The Moon is a friend for the lonesome to talk to. Artinya, Bulan adalah teman bagi yang kesepian untuk diajak bicara.
Bulan, menjadi saksi dan pendengar bagi kebanyakan orang. Sama seperti gadis kecil berusia 4 Tahun yang harus menjalani dan menafkahi kehidupannya sendiri semenjak kedua orangtua angkatnya meninggal. Yang awalnya adalah gadis manja kini berubah menjadi gadis yang kuat dalam segala hal. Dia rela mati-matian menghilangkan sifat manjanya demi bisa bertahan hidup.
Dia tak tahu, jika dia adalah permata keluarga besar, kaya, dan berpengaruh yang hilang diculik oleh musuh keluarga. Keluarganya selalu mencarinya tanpa rasa lelah.
Ibu kandung dari gadis itu mengalami depresi berat, sudah tak bisa hamil, anaknya pun hilang dicuri orang, bahkan tak ada yang bisa menyembuhkannya selain sang anak yang sudah lama hilang itu. Sedangkan ayah kandung dari gadis itu hanya bisa pasrah akan kondisi istrinya, dia bahkan tak pernah merasa lelah hanya untuk mencari keberadaan anaknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AGK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
B. 24
(Tandai Typo)
Malam ini, Vania berada di gendongan Miranda. Keduanya berada di balkon kamar sambil memperhatikan betapa indahnya langit malam kali ini.
"Lihat bintan itu, Ma. Indah banet ya? Cinalna tellihat lebih telan dali bintan lain di cetitalna" ucap Vania menunjuk salah satu bintang yang paling bersinar diatas sana. Sirius.
Mendengar penuturan anaknya, Miranda lantas tersenyum manis "Iya, sangat indah ya?".
"Apa muntin itu bintan cililus ya, Ma? Bintan yan palin telan di alam cemecta tan? Vania penen deh jadi bintan cililus, talena mecti dia ada di tempat yan jauh di alam cemecta, dia tetap mampu menelualtan cinalna yan lual biaca telan itu. Cama cepelti Opa-opa dan Oma, mecti cetalan meleta tindal jauh di atac cana, cinalna atan celalu ada di hati tita cemua" ucap Vania panjang lebar, membuat hati Miranda terasa seakan tercekat. Sakit. Apa maksud perkataan dari anaknya ini? Apa anaknya akan pergi meninggalkannya lagi? Kenapa tiba-tiba perasaannya jadi tidak enak seperti ini? Pikirnya.
Miranda langsung memeluk erat tubuh Vania "Vania kenapa bicara seperti itu? Vania mau pergi? Mau ninggalin Mama?" tanya Miranda sedih.
Vania tersenyum, menangkup kedua pipi Mama-nya dengan kedua tangan mungilnya "Vania ndak atan peldi temana-mana, talena Vania atan celalu ada dicini. Dihati Mama, celalu" ucapnya menunjuk dada Miranda.
Perasaan Miranda semakin tak karuan. Dia benar-benar kalut dengan penuturan anaknya yang tiba-tiba seperti ini. Dia menatap anaknya dengan pandangan yang sulit untuk diartikan.
"Sayang, Mam-...".
"Mama, Vania ndak atan nindalin Mama tok. Tan Vania atan celalu ada dihati Mama" ucapnya lagi semakin membuat hati Miranda menjadi resah.
Vania tersenyum, mengelus pipi Miranda, lalu memandang ke arah bulan "Mama tau ndak? Di balit awan malam, bulan tetap belcinal denan cantina, cepelti teajaiban yan ndak pelnah pudal. Cama cepelti Mama dan Papa, di balit hidupna Vania dulu yan cucah, Papa dan Mama datan meninali tehidupan Vania".
Miranda menangis terharu. Kenapa anaknya malam ini sangat sweet? Dan sangat membuat hatinya resah? Apa maksud dari ucapan anaknya ini?.
"Mama haluc tau, talau Vania canan tayan cama talian cemua. Mama, jita nanti Vania ndak ada dicici Mama, Mama haluc bica beltahan. Janan membuat tehidupan Mama menjadi delap cepelti lanit malam tanpa cahaya bulan" lanjutnya lagi.
Miranda menggeleng keras "Gak sayang, kenapa Vania bicara seperti itu? Mama itu gak sanggup jika Vania meninggalkan Mama. Memangnya Vania mau kemana? Vania kan gak akan kemana-mana? Vania akan terus bersama Mama, selamanya" balas Miranda yang mulai tak tenang.
Vania tersenyum manis, maniