NovelToon NovelToon
Istri Cantik Tuan Presdir

Istri Cantik Tuan Presdir

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Asti Amanda

Lanjutan dari novel: Wanita Cantik Tuan Muda Dingin.
__________

Setelah melewati banyak waktu dan masalah. Raka sang CEO termuda di perusahaan Welfin telah berhasil menemukan kekasihnya dan bahkan tak menyangka jika kekasihnya itu memberikan sepasang anak kembar yang cerdas dan menggemaskan.

Namun masalah kembali datang dari istri tercinta yang memiliki Kepribadian Ganda. Karena itulah Raka mencoba menyembuhkan Sovia dan mulai belajar untuk menjadi Suami idaman untuk sang istri.

Akan tetapi seseorang mulai meneror keluarga kecilnya dan bahkan mencoba menyingkirkan satu persatu keluarga dekatnya. Hal ini karena perebutan harta waris di masa lalu di keluarga Welfin. Dapatkah Raka melindungi sang Istri dan kedua anak kembarnya, serta menyembuhkan mental Sovia?

Yuk kita simak perjuangan Raka dalam menyembuhkan Sovia dan perjuangannya menyelesaikan masalah yang silih datang berganti di keluarga kecilnya Raka.

Baca sampai selesai ya ^^
Terima kasih~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asti Amanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. Bertemu

...[Beri like dan komen]...

Setelah menyambut Dokter Frans dan Gio. Raka pun menyuruh Dokter Frans ikut dengannya ke ruangan CCTV-nya terlebih dahulu untuk memperlihatkan gerak-gerik keanehan pada Sovia ketika ia menjadi Mira. Dokter Frans yang juga mulai penasaran, ia pun mengikuti Raka disertai Gio di sampingnya. Ketiganya pergi ke ruangan CCTV.

Sesampainya di depan pintu. Raka pun masuk diikuti Dokter Frans dan Gio. Terlihat Raka dan Dokter Frans berjalan ke arah monitor-monitor yang berjajar di depannya.

Raka pun memperlihatkan rekaman gerak-gerik Sovia kemarin saat ia habis memukul Dokter Frans. Dokter Frans agak terkejut melihatnya.

Beberapa saat kemudian. Kini keduanya kembali membicarakan soal perubahan Sovia.

Gio yang duduk di kursi mulai jenuh. Ia pun turun dari kursi itu lalu berjalan ke arah Ayahnya.

"Papa, Gio mau kelual." Tunjuk Gio pada pintu di depannya.

"Baiklah, tapi jangan bikin keonaran dan jangan jauh-jauh dari sini." ucap Dokter Frans mengelus rambut Gio. Gio cuma tersenyum manis lalu berjalan riang ke arah pintu lalu pergi entah kemana. Kedua pria dewasa ini mulai kembali memikirkan Sovia.

Sementara kini di kamar Dean. Gadis kecil itu tiba-tiba terbangun. Ia agak terkejut tak melihat Ibunya di sampingnya. Dean segera turun dan tak lupa mengucek-ucek matanya.

"Kemana Mami pergi, kenapa tak ada di dekatku."

Itulah yang dipikirkan Dean. Ia mulai berjalan keluar kamarnya dan masih dalam keadaan setengah sadar disertai boneka Teddy yang ia peluk dari tadi.

Terlihat Dean celingak-celinguk mencari Ibunya. Ketika ia berbelok ke arah kanan. Ia tiba-tiba di kejutkan dengan kehadiran Gio di depannya.

"Aaaaa ... hantu!" pekik Dean langsung melempar bonekanya ke arah Gio. Sontak Gio yang di lempar langsung ikut terkejut.

"Aduh, kamu kenapa lempal aku boneka." ucap Gio mengambil boneka lalu memberikannya ke Dean.

Dean malah mundur perlahan, ia merasa takut dengan kehadiran Gio yang tiba-tiba ada di rumahnya.

"Kamu ... kamu siapa!" Tunjuk Dean ke arah Gio.

"Kenapa kamu bisa ada dirumahku? Kamu ini hantu atau manusia?" lanjut Dean masih menjauhi Gio.

