"Apa..tidak..ini tidak mungkin..tidaaaakkkkk.!!!"
Hari yang harus bahagia menjadi sumur kesedihan untuk seorang Wanda Charles.!
Di mana sang calon suami harus mengalami kecelakaan fatal di hari pernikahan nya.!
Di hari yang sama pun ia harus di hadapkan dengan kenyataan muncul nya pria pengantin untuk mengantikan posisi calon suami.!
Mampukah Wanda melewati dan hitup bahagia.?
Ataukah penderita seluas samudra yang akan ia rasa..??
Yuk simak isi novel berjudul AIR MATA DARAH
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Black Moon017, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 24 AMD
Berto tampak semakin dingin dan gila kerja membuat antonius merasa heran akan perubahan sikap sang anak asuh sekaligus asistennya ,
"Dia mengingatkan ku saat masih muda dan saat aku kehilanganmu sarah"lirih pelan antonius hampir tak terdengar.
Sedangkan di sisi berto.
Ia merasa semakin jauh dari wanda yang harus pergi jauh darinya, yang harus terpisah benua membuat nya merasa marah di waktu tertentu, membuat para jajaran direksi di bawah naungannya harus merasakan dampak dari tempramen bos mereka yang berubah drastis.
padahal sebelumnya berto adalah orang yang masih memiliki toleransi ketika para bawahannya melakukan kesalahan,bahkan ia akan turun tangan sendiri agar semua pekerjaannya dapat terlaksana sesuai deadline.
Di sisi wanda.
Tepat pada pukul 21:30 wanda baru bisa membersihkan tubuhnya yang lelah setelah membersihkan rumah yang ia tempati bersama nolan.
Sedangkan nolan tampak tak perna merasa bosan menyiksa dan menyakiti wanita yang menjadi istrinya tersebut dengan semena-mena.
Bahkan di setiap malam nolan akan mengamuk dan memecahkan barang di rumah.
Dan aneh nya di setiap pagi,entah dari mana segerombolan orang orang berpakaian serba hitam akan datang memasang dan menganti barang yang di hancurkan suaminya.
Padahal ia tak perna menelpon pihak toko prabotan rumah tangga sebelumnya.
Belum lagi nolan yang tak memperkerjakan seorang pun di kediaman yang baru ia beli,membuat wanda harus membersihkan setiap sudut rumah seorang diri.
Belum lagi ia harus memberi makan para anjing penjaga dengan daging segar yang wanda beli di setiap minggunya.
Brukk.!!!
Suara pintu kamar yang di dorong nolan dengan kasar, membuat wanda berjingkrak kaget melihat kedatangan suaminya yang selalu pulang dalam keadaan mabuk.
Pandangan tajam nolan layangkan padaa manik takut sang istri yang melihat manik biru menatap tajam pada dirinya bagai seekor serigala yang mengintai mangsanya.
Rasa takut yang datang menghinggapi wanda, namun berusaha ia alihkan dengan sikap tenang saat pandangan tajam itu terus-menerus mehunus padanya.
"Kau sudah pulang? aku akan menyiapkan air hangat sebentar!"ucap wanda kembali melangkah menuju kamar mandi.
Dengan langkah cepat wanda menuju kamar mandi agar bisa lolos dari pria gila di depannya.
Setelah selesai mengatur suhu air wanda bergegas meninggalkan kamar walau masih mengunakan handuk, dan memperlihatkan bentuk kaki dan pundak putih wanda,tetapi tak ia hiraukan walau rasa dinggin mengenai kulit nya sedari tadi.
"Sudah?"tanya nolan tiba-tiba, mengejutkan wanda yang baru muncul dari ambang pintu.
"Sudah!"jawab wanda setelah menormalkan rasa terkejut akan suara suaminya.
Tampa membuang waktu nolan melepas semua kain yang melekat pada tubuh, memperlihatkan tubuh atletis serta roti sobek yang tercetak,dan tak lupa kain segitiga penutup pusaka keramat miliknya.
Wanda membuang muka melihat penampakan di depannya dengan wajah merah.
Berbeda dengan nolan yang tak menghiraukan wanda yang tampak malu.
'Dasar tak tau malu, seharusnya ia bisa melepas bajunya di dalam saja he' runtuk hati wanda merasa kesal dengan tingkah nolan yang tak memiliki malu.
(Hee kalian kan suami istri kenapa harus malu sii)
"Bilang saja kau mau terus di sini memadang tubuh telanjang ku kan!?"goda nolan yang masih memperhatikan istri yang diam mematung dengan pandangan mengarah pada tembok kamar mereka.
