NovelToon NovelToon
After Death

After Death

Status: tamat
Genre:Teen / Fantasi / Petualangan / Barat / Tamat
Popularitas:764.5k
Nilai: 5
Nama Author: Banin SN

After Death mengisahkan tentang konflik yang melibatkan 3 dunia. Pram si tokoh utama yang baru menginjak usia 17 tahun, ruh dan jasadnya dipisah oleh Jin Hitam dari negeri Shaman.


Ruh itu hendak dimusnahkan karena membahayakan kekuasaan Bemius dari kerajaan Anathemus. Berkat pertolongan Pusaka yang belum diketahui pemiliknya, Ruh Pram memasuki alam akhirat / Negeri Cato dan mendapat jatah usia 100 tahun di sana.


Sayang sekali pada akhirnya keberadaan Pram diketahui oleh Bemius. Pram pun mulai mempelajari asalusul dirinya dan mengapa ruhnya diburu banyak Jin Hitam.


Petualangan pun dimulai....

*** Mohon kritik dan saran untuk Novel ini ya Kak...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Banin SN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

​Bagian 24 : Percakapan – Percakapan

  “Ayo kita melakukan Teleportasi ke

Rumah Sakit di mana tubuhmu ditidurkan.”

            “Wah, jadi aku saat ini hanya

berwujud ruh, ya?”

            “Memangnya Kau baru sadar?”

            “Ya, kan sudah kubilang kalau aku

ini tak tahu apa-apa. Lagipula aku sudah tidak mau terlibat apa pun tentang konflik

yang terjadi di negerimu.”

            “Aku akan memaksamu untuk terlibat! Karena

Kau memang wajib terlibat.”

            “Aku tidak suka dipaksa. Camkan itu!”

            “Aku juga tak suka memaksa. Camkan

itu!”

***

            Kharon mengeluarkan sebuah ilmu semacam hipnotis kepada Prameswari untuk sejenak melupakan tragedy yang menimpa Dante. Kharon mengeluarkan banyak chakra demi memproduksi energy yang baik untuk Prameswari. Kharon

masih belum sadar jika ia tak bisa berlama-lama di Cato. Kekuatannya yang

tinggi membuatnya masih tetap bertahan dengan atmosfir Cato yang tak selaras

dengan unsur yang ada di tubuhnya. Ketidakselarasan antara atmosfir di Cato dan energy di tubuhnya sebenarnya memicu hawa negative berupa kemarahan dan emosi yang tak stabil.

            “Nah, itu tubuhmu. Silakan kau

masuk!”

            “Bagaimana caranya?”

            “Ya, tinggal masuk saja.”

            “Hei, aku tahu Kau cemburu karena aku lebih perhatian kepada Dante. Tapi bukan berarti kau lantas bisa bersikap

ketus begitu kepadaku!”

            “Siapa bilang aku cemburu? Kau

terlalu percaya diri!”

            “Aku tahu. Kau saja yang malu

mengakuinya. Cepat katakan bagaimana caranya biar aku bisa masuk ke tubuhku

sendiri?”

“Baiklah… Baiklah… Begini cara manualnya. Kecup keningmu dan tiup ubun-ubunmu tiga kali.

Lalu katakana, aku ingin pulang. Begitu.”

            “Nah, gitu dong dari tadi!”

            “Kukira hal remeh temeh begini Kau sudah tahu. Lagipula bagi yang sudah berilmu tinggi, mereka bisa keluar masuk jasad mereka dengan sangat gampang.”

            “Sudah berapa kali kukatakan bahwa aku tak tahu apa-apa!”

            “Harusnya bocah tujuh purnama tak begini. Dengan banyaknya mitos yang beredar tentang kehebatan bocah tujuh

purnama, aku kaget melihat kemampuanmu.”

            “Kau mau memancing emosiku???”

            “Tidak. Aku hanya berkata jujur!”

            “Tidak. Kau sengaja membuatku kesal!”

            “Untuk apa aku harus membuatmu kesal?”

            “Karena Kau marah Kau tak

kuperhatikan di danau tadi!”

            “Untuk apa aku harus marah untuk hal sepele seperti itu!”

            “Tapi Kau marah! Dan itu bukan

salahku!”

            “Baiklah terserah Kau saja!”

            ***

            Kharon berubah wujud menjadi kupu-kupu

dan terbang ke luar lewat jendela rumah sakit. Prameswari yang masih dongkol

lantas mempraktekkan cara agar ia bisa masuk kembali ke jasadnya. Begitu ia

meniup ubun-ubunnya tiga kali, ia tersedot masuk dan ia pun terbatuk-batuk karena

jasad dan ruhnya baru saja menyesuaikan diri.

            Hatinya masih sangat dongkol, mendapati

Kharon yang berubah menjadi pria yang ketus dan cemberut. Yang tidak diketahui

Prameswari, hal tersebut juga disebabkan oleh atmosfir Cato yang tak selaras

dengan energy siluman semacam Kharon. Kharon sendiri juga kebingungan dengan

dirinya. Mengapa hal sepele semacam melihat orang yang disukainya lebih

memerhatikan orang lain membuatnya begitu dongkol dan emosi. Biasanya kondisi

mentalnya tak seburuk itu.

***

            “Kharon. Kemarilah. Ada yang ingin

kutanyakan.”

Tiba-tiba

Prameswari yang terbaring di ranjang rumah sakit merasakan bahwa Kharon bisa

mendengar suaranya.

            “Hei, Kau lumayan juga. Kukira Kau

tak bisa apa-apa.” Kharon menjawab panggilan Prameswari dari tempat yang tak

diketahui Prameswari.

            “Ya, aku mencoba saja. Kalau sejak

di Bumi aku bisa bercakap-cakap seperti ini mungkin Ponselku sudah kubuang. Hehe…”

            “Ini namanya telepati. Tapi

sebenarnya hanya orang-orang dengan kedekatan batin tertentu yang bisa melakukan

komunikasi. Apa itu artinya kau mengaitkan batinmu padaku?”

            “Tidak juga. Mungkin karena aku ini

hebat jadi bisa melakukannya. Itu saja. Oh ya, kelihatannya Kau sudah tak

marah.”

            “Ya. Kurasa begitu. Ternyata kemarahanku

dipicu oleh atmosfir alam ini. Ada partikel-partikel yang mengganggu energyku

dan membuat mentalku tidak stabil.”

            “Jadi bukan karena cemburu ya?”

            “Sepertinya bukan. Sudah kukatakan

bahwa hal remeh temen macam itu tak layak menjadi penyebab kemarahanku. Kau

kira aku ini siluman kelas apa?”

            “Wah… Sepertinya aku memang terlalu

percaya diri.”

            “Ya… Kurasa memang demikian. Oh ya, aku

harus segera kembali ke alamku. Dan sepertinya kau harus ikut.”

            “Tidak! Kau bisa pulang sendiri. Aku

akan berada di sini saja. Eh sebentar, ada Dokter Musa. Sepertinya dia akan

memberiku obat.”

            Kharon merasakan hawa jahat. Itu bukan

Dokter dari Negeri Cato. Dengan kecepatan cahaya, Kharon melejit menuju

keberadaan Prameswari dan menampakkan diri sebagai siluman harimau putih. Ia

menerkam Dokter Musa. Prameswari menjerit dan menghardik Kharon.

*********

Episode-episode

ini dibuat dengan agak ngawur dan kemungkikan besar akan segera saya revisi

besok. Terpaksa saya up demi memenuhi persyaratan keikutsertaan kontes

Noveltoon yang mewajibkan batas minimal Novel adalah 20 ribu kata. Sementara sampai

saat ini masih belum mencapai. Maka sepertinya chapter-chapter setelah ini aka

nada versi revisinya. Mohon map dan terima kasih…

1
kay
bang saya baru bikin novel coba abang baca baru belajar nulis novel soal nya
nowhere🌱
permulaan yg cukup mencengangkan, Kak ><✊✨ apalagi pake sudut pandang pertama
Rum Rigel
seruu, keren banget konsep ceritanya kak! gaya bahasanya juga enak dibaca
Rum Rigel
kalau langsung di scroll gitu agak singkat ya. tapi jujur deg degan banget bacanya huhuu setiap paragraf dibaca pelan, kayak takut ada yang menanti
Lalalalalisa
huaaaaa
faisa
apa cm aq yg baru nemu nich novel d thn 2022 ?
ketinggalan banget aq...
Sooyaaa__
o
Sooyaaa__
p
Jendeuki💚
😍😍
Jendeuki💚
😍
Jendeuki💚
😍😍😍
Anonim
sadisssss
Jendeuki💚
😅
Jendeuki💚
😘
Jendeuki💚
😅
Jendeuki💚
😘
Jendeuki💚
😅
Jendeuki💚
😄😅
Jendeuki💚
😘
Jendeuki💚
😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!