NovelToon NovelToon
Finding True Love

Finding True Love

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Hamil di luar nikah / Pembantu / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:17k
Nilai: 5
Nama Author: Aldiantt

Berawal dari niatan membantu sang kekasih mencari uang tambahan melamar, Alina justru harus kehilangan kehormatannya.

Ya, gadis itu terlalu mencintai kekasihnya. Sampai-sampai ia rela ikut menanggung beban yang harusnya bukan menjadi tanggung jawabnya. Sebuah pengorbanan untuk pria yang salah, yang atas kuasa Tuhan justru membawanya menemukan cinta yang benar.

Apa yang terjadi padanya?
Baca selengkapnya hingga selesai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aldiantt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. Orang Asing

"Kau yang membalut luka di tanganku?"

Alina terlonjak hingga spatulanya terjatuh. Suara yang masih terdengar cadel itu berhasil mengagetkannya. Gadis yang tengah menyiapkan sarapan pagi itu terjingkat lalu reflek berbalik badan. Dilihatnya di samping meja makan, Vincent dengan mata yang masih terlihat merah berdiri dengan satu tangan bertumpu di meja. Seolah menyangga tubuhnya yang masih belum bisa berdiri dengan sempurna.

"Em...iya. Itu aku," ucap Alina dengan mode waspada. Wanita itu terlihat awas. Ia merapatkan tubuhnya ke meja dapur. Matanya tak lepas melirik ke arah si pria mabuk. Terlebih saat Vincent yang masih sempoyongan itu berjalan mendekatinya. Bau alkohol campur muntahan nya masih cukup kuat. Wajahnya masih belum terlihat segar. Tapi laki-laki itu justru berjalan ke arahnya sambil membuka satu persatu kancing kemejanya. Hal itupun membuat Alina makin waspada. Hal macam apa lagi yang hendak dilakukan laki laki itu padanya. Tak mungkin ada tragedi ketiga, kan?

Alina cari aman. Diam diam ia meraih sebuah pisau yang tergeletak di atas meja dapur dan menyembunyikannya di belakang punggung. Harap-harap pisau itu bisa menjadi senjata andai Vincent kembali kurang ajaar padanya.

"Berhenti!" Alina mengacungkan pisaunya ke arah Vincent. Ia menggenggam gagang pisau itu erat-erat namun juga gemetar. Wajahnya nampak sangat tegang. Antara marah dan takut. Ia takut kalau laki-laki itu berbuat macam-macam lagi padanya. Vincent sudah cukup dekat dengannya. Ia tak mau laki-laki itu makin mendekat dan kembali berbuat yang tidak diinginkan.

"Jangan mendekat lagi, atau aku akan membunuhmu!" ancam Alina. "Aku serius!!"

Vincent mengernyitkan dahinya lalu tersenyum kaku mendengar ancaman itu. Alih-alih mundur, laki-laki itu justru melepaskan kemejanya, lali melemparkannya ke arah Alina.

"Cuci kemejaku! Bau sekali!" ucapnya. Vincent lantas sedikit mendorong Alina agar menyingkir dari tempatnya. Ia mendekati lemari es, mengambil sebotol minuman elektrolit dan menenggaknya.

Alina memilih untuk pergi, membawa kemeja kotor itu serta selimut di ruang tamu menuju ruang loundry. Setelah merendamnya sejenak, ia kembali ke meja makan. Vincent sudah duduk di kursi meja makan itu dalam kondisi bertelanjang dada. Tubuhnya yang tegap tersandar di sandaran kursi. Wajahnya nampak tak bersemangat. Sedangkan satu tangannya sesekali nampak memijit pelan pelipisnya. Sebotol minuman pengganti cairan tubuh yang tinggal setengah juga masih berada di hadapannya.

Alina mendekat.

"Mau sarapan?" tanyanya.

Vincent melirik, lalu menggelengkan kepalanya.

"Apa kau juga yang membersihkan muntahanku?" tanyanya kemudian.

Alina diam sejenak, lalu mengangguk. "Memangnya siapa lagi?" ucapnya.

"Lalu kenapa kau membiarkanku tidur di lantai semalaman?" tanya pria itu ketus.

Alina menghela nafas panjang. "Maaf, tapi aku mana kuat mengangkat badanmu? Mengubah posisimu dari tengkurap jadi terlentang aja aku kesusahan," ucapnya.

Vincent tak menjawab. Ia nampak berdecak kesal sembari memijat pelipisnya.

"Kamu pusing?" tanya Alina polos.

