NovelToon NovelToon
ISTRI YANG DIRAHASIAKAN

ISTRI YANG DIRAHASIAKAN

Status: tamat
Genre:CEO / Romansa / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lusica Jung

Demi melindungi cintanya, dia harus membuat sebuah keputusan yang sulit untuk di mengerti orang lain. Menyembunyikan pernikahannya dan tinggal terpisah dari istrinya sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan.

Tidak ada yang mengetahui tentang pernikahan itu selain dirinya, si gadis dan asisten pribadinya. Sangat tidak masuk akal memang, namun semua itu Kevin lakukan semata-mata hanya demi melindungi gadis tercintanya tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lusica Jung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24

Jessica ingin sekali mengutuk Kevin karna sudah membuatnya tidak bisa berjalan pagi ini. Dan hasilnya dia harus berjalan dengan sedikit mengangkang karna rasa nyeri yang dia rasakan. Semalam Kevin begitu agresif ketika mereka melalukannya dan itu berimbas pada dirinya Sekarang.

Rasanya Jessica begitu malas untuk bangun dan ingin tetap bermalas-malasan di atas tempat tidur. Tapi sekujur tubuhnya terasa lengket oleh keringat, keringat membanjiri sekujur tubuhnya semalam dan itu membuatnya tidak nyaman sama sekali. Kegiatan mereka semalam begitu panas bahkan AC dalam ruangan yang dinyalakan sekali pun tidak berefek sama sekali.

Setelah membersihkan diri dan berpakaian lengkap. Jessica kembali membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Dia benar-benar tidak ingin kemana pun dan melakukan apapun sekarang , bahkan hanya untuk keluar kamar pun dia tidak ingin.

Cklekk....

Decitan suara pintu di buka dari luar memaksa Jessica untuk menoleh dan mendapati Kevin yang baru selesai berolah raga berjalan memasuki kamar. Keringat membanjiri sekujur tubuhnya dan membuat kaos tanpa lengan yang dia pakai basah di bagian dada dan punggungnya. Kevin menghampiri Jessica dan mencium singkat bibirnya.

"Kau sudah bangun? Aku akan mandi dulu dan setelah ini kita sarapan sama-sama." Ucap Kevin sambil mengusap helaian panjang Jessica.

Jessica menggeleng. "Aku tidak lapar dan aku juga terlalu malas untuk keluar dari sini. Kau sarapan sendiri sana, ne. Aku sangat lelah dan ingin tidur lagi."

"Kenapa? Apa kau merasa kurang enak badan?" tanya Kevin memastikan. Sekali lagi Jessica menggeleng.

"Bukan karna itu, tapi aku kelelahan karna apa yang kita lalukan semalam. Semalam kau begitu agresif sampai-sampai membuatku sulit berjalan pagi ini." Jawabnya. Wajah Jessica merenggut kesal.

Kevin mendengus dan terkekeh pelan. "Maaf, Sayang. Lagi pula siapa suruh kau begitu menggoda, bahkan aku ingin melahapmu sekali lagi." Bisiknya menyeringai.

Jessica mendorong Kevin menjauh darinya. "Jangan macam-macam atau ku habisi kau," ancam Jessica dengan wajah bersemu merah. Kevin kembali terkekeh.

"Aku hanya bercanda, kenapa kau begitu serius, hm. Baiklah kalau begitu, setelah aku mandi kita sarapan di sini saja. Aku akan meminta pelayan untuk mengantarkan makanannya kemari."

"Begitu jauh lebih baik."

🌹

Usai sarapan, Kevin langsung pergi ke suatu tempat. Salah satu anak buahnya menghubunginya dan memberitaukan sebuah hal penting padanya. Mobil sport merah yang Kevin kendarai melaju kencang pada jalanan yang legang, tak banyak kendaraan umum maupun pribadi yang berlalu lalang di sana karna itu adalah jalanan pegunungan, tempat yang Kevin tuju berada di sebuah pegunungan yang jauh dari hingar-bingar keramaian kota.

Kevin menghentikan mobil mewahnya di sebuah halaman rumah sederhana bergaya Eropa kuno yang sudah terlihat usang. Dengan langkah tenang, Kevin memasuki bangunan tersebut di dalam sana sudah ada beberapa pria yang sudah menunggunya.

Kevin menghentikan langkahnya saat seorang pria menghampirinya dan membisikkan sesuatu padanya. "Aku bisa mengurusnya, lakukan renana B." Pria itu segera mengangguk dan meninggalkan Kevin begitu saja.

"Tuan Zhang, akhirnya Anda datang juga. Kemarilah, kami menggundang Anda dengan sangat Hormat." Ucap salah seorang pria di ruangan itu seraya beranjak dari duduknya.

"Tidak usah banyak basa-basi, Tuan Im, itu terlalu menjijikkan." Sinis Kevin membuat tawa di dalam ruangan itu hampir saja pecah. Tapi sebisa mungkin mereka berusaha untuk menahannya. Wajah pria bermarga Im itu memerah karna menahan malu. "Katakan, apa tujuan kalian mengundangku ke mari?" tanya Kevin kemudian duduk di satu-satunya bangku kosong yang tersisa.

Tanpa penjelasan lebih rinci pun tentu Kevin sudah tau maksud dan tujuan mereka mengundang dirinya.

"Tuan Zhang, kami tidak akan berlama-lama dan membuang-buang waktu di sini. Kami langsung saja pada intinya." Ucap seorang pria dalam balutan setelan jas abu-abu berusia awal 40 tahunan.

