NovelToon NovelToon
19 Guardian

19 Guardian

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Fantasi / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:75k
Nilai: 5
Nama Author: RGC

Kisah tentang dunia yang tiba-tiba saja diserang oleh iblis, dan tak ada cara untuk mengatasinya. Tapi, terdapat orang yang bisa mengalahkan sang iblis yang disebut Guardian.

Berfokus pada seorang remaja bernama Koujo Kotaro, yang dipilih untuk menjadi seorang penyelamat... Menyelamatkan dunia? Mungkin saja, tapi ini adalah sesuatu yang sangat berharga baginya.

Story bergaya anime

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RGC, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24

"Woaah. Besarnya." Jika dilihat dari dekat, apartemen ini sangat besar dan juga luas. "Disini pasti tempat orang-orang kaya. Benar'kan Kotaro."

"Iya."

"Ayo."

"Y-Ya." Aku kembali mengikuti Yu.

Beberapa menit kemudian.

"Hmm... Kamar no, 521. Hmm... 521, 521... Hmm..."

"Yu, apa masih belum ketemu?"

"Belum, tunggu sebentar."

"Yang benar saja kau!" Kami sudah melewati 12 lantai, dan kami masih belum menemukan kamar Sylvi.

"500... Kita sudah hampir sampai, ini adalah kamar no 500, dan no 521 pasti ada didepan."

"B-Benarkah." Aku cukup senang dengan hanya mendengar hal itu darinya.

"Ayo."

"Ya." Kami kemudian mempercepat langkah kami.

Beberapa saat kemudian.

"521, 521... ... ... Nah, ini." Yu berhenti tepat di depan sebuah kamar.

Aku melihat sebuah papan angkat yang menunjukkan nomor 521, tepat seperti angka yang dicari oleh Yu. "Eh... Yu, apa benar ini tempatnya?"

"Tenang saja, aku jamin 100% ini adalah tempat Angelia-san tinggal."

"Begitu." Karena Yu terlihat begitu yakin, aku hanya menurutinya.

Tok tok tok. Sfx : Ketukan pintu.

Yu mencoba untuk mengetuk pintu kamar. "Angelia-san, apa kau ada di dalam?"

Tak ada jawaban, dan Yu kembali mengetuk pintu kamar itu. "Angelia-san, apa kau ada?"

"Apa dia sedang keluar?"

"Entahlah?" Yu kembali mengetuk pintu kamar yang diduga kamar Sylvi itu. "Angelia-san, apa kau ada didalam?" Dan lagi, tak ada jawaban.

"Mungkin dia sedang keluar."

"Mungkin saja. Bagaimana kalau kita datang kesini lagi besok."

"Boleh, tapi besok pagi kau'kan memiliki urusan."

"Urusan? Ah. Iya, bagaimana kalau setelah itu saja."

"Baiklah." Kamipun kembali.

------------

18.56

"Ha. Besok, ya." Hari pertandingannya besok. Aku tak tau bisa menang atau tidak, tapi Shirayuki bilang kalau aku menggunakan kemampuanku aku bisa memenangkannya dengan mudah, tapi. "Bagaimana caranya aku menggunakannya?" Jangankan menggunakannya, aku bahkan tidak bisa mengeluarkan guardianku tanpa ada iblis di dekatku.

"Levelnya sudah berbeda denganku." Shirayuki bisa menggunakan guardiannya dengan mudah, bahkan tanpa syarat sepertiku.

"Ugh!! Aghhkk!!!" Tiba-tiba saja rasa sakitnya menyerang. "Ahhh!!!!" Tubuhku terasa begitu sakit, rasa sakitnya semakin menjadi sakit setiap detiknya. "Agh!!! Ahhh!!! Agghhh!!!!" Tubuhku menggeliat karena rasa sakit ini.

Beberapa menit setelah itu.

"Ha, ha, ha. Sudah, selesai." Entah kenapa beberapa hari terakhir rasa sakit yang aku rasakan menjadi lebih sakit daripada sebelumnya. "Sial, apa tak ada yang bisa aku lakukan pada rasa sakit ini." Aku berharap ada cara untuk mengobati rasa sakit ini.