Vincent melirik sekilas.

"Hmm..." jawabnya.

"Ada yang bisa ku bantu?"

Vincent menggelengkan kepalanya.

"Ini hanya efek alkohol," ucapnya. "Aku terlalu banyak minum semalam."

"Kalau cuma bikin pusing dan muntah-muntah, kenapa masih diminum," jawab gadis itu seraya mendekati meja makan sambil membawa sepotong roti dengan selai nanas di atas piring keramik putih.

Vincent mengangkat satu sudut bibirnya. "Perempuan seperti kamu nggak akan pernah ngerti," ucapnya.

Alina tak menjawab. Ia nampak melahap rotinya.

"Kapan jadwal mu periksa kandungan?" tanya Vincent.

"Dua minggu lagi," ucap Alina.

"Kau masih sering mual?"

Alina mengangguk. "Kalau lihat nasi," ucapnya.

Vincent tersenyum tipis. Ia menggeser kursinya lebih dekat pada Alina. Dijatuhkan nya kepala yang masih berat itu ke atas meja, sedangkan tangannya terulur menyentuh perut rata Alina.

"Hai! Tumbuh sehat dan kuat, ya. Harus lebih kuat dari Papa," ucapnya.

Alina hanya diam. Lalu tersenyum samar. Ternyata Vincent menyadari bahwa dia memang terlalu lemah sebagai seorang pria (dalam hal percintaan)

"Ganti pakaianmu. Aku akan mengajakmu turun untuk jalan jalan pagi," ucapnya pada Alina.

Wanita itu tersenyum tipis, lalu mengangguk. "Baiklah!"

.....

Pagi yang cerah dengan riuh ibu kota nan sibuk menyambut sepasang anak manusia tanpa ikatan pernikahan itu. Jam menunjukkan pukul setengah tujuh pagi. Alina dan Vincent nampak berjalan beriringan. Vincent yang terlihat lebih segar setelah membasuh wajahnya itu menemani Alina jalan jalan sambil sesekali melakukan peregangan otot.

Setelah cukup lama berjalan jalan di sekitaran apartemen, keduanya sampai di taman. Alina duduk di sebuah bangku taman sambil mengusap lelehan keringat di dahinya.

"Tunggu di sini sebentar. Aku akan membelikan mu minuman," ucap Vincent. Alina tak menjawab. Ia hanya mengangguk. Wanita itu kemudian mengeluarkan ponselnya, memvideokan suasana kota yang ramai dengan telepon genggam miliknya. Hingga...

Bugghh...

"Aww...!"

Seorang anak kecil yang sejak tadi lari-larian di taman tak sengaja terjatuh tepat di bawah kaki Alina. Membuat roti coklat di tangannya terjatuh dan mengenai kaki Alina. Topping coklat nya pun sebagai mengotori betis putih wanita hamil itu.

"Hei! Hati-hati, dong!" ucap seorang pria berjaket ojol yang berdiri tak jauh dari sana. Pria itu mendekati anak kecil tersebut, lalu membantunya berdiri.

"Lain kali hati-hati!" ucap laki-laki itu. "Minta maaf dulu sama kakaknya!"

"Maaf, ya, Kak," ucap anak kecil itu polos.

Alina tersenyum manis. "Iya, nggak apa-apa."

"Udah, sana! Di mana mamamu?" tanya laki-laki itu. Si anak menunjuk ke satu arah. Kemudian berlari ke arah seorang wanita paruh baya yang duduk tak jauh dari sana.

"Maafkan, ya, Kak. Anak-anak tahunya cuma main," ucap pria muda itu sambil menyodorkan sehelai tisue untuk Alina.

Wanita itupun mendongak, menerima benda tipis putih tersebut.

"Iya, nggak apa-apa, kok," jawabnya.

"Kak Alina, ya?"

Wanita itu menoleh. Alina memiringkan kepalanya menatap pria itu. Sepertinya ia tak asing dengan laki-laki berkacamata tersebut.

"Masih ingat saya?" tanya pria dengan senyuman manis itu.

Alina diam. Mencoba mengingat-ingat.

"Kenalan lagi, deh," ucapnya seraya mengulurkan tangan. "Yuda! Kurir pizza!"

"Oh, iya! Pantes kayak pernah lihat," ucap gadis itu tanpa ragu menyambut uluran Yuda.

"Lupa, ya? Ya wajar, sih. Kakak pasti sibuk, kan?"

"Nggak juga, kok," jawab Alina seraya membersihkan kakinya.