"Aku Gio Flansisco. Aku ini manusia, bukan hantu." jawab Gio sambil tersenyum.

Seketika Dean mengangkat alisnya. Tentu nama belakang Gio terdengar familiar.

"Nih, boneka kamu." Gio maju memberikan boneka Teddy milik Dean.

Dean pun segera mengambilnya lalu melihat lekat-lekat Gio.

"Maaf, sudah buat kamu telkejut." ucap Gio lagi.

"Ha? Telkejut? Bukan telkejut, tapi terkejut." ucap Dean membenarkan ucapan Gio yang salah.

"Itu maksudku, hehe." ucap Gio cengengesan lalu tersenyum.

"Oooh, kalau gitu maaf tadi melemparmu boneka," ucap Dean mulai ikut tersenyum lalu mengulurkan tangan ke arah Gio.

"Nama aku Deandra Welfin, senang berkenalan denganmu." lanjut Dean.

Gio pun membalas uluran tangan itu.

"Ya aku juga, senang belkenalan denganmu." balas Gio lagi. Dean yang mendengar ucapannya hanya bisa memasang wajah kebingungan. Ia bingung karena ucapan Gio kadang salah.

"Kalau begitu, kamu datang ke sini buat apa dan datang dengan siapa?" tanya Dean mulai penasaran. Ia nampak masih berpikir jika Gio adalah hantu tapi kini ia sudah paham setelah mendengar penjelasan Gio jika Gio adalah anaknya Dokter Frans dan kedatangannya ke sini hanya ingin ikut saja.

"Wah, kalau begitu aku boleh kan jadi temanmu?" tanya Dean tiba-tiba merangkul lengan Gio.

"Boleh, kok." jawab Gio tersenyum manis.

"Yeees, Dean udah punya teman, hihihi." Dean cekikikan karena kesenangan akhirnya ia memiliki teman bermain.

"Kalau begitu, ikutlah denganku. Aku akan membawamu keliling rumahku yang besar ini." lanjut Dean meraih tangan Gio lalu mulai berjalan sambil menggandeng tangan Gio.

Gio yang dipegang tangannya, bocah itu cuma bisa senyum-senyum sambil mengikuti Dean dari belakang. Ia juga senang memiliki teman bermain kali ini.

Sementara Sovia, wanita cantik itu kembali mulai menggeliat kiri kanan. Mungkin ia kini berada di alam bawah sadarnya atau mungkin sedang bermimpi buruk.

"Terlihat ia nampak gelisah tak karuan di atas ranjangnya dan seketika ia mulai tenang dan perlahan kedua matanya langsung terbuka melihat ke depan. Terlihat dua bola matanya berubah berwarna merah.

"Argh! Sial." umpatnya yang tak lain ia adalah Mira yang berhasil mengontrol dirinya kembali kali ini. Mira beranjak duduk dari tidurnya lalu menyentuh kepalanya.

"Aihs, sakit sekali." desis Mira memijit kepalanya.

"Loh, kok aku ada di sini lagi?" lanjut Mira kini sadar akan sekeliling kamarnya.

"Sial, kenapa aku bisa terbangun di kamar ini lagi sih. Seharusnya aku ada di dalam bis,"

"Apakah, ini karena aku ditemukan oleh ...." lanjut Mira langsung berdiri melihat ke arah jendela.

Terlihat diluar cahaya matahari masih menyinari isi bumi. Mira menggertak kesal, ia nampak kesal terhadap dirinya yang seolah-olah dirinya itu berpindah-pindah tempat.

"Ck, ini pasti ulah si setan kecil!" decak Mira kesal terhadap Sovia, ia pun berjalan keluar dari kamarnya.

"Ish, siapa sih pemilik rumah jelek ini. Rumahnya besar tapi isinya kosong melompong." gumam Mira merasa heran sambil menyusuri lorong di depannya. Ia kembali mulai bermaksud untuk pergi lagi dari rumah itu.

Setelah Mira menuruni tangga, ia malah langsung dihadang oleh beberapa pelayan. Para pelayan yang melihat gerak-gerik Istri majikannya itu seperti kemarin, mereka akhirnya bersama menghalangi Mira dan itu membuat Mira agak terkejut.

