NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Kaisar Wang Hao

Reinkarnasi Kaisar Wang Hao

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Misteri / Action
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Zerro One

Wang Hao, Kaisar Tertinggi Dunia Dou Li, mati secara misterius di puncak kejayaannya. Murid muridnya bersumpah mencari pelaku. Namun jiwa Wang Hao justru bangkit di tubuh pemuda lemah bernama Chen Nan di tempat lain. Kematiannya sendiri adalah misteri terbesar. Siapa yang mampu membunuh sosong sepertinya? Atau ada rahasia lebih kelam di balik kematiannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zerro One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17. Resep Pil Pemulihan Dasar

Dua hari berlalu.

Pagi itu Gu Yan dan Lao Fan datang berkunjung ke kediaman Klan Sheng. Mereka duduk di aula samping bersama Wang Hao, membicarakan hasil penjualan pil pencahar selama sebulan terakhir. Gu Yan membuka catatan keuangannya dengan hati-hati, menyebutkan jumlah pil yang terjual, harga per butir, dan pembagian sesuai kesepakatan.

"Ini bagian Tuan Muda," kata Gu Yan sambil mendorong sebuah kotak kayu ke hadapan Wang Hao. "Seribu batu roh tingkat rendah."

Wang Hao menerima kotak itu, memeriksanya sekilas, lalu menyimpannya ke dalam cincin ruang bersama dengan dua ribu batu roh yang sudah ia miliki. Sekarang ia memiliki tiga ribu batu roh tingkat rendah, jumlah yang cukup besar untuk ukuran kultivator Kondensasi Qi.

Setelah kotak itu berpindah tangan, Gu Yan dan Lao Fan saling berpandangan. Keduanya menunduk, lalu saling berpandangan lagi, lalu menunduk lagi. Gerakan itu berulang beberapa kali, seperti dua orang yang ingin mengatakan sesuatu tetapi tidak tahu bagaimana memulainya.

Wang Hao memperhatikan tingkah mereka dengan tenang, dan sudah paham apa yang mereka inginkan.

"Saya butuh kertas."

Gu Yan langsung merogoh jubahnya dan mengeluarkan sehelai kertas kosong beserta kuas dan tinta, seolah-olah benda-benda itu memang sudah disiapkan sejak tadi malam. Gerakannya begitu cepat sehingga Lao Fan hampir tersedak ludah melihatnya.

Wang Hao mengambil kuas itu dan mulai menulis dengan gerakan cepat. Kali ini ia menulis resep Pil Pemulihan Dasar, sebuah pil yang jauh lebih sederhana dibandingkan Pil Pembuka Gerbang Kehidupan, tetapi jauh lebih berguna bagi para kultivator yang sering terluka dalam pertarungan. Di kota kecil seperti Kota Lanyu, pil ini akan menjadi barang terbaik di kelasnya.

Setelah selesai, Wang Hao menyerahkan kertas itu kepada Lao Fan. "Pil Pemulihan Dasar. Efeknya mempercepat pemulihan luka luar dan memulihkan energi spiritual yang terkuras. Dengan metode yang sudah saya ajarkan, anda bisa membuatnya dengan kemurnian di atas delapan puluh persen."

Mata Lao Fan berbinar-binar seperti anak kecil yang mendapat mainan baru. Ia menggenggam kertas itu dengan kedua tangan, lalu menangkupkannya ke arah Wang Hao.

"Terima kasih, Tuan Muda! Aku akan segera membuatnya!"

Gu Yan juga ikut menangkupkan tangan dengan senyum lebar yang hampir tidak pernah terlihat di wajahnya sebelumnya. Keduanya kemudian pamit, berjalan keluar dari aula samping dengan langkah yang jauh lebih ringan dibandingkan ketika mereka datang.

Setelah itu...

Wang Hao menghabiskan sisa hari itu dengan bersantai. Sore harinya ia berendam di bak mandi air hangat yang disediakan oleh pelayan Klan Sheng, memejamkan matanya, membiarkan tubuhnya yang masih dalam pemulihan menyerap kehangatan air. Pikirannya melayang pada rencananya untuk tinggal di Klan Sheng.

Ia sudah menyetujui permintaan Patriark Sheng untuk tetap tinggal sampai istrinya melahirkan. Itu bukan keputusan tanpa alasan. Wang Hao memang berencana untuk tinggal di kota ini sampai ia mencapai Kondensasi Qi lapis ketujuh. Dalam waktu satu tahun, dengan fondasi yang ia bangun tanpa cacat, itu adalah target yang pas.

Nanti, dengan kultivasi lapis kedelapan, ia yakin fondasinya akan cukup kokoh untuk mengalahkan seorang kultivator Pendirian Fondasi tahap menengah dengan mudah. Semudah membakar kertas tipis dengan api. Itu bukan kesombongan, melainkan hasil dari puluhan ribu tahun pengalaman, yang tidak dimiliki oleh siapa pun di dunia ini.

*****

Fajar berikutnya, Gu Yan membuka tokonya lebih awal dari biasanya. Di etalasenya kini terpajang dua puluh butir Pil Pemulihan Dasar dengan kemurnian delapan puluh lima persen. Harga satu butir adalah 45 koin emas, atau setara dengan 15 batu roh tingkat rendah. Harga itu tidak mahal dan tidak murah, tepat di tengah-tengah.

