NovelToon NovelToon
Jodoh Sang Pewaris

Jodoh Sang Pewaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Kantor / One Night Stand / CEO / Hamil di luar nikah / Office Romance / Cintapertama
Popularitas:67.9k
Nilai: 5
Nama Author: Diana Putri Aritonang

Reta Cahya Pariwara. Terlahir sebagai pewaris tunggal kerjaan bisnis sang Kakek, membuat Reta sudah harus memahami dunia usaha sejak dari usia muda.

Karena memiliki tanggung jawab yang begitu besar terhadap perusahaan, membuat kehidupannya selalu disetir oleh sang Kakek yang berwatak tiran, termasuk dalam urusan Jodoh. Reta bahkan dipaksa untuk menerima sebuah perjodohan yang Kakeknya lakukan.

Dan saat perjodohan sudah terjalin. Reta malah kembali dipertemukan dengan Rio-Pria yang merupakan cinta pertamanya. Pertemuan yang sebenarnya sudah didambakan ke-duanya hingga mereka tanpa sengaja melakukan hal yang seharusnya tidak dilakukan, sampai mengakibatkan janin tumbuh dirahim Reta.

Akankah Reta memilih bersama Rio setelah mengetahui dirinya yang tengah mengandung? Atau lebih memilih tetap bersama dengan Pria yang telah dijodohkan padanya karena begitu banyak halangan yang datang menghalangi mereka agar tidak bisa bersama. Penasaran? Langsung baca yuk!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diana Putri Aritonang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 24 Persiapan Pernikahan.

Pagi harinya sesuai jadwal, Rio dan Nolan sudah bersiap melakukan penerbangan. Setelah terjadi percakapan antara ia dan Reta melalui sambungan telepon, di mana Reta yang meminta untuk segera melakukan pernikahan setibanya di tanah air membuat Rio sempat terpaku.

Memang sudah kewajiban Rio untuk melakukannya, dan kini bukan lagi sekedar atas nama cinta. Selama berada di dalam pesawat, tepatnya di kelas bisnis. Rio hanya diam, pikirannya berkelana mempertimbangkan ulang permintaan Reta.

"Tidak perlu siapa pun yang tahu. Kita cukup mendaftarkan pernikahan kita."

Perkataan Reta itu jelas mengusik Rio. Reta menginginkan pernikahan mereka tertutup. Sedangkan Rio memiliki keluarga, ia tentu harus memberi tahu ayah dan ibunya. Meski ada rasa malu dan takut karena telah melakukan kesalahan. Rio sama sekali tidak pernah berniat untuk menyembunyikan keadaan yang sebenarnya saat ia dan Reta menikah pada ke-dua orang tuanya.

"Bos!" Nolan sedikit mengeraskan suaranya saat ingin mengambil perhatian Rio. "2 jam lagi kita akan sampai."

Rio hanya diam, sepertinya ia belum bisa mencerna penuh apa yang Nolan katakan. Rencana pernikahan yang tiba-tiba dan terkesan rahasia yang diminta oleh Reta berhasil membuat Rio kesulitan.

Nolan yang melihat itu pun menghela napas. 15 jam perjalanan udara, Rio begitu tahan mengunci rapat mulutnya.

"Tidak bertemu galau. Sudah bertemu ehhh... kekasih hati terikat hubungan dengan orang lain juga galau." Nolan mengoceh dengan tangan yang membolak-balikkan majalah bisnis. "Sekarang mau menikah karena mamih yang memintanya masih saja galau. Tinggal nikah saja apa susahnya."

"Siapa yang kau sebut mamih?"

"Pimpinan DIMAO."

Tak!

"Aww.... kenapa kau menimpuk ku?" Protes Nolan dengan tangan yang mengusap kepala setelah Rio berhasil menghadiahi serangan menggunakan majalah yang sebelumnya ada di tangan Nolan.

"Berani sekali kau memanggil Reta dengan sebutan mamih. Kau bukan anak kami!"

Nolan memasang wajah masam pada Rio. Bisa-bisanya atasannya itu memukulnya hanya karena ia yang menyebut Reta dengan panggilan mamih.