"Tapi kau terlalu banyak bicara, Tuan Hu. Biar aku saja yang bicara. Aku sudah mengambil keputusan jika SC Group tidak akan bergabung dengan perusahaan kalian. Pengajuan kerja sama kalian terlalu membosankan dan tidak menguntungkan sama sekali bagi SC Group. Tapi kalian tidak perlu cemas, sebagai gantinya, SC Group akan menyuntikkan dana dan anggap saja itu sebagai dana cuma-cuma yang kalian dapatkan. Dan karna urusanku di sini tidak ada lagi, sebaiknya aku pergi." Kevin memakai kembali kaca matanya dan pergi begitu saja.

Namun beberapa pria menghadang jalannya dan mengelilinginya. Kevin mendesah berat. "Minggir kalian dan jangan menghalangi jalanku." Pinta Kevin dengan nada rendah namun penuh penekanan.

"Kau dalam masalah besar, Tuan Zhang. Jangan memaksa kami menggunakan kekerasan, Tuan Zhang. Segera tanda tangani surat kontrak itu dan berjanji untuk menanggung semua dana pembangunan maka kami akan melepaskanmu dengan hidup-hidup, tapi jika tidak, jangan salahkan kami jika harus mengirimmu pulang sebagai mayat."

Kevin mendesah berat. Sepertinya mereka belum menyadari dengan siapa sebenarnya mereka telab berhadapan. Jika kesabarannya sudah habis, tidak menutup kemungkinan jika Kevin akan mengirim mereka semua ke neraka. Dan apa mereka fikir Kevin akan ketakutan karna gertakan seperti itu. Kevin menyeringai dingin.

"Heh, sepertinya yang dalam masalah besar bukan aku, tapi kalian. Dan sepertinya kalian masih belum juga sadar dengan siapa sebenarnya kalian tengah berhadapan. Dan untuk kalian berlima, tetap bekerja pada mereka dengan nyawa kalian yang menjadi jaminannya atau pergi sekarang dan mendapatkan kehidupan yang lebih layak. Aku akan memberi kalian waktu untuk berfikir sekarang."

"Kami akan pergi, Tuan Zhang." Jawab kelimanya dengan kompak. Kevin menyeringai.

"Pilihan yang bijak. Urus mereka," perintah Kevin pada ketiga anak buahnya. Kelima pria itu pun langsung pergi dari sana, bahkan mereka menghiraukan teriakan orang-orang yang telah menyewa mereka.

Ponsel dalam jas Kevin tiba-tiba berdering dan nama Jessica menghiasi layar ponselnya yang menyala terang. Sudut bibir Kevin tertarik ke atas, segera dia menerima panggilan tersebut. "Ada apa, Sayang?"

'Kevin, kau ada di mana? Hiks, aku sangat takut. Sepertinya aku tersesat, hiks, cepat ke sini dan tolong aku.' Isak ketakutan Jessica langsung menyapu indera pendengaran Kevin membuatnya menjadi sangat panik.

"Sica, kau ada di mana?"

'Aku tidak tau, hiks, aku sangat takut. Aku merasa bosan jadi aku memutuskan untuk pergi jalan-jalan, tapi aku malah tersesat dan tidak tau jalan kembali. Ada danau buatan dan taman bunga di sekitar tempatku berada. Huaaaa, Kevin Zhang, tolong aku, jebal.'

"Tetap di sana dan jangan pergi ke mana pun. Aku akan segera datang." Nasihat Kevin.

Kemudian Kevin tancap gas dan meninggalkan tempat di mana dirinya saat ini berada. Kevin benar-benar tidak bisa merasa tenang sekarang, saat ini Jessica sangat ketakutan dan membutuhkan dirinya. Dan untungnya Kevin tau di mana Jessica saat ini berada.

.

.

.

BERSAMBUNG

1
Asyatun 1
lanjut
Gani Bambang
aku suka cerita nya
Asyatun 1
lanjut
Muliahati Ziliwu
Berarti orgtua ken tdk meninggal
Muliahati Ziliwu
Kevin garang tp istri tanpa pengawal dibiarkan dirmh hanya berdua dgn nenek yg ga bs berbuat apa"
Asyatun 1
lanjut
Radya Arynda
berantas kejahatan ...jangan kasih kesepatan orang jahat
Asyatun 1
lanjut
Radya Arynda
semangaat.....
Asyatun 1
lanjut
Yuli
ikut berbelasungkawa Sika 😭😭😭😭
Risa Kemala Sari
👍👍👍👌👌⚘️⚘️⚘️🌷🌷🌷🌹🌹🌹💐💐💐🌺🌺🌺🌟🌟🌟🌟🌟
Asyatun 1
lanjut
Asyatun 1
keren
Maizuki Bintang
bgs
Sarina So
autor serta teman teman semuanya mampir ya di karya perdana ku yg berjudul penyesalan sang suami Karya violetjos
Adelia ZahrotusShifa
terus semangat berkarya thoooor
Humaira Queenza Anastasia
Buat boss mafia yakusa sadar thor...jgan dia bisa mbunu kevin thoo...lindungi kevin thoor dari boss mafia yakusa...lnjut thoor 💪💪💪
Humaira Queenza Anastasia
semoga jesica hamil thoor...lebih seru klo hamil baby kmbar...lnjut thoor 💪💪😘😘♥️♥️
Humaira Queenza Anastasia
semoga setelah jesica cepat hamil thoor buatlah kevin dan jesica bhagia thor dikasih keturunan klo hamil secepaynya dàn hamil kmbar...lnjut thoor 💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!