"Selamat siang, Nyonya Muda. Nyonya mau ke mana?" tanya salah para pelayan.

"Eh, apa urusannya denganmu!" Tunjuk Mira dengan raut wajah super dingin dan datarnya.

"Maaf, Nyonya. Anda lebih baik memberitahukan kepada kami dulu. Kami hanya tak ingin kejadian kemarin terulang kembali dan membuat Tuan Muda marah." jelas para pelayan menjawab Mira.

"Eh, kalian! Aku ini bukan Nyonya Muda. Aku itu MIRA. Itu namaku. Jangan asal ngerubah nama orang!" tegas Mira semakin bermimik masam. Ia sangat benci orang-orang memanggilnya yang aneh-aneh.

"Maaf, itu sudah kewajiban kami. Nyonya." ucap para pelayan kompak.

"Ck, dasar! Minggir kalian! Aku mau lewat, jangan halangi aku!" bentak Mira mencoba menerobos keluar. Namun para pelayan tetap sekuat tenaga untuk menghalangi Mira.

"Aaaagh! Kalian ini kenapa, ha! Aku mau keluar, ini bukan rumahku!" gertak Mira mulai kesal dan marah.

"Maaf, Nyonya. Kami tak akan membiarkan Nyonya keluar. Kami hanya tak ingin Tuan marah." ucap pelayan bersikukuh tak akan memberikan sedikit celah untuk Mira keluar.

"Hei, dengar! Aku tak peduli sama Tuanmu, aku mau keluar, jadi minggir!" bentak Mira mencoba menerobos lagi. Namun ia langsung di dorong mundur untuk tidak keluar. Mira yang diperlakukan layaknya tahanan. Ia semakin kesal pada pelayan di depannya.

Ketika ia ingin berbicara, tiba-tiba tangannya di pegang oleh seseorang dan itu membuat dirinya terkejut tak menyadari seseorang berhasil menyentuhnya.

"Kyaaa," teriak Mira pelan berbalik melihat orang yang menyentuh tangannya dan seketika alis sebelahnya terangkat.

"Eh, anak kecil?" lanjut Mira sedikit terkejut melihatnya. Ia mengira jika Tuan rumah inilah yang memegang tangannya. Tapi itu malah Dean dan Gio yang sekarang berdiri di depannya yang terlihat heran melihat tingkah Ibunya yang agak aneh hari ini.

..._____...

...Halo Readers...

...Jangan lupa...

...Like...

...Komen...

...Dan...

...Vote...

...Terima kasih...

1
caca
kayaknya pelaku kecelakaannya pak Hendra sih
arfan
up
Anonim
Anita lu gk tau diri
Aurora Almera
lanjut kakak
Ana Uhibbuka Fillah
aku mampir thor
Ernita Anggara
thor lia kn profesor... d awal baca dy kn yg membantu si tian Al....
Ernita Anggara
mata merah jangan2 it ayah nya mira. ato saudara ayah nya mira... y kan thor
uhuuuyyy
akyuuu sukaa cerita nyaa...maachii yaa thoor...selamat..karyamu sungguh menarik..hebaatttt😍😘
uhuuuyyy
ooh ikut bahagia thoor😍😍
uhuuuyyy
semakin seru
uhuuuyyy
apakah itu kakaknya mira
uhuuuyyy
haduuh perutku mules ngekek aja
uhuuuyyy
uhuuyyyyu coo cuiiit ..anita n willy😘😘😍😍
uhuuuyyy
haizzzh pasti modus ini si mira n liana n kevin🤭
uhuuuyyy
papa hendra mau menguasai harta keturunan welfin kyk nya
uhuuuyyy
pasti dalang di balik pertengkaran paman Al rachel dan ayahnya welfin adalah papa hendra..
uhuuuyyy
waah pak hendra gk beres niich
uhuuuyyy
ikutan tegang thoor🙈
uhuuuyyy
bahagia nyaa mrk bersatu dan berkumpul lagi😍
uhuuuyyy
berati Raka putra nya tuan Al...makanya Raka sperti tuan Al bisa melihat makluk astral
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!