"Sesampainya di sana segera urus kedatangan keluargaku."

"Tidak jadi menikah secara diam-diam, seperti cerita-cerita di novel?" celetuk Nolan. Asisten Rio itu mengetahui permintaan Reta karena Rio yang sempat menceritakan singkat niat mereka yang akan segera menikah saat masih berada di bandara sebelum akhirnya pesawat lepas landas meninggalkan Swiss.

"Aku akan menghubungi orang tuaku. Jadi tolong urus semuanya." Rio memilih tidak meladeni candaan yang Nolan berikan. "Bagaimanapun mereka harus tahu aku yang akan menikah dan... segera memiliki anak," lanjut Rio pelan di akhir kalimatnya.

Membuat Nolan seketika terdiam. Sedangkan Rio, ia kembali menutup mata, berusaha mengistirahatkan diri karena masih ada sisa waktu sebelum pesawat landing di tempat tujuan.

Entah bagaimana caranya ia menjelaskan pada kedua orangtuanya. Ia juga merasa bersalah teruma saat mengingat wajah sang ibu. Wanita yang telah melahirkannya itu pasti merasa sangat kecewa jika mengetahui Rio yang tidak bisa menahan diri terhadap Reta.

*

*

*

"Nona Reta sudah tiba di Indonesia, Tuan."

Pria blasteran yang duduk di sofa dengan pandangan yang mengarah pada kemegahan pusat kota itu mengangguk saat asistennya mengatakan jika sang calon istri telah tiba di negara asalnya.

"Kau sudah memeriksanya?"

"Sudah, Tuan." Sang asisten maju dan terlihat menyerahkan sebuah berkas pada atasannya. "Sejauh ini semua masih bisa kita kendalikan."

Max terlihat membaca berkas tersebut. Dan wajahnya tersenyum dengan sorot mata yang memancarkan kepuasan.

"Bereskan pekerjaan di sini secepatnya. Aku akan segera menyusul Reta." Max kembali menyerahkan berkas pada asistennya. "Kunci semua pergerakan Kakeknya. Aku tidak ingin ia menemukan celah sedikitpun."

"Bagaimana dengan Nona Reta, Tuan?"

Max kembali tersenyum saat mendapat pertanyaan dari asistennya itu.

"Keputusan bisnis tetap akan aku ketahui," kata Max. "Aku akan berdiri di belakang dan terus membantunya," lanjut Max dengan suara yang kali ini terdengar begitu rendah.

Seperti yang dulu Max katakan pada Reta di hadapan semua rekan bisnis. Pria blasteran itu akan mendukung semua langkah Reta dari belakang.

"Dan satu lagi. Aku tidak ingin pernikahanku dengan Reta tertunda saat aku tiba di sana. Persiapkan semuanya sebaik mungkin."

Asisten Maximilan mengangguk dengan perintah sang Tuan. Tuannya akan melangsungkan pernikahan tidak di negara tempat mereka berdomisili, membuat asisten Max harus segera melengkapi data-data yang memang menjadi persyaratan agar pernikahan Tuannya sah sesuai hukum negara calon istrinya.

Sedangkan jauh di tempat lain. Wanita yang ingin segera dinikahi oleh dua pria itu kini terlihat begitu sibuk. Baru saja mendarat pagi hari di tanah kelahirannya setelah melakukan penerbangan panjang membuat Reta tampaknya tidak kelelahan.

Wanita yang tengah mengandung itu terlihat baik-baik saja, ia hanya sempat mengalami mual di dalam pesawat saat netranya menangkap pemandangan roti panggang yang dinikmati oleh Susan. Hal itu juga membuat Reta dan Susan segera menyadari sesuatu, jika si kecil yang sedang tumbuh di dalam rahim Reta sepertinya tidak menyukai yang namanya roti panggang.

"Sebaiknya Anda istirahat dulu, Nona."

"Tidak. Aku harus melengkapi semuanya, Sus."

Susan menggeleng melihat Reta yang saat tiba di apartemen segera menggeledah isi lemarinya. Mencari data kependudukan serta berkas-berkas yang akan Wanita itu bawa saat mendaftarkan pernikahannya.

