya." Kiara kembali tertawa.
Purnama terkadang bisa tertawa kalau kondisi seperti ini karena apa yang dikatakan oleh Kiara itu memang benar, mereka seringkali berdebat hanya masalah kecil dan ternyata memang wanita itu bisa tahu segalanya dan bahkan dia memprediksi para tetangga bila sedang ada masalah.
...****************...
"Eh aku masih saja ingin tertawa kalau mengingat bagaimana tadi Kiara berkata demikian." Nana mengusap air mata yang meluncur keluar akibat terlalu kencang tertawa.
"Iya juga, aku jadi membayangkan betapa menyala nya Arya kalau punya pasangan seperti Kopsah." Arini juga sampai terpingkal-pingkal.
"Heh kalian ini terus saja mentertawakan dia seperti itu." Xiela menghentikan tawa mereka berdua.
"Alah kau tadi saja juga tertawa kok mendengar ucapan Kiara." Nana mulai julid.
"Coba bayangkan saja kalau Arya akhirnya menikah dengan Kopsah, apa tidak setiap hari kepala dia itu mengebul." ujar Arini yang sudah membayangkan tentang pernikahan tersebut.
Nana semakin keras tertawa karena dia membayangkan rumah tangga antara Pangeran ular dan juga orang paling julit di kampung ini, sungguh tidak bisa dia bayangkan karena itu sangat geli untuk dia pikirkan dan terlebih lagi Arya juga memiliki sabar yang begitu luas seluas samudra sehingga pasti dirinya mampu menghadapi Kopsah.
"Ih tapi Kopsah kan sudah tua jadi mana mungkin lah sepadan dengan Arya." Andini protes karena tidak terima.
"Lah kalau sudah cinta mana pandang itu semua, cinta itu mampu membutakan segala macam yang ada di dunia ini." ujar Nana.
"Amit amit lah, aku pasti akan mencarikan penawar kalau sampai Arya jatuh cinta kepada Kopsah." tekad Andini.
Yang lain kembali tertawa kencang karena menurut dia itu adalah hal yang sangat tidak masuk akal untuk mereka pikirkan, Arya juga tidak mungkin sampai jatuh cinta kepada Kopsah tanpa memikirkan bagaimana konsekuensi yang harus dia alami ketika nanti memiliki istri seperti wanita itu.
"Kasihan juga kalau melihat tadi dia gulung-gulung depan rumah karena tidak rela menjadi janda, Kinan sold out malah dia menyusul jadi janda." ujar Maharani.
"Yang tidak pernah sold out kan Arya, iya bangga sekali menyandang status sebagai duda karatan." celetuk Nana.
"Kucing sialan ini kalau sudah berbicara pedas sekali muncul dia." Arini menarik ekor Nana.
"Lah dia kalau tidak bermulut pedas maka tidak mungkin mati dalam usia yang begitu muda." sambung Maharani.
"Alah kau saja mati dalam usia belasan tahun karena tidak bermulut pedas, itu bukan alasan yang tepat." Nana masih saja bisa membela diri.
Maharani memutar bola mata malas karena apa yang dikatakan oleh kucing hitam itu memang benar, Nana mati karena dia bermulut pedas dan suka menghina orang ketika masih menjadi kembang desa, sementara Maharani meninggal dalam usia belasan tahun akibat nafsu dari pria yang tidak bertanggung jawab.
Selamat siang besti, jangan lupa like dan komentar kalian semua ya.
aayooo thor..kita tunggu loh jodohnya Kiara. harus yg sakti melebihi Kiara ...biar gak dianggap remeh sama kiara nya..yang ganteng ..yang gagah..pokoke laki² yg sempurna yg cuma ada didunia novel../Facepalm/
siapa sebenernya iblis jahat itu...
apa motif drai rencannya bu ningsih ya... kenapa dia membangkitkan anisa dengan mengisi tubuh anisa dengan arwah jahat....
iblis ini sungguh licik karna bisa menghilahkan jejaknya sehingga para member kesulitan menemukan dan menangkapnya...
ayo Purnama mulailah melakukan penyelidika. karna anisa sudah hidup kembali....
Apakah ada tokoh baru untuk jodoh Kiara,,,Digo kurang pas lah ..tapi semua ada di tangan othor sih 🤭🤭
ya berjuang lebih keras lagi memantaskan diri
Sekelas Kiara tentu butuh pendamping yang tangguh mental baja
jangan sedih go,ucapan dua setan bodoh itu harusnya jadi motifasi kamu buat tambah kekuatan dgn cara trs berlatih biar tambah kuat💪👍
Digo dibuat sedih atas ucapan zora dan koswara...