"Apa!,..apa kau bilang.aku tidak semesum itu!"jawan wanda cepat.dan sedikit kikuk.
"Lalu?"tanya nolan menghadap wajah wanda yang makin merah.membuatnya(Nolan)bisa melihat seluruh wajah sang istri yang ia benci.
"Aku..aku!"
"Keluar!"seru nolan tak ingin di bantah.
"Tapi!,aku belum.."
"Aku tidak suka mengulangi kata kata ku untuk yang kedua kalinya hem!"
Tak mau berurusan dengan suami gilanya wanda terpaksa keluar hanya dengan mengenakan sehelai handuk.
Sembari melangkah menjauh dari kamar utama Wanda merasa sedih karna tak perna di anggap apalagi di pandang sebagai seorang istri.
Ia hanya di anggap sebagai alat balas dendam dan budak yang bisa di suruh dan di siksa kapan dan dimana suaminya mau.
Pernikahan yang ia damba menjadi momen bahagia kini telah pupus oleh takdir.
Di setiap rasa sedih yang datang maka hanya 1nama yang selalu muncul dalam benaknya.
Alexander
Srekkk
Tampa di duga sebuah tangan besar mencengkram kuat rambut wanda membuatnya mendongak keatas.
Seketika rasa sakit yang luar biasa ia rasa menjalar dari kulit kepala.
"Akkhhh!..ini sakit nolan!..hiks..!"
"Apa kata mu sakit hem, SAKIT nya!"ucap nolan dengan penuh penekanan pada kalimat akhirnya.
Wanda mengangguk di sela rasa sakit yang ia rasa.karna ia tau siapa pemilik tangan kekar yang menjambak nya.tampa harus melihat wajah dari pemilik tangan tersebut.
Aakkkkhh!!!."mau di bawa aku!!"
"Tolong lepas hiks!!.lepas!!.hisk."pekikan kuat wanda
Brukkkk
"Hiks.hiks tolong jangan menyakiti ku!"pinta wanda takut saat nolan menyerret dan melemparnya pada lantai dingin membuat siku dan lutut ya!.lecet dan merah.
"Kau mau membalas ku hem!"runtuk bertanya nolan pada sang istri dengan urat yang menonjol pada leher putihnya.
Kebingungan melanda wanda di sela rasa takut dan sakit yang ia rasa bersama.an.
"Apa maksudmu?"tungkas bertanya dengan kening berkerut bingung.memandang raut wajah nolan yang masih tampak marah besar.
Entah kesalahan apa yang telah wanda perbuat tampa ia sadari.
"Aku sungguh tidak mengerti!?.apa yang kau bicarakan!"tungkas bertanya Wanda masih dengan air mata yang menganak sungai.
Seeerrrr
"Kau lihat ini.hem!"
Kelopak mata indah wanda membesar melihat kulit punggung keras suaminya yang terlihat merah.
"Kau sudah berani membalas ku eHem!"lirik tajam nolan seakan rasa benci terhadap wanita di hadapannya tiadalah habisnya.
Dengan cepat Wanda menggeleng.
"A..aku tidak pernah melakukan seperti apa yang kau tuduh kan nolan!"
"Bahkan ak..!"belum sempat Wanda melanjutkan perkataannya.
Dengan kejam dan senggaja Nolan menginjak jemari cantik nan lentik Wanda membuat Wanda berteriak akan siksa.an yang kembali dapatkan dari sang suami.
"Akkkkhhh!!"
"Krekkk..Aaaaaaakkkhh..tolong hentikan aaaakhh ini sakit.!!!"
"Hiks..hiks tolong sudah cukup,aku berani bersumpah aku tidak perna berniat jahat!"seru wanda memohon iba akan sosok di depannya.
Seakan tuli nolan semakin menekan kakinya yang mengenakan sandal rumah pada jari lentik istri nya.
"Aaaakkhhh!!"pekik kuat wanda merasa jari tangan yang ia miliki akan segera putus.
"Kau bahkan memiliki suara jeritan yang indah.hehehehe!"ucap nolan sembari tertawa senang melihat musuhnya merintih sakit.
**Jangan lupa tinggalkan jejeknya cintanya😁**
**Di bawa kolom komentar 😁**
**Love youuuu muack.😍**
**Nolan"Heeeii**
**Tidak usah terlalu centil lanjutkan saja cerita nya.**
**Author"😐😐😐jahat amat**