TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI (Pernikahan dadakan season 2).
Menceritakan tentang kisah asmara dan lika liku kehidupan ketiga anak dari pasangan Farhana Indrayani dan David Prasetyo.
Karena penolakan yang dilakukan oleh ayah dari gadis pujaannya, Akbar yang notabenenya adalah seorang tuan muda rela menjadi santri salah satu pesantren di sebuah kampung. Untungnya ada tuan muda lain yang juga ikut nyantri karena syarat dari calon mertuanya.
Nirmala, anak bungsu dari pasangan Hana dan David bertemu dengan seorang anak pemuda karena membantunya melawan dari pengeroyokan yang tak seimbang. Ternyata pemuda tersebut adalah anak kyai yang menjadi tempat pesantrennya melakukan observasi tugas dari kampusnya.
Siapakah jodoh dari ketiga putra putri Prasetyo ini? Temukan jawabannya di novel ini.
Keseruan kisah mereka bertiga akan ada disini. Foto atau gambar diambil dari google. Hak cipta tetap pada pemilik foto, bukan pada author.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zainuri I, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERTEMUAN
TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI – 22
Dua minggu berlalu. Tentunya hukuman kurungan yang diberikan David pada kedua anak kembarnya telah berakhir seminggu yang lalu. Hari ini adalah hari sabtu. David dan Akbar masih harus ke kantor untuk melanjutkan pekerjaannya agar besok bisa benar-benar bisa membantu orang rumah untuk mempersiapkan penyambutan tamu penting mereka. Akbar juga akan membereskan pekerjaan sebelum dia akan pergi ke pesantren. Sedangkan Mala dan Mila sedang dirayu oleh Disty untuk menemaninya ke pasar.
Adisty Putri Clara. Anak kedua dari pasangan Rafa dan Clara. Berbeda tiga tahun dari kakak laki-lakinya yang bernama Aditya Putra Rafa. Rafa dan Clara memang sepakat menamai belakang anak mereka dengan nama mereka secara bergantian. Rafa, Clara, Rafa begitu seterusnya. Namun ternyata, Allah memberi kepercayaan kepada mereka hanya dengan dua anak. Baik Rafa ataupun Clara tidak mempermasalahkan berapapun anak yang Allah titipkan pada mereka. Berapapun mereka akan menerimanya.
“Ayolah kak Kembar, please. Temanin aku ke pasar ya? aku nggak mau sama Mama. Mama cerewet sekali” mohon Disty pada kembar yang hanya ditatap malas oleh keduanya.
“Ayo dong Kak. Nanti minta jajan apa aja akan Disty belikan deh. Please” rayu Disty namun malah mendapat cebikan dari keduanya.
“Memangnya kita anak kecil apa dikasih jajan” omel Mila ketus.
“Atau mau permen? Es krim?” tanya Disty tanpa merasa bersalah.
“Astaga, Isty. Kamu benar-benar menganggap kami anak kecil?” tanya Mala dengan geram.
“Makanya kak, kalau nggak mau dibilang anak kecil, harusnya mau dong membahagiakan adiknya yang imut nan cantik ini” ucap Disty kembali merengek.
“Baiklah” ucap keduanya kompak dan Disty tentu saja bahagia.
“Yes. Makasih kakak kembarku” ucap Disty girang dan memeluk keduanya.
“Iya. Aku tahu kamu tidak akan berhenti merengek dan telingaku sudah memberi kode agar menurutimu. Kalau tidak kamu akan semakin merayu kami dengan meninggikan dirimu yang katanya imut nan cantik itu” ucap Mala memutar bola matanya malas.
“Aku tahu. Makanya aku melakukan itu.” ucap Disty nyengir tanpa dosa. Dia tahu kalau kedua kakak kembarnya akan menyerah jika dia sudah memuji dirinya sendiri setinggi langit.
