NovelToon NovelToon
The Poor Girl

The Poor Girl

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Tamat
Popularitas:105.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Marta Linda

Bermodalkan ijazah SMA Elin mengadu nasib ke ibu kota berharap jalan itu dapat mengubah kehidupan orangtuanya yang hidup serba kekurangan. Namun harapan hanya tinggal harapan, baru tiga bulan bekerja Elin harus berhenti karena mengalami insiden di malam itu.

Elin Si gadis malang mengalami nasib buruk yang tidak pernah terbayang di benaknya, insiden malam itu menambah kepedihan di hatinya. Malam yang mengingatkan Elin akan hidupnya yang penuh luka dan kesedihan.

Adakah seseorang yang akan mengubah hidupnya keluar dari belenggu kesakitan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marta Linda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hampa

Elin duduk di tepi ranjang merenung mengingat jelas saat dua tahun lalu Imam menemuinya untuk pamit melanjutkan pendidikan ke ibu kota Jakarta. Saat itu Elin merasa sedih, orang yang satu-satunya yang selalu ada untuknya harus pergi.

Sejak saat itu Elin merasa sepi tidak berkawan, terlebih saat ini dia hanya diam di rumah belum bekerja sejak setahun lalu dia berhasil menyelesaikan pendidikannya di SMA.

Elin kesepian dalam kesendirian membuat hidupnya terasa hampa. Berulang kali dia mengusir perasaan itu yang selalu menghampiri saat dia sendiri, namun dia tidak bisa lepas dari keadaan itu. Elin menyibukkan diri dengan pekerjaan rumah, membantu orang tua dan ikut berdagang. Tetap rasa itu hadir saat dia kembali sendiri dalam sepi.

Elin memutuskan akan mencari pekerjaan hari ini, meski orang tuanya tidak pernah memberi izin pada Elin untuk bekerja. Elin bertekad akan mencari pekerjaan untuk mengusir sepi. Elin menemui abah ingin meminta persetujuan.

"Bah, Elin ingin bekerja." Elin berucap dengan hati-hati.

"Elin bosan di rumah saja, Elin akan mencari pekerjaan hari ini. Boleh ya bah?" Elin memelas pada abah.

Abah merasa iba melihat Elin memohon seperti itu, pada akhirnya abah mengangguk.

"Kamu harus bicara juga sama emak." Kata abah usai memberi persetujuan untuk Elin.

"Iya bah." Jawab Elin

"Abah akan ke rumah kakakmu, dia akan ke Jakarta hari ini. Abah dan emak akan kesana." Sambung abah

Elin terkejut, "Kenapa kakak ke Jakarta bah?" tanya Elin heran

"Suami kakakmu sudah mendapat pekerjaan tetap di sana, karena itu kakakmu akan menyusul ke sana." Jelas abah.

"Apa itu artinya kakak akan menetap di sana?" tanya Elin

"Mungkin, abah tidak bisa memastikan. Tapi sepertinya iya, kakakmu sudah mengurus surat pindahnya." Sambung abah.

"Tolong panggilkan emak, beri tahu kalau ini sudah waktunya mengantar kakakmu." Perintah abah

"Elin ikut ya bah." Pinta Elin

Abah mengangguk. Elin melangkah mencari emak, setelahnya bersiap. Mereka menuju rumah kakak Elin yang bernama Nita. Elin mempunyai dua orang kakak, kakak laki-lakinya tinggal di luar provinsi bersama keluarga barunya, sementara kakak pertamanya yang bernama Nita tinggal di kota yang sama. Dan sekarang akan pindah mengikuti jejak kakak keduanya.

"Kenapa harus pindah kak?" tanya Elin setelah mereka berada di rumah Nita.

"Kakakmu sudah mendapat pekerjaan tetap di sana, kakak harus menyusul. Tidak mungkin kakak tinggal terpisah dengan kak Danu." Jelas Nita pada adiknya.

Tampak mobil berhenti di depan rumah Nita, mobil yang akan membawa kak Nita menuju Jakarta. Mobil travel yang sudah di booking kakaknya. Melihat mobil jemputan sudah tiba, mereka berdiri bersiap akan ke luar rumah. Sebelum keluar rumah Nita memeluk Elin.

"Jaga abah dan emak, beri kabar pada kakak jika ada sesuatu terjadi." Pesan kak Nita saat memeluk Elin.

Elin menitikkan air mata mengingat mereka akan berjauhan, Nita melepas pelukannya dan memberi sebuah ponsel pada Elin.

"Ini untukmu, nomornya sudah kakak simpan dengan namamu di kontak ponsel ini." Kata Nita dengan sendu.

"Ini punya kakak, kalau ini di kasih ke Elin lalu bagaimana dengan kakak?" tanya Elin

Nita tersenyum merogoh tas dan menunjukkan ponsel yang baru saja dia ambil dari tas yang dia kenakan.

"Ini, kakak sudah punya yang baru." Ucap Nita menunjukkan ponsel layar sentuh pada Elin.

"Maaf, kakak gak bisa kasih android. Hanya bisa kasih ponsel biasa untukmu." Ucap Nita merasa bersalah.

"Makasih kak, Elin senang. Ini sudah cukup." Timpal Elin.

Nita beralih menatap emak dan abah. Nita mengulurkan tangannya meraih tangan emak dan abah lalu mengecup punggung tangan itu bergantian. Elin melakukan hal yang sama pada Nita.

"Abah, emak, Nita berangkat." Pamit Nita

"Kakak berangkat Lin." Sambungnya.