"Kakak kesini sama siapa?" tanya Yuda lagi. Masih dalam posisi berdiri.

"Emm...sama...majikan," ucap Alina. Ia bingung mau menyebut Vincent dengan sebutan apa. Pacar bukan, suami juga bukan.

"Majikan?" tanya Yuda sedikit kaget.

"Iya," jawab Alina.

"Kamu di apartemen itu kerja?"

Alina diam sejenak, lalu mengangguk dengan ragu.

Yuda tersenyum. "Kirain kamu emang tinggal di situ," ucapnya.

"Iya. Tinggal di situ...sama majikan," jawab wanita hamil tersebut. Keduanya terkekeh.

"Kamu sendiri? Nggak kerja? Kok sekarang pakai jaket ojol?" tanyanya lagi.

"Oh, ini," ucap Yuda. "Nyambi."

"Hari ini shift malam. Jadi pagi sampai siang aku ngojol. Kalau shift siang, malamnya aku ngojol."

Alina mengangguk paham. "Wah, pekerja keras," pujinya.

"Kalau nggak kerja keras nggak makan, Kak," jawabnya. Alina terkekeh. Hingga tiba-tiba...

.

.

.

"Ehhmm...ada apa ini?"

1
Silvia
jangan tergoda Vincent
Silvia
cerita nya bagus
Desyi Alawiyah
Vincent, aku mohon kamu jangan kegoda lagi.. Alicia udah jahat sama kamu, dia udah selingkuh dari kamu.. Dan sekarang, Alicia hamil anaknya Dion, sahabat kamu.. 🤧
Desyi Alawiyah
Idih, dasar cewek nggak tahu malu si Alicia.. Cari Dion sana, jangan ganggu Vincent.. 🙄
Cahaya Nilam
awas aja klo vincent jd orang bego mau balikan ma barang bekas 😡 tak rela aq istrinya di sakitin lg..
Radya Arynda
jangan sampai vincen balikan sama sampah thooir,,,,mosok vincen dadi tutup aib,,,,buang sampah mantan pada tempat sen vincen jangan goblok
Milla
Yaaaaa kan thorrrrr di gantung terussssssss 😔🥹🤭
Desyi Alawiyah
Yah si Alicia datang... 🙄🙄
Desyi Alawiyah
Jangan sampe deh si Adit bikin ulah... Udah cukup ia dulu bikin hidup Alina susah 😢
Radya Arynda
haduh si sampah mantan datang,,,,jangan ter goda vincen,,,,dia mencari kambing hitam biar ada yang ngakui anak nya,,,buang sampah pada tempat nya,,,hayooo jangan sampai. balikan lho thoor
Radya Arynda
semangaat Alina,,,,selalu ber sama dan suka duka denga vincen,,,semogah mertua mu baik,, Vincent jangan ter goda sama sampah bekas nya dion...
Desyi Alawiyah
Plis, Vin.. jangan diangkat.. Mungkin si Alicia mau ganggu kamu lagi.. Dia pasti mau mohon-mohon agar bisa balikan sama kamu... 😳

Udahlah, si Alicia itu menurut aku cocoknya sama Dion atau nggak sama Adit... Cewek mokondo sama cowok mokondo, jadi clop 🤭🤣
Milla
Yaa mau ganggu kamu dong vint sama balikan sama kamu setelah di buang sama pacar nyaa yang teman kamu itu 😭
Radya Arynda
blokir aja vincen,,,bibit pelakor,,manusia parasit,,,,,buang jauh2 sampah seperti alice
Desyi Alawiyah
Dahlah, Alicia bikin males deh 😄 Kenapa Alicia nggak ngejar Dion aja sih.. 🧐

Mau ngapain tuh cwek hubungin Vincent.. jangan ngadi-ngadi yah kamu, Alicia.. 😌
Desyi Alawiyah
Untung pak Suryo dan pak Herman nggak jadi besanan, coba kalo jadi, pasti mereka ribut mulu dah 🤭

Mungkin si Adit dan teman-temannya takut sama Vincent, makanya ngumpet 🙄
Radya Arynda
jangan biar kan vincen ter goda sampah mantan ya thooor,,,buat vincen bucin sama alina dan melupakan mantan sampah👍👍👍👍👍
Milla
Lanjut thorrrr
Desyi Alawiyah
ehem, ehem... 🤭🤭🤭😋
Desyi Alawiyah
Wah... mau ngapain si Alicia ngirim SMS ke Vincent.. Mau caper? Minta balikan??? 🙄

Hm, jangan harap yah 🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!