Begitu pintu toko terbuka, kerumunan sudah menunggu di depan. Berita tentang pil baru dari Balai Ramuan Giok Hijau sudah menyebar sejak semalam, dan para kultivator Kota Lanyu tidak ingin ketinggalan.

"Aku mau satu!"

"Aku dua!"

"Cepat! Jangan sampai habis!"

Seorang kultivator yang terluka cukup parah di bagian lengan, dengan energi spiritual yang hampir habis setelah bertarung melawan binatang iblis, membeli satu butir dan langsung menelannya di tempat. Dalam waktu kurang dari sepuluh tarikan napas, lukanya mulai menutup dengan kecepatan yang terlihat oleh mata telanjang. Energi spiritualnya yang tadinya kosong mulai terisi kembali seperti sumur kering yang tiba-tiba dialiri mata air.

"Lukaku... lukaku sembuh!" serunya sambil memandangi lengannya dengan mata membelalak. "Ini baru sepuluh tarikan napas! Pil pemulihan biasa butuh waktu setengah jam untuk efek sekecil ini!"

Melihat itu, orang-orang yang tadinya ragu langsung berebut maju. Dua puluh butir pil habis dalam waktu kurang dari setengah jam. Banyak yang kecewa karena tidak kebagian, dan mereka meminta Gu Yan untuk menyediakan lebih banyak.

Sejak pagi itu, seluruh Kota Lanyu gempar. Di pasar, di kedai teh, di jalanan, semua orang membicarakan Pil Pemulihan Dasar. Mereka membanding-bandingkannya dengan obat-obatan yang dijual oleh toko obat Klan Wei dan Klan Gao.

"Pil pemulihan Klan Wei tidak ada apa-apanya dibandingkan ini. Kemurniannya paling tinggi tiga puluh persen, dan efeknya lambat sekali."

"Klan Gao juga sama. Aku dengar mereka menjual pil pemulihan seharga empat puluh koin emas, tapi kualitasnya jauh di bawah."

"Balai Ramuan Giok Hijau benar-benar mengubah segalanya. Dari mana mereka mendapatkan alkemis yang bisa membuat pil sebagus ini?"

"Entahlah."

Hari itu, tidak ada yang membeli pil pemulihan dari Klan Wei maupun Klan Gao.

*****

Keesokan harinya, Gu Yan menyediakan seratus butir Pil Pemulihan Dasar. Lao Fan telah bekerja sepanjang malam dengan metode yang diajarkan Wang Hao, dan hasilnya selalu melampaui ekspektasinya. Begitu toko dibuka, kerumunan sudah membludak hingga ke jalan utama kota. Para kultivator berdesak-desakan, beberapa di antaranya hampir bertengkar hanya untuk mendapatkan tempat di depan etalase.

Di tengah kerumunan itu, tiga orang berjubah ungu dengan emblem awan di dada mereka sedang berjalan menuju kediaman Klan Sheng. Mereka adalah murid luar Sekte Awan Ungu yang sedang ditugaskan untuk mengantarkan dokumen ke Klan Sheng. Ketika mereka melewati Balai Ramuan Giok Hijau dan melihat kerumunan yang luar biasa, langkah mereka terhenti.

"Apa yang terjadi di sini?" tanya salah satu dari mereka.

Seorang pedagang di pinggir jalan menoleh. "Kalian belum tahu? Itu Balai Ramuan Giok Hijau menjual Pil Pemulihan Dasar dengan kemurnian delapan puluh lima persen! Seluruh kota sudah membicarakannya sejak kemarin!"

Ketiga murid Sekte Awan Ungu saling pandang dengan wajah berubah. Mereka tahu persis bahwa bahkan alkemis di sekte mereka tidak bisa membuat pil pemulihan dengan kemurnian setinggi itu. Tanpa mengucapkan sepatah kata lagi, mereka langsung mempercepat langkah menuju kediaman Klan Sheng.

*****

Sementara itu, Wang Hao baru saja selesai mandi pagi. Ia berjalan ke halaman depan kamarnya dengan rambut yang masih sedikit basah, lalu mengeluarkan kursi rotan dari cincin ruangnya. Ia duduk bersandar, menikmati sinar matahari pagi yang hangat, sambil memejamkan matanya.

Sekitar setengah jam kemudian, seorang pelayan perempuan datang dengan langkah tergesa-gesa. "Tuan Chen, Patriark Sheng meminta kehadiran anda di aula utama. Ada tamu penting yang ingin bertemu dengan anda."

"Siapa?"

"Utusan dari Sekte Awan Ungu, Tuan. Seorang tetua."

Wang Hao tetap diam. Detik demi detik berlalu, dan pelayan itu mulai gelisah. Ia ingin mengulangi panggilannya, tetapi sesuatu dalam sikap Wang Hao membuatnya tidak berani.

Setengah jam kemudian, Wang Hao akhirnya membuka matanya. Ia bangkit perlahan, lalu berjalan mengikuti pelayan itu menuju aula utama.

1
Jojo Shua
up
Jojo Shua
🥛
Jojo Shua
up
Jojo Shua
🙏
Jojo Shua
44
Jojo Shua
4
Agus Rose
Cerita yang cukup baik tapi update nya yg kurang.
Zerro One: Terimakasih penilaian nya.

saya ragu karena novel ini slow plotnya.
total 3 replies
Jojo Shua
🫰
Jojo Shua
✅️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!