NovelToon NovelToon
Single Daddy

Single Daddy

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Duda / CEO / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial
Popularitas:37.3k
Nilai: 5
Nama Author: kristikitt

Antares Bagaskara atau yang akrab dipanggil Ares adalah seorang pria tampan dan kaya, yang baru saja bercerai dengan istrinya. Ia memiliki seorang anak laki-laki bernama Arkanio Bagaskara.

Antares atau yang akrab dipanggil Ares harus diperhadapkan dengan perceraian karena perselingkuhan istrinya. Disisi lain ia bertemu dengan Anita yang merupakan babysitter dari anaknya. Percikan asmara pun muncul diantara keduanya? Namun, semua itu tidaklah mudah. Lantas bagaimana seorang duda beranak satu memperjuangkan cintanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kristikitt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23 - New Life

Setelah rangkaian acara pernikahan selesai, gue dan Kak Ares langsung menuju ke sebuah kamar hotel yang memang sengaja dipersiapakan untuk kita. Maklum, pemilik hotel ini kan Kak Ares sendiri.

Mata gue terbelak ketika memasuki kamar hotel kami. Sontak sekelibat pemikiran 'kotor' muncul dalam pikiran gue. Apakah gue dan Kak Ares akan melakukan 'itu'? Apalagi ditambah dengan keadaan kamar khas pengantin baru. Untungnya gak ada kelopak-kelopak bunga diatas tempat tidur. Badan gue capek, pengen tidur, bukan beresin kelopak-kelopak bunganya dari atas kasur.

"Capek?" Tanya Kak Ares pelan, namun entah mengapa gue jadi meremang.

"Kenapa emangnya?" Tanya gue pelan. Bukannya menjawab Kak Ares malah mendekat kearah gue. "Mandi dulu yuk." Ujarnya. Tadi sebelum masuk kamar, pakaian pengantin gue udah dilepas, make up gue juga udah dihapus sama make up artistnya. Jadi ketika masuk kamar, gue udah gak perlu ribet lagi, tinggal mandi ajah, eh tau-taunya malah diajak mandi bareng.

"Tapi Kak.."

"Gak papa. Udah resmi kok." Jelas Kak Ares ketika melihat ada raut ketakutan pada diri gue.

Akhirnya gue dan Kak Ares masuk kedalam kamar mandi bareng. Lagi-lagi mata gue dibuat terbelak. Bagaimana tidak, didalam bath up dipenuhi dengan kelopak-kelopak bunga mawar merah. Ada juga lilin-lilin kecil yang semakin menambah suasana intim dalam kamar mandi ini. "Kak.."

Cup!

Kak Ares malah mengecup bibir gue. "Jangan panggil kakak lagi, kan aku udah resmi jadi suami kamu." Koreksinya.

"Maaf, kebiasaan sih. Hehehe." Balas gue sambil tertawa, gue berusaha menutupi kegugupan gue sendiri.

"Kamu mah gituh." Tingkah Kak Ares yang manja mulai keluar lagi. Gemesin banget sih laki gue.

"Kamu mandi duluan ajah yah, setelah kamu baru aku mandi." Ucap gue pelan. Gue masih takut kalau harus 'memperlihatkan' diri gue buat Kak Ares. Ah, ralat! Bukan takut tapi masih gugup.

"Gak mau Sayang." Tolaknya tenang. "Ini udah disiapin buat kita loh, masa mandinya sendiri. Harus bareng dong." Ucap Kak Ares dengan santainya, berbanding terbalik dengan kondisi jantung gue yang berdegub kencang saking gugupnya.

"Aku..."

"Tenang Sayang. Gak perlu gugup. Gak perlu takut. Aku gak bakalan nyakitin kamu kok." Terangnya sambil menatap gue.

Gue selalu lemah dengan tatapan Kak Ares. Bagaikan mantra, ucapannya berhasil membuat rasa gugup gue sedikit berkurang.

"Rileks ajah, Yang." Tambah Kak Ares lagi. Gue pun mencoba untuk merilekskan diri gue, sesuai dengan ucapannya. "Aku kan mau nyenangin kamu." Lanjutnya lagi, kali ini dengan tatapan yang sedikit, err... menggoda. Waduh. Malam ini gue udah gak gadis lagi dong.