“Baiklah. Tunggulah di sini, kami akan ganti pakaian terlebih dahulu. Oh ya. tolong bilang pada empat srikandi itu untuk bersiap” ucap Mila sebelum berlalu. Sedangkan Mala sudah langsung ngacir ke dalam kamar tanpa kata.
Adisty melakukan apa yang diperintahkan Mila padanya. Dengan cepat keempat srikandi itu bersiap dan menyiapkan mobil. Mereka membawa dua mobil karena mereka akan pergi bertujuh. Tentu saja mobil kembar tidak akan cukup. Jadi srikandi itu menyiapkan dua mobil.
“Sebentar Dek. Aku mau telepon ayah dulu” ucap Mala sebelum Mila keluar kamar.
“Mau apa?” tanya Mila kepo.
“Adalah. Nanti kamu juga akan tahu” ucap Mala tanpa mau memberi tahu.
“Baiklah. Aku akan meminta Disty menuggu dengan sabar lagi” kekeh Mila dan dibalas senyuman oleh Mala.
Mala menuju balkon dan menghubungi ponsel David.
📞Mode telepon.
“Assalamualaikum, Dek”
“Waalaikumsalam yah. Yah, adek dan dedek mau ke pasar bareng Disty. Tadi dia merengek seperti anak kecil”
“Kenapa ke pasar? Tidak ke mall saja?”
“Enakan juga di pasar. Nggak akan ada yang menghina ataupun menghujat”
“Hem. Kalian ini memang seperti bunda saja”
“Tentu saja. Kami anak bunda bukan?”
“Anak ayah juga kalau kamu lupa”
“Iya, aku tahu. Ayah, Dedek mau nyetir sendiri bareng Adek dan Disty. Boleh ya? Janji nggak akan kabur seperti kemarin. Dedek akan tetap membawa empat srikandi” ijin Mala dan dia mendengar ayahnya menghela nafas diseberang sana.
“Baiklah. Biarkan panji istirahat. Tapi kalau kamu melanggar janjimu, kamu tahu akibatnya. Masih ingatkan apa yang katakan waktu sidang?” ancam David dan diangguki Mala. Setelah sadar bahwa ayahnya tidak bisa melihat anggukan kepalanya, barulah Mala bersuara kembali.
“Iya ayah. Dedek masih ingat kok. Kita hanya ke pasar. nanti kalau kita pergi ke tempat lain, pasti kami kabari. Oke?”
“Baiklah. Anak ayah have fun yah?”
“Baiklah ayah. Sayang ayah” ucap Mala sebelum menutup teleponnya.
📞Mode telepon selesai.
Dilain tempat, David memandangi ponselnya dengan senyum.
“Dasar gadis bar-bar. Bukannya salam malah bilang sayang. Bagaimana kalau itu dia lakukan pada suaminya kelak” ucap David dengan senyum yang tak luntur dari bibirnya. Kepalanya menggeleng ke kanan dan ke kiri mendapati tingkah anak bungsunya.
*****
Kembar dan Disty sudah sampai di pasar. mereka membeli banyak kebutuhan dapur karena Hana dan Monik yang mengetahui tujuan mereka meminta mereka membelikan kebutuhan dapur sekalian. Dengan bermodal catatan, mereka membeli sesuai petunjuk Hana dan Monik. Baru setelah itu, mereka berburu barang dan makanan yang menjadi incaran mereka. Bahkan keempat srikandi ikut berpesta jajanan bersama kembar dan Disty. Itulah yang disukai Disty jika mengajak kembar. Dia akan bebas melakukan apa saja dan jajan apa saja tanpa mendapat omelan. Yang lebih menyenangkan lagi adalah mereka bisa sama-sama melakukan hal-hal yang disukai.
Mereka kembali pulang dengan dua mobil seperti saat berangkat. Mala tetap yang mengemudi diikuti mobil yang dikendarai srikandi. Saat sampai di jalan Y, Mala hampir saja menabrak ibu-ibu yang mengenakan gamis dan hijab.
“Astaghfirullah” pekik Mala dan dia langsung membanting setir ke kanan. Hasilnya dia menabrak trotoar sebelah kanan. Untung jalanan lenggang sehingga dia aman. Dan beruntungnya dari arah lain tidak ada kendaraan.
“Kalian tidak apa-apa?” tanya Mala khawatir.
“Kami tidak apa-apa Dek”
“Kami tidak apa-apa kak” jawa Mila dan Disty kompak.
“Alhamdulillah kalau kalian baik-baik saja” ucap Mala bersyukur.
“Nona” teriak srikandi dan menghentikan mobilnya. Dengan langkah cepat mereka menghampiri mobil yang dikendarai Mala.
“Nona” panggil para srikandi dan mencoba membuka pintu. Namun ternyata pintu mobilnya masih terkunci. Walaupun sedikit pusing, Mala masih bisa mendengar teriakan srikandinya. Dia membuka kunci pintu mobil hingga bisa dibuka dari luar. Srikandi bernapas lega saat melihat ketiga nonanya tidak apa-apa.
“Kita keluar” ucap Mala dan diangguki Mala dan Disty.
“Apa yang terjadi? Bagaimana ibu-ibu tadi?” tanya Mala khawatir. Dia merasa tidak mengebut tadi. Namun matanya melotot saat melihat ibu-ibu tadi masih bersimpuh di jalan raya. Dengan langkah cepat dan mengindahkan rasa pusing di kepalanya, dia menyeberang jalanan yang sepi diikuti yang lainnya. Dia merasa aneh kenapa jalanan sangat sepi. Padahal ini adalah hari Sabtu.
“Ibu tidak apa-apa?” tanya Mala khawatir.
“Ibu tidak apa-apa Nak. Tolong suami dan anak saya” pinta ibu-ibu itu.
Mala mengedarkan pandangannya mendengar permintaan ibu-ibu tersebut. Tapi dia tidak melihat orang yang dimaksud ibu tersebut.
“Tadi mereka lari ke sana. Mereka dikeroyok. Tolong” ucap ibu tersebut dengan derai air mata.
“Ibu bangun dulu. Kita ke pinggir. Untung sepi, sehingga kita baik-baik saja” ajak Mala dan dipatuhi ibu itu dalam diam.
“Dek, tolong panggil bengkel langganan kita untuk menderek mobil Dedek. Disty dan dua srikandi juga Adek, tolong temani ibu ini dan belikan minum agar ibu ini tenang. Dua srikandi lainnya ikut saya” tegas Mala. Aura kepemimpinan telah keluar. Mila bisa merasakan hal itu. Tanpa menjawab, Mila langsung menghubungi bengkel langganannya. Disty berlalu membelikan minuman botol dan memberikannya pada ibu tersebut. Sedangkan Mala sudah pergi menuju arah yang ditunjuk ibu tersebut dengan dua srikandi lainnya. Dia menyusuri gang hingga terdengar suara seperti orang berkelahi. Mala mempercepat langkahnya dan benar saja, dia mendapati dua laki-laki sedang dikeroyok oleh sekitar sepuluh orang berbadan besar dan bertato.
Laki-laki yang satu berusia sekitar limahpuluh lima, sedangkan yang lainnya terlihat masih berumur sekitar duapuluh lima. Mala melihat pemuda muda hendak ditikam belati dari belakang.
“Awaaas”
*****
NEXT
*****
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK DENGAN LIKE, KOMENTAR, VOTE, DAN RATING BINTANG LIMANYA YAH? BERI JUGA HADIAH JIKA BERKENAN. TERIMAKASIH!
JANGAN LUPA UNTUK MEMBACA KARYA AUTHOR YANG LAIN. VOTE DAN BERI HADIAH JUGA UNTUK KARYA AUTHOR DENGAN JUDUL PERNIKAHAN DADAKAN DAN OH SUAMIKU. TERIMAKASIH!
ringan, lucu, seru bacanya smbil cengengesan sendiri ini...😅