"Nona sebaiknya Anda beristirahat. Perhatikan kondisi tubuh Anda," kata Susan kembali mengingatkan. "Tuan Rio akan landing lewat tengah malam, Nona."

Susan mengingatkan pada Reta perkiraan tibanya penerbangan Rio dari Swiss. Berharap agar Reta mau berhenti menggeledah isi lemarinya barang sesaat untuk mengistirahatkan diri.

Pergerakan Reta akhirnya terhenti. Ia menghela napas dan terduduk di lantai tepat di depan lemari besar yang ada di dalam kamar apartemennya. Rio akan tiba tengah malam.

Reta mengusap wajah dan menyugar rambutnya.

Menyadari sikapnya yang berlebihan membuat Reta menutup wajahnya. Ia terlihat menangis karena Susan mendapati bahu Reta yang bergetar.

"Nona..." Susan mendekat dan memeluk atasannya tersebut.

"Aku hanya takut."

Kata-kata itu berhasil lolos di sela tangis Reta. Ia sempat berpikir akan menanti kedatangan Rio di bandara. Karena itu jua lah Reta segera mencari data dirinya agar bisa segera mendaftarkan pernikahan bersama Rio.

Reta kalut. Cemas dan takut bersarang dalam benaknya membuat ia tak mampu bertindak seperti biasa. Dan hal itu jelas membuat Susan merasa kasihan. Dengan perlahan Susan segera membawa Reta menuju tempat tidur.

"Beristirahatlah, Nona. Aku yang akan memeriksa semuanya. Apa yang Nona inginkan pasti akan terjadi. Aku juga sudah mengirim pesan pada asisten Tuan Rio."

Reta menutup matanya yang tampak masih memerah, ia memberikan anggukan pada Susan. "Maaf, aku terlihat begitu kacau."

"Bawaan si kecil."

Dengan cepat Reta membuka mata dan menatap pada Susan yang tersenyum. Hingga membuat dirinya juga melakukan hal yang sama dengan tangan yang tanpa disadari bergerak mengusap pelan perutnya.

***

Jangan lupa tinggalkan jejak 😉

1
cuma baca
haa? gmna2? /Doubt/
Yuni Uni
mana kelanjutannya thor
Resti Yuliani
ihhh najis ama si rio... oon nya ga ketulungan... pasti salah paham lah.
euuhhh pengen getok aja itu kepalanya
Ray Aza
serius nih... reta sm rio itu cuma hidup berdua ya? dimana teman n relasi n klrga mrka? udah tau situasinya knp tetap menutup mata? dan mrka berdua tau posisi lemah tp tdk ada usaha apapun utk keluar dr mslh.,cm baca aja kok rasanya lelah banget yaa.. 😂
Satri Eka Yandri
👍👍
Satri Eka Yandri
yah kok ga di lanjut yah
Annisa Ica
kok gantung thor? kapanlanjutan kisahnya?
Heri Achmadi
lanjut kak
Zuriana Nisa
jangan di gantung kak
Zuriana Nisa
kak kenapa ngak up lagi
Eka Burjo
Luar biasa
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝ мαкmiss ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
setipis tisu di bagi sepuluh gak tuh/Facepalm/
Juna Dong
luar biasa
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
bukannya Nolan yang tadi menyetir? kenapa jd Rio? emang bisa dlm keadaan mobil melaju kencang gantian mengemudi? kecuali flm mission imposible
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
mencelakai jadi mecelakai

trus aksi knp jd aski????/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
〈⎳ FT. Zira
si kakek tertuduh kan... salah sendiri kebanyakan minus🤧🤧🤧
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
〈⎳ FT. Zira
hati mereka saling terhubung ya..🥺🥺🥺
〈⎳ FT. Zira
pelan pelan asal sampe tujuan🚶‍♀️🚶‍♀️🚶‍♀️
〈⎳ FT. Zira
suruhan si plesteran sih kalo ini🤧🤧🤧..

di sini plesteran di sebelah balsem... cocok amatt/Facepalm//Facepalm/
〈⎳ FT. Zira
Gagallll/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!