Tubuhku menjadi lemas, dan aku rasa aku tak bisa menggerakkan tubuhku untuk sementara waktu.

"Ha." Menghela nafas panjang, aku melihat ke arah luar. "Sudah malam, ya." Saat aku melihat ke luar jendela, matahari sudah terbenam.

"Hoaamm." Aku menguap padahal ini masih belum waktunya untuk tidur. "Aku harap, rasa sakit ini tidak muncul besok." Karena besok adalah hari yang penting, aku berharap rasa sakit ini tidak muncul disaat-saat penting itu.

Dan dengan perlahan, aku mulai menutup mataku.

-----------

"Onii-chan, bangun. Onii-chan."

Kembali bermimpi seperti itu, aku langsung membuka mataku.

21, September.

07.05

Krrriiiiiinnngggg.

"Huh? Mimpi itu lagi." Beberapa hari terakhir, entah kenapa aku selalu memimpikan hal yang sama, tapi. "Siapa dia?" Aku tak bisa mengingat dengan jelas wajahnya, dan yang paling penting, aku ini tidak punya saudara lagi. "Ha... Sudahlah."

Mematikan alarm, aku kemudian langsung bangun dari tempat tidurku. "Hari ini jam 8, ya." Aku berjanji pada Yu akan bertemu di tempat biasa jam 8.

Aku kemudian segera bersiap-siap.

----------

07.40

Taman kota.

Aku datang lebih awal dari jam yang sudah ditentukan. "Ah, Kotaro, kau datang cepat juga."

Sudah kuduga. Yu datang lebih cepat dariku. "Sudah berapa lama kau ada disini?"

"Hmmm. Sekitar 30 menit yang lalu. Sudahlah, ayo cepat kompetisinya akan dimulai jam 9.30 kita harus bergegas."

"Iya." Aku kemudian berjalan mengikuti Yu.

Di tengah perjalanan.

"Yu."

"Hm? Ya, ada apa?"

"Dimana tempat kompetisinya?"

"Sudah, jangan banyak tanya. Ikuti aku saja."

"Iya iya."

---------

Sebuah gedung olahraga.

"Gedung olahraga. Apa tempatnya disini."

"Iya."

"Begitu, tapi..." Saat aku melihat gedung olahraga ini aku cukup terkejut. "Besar sekali gedung ini." Gedungnya mungkin hampir sama atau bahkan lebih besar dari lapangan sepak bola.

"Sudah, ayo masuk." Mengikuti Yu, aku berjalan di belakangnya.

Beberapa menit kemudian.

"Wah, disini ramai sekali." Didalam gedung ini, aku melihat cukup banyak orang yang datang kesini. "Apa mereka semua datang untuk menonton?"

"17% dari mereka ikut dalam kompetisinya, sedangkan 80% dari mereka adalah penonton."

"Sisa 3%-nya itu apa?"

"Penjual makanan."

"Hee." Bisa aku katakan kalau gedung ini hampir mirip dengan lapangan sepak bola. Tapi gedung ini lebih luas dari itu.

-----------

09.30

Kriiiinggggg.

Sebuah bel nyaring berbunyi, tapi itu bukan dari alarm iblis melainkan bel yang ada di sini.

"Perhatian para peserta." Terdengar suara seseorang yang menggema di tempat ini, suara yang berasal dari ruang penyiaran, mungkin. "Pertandingannya akan segera dimulai, segera persiapkan diri kalian." (???)

"Nah, Kotaro. Pertandingannya akan segera dimulai, aku akan pergi ke kursi penonton dan." Yu terseyum padaku dan melanjutkan kata-katanya. "Semoga berhasil." Setelah mengatakan itu, Yu pergi ke kursi penonton.

"Ya." Aku menjawabnya dengan suara pelan. "Tapi... Apa aku bisa memenangkannya, ya." Aku melihat sekelilingku, dan disini banyak sekali orang yang ikut dalam pertandingan ini.

Beberapa menit kemudian.

Masing-masing dari kami mendapatkan giliran, dan aku berada di giliran nomor 992. "Haa... Sepertinya ini akan sangat lama." Dari sekitar 1000 peserta, aku mendapatkan nomor yang paling terakhir.

