CERITA MASIH ACAK-ACAKAN AKAN AUTHOR REVISI SATU PER SATU.
-DALAM PROSES REVISI -
Sejak kecil Rania hidup bersama keluarga yang telah mengadopsinya dari sebuah panti asuhan. Segala hal akan Rania lakukan agar keluarganya bangga terhadap Rania, termasuk mengorbankan perasaannya sendiri.
Sampai kakak tirinya divonis tidak bisa memiliki anak. Sejak itu Rania ditunjuk untuk menikahi suami dari kakak tirinya agar bisa memiliki keturunan. Tetapi dengan perjanjian setelah memberinya anak Rania akan diceraikan.
Apakan Rania menyanggupi permintaan kakak tirinya? atau Rania memilih untuk pergi menghilang dari keluarga yang telah mengadopsinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon slwarulla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 24 (revisi)
Rania dan Vivi memasuki butik beriringan dengan Vino bergumam kesal dibelakang mereka. Vino benar-benar seperti asisten keduanya, hanya bertugas membawakan barang mereka.
Vino mendesah kasar. Peluh-peluh keringat terus membasahi kening pria itu.
"mah... aku benar-benar marah loh. Mending aku dirumah aja kalau begini" seru Vino tidak terima
Rania merasa tidak enak dan menyambar beberapa totebag yang Vino genggam, "sini biar aku yang bawa sebagian" ucapnya lalu tersenyum
Vino merebut kembali, "eh gak usah biar aku aja, lumayan berat soalnya" Vino tidak mau kalah
"Kalau Rania yang mau bantu aja gak dibolehin, kalau mamah yang suruh aja nyerocos mulu" ceplos Vivi membuat keadaan menjadi kikuk
"apaan sih mah. Udah mama cari baju sana, biar aku tunggu sini dulu" usir Vino, tidak ingin mendengar perkataan yang memang ada benarnya
Vivi berlenggang meninggalkan Vino dengan menarik tangan Rania, "kamu mau pakaian yang mana? pilih aja sana"
"eh gak usah mah" tolak Rania
"pokoknya cari, mamah mau kesitu dulu. Kamu keliling aja sekalian cari pakaian yang menurut kamu bagus. Kalau masih gak mau lagi mamah gak mau anggap kamu anak lagi!" tegas Vivi yang tentu saja bercanda tapi dianggap serius oleh Rania
"eh jangan gitu mah, iya nanti aku cari pakaian yang bagus"
"siap, mamah kedaerah situ dulu" Vivi meninggalkan Rania
Rania melihat-lihat beberapa pakaian yang dianggapnya menarik. Saat ingin mengambil pakaian yang bagus tiba-tiba ada yang menyambar nya terlebih dahulu.
"saya duluan yang megang, jadi ini milik saya!" orang tersebut menengok kearah Rania, "eh elu ngapain disini! butik besar kayak gini bukan tempat lu, emang punya duit"
laki-laki yang mendampingi perempuan itu menyenggol nya agar tidak berbuat berlebihan yang akan membuat semua orang melihat kearah mereka.
"ka Salsa" panggil Rania lirih
"udah sana lu keluar! jangan jadi pencuri disini"
Dimas mengeratkan pegangan tangannya kepada Salsa agar perempuan itu diam, "udah sana kamu keluar dulu ya, jangan mancing keributan. Disini pakaiannya mahal-mahal kamu gak akan sanggup" ucap Dimas halus tetapi membuat Rania merasa tersinggung
"maksud kalian aku gak bakal sanggup apa ya!"
"ya emang lu gak liat rata-rata baju yang dijual disini harganya jutaan, kalau ada yang murah juga paling sekitar lima ratus ribuan. Pastinya lu gak bakal sanggup kan, kalau pun lu ada duit, pasti lebih milih beli keperluan yang lain..." Salsa belum sempat menyelesaikan pembicaraan tapi langsung dipotong oleh Rania
"aku juga sanggup beli baju disini! aku punya uang sendiri. Kalian gak perlu khawatir akan malu karena aku. Aku juga gak bakal minta uang sama suami kakak itu" ucap Rania memotong pembicaraan Salsa
"gak sopan sama suami. Saya juga suami kamu, kalau memang seperti itu saya gak akan kasih kamu uang belanja lagi. Biar itu semua kamu yang urus, jangan pernah minta ke saya lagi"
"suami yang gak dianggap!" seru Rania ada benarnya,
Rania merogoh dompetnya mengambil kartu ATM yang sempat diberikan Dimas. Ia menarik tangan Dimas dan menaruh ATM tersebut ditelapak tangan Dimas, "saya gak butuh ini semua! Biar istri kesayangan mas saja yang pakai semua!"