...•••...

Semalam merupakan malam yang panjang buat gue. Semalam, gue menyerahkan hal yang paling penting sebagai seorang wanita kepada Kak Ares, suami gue sendiri. Rasanya menakjubkan, gue gak bisa jelasin pake kata-kata.

Gue menoleh pada sosok yang masih terlelap disamping gue. Mata ini, mata yang semalam udah melihat semua yang ada pada diri gue. Bibir ini, bibir yang bahkan udah menciumi tiap inci dari tubuh gue. Dan tangan ini, tangan yang udah menyentuh keseluruhan tubuh gue.

Gue terus menatap wajah Kak Ares, sampai tiba-tiba tangannya yang melingkar di pinggang gue mendekap gue lebih dekat padanya. "Morning." Sapanya, setelah itu sebuah kecupan mendarat tepat di bibir gue. Oalah, ini toh yang namanya morning kiss.

"Morning juga." Balas gue.

"Tidur lagi yuk, kamu capek kan?" Tanya Kak Ares sambil mengelus pipi gue.

"Aku mau ketemu Arka. Kangen." Ucap gue.

"Yailah, Bundanya Arka gemesin banget sih." Kali ini Kak Ares mencubit gemas pipi gue.

"Heheheh.." Cengir gue. "Tapi, kalo kamunya masih capek, tidur ajah dulu." Ucap gue.

"Ngeliat kamu bikin aku gak capek, tapi jadi pengen." Ujar Kak Ares dengan frontalnya. Tangan yang tadinya mengelus pipi gue perlahan turun, sampai pada permukaan area sensitif gue.

"Ahhh." Satu desahan lolos dari bibir gue hanya karena remasannya itu. "Kak.. masih sakit." Interupsi gue sebelum semuanya makin berlanjut.

Kak Ares tersenyum kemudian membawa gue kedalam dekapannya, "Makasih yah." Ujarnya dengan tulus.

Saat kami berdekapan, gue baru sadar kalau kami berdua masih sama-sama belum berpakaian. Oleh sebab itu dengan perlahan gue melepas pelukannya. "Kak.. aku mau mandi dulu." Ucap gue dengan kegugupan yang sedang menyerang diri gue. Gue gak mau liat ke dalam selimut. Gue masih malu.

"Pipinya merah terus. Duh aku gemess banget." Usil Kak Ares sambil menggigit pipi gue.

"Ih sakit." Sungut gue. Kak Ares malah nyegir doang. "Yaudah sana mandi duluan." Ujarnya.

Gue emang pengen mandi, tapi gimana caranya gue kekamar mandi sedangkan tubuh gue sama sekali gak berbusana. Emang sih, kita udah nikah, semalam juga dia sudah melihat tubuh gue, tapi gue masih malu. "Kenapa?" Tanya Kak Ares melihat gue yang sedang berpikir keras.

"Aku mau mandi." Jawab gue pelan.

"Yaudah mandi ajah, Sayang." Balasnya.

"Gimana caranya?" Tanya gue dengan raut putus asa. Kak Ares mengernyitkan dahinya, tak berselang lama ia malah ketawa.

"Yang kamu nih yah, bener-bener gemesin deh." Ujarnya.

"Aku mau mandi." Balas gue sambil memelas.

"Jalan ajah Yang, astaga. Aku udah liat semuanya. Kamu juga udah liat, kenapa masih malu?" Tanyanya sambil memeluk gue.

"Malu ajah. Gimana dong?" Tanya gue.

"Yaudah pake selimut ajah, tutupin diri kamu sambil jalan ke kamar mandi." Saran Kak Ares. Tanpa berpikir dua kali, gue langsung mengikuti saran tersebut. Gue menarik selimut tersebut menutupi tubuh gue, tapi gue lupa kalau tubuh Kak Ares sama  kayak gue, sama-sama gak berpakaian. Alhasil, mata gue melihat sesuatu yang sebenarnya wajar jika gue lihat, tapi gue malah teriak. "Aaaaaaa..." Gue langsung bergegas menuju kamar mandi. Sumpah! Semalam itu kan gelap, ditambah suasana kamar yang meremang, membuat gue gak melihat dengan baik, tapi barusan, gue bener-bener liat dengan jelas.