Mereka keluar mendekat pada mobil travel, Nita menaiki mobil dan mengucap salam setelahnya. Mobil melaju meninggalkan kontrakan Nita yang sudah kosong tak berpenghuni. Tanpa terasa air mata Elin sudah jatuh membasahi pipi menyaksikan kepergian Nita satu-satunya orang terdekat Elin.

Abah dan emak tampak sedih namun tidak tampak air mata mengalir di wajah itu. Abah mengajak Elin dan emak kembali ke rumah. Elin tidak kembali ke rumah, dia berniat akan ke pasar mencari pekerjaan sebagai pelayan toko.

Pasar terlihat sepi, mata Elin tertuju pada salah satu toko pakaian grosir. Dia berjalan menuju toko itu namun langkahnya terhenti saat dia berpapasan dengan Ica.

"Hai Elin." Sapa Ica

"Apa kabar?" tanya Ica

Elin tersenyum, "hai Ca, kabarku baik." Jawab Elin

"Bagaimana kalau kita ngobrol di sana sambil makan bakso, sudah lama tidak berjumpa denganmu. Aku kangen." Pinta Ica dengan telunjuk mengarah pada salah satu pedagang bakso yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri.

Elin mengangguk menyetujui permintaan Ica, meski dia punya kepentingan lain. Akan tampak sombong jika dia menolak. Mereka tengah duduk menunggu pesanan. Ica membuka percakapan.

"Sibuk apa kau sekarang?" tanya Ica

"Tidak ada." Jawab Elin

"Kau sendiri?" tanya Elin pada Ica

"Aku pengangguran, tapi akan bekerja tidak lama lagi." Jawab Ica mantap

"Aku akan melamar pekerjaan di pabrik PT. Indoraya." Sambung Ica.

Elin mengangguk, percakapan terhenti bersamaan bakso pesanan mereka datang. Di sela makan mereka melanjutkan perbincangan.

"Kau sungguh tidak ada kesibukan saat ini?" tanya Ica

"Iya, aku baru akan mencari pekerjaan sebagai pelayan toko." Jawab Elin

"Sejak tamat sekolah aku belum pernah bekerja, aku hanya di rumah membantu orang tuaku. Orang tuaku tidak memberi izin untuk aku bekerja. Mereka ingin aku mengikuti jejaknya untuk berdagang." Terang Elin

"Nasib kita sama. sama-sama tidak di beri izin untuk memilih keinginan kita, bedanya kau anak penurut sementara aku tidak. Aku tidak bisa mengikuti semua keinginan mereka yang aku tidak suka." Curhat Ica

"Aku sudah memenuhi keinginan mereka saat dulu mereka mamaksa aku untuk melanjutkan sekolah ke SMA Unggulan, tapi untuk kali ini aku tidak bisa. Kau tau, mereka ingin aku menikah." Terang Ica

Elin terkejut, dia semakin tertarik mendengar cerita Ica.

"Mereka ingin aku menikah hanya karena aku diam di rumah. Mereka mengira aku gadis malas dan manja. Aku ingin membuktikan bahwa itu salah, karena itu aku ingin bekerja. Aku ingin tunjukkan bahwa aku bisa hidup mandiri dengan pilihanku." Ica mengeluarkan keluh kesahnya.

"Kau tidak tertarik untuk ikut melamar pekerjaan di tempat yang sama?" tanya Ica.

"Pekerjaan ini banyak peminatnya, gajinya besar dan saat ini perusahaan ini sedang membuka lowongan pekerjaan secara besar-besaran." Kata Ica

"Lebih baik kau melamar pekerjaan di sini dari pada kau bekerja sebagai pelayan toko." Jelas Ica

"Manfaatkan ijazahmu, kesempatan hanya datang satu kali." Sambung Ica

1
cat miauu🐈
season 2 udh ada kah
Kanjeng Netizzen
Masih senasib dgku dlu aq makan dg nasi anget dan sambal kdg jd hanya makan nasi dicampur garam terkdgpun dg ikan asih dan sayur bening itupun sudah merasa bersyukur masih bisa mengisi perut ,aqpun merasa bersyukur walau sederhana masih mendapatkan kasih sayang org tua bpk yg seorg buruh tukang ditetangga dan ibu seorg buruh tani
Indah050
yah sayang sekali...imam sama aku aja lah... huhuhu
Indah050
miss u imam
Indah050
aku kok jatuh cinta pada imam ya kak...
Indah050
hai kak aku mampir ya
Ety Purn@w@ty
Di Tunggu Season 2 Nya...😍😘😘😘
Mharta Lin: woke, baca juga kak novelku yg lain
total 1 replies
Ety Purn@w@ty
😥😥😥😥😥😥
Ety Purn@w@ty
Syukaaaaa 😘😘😘😘😘😘😘
Ety Purn@w@ty
Menyimak
ayyona
boom like yg tertinggal 😍😘
ayyona
yeayyy ditunggu season 2 😍😍😍😘😘
Ai
next up! semangat nulisnya thorr🤗
.
.
.
salam dari "Diakah Jodohku, Jodohku dari Kakaku "☺
Jangan lupa tinggalkan jejak 😉
Ismi Kawai
25 like menyusul smp akhir
Mharta Lin: makasih say, nti aku feedback
total 1 replies
Ismi Kawai
lanjut setoran
Felicia
Sudah ku Boom Like ceritamu Thor mohon balasannya yah thor singgah ke Ceritaku yang judulnya

🥰🥰🥰 Sad Marriage

🌺🌺🌺 My Poor Mama
Dessy Mariasari
dtunngu season 2 nya thor,,,, pnasaran sma imam heheheeh
Dessy Mariasari: siap sambil nunggu season ke 2 hehehe
total 5 replies
Khaira Della
cepet bgt endingny
Khaira Della
Reyhan aku pilih
Khaira Della
Sabar abah,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!