Rania hendak pergi tapi ditahan oleh Salsa, "kok elu jadi berani gini sih sama kita!!!" Lalu Salsa mendorong Rania
Untung Rania masih bisa menyeimbangkan diri, "biar saya tidak terus ditindas oleh kalian! saya capek"
"Yakin gak bakal minta duit bulanan lagi sama saya?" tanya Dimas sembari melambai-lambaikan kartu ATM dihadapan Rania, "kamu punya uang dari mana emang, selain jadi sekretaris. Oh iya saya lupa kamu tinggal minta sama atasan kamu itu"
Rania mengabaikan perkataan Dimas, "ya saya yakin gak akan minta uang lagi sama suami kamu ka Salsa, mau kerja apapun saya akan hadapi asal tidak minta uang kepada kalian. Saya hanya akan menjadi mainan kalian saja sampai saya hamil dan itu juga saya tidak akan minta bayaran sama sekali"
Salsa memutar matanya malas, "ayo mas kita pergi aja meninggalkan perempuan tidak tahu diri ini!" mereka meninggalkan Rania tetapi sebelum benar-benar pergi Salsa membisikkan sesuatu kepada Rania, "tadi saya lihat atasan kamu diluar, pasti dia kan yang belanjain barang untuk kamu. Sudah makai tubuh kamu berapa kali, sampai mau ngebelanjain kamu"
Tanpa sadar Rania mendorong Salsa dan langsung ditangkap oleh Dimas, "KA SALSA!!!!" teriak Rania
"sudah gila ya kamu, mau nyelakain istri saya" marah Dimas
Vino dan Vivi yang mendengar keributan langsung mendatangi lokasi kejadian. Untung saja tempat sedang sepi dan hanya beberapa pegawai saja yang memerhatikan mereka.
"saya juga istri kamu mas!! kamu harus adil disini" Dimas mendengus
"apa apa ini" ucap Vino yang datang melihat orang-orang yang dikenalnya ia langsung menoleh pada Vivi, "mah Vino minta tolong untuk keluar dulu"
Vivi langsung mengangguk karena tidak mau ikut campur permasalahan mereka.
"ada yang bisa jelaskan kepada saya!" Vino menatap tajam kepada Salsa dan juga Dimas
"KEKASIH anda mendorong istri saya, ya saya tersulut dong. Bisa anda jaga baik-baik kekasih anda agar tidak menyakiti istri saya" Dimas menekankan kata pada kekasih yang membuat Rania tersenyum miris
Vino terbelalak, "situ punya mata kan, kenal kan dia siapa. Rania tuh istri elu, gak harusnya lu ngomong kaya begitu"
"Dia duluan yang dorong saya, saya sedang diam tiba-tiba dia dorong saya. Ya saya tidak Terima dong" bohong Salsa
"saya kenal bagaimana Rania, tidak mungkin dia melakukan hal seperti itu kalau tidak ada yang mengganggu nya terlebih dahulu"
"ya terserah sih kalau anda tidak percaya. Saya hanya minta tolong, untuk menjaga kekasih Anda" ucap Dimas
PLAK.....
Rania yang merasa tidak tahan langsung menampar Dimas membuat laki-laki itu terbelalak.
"jahat ya kamu mas" tunjuk Rania sembari memegang kepalanya yang sedari tadi sakit yang telah dirasakannya
"Raniaaa!" teriak Vino yang langsung menangkap Rania yang tiba-tiba pingsan, "kalau Rania sampai kenapa-napa, awas ya kalian!" tunjuk Vino dan langsung menggendong Rania dan membawanya pergi meninggalkan Dimas dan Salsa yang mematung.
apa saya sangat keterlaluan tadi? tapi memang salah Rania tiba-tiba mendorong Salsa. Tapi kalau dia kenapa-napa bagaimana?
Dimas meremas rambutnya, frustasi.
😡😡😡😈😈😈
😡😡😡
😡😡😡
tokoh laki-laki.y juga gampang dibohongin pokok.y nambah beban pikiran dah
plis deh jangan goblok 😩 gak usah cari penyakit fokus aja ke karir Ama si kembar😑