Yang belum mendapatkan giliran, dipersilahkan untuk pindah ke tempat yang sudah disediakan agar tidak menggangu peserta yang mendapat giliran. Itulah yang dikatakan oleh orang yang aku tak tau siapa itu.

Aku melihat keahlian para peserta yang lain.

20 orang berbaris menyamping dan bersiap untuk menembakkan anak panah dengan busur yang sudah disediakan.

"Wah. Bukannya dia adalah anggota dari atlet panah internasional yang sudah sering kali memenangkan banyak pertandingan internasional." (???) Seseorang disampingku membicarakan tentang orang yang mulai memengang busur yang sudah siap ditembakkan.

“Buset, internasional.” Orang hebat sepertinya bahkan ikut dalam pertandingan ini.

"Benar, dia sudah terkenal dan mungkin saja dia akan menjadi saingan berat." Jawab orang lain.

‘Itu bukan saingan lagi namanya.’ Jawabku di dalam hati.

Swuutttt.

Anak panah mulai dilepaskan, dan anak panahnya tepat tertuju ke tengah sasaran. "Hebat!!!" Orang-orang mulai berteriak dari bangku penonton. "Tidak diragukan lagi, dia pasti yang akan memenangkan pertandingan ini." Anak panah yang melesat dengan cepat, tertancap tepat di tengah sasaran dan begitu pula dengan tembakan selanjutnya.

Info yang ketinggalan : setiap peserta diberikan 5 anak panah, dan setiap anak panah yang berhasil mengenai sasaran akan mendapatkan point.

‘Ha. Apa aku bisa mengalahkannya?’ Aku yang bahkan belum pernah memegang busur, apa aku bisa mengalahkan atlet panah profesional itu.

Berjam-jam kemudian.

Sore hari, jam 15.05

Akhirnya tiba juga giliranku. Setelah berjam-jam lamanya, waktuku sudah tiba.

Tubuhku bergetar karena ini pertama kalinya aku berdiri di hadapan orang banyak. ‘Coba saja aku sudah pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya, mungkin aku tidak akan gemetaran seperti ini.’ Aku melihat ke arah bangku penonton, dan disana aku melihat Yu.

"Kotaro, berjuanglah kau pasti bisa!" Yu berteriak seperti itu sambil melambaikan tangannya padaku.

Bukannya kata semangat yang diucapkan oleh Yu, ia malah terlihat seperti sedang mempermainkanku. "Haa." Aku menghela nafas dan mencoba untuk menenangkan diriku sendiri. ‘Aku harus berhasil.’

Aku mengangkat busur yang sudah disiapkan oleh panitia, dan kemudian bersiap untuk menembak.

Seharusnya sih begitu, tapi... "Sial, aku tidak bisa." Bukan hanya karena melawan orang yang lebih berpengalaman dariku, tapi aku juga ketakutan karena ini pertama kalinya aku dilihat oleh banyak orang dan aku menjadi gugup.

"Kotaro, semangat kau pasti bisa!"

Suara teriakan Yu terdengar, tapi itu sama sekali tidak mengubah apapun. Akupun kembali menghela nafas untuk menenangkan diriku. "Haa. Aku, sudah siap."

Aku melihat ke arah peserta yang berada di sampingku sudah melepaskan 3 anak panah, dan hanya aku yang belum menembakkan 1 anak panah pun karena gugup.

Aku mengangkat busur yang aku pegang, dan menyiapkan anak panah. "Fokus, aku harus fokus." Konsentrasi penuh, aku mencoba untuk mengabaikan suara yang aku dengar.

Swuutttt.

1 anak panah sudah aku lepaskan dan hasilnya. "Wooaahh, peserta itu lumayan juga." (Penonton)

Tembakanku tak mengenai tepat di tengah sasaran, tapi para penonton sepertinya memujiku. Tapi, 1 hal yang aku sadari, kalau anak panah yang aku lepaskan tertancap sangat dalam dan hampir seutuhnya.

Aku kembali mencoba, tapi kali ini berbeda. Di percobaan kedua ini, pandanganku seakan terasa begitu dekat dengan target sasaran itu.

Swuutttt.

Aku kembali melepaskan anak panah yang kedua, dan hasilnya. Aku lebih baik dari tembakan pertama barusan.

Panahku sedikit mendekat ke tengah target. "Jika seperti ini, aku pasti bisa memperbaikinya." Aku kembali melesatkan anak panahku.

Swuutttt.

Dan tepat sasaran, anak panah yang aku lepaskan tepat tertuju ke tengah target. "Berarti aku hanya perlu mengulanginya lagi." Rencananya sih seperti itu, tapi...

Saat aku melepaskan anak panah ke-4.

Krakkk

Aku tak tau kenapa, tapi busur yang aku gunakan sedikit retak dan itu terjadi saat aku sudah melepaskan anak panahnya.

Meskipun anak panah ke-4 berhasil mengenai sasaran dengan tepat, tapi aku tak tau selanjutnya harus bagaimana.

Para peserta dilarang melakukan hal lain saat sedang bertanding termasuk mengambil busur. "Cih..." Mengingat peraturan itu saja membuatku kesal, dan anehnya aku malah menyetujuinya.

Aku tidak tau kalau hal seperti ini akan terjadi, oleh karena itu aku menyetujuinya, jika aku tau hal seperti ini akan terjadi aku pasti akan membawa busur sendiri. Lagipula ada cukup banyak peserta yang menggunakan busur mereka sendiri, dengan alasan keberuntungan.

"Ha..." Aku menghela nafas, dan kembali bersiap untuk menembakkan panah terakhir. "Aku harap, tebakan terakhir ini bisa.."

Swuutttt.

Ctrassshh.

Tepat saat anak panah dilepaskan, busur yang aku gunakan patah menjadi 2 bagian, dan hasilnya. "Ha... Aku tidak beruntung. Tapi, setidaknya aku sudah berusaha." Anak panah yang aku lepaskan meleset sangat jauh dari target, dan ini berarti aku sudah gagal dalam tugasku untuk membantu Shirayuki. ‘Haa, apa yang harus aku katakan padanya setelah ini.’

1
Anik Setyowati
kok gampang banget kepala pusing uangnya banyak kepala pusing,jangan sering - sering kepala pusing Thor,yg baca jd ikut pusing
Gusrialdye Leo
kurang asyikkk
Dee.
itu kemungkinan si silvy gk sih, yang anak kecilnya
Bangke
Terlalu naif mcnya b@ngsat, gk brani jjur sma perasaaannya
EternA
tamat kahhhhhhh??
Ryukka: iye...
total 1 replies
Orange Cat
judulnya hampir sama dengan punya saya, namun ceritanya berbeda. manteb nih, 2 like dulu ya masih nyicil bacanya. btw chapternya dah bnyk bet. semangat teruss lah buat si Authornya..
EternA
Thor wnh ga dilanjutin lagi kah?
EternA: ooo gitu Thor pantes aja end nya ngegantung
total 2 replies
SAN™
Ngapa sering menghelakan nafas sih, kek kakek-kakek aje !!!
Ryukka: yoi...
total 3 replies
Loli bunting
lanjutkan min....
kurosaki
seru Thor 👍
EternA
wah tumben rame:v
Ryukka: :v awkokokowmok
total 3 replies
Loli bunting
lanjut min....
riski heldan
Kak!! Aku udah kasih boom like nya..

Baca novel kakak ku ya...
Novel nya Rena (mysterious frame)

Ditunggu ya kak!
Loli bunting
lanjut min...
Avni
up terus thor, semangat
zixc
kenapa ga ada yg komen?
SAN™: lagi males ngetik mungkin
total 1 replies
Tamami San
Fighting Thor Skuyyy


Mampir Juga Yaa di This Is My War And My Love Story ikutin kisah petualangan bisnis Ken dan Kisah cintanya sama Kiichan
TK
tetap semangat 💪
semoga sukses 👍



lelaki Berkacamata 🤗🙏
Zeazra
ceritanya sih seru, tapi ya ngulang ngulang aja
Ryukka: terinspirasi dari re-zero..
total 1 replies
Andi Bergerboy
.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!