"Hahahahaa..." Gue bisa mendengar tawa Kak Ares diluar sana. Astaga gue malu banget sumpah.

...***...

Setelah kami berdua selesai mandi, kami langsung menuju ke restoran hotel. Perut gue udah keroncongan parah. Sesampainya disana, sudah ada Mami, Papi, Arka, sama Nisa. Mereka juga lagi sarapan, ah sebenarnya bukan sarapan tapi brunch. Mengingat ini sudah hampir jam 12 siang.

"Duh eleuh eleuh.. pengantin baru udah bangun nih." Goda Mami.

"Bundaaaa..." Seru Arka melihat gue, dia segera berlari kepelukan gue.

"Aduh sayangnya Bunda." Ucap gue sambil memeluknya.

"Papa gak dipeluk?" Tanya Kak Ares, Arka pun langsung melepas pelukannya kemudian beralih memeluk Papanya, Kak Ares langsung menggendong dia dan berjalan menuju meja makan.

"Semalam udah dicoblos belum?" Tanya Mami yang sukses membuat gue memerah.

"Privasi dong Mi." Jawab Kak Ares.

"Kayaknya sih udah Mi." Celetuk Papi.

Mami langsung menggeser kursinya mendekati gue kemudian berbisik, "Gimana Ares semalam?" Sontak saja hal itu membuat gue meremang. Pikiran gue langsung berkelibat pada kejadian tadi malam. Tapi gak gue kasih tau ke Mami, gue senyum-senyum doang.

"Aihh.. kamu mah." Gerutu Mami.

"Privasi dong Mi." Bisik gue.

"Bunda.. Alka mau disuapin." Pinta Arka tiba-tiba. Gue pun langsung menyuapi dia.

"Bentar lagi Arka ulang tahun loh. Arka makin besar dong. Kapan nih Arka dikasih adik?" Tanya Mami penuh harap. Buset! Gue baru nikah sehari, udah ditanya cucu.

Dan dimulai dari sinilah kehidupan pernikahan gue dan Kak Arka. Nikah itu ternyata gak mudah. Menyatukan dua kepala itu sulit. Tapi selama kami saling menopang dan mendukung, kami pasti bisa melewati setiap kesulitan.

This is our life, this is our journey. The new journey will be start.

...-***-...

1
Apri
hai Thor dak ada kelanjutanya ya
Apri
lanjut dong
Fitria Sri widowati
semangat up kak, salam kenal dari si pemilik novel " romansa masa SMA" dan "your boss is mine!!! ", boleh kak mampir di novel aku😊😊
Fitria Sri widowati
sabar Nita, baru juga 2 minggu
Fitria Sri widowati
cowok idaman nih😘😘
Fitria Sri widowati
dih si Anita ngelamain aja, 🤔🤔
Fitria Sri widowati
co cuittttt
Fitria Sri widowati
YES,,, YES,,,
Fitria Sri widowati
semangat NIRES!! (nita dan ARES) 💪💪
Fitria Sri widowati
makin conplicated🤦‍♀🤦‍♀
Fitria Sri widowati
Nitaaa! pilih Ares aja sih 😁😁
Fitria Sri widowati
hhmm.... senengnya jadi Anita😁😁
Fitria Sri widowati
tuh kan,,, tuh kan,,
Fitria Sri widowati
kayaknya beneran suka si Ares, hopefully
fadhila
pilih pak duda bonus anaknya 😂😂😂
Sarini Sadjam
lanjuut donk
Sarini Sadjam
smoga si dede cepat hadir ya nita
Sarini Sadjam
biar cepet si arkan punya dede lembur trus
Sarini Sadjam
lah nita klo lo ga iklas jgn fj ajak bareng to abg genit
Sarini Sadjam
moga2 aja si sarah ga gangu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!