----- Sekuel of Istri Cantikku Yang Angkuh -----
Queena Almeera Putri Diora atau dikenal dengan Queena Diora adalah gadis cantik Kaya Raya yang super Angkuh. Gadis yang dipenuhi cinta kedua orangtuanya. hidup mewah adalah kehidupannya.
Kehidupannya berubah saat kedua orangtua Queena berencana menjodohkan Queena dengan anak Sahabat Mereka.
Muhammad Alif Bin Abdul Malik adalah Pria tampan dari negeri Jiran Malaysia. Seorang CEO muda Real Estate yang sangat sukses ini adalah calon suami Queena.
Bagaimana kisah Cinta Mereka ?? jangan lupa terus ikuti kisah Cinta Queena dan Alif
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs.A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jangan sekarang....
Malampun tiba. Queena dan Alif tengah bersiap untuk ke acara makan malam.
"Dah siap?". Tanya Alif.
"Sudah". Jawab Queena.
Alifpun menggandeng tangan Queena. "You looking beautiful tonight". Bisik Alif.
Queena tersipu saat Alif mengatakan seperti itu.
Merekapun berjalan menuju Restaurant. Semua keluarga dari keduanya mengadakan acara makan malam sebelum Pesta esok hari.
Queena mengenakan gaun cantik berwarna hitam sedangkan Alif menggunakan Jas hitam juga kaos hitam. Mereka berdua terlihat sangat serasi.
Semua orang gembira melihat kedekatan Queena dan Alif. Mereka tak menyangka Queena bisa cepat dekat dengan Alif.
"Selamat malam". Sapa Queena.
Queena dan Alif duduk bersama kedua orangtua Mereka. Kedua orangtua Mereka bahagia melihat Alif juga Queena. Queena benar-benar seperti pengantin baru yang terlihat malu-malu. Entahlah kemana sifat Arrogantnya. Entah Karena memang hilang atau karena menjaga image diantara kedua keluarga. Tapi yang pasti, malam itu Mereka sangat gembira.
"Sayang, besok adalah acara adat Melayu. Kita akan mengadakan gladiresik pagi hari. Setelah Sholat jangan tidur lagi. Ingat". Ujar Eriska.
"Iya Mama". Jawab Queena.
Makan malam diadakan hanya sampai jam sembilan Karena semua harus istirahat untuk acara besok.
Selama makan malam, Alif begitu perhatian pada Queena. Queena benar-benar malu diperhatikan Alif. Ia malu Karena jadi pusat perhatian. Meski Ia selalu jadi pusat perhatian dimanapun, tapi kasus Kali ini berbeda.
Makan malam sudah selesai. Semuanya kembali ke kamar masing-masing. Begitu juga Queena dan Alif.
Sampai dikamar, Queena segera mengganti pakaiannya juga menghapus make up nya. Kali ini Ia selamat dari gaun seksinya. Ia menggunakan piyama biasa berlengan pendek dengan celana pendek. Meski selamat, tetap saja pemandangan itu membuat Alif bergetar.
Keduanya berbaring. Malu-malu saling menatap. Dada Alif benar-benar bergemuruh.
Saya juga Pria normal. Jika setiap malam tidur bersama Gadis cantik Mana tahan juga. Batin Alif.
Alif membalikkan tubuh Queena agar menghadapnya.
"Saya tak tahan". Ujar Alif.
Queena membulatkan matanya. Ia terkejut dengan perkataan Alif.
"Tapi....".
Sebelum menyelesaikan perkataannya, Alif sudah mencium bibir Queena. Ciuman Alif benar-benar berbeda seperti sebelumnya. Queena benar-benar kehilangan nafasnya saat Alif menciumnya. Alif melepas ciumannya agar Queena bisa menghirup nafas lalu menciumnya kembali.
Setelah puas dibibir, Alif turun mencium leher Queena. Tubuh Queena seperti tersetrum sengatan listrik. Ia merasakan Hal yang aneh pada tubuhnya. "A.... Alif". Panggil Queena terbata.
Alif menghiraukan perkataan Queena. Alif masih melanjutkan aksinya. Ia terus menciumi leher serta telinga Queena.
"Ahh Alif.... Jangan sekarang". Ujar Queena terbata.
Alif masih menghiraukan perkataan Queena.
"Alif berhenti Aku mohon". Ujar Queena.
Alif menghentikan ciumannya. Menatap mata Queena. Nafas Queena memburu. Ia seperti telah lari berkilo-kilo meter.
Wajah Alif benar-benar kecewa. Queena menolaknya. Alif duduk disisi ranjang menundukkan kepalanya. "Maaf". Jawab Alif tanpa menatap Queena.
Queena bangun. Ia menyentuh bahu Alif.
"Alif, apa Kamu marah?". Tanya Queena.
Alif tak menjawab.
"Alif, lihat Aku". Queena meraih wajah Alif untuk menatap matanya.
"Aku bukan menolak. Tapi, besok Kita akan mengadakan Pesta. Yang Aku tahu". Queena menunduk. "Yang Aku tahu, saat Kita melakukan untuk pertama kali akan terasa sakit. Aku tidak mau besok Aku tidak bisa berjalan bahkan tidak bisa berdiri karena melakukannya sekarang". Ujar Queena merona. "Jadi, jangan malam ini ya".
Alif yang awalnya kecewa, mendengar perkataan Queena menjadi gembira. "Kamu tak menolak?". Tanya Alif.
Queena menunduk menggelengkan kepalanya.
Alif meraih dagu Queena. "Ok Aku takkan lakukan sekarang. Heeemmmm mungkin besok malam atau after next day". Ujar Alif tersenyum.
Queena hanya tersenyum malu memalingkan wajahnya. Alif tersenyum melihat ekspresi manis Istrinya itu. Ia memeluk Queena dengan erat.
"Tadi, suaramu sangat seksi". Bisik Alif menggoda Queena.
"Alif....". Queena memukul dada Alif.
Alif tertawa kecil melihat wajah Queena yang merona.
"Aku fikir seorang Queena Diora tu macam orang kata sungguh Arrogant. Ternyata sangat polos dan pemalu". Ujar Alif pada Queena.
"Aku hanya menutupi kelemahanku saja. Mama mengajariku saat bekerja atau berada diluar rumah harus menjadi Gadis yang Arrogant agar tidak dianggap wanita lemah. Saat bersama keluarga, Kita harus menunjukkan sisi lembut Kita". Ujar Queena.
"Jadi sekarang, Kamu dah anggap Aku keluarga?". Tanya Alif.
"Kamu memang keluargaku sekarang. Kamu Kan Suamiku. Jika Kamu ingin Aku menunjukkan sisi Arrogantku ya dengan senang hati. Aku sangat suka menunjukkan sisi Arrogantku. Aku terlihat seperti wanita yang kuat". Ujar Queena.
"Kamu bisa menjadi dirimu jika bersamaku. Mau Versi kucing angora atau Harimau Sumatera, Aku akan terima". Ujar Alif tersenyum.
"Apa? Harimau Sumatera? Kamu fikir Aku Harimau?". Kesal Queena.
"People cakap Kamu macam tiger lah. Jadi Aku cakap juga Harimau Sumatera karena Kamu berasal dari Indonesia". Jawab Alif tertawa.
"Alif jahat". Queena memukul dada Alif.
Alif menahan tangan Queena lalu mencium bibir Queena.
"You really cute, Queena". Bisik Alif.
Astaga, Pria dingin ini kenapa jadi raja gombal?. Batin Queena.
"Aku tidak percaya jika Kamu allergy terhadap wanita". Ujar Queena.
"Kenapa Tak percaya?". Tanya Alif.
"Lihat saja. Kamu sangat mesum! Belum lagi pintar bicara manis. Seperti terbiasa mengatakan Hal itu". Jawab Queena curiga.
Alif tertawa mendengar perkataan Queena.
"Aku Tak biasa menutupi perasaanku. Jika Aku cakap tak Suka ya Aku cakap tak suka. Aku tak suka menutupi apa yang ingin Aku cakap. Jika Aku fikir Kamu cute so I tell you you're cute. Jika tak, ya Aku tak cakap lah". Ujar Alif.
"Aku memang Allergy wanita. Ada kelainan. Sejak kecil Aku tak suka dekat dengan Wanita. Perasaanku berasa aneh. Terkadang Aku sampai sesak saat melihat banyak Gadis. Bahkan bertemu client perempuanpun Aku harus berada dijarak minimal tiga meter. Hanya Mak juga Khaira yang boleh dekat dengan Aku. Mungkin karena Mereka orang terdekatku". Ujar Alif. "Mungkin Kamu juga lihat sejak Kita jumpa, Kamu Tak pernah lihat Aku duduk bersama wanita selain Mak juga Khaira. Aku duduk bersama Mama Eriskapun sometime terasa tak nyaman. Aku hanya berusaha tuk hormat pada Mama Eriska". Ujar Alif.
"Tapi, Kamu bisa dekat denganku. Bahkan mesum begitu". Ujar Queena.
"Jujur, Akupun tak tahu kenapa jika Aku bersamamu berbeda. Entah mungkin Kamu memang tulang rusukku. Makanya bisa menerima". Ujar Alif tersenyum.
"Mulai deh gombal lagi". Ujar Queena memutar bola matanya.
"Hahahahahaha. You sangat cute lah". Ujar Alif.
"Kenapa panggil you lagi sih?". Kesal Queena. "Bagus seperti tadi panggil Aku Kamu".
"Ok Queena, Sayang". Ujar Alif tersenyum.
"Hah?". Tanya Queena terkejut.
"Tak lah. Sudah tidur. Besok pagi Kamu harus belajar adat Melayu". Alif merebahkan tubuhnya juga tubuh Queena.
Alif mendekap tubuh Queena. "Good night, Queen". Ujar Allif mengecup ujung kepala Queena.
"Good night Alif". Queena mengusap dada Alif.
Merekapun tertidur sembari berpelukan.
To be continue....
**Yah... kecewa deh Abang Alif gak jadi Malam Pertama lagi. hehehehehehe Author jahat banget ya ditahan-tahan terus. Ayoooo jangan lupa VOTE biar Abang Alif gak baper terus.
jangan lupa juga untuk Like, Komen, Rate Dan Favorite ya biar Author gak baper. hehehehehehe.
love you Readers...
Salam manis dari Mrs. A**