Karena suatu kesalahan, Anastasia Lambert terpaksa menikah dengan Paman angkatnya, Henry Theodor, di usianya yang masih delapan belas tahun.
Semua bermula karena kebaikan dan perhatian Paman angkatnya, membuat Anastasia, yatim piatu yang diadopsi Henry, diam-diam jatuh cinta pada Henry, hingga hubungan mereka yang tadinya baik-baik saja menjadi dingin.
Dan, sampai datangnya orang ke tiga dalam kehidupan mereka, membuat hubungan mereka menjadi sangat jauh, seperti jarak antara terbitnya matahari dari timur, hingga matahari terbenam di barat.
Saat Anastasia menyadari telah salah mencintai Paman angkatnya, dan membuka hati untuk mengenal pria lain, sikap Henry tiba-tiba berubah menjadi hangat padanya.
Apakah hubungan mereka yang tadinya baik-baik saja, akan kembali seperti dulu lagi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 24.
Melihat Henry terdiam mendengar apa yang ditanyakannya, Anastasia meraih tasnya, lalu menoleh ke arah Diana.
"Diana, kak Harry! lebih baik kita pindah tempat saja!" katanya, lalu melangkah meninggalkan Henry yang masih berdiri terdiam.
"Nona!" panggil Arthur bergegas menyusul Anastasia.
Anastasia menghentikan langkahnya, "Jangan ikuti aku, dasar pengadu!!" kata Anastasia dengan nada dingin pada Arthur.
Arthur seketika menghentikan langkahnya.
Anastasia kembali melangkah keluar dari kafe bersama Diana dan Harry.
"Tasia, apakah tidak apa-apa kamu pergi begitu saja? sepertinya Pamanmu tidak ingin kamu berteman dengan kami!" Diana merasa tidak enak hati pergi begitu saja, meninggalkan Henry yang masih terlihat marah.
"Biarkan saja, apa pun yang kulakukan selalu salah dimata Pamanku! aku sudah tidak perduli lagi, kalau dia marah padaku!"
Henry yang ditinggalkan Anastasia, seketika bergegas mengejar Anastasia.
Belum sempat ia menyusul Anastasia, Henry melihat Anastasia bersama dengan Diana dan Henry masuk ke dalam sebuah mobil.
"Selidiki siapa lelaki itu!" perintah Henry kepada George.
"Baik, Tuan!"
Walau George tidak menyukai sikap Henry mengabaikan Anastasia, ia lebih tidak suka melihat Nona muda, yang sejak kecil sudah ia perhatikan itu memilih teman yang salah.
"Kamu ku tugaskan untuk menjaga Anastasia, kenapa kamu bisa sampai kehilangan dia?!" Henry memandang tajam pada Arthur.
"Maaf, Tuan! Nona Tasia marah padaku, dia tidak memperbolehkan ku mengikutinya!"
"Dasar tidak berguna!!" sentak Henry marah.
Arthur menundukkan wajahnya tidak berani memandang Henry.
"Tuan, aku sudah mendapatkan laporan tentang laki-laki itu!" George memperlihatkan ponsel yang ia pegang kepada Henry.
Henry menerima ponsel George, dan memeriksa kebenaran tentang siapa Harry.
"Lelaki itu Tuan muda keluarga Madison, calon pewaris Madison grup di timur kota! usianya dua puluh lima tahun!"
Henry menyerahkan kembali ponsel George, "Kamu tugaskan seseorang untuk memantau pergerakan laki-laki itu, aku merasa dia bukan hanya sekedar mendekati Anastasia!"
George terdiam mendengar apa yang diperintahkan Henry, ia merasa Henry sudah mulai tidak nyaman dengan sikap dingin Anastasia.
"Kamu dengar tidak?!" Henry menoleh memandang George, yang diam saja tidak menjawabnya.
"Baik, Tuan!"
Sementara itu di dalam mobil Harry.
Diana melirik Anastasia yang melamun melihat ke luar jendela mobil.
"Bukankah sebelumnya Pamanmu sangat baik padamu?" tanya Diana dengan suara pelan.
"Dia perhatian hanya karena tanggung jawab saja!" jawab Anastasia dengan acuh tak acuh saja.
Diana tidak bertanya lagi setelah mendengar jawaban Anastasia.
Diana perlahan menyadari dalam kalimat acuh tak acuh Anastasia, sepertinya ada sesuatu yang terjadi antara Anastasia dan Henry.
Ia pun mencoba mencari bahan pembicaraan lain, agar mengalihkan Anastasia dari perasaan murungnya.
"Oh, iya! aku mendengar dari rekan siswi di kampus, Universitas kita akan memberikan bea siswa, kepada mahasiswa yang berprestasi untuk bersekolah ke luar negeri!"
Suara Diana terdengar begitu senang, dengan apa yang ia sampaikan pada Anastasia.
"Mungkin kamu salah satunya, Tasia!" Diana meraih tangan Anastasia, dan Anastasia pun merespon apa yang dikatakan Diana.
Anastasia menatap Diana, "Kenapa kamu merasa yakin, kalau aku salah satu dari mahasiswa yang berprestasi?"
"Karena kamu pintar, dan memiliki bakat dalam mendesain perhiasan! aku tidak sengaja mendengar pembicaraan Dosen kita!"
Mata Anastasia berkedip memandang wajah Diana.
"Mereka mengatakan, kalau kamu sangat berbakat dalam mendesain perhiasan! Rektor melihat cetak biru perhiasan yang kamu buat, dia mengagumi bakatmu! dia bilang, alangkah baiknya kalau kamu bisa bersekolah ke luar negeri!"
"Benarkah? kapan kamu mendengar pembicaraan itu?" tanya Anastasia tiba-tiba menjadi tertarik mendengar apa yang dikatakan Diana.
Ia tidak menyangka Rektor kampusnya diam-diam memperhatikan bakatnya.
"Kalau tidak salah satu bulan yang lalu, sejak hari itu aku mulai mengagumi kamu!" jawab Diana, dan tersenyum diakhir kalimatnya.
Bersambung........
lma2 up thor tk inak menunggu n klau up yg buanyk n hrs tiap hri
nie malah berbeilit²🙄🙄🙄🙄
kalo ragu, untuk apa minta ketemuan sama henry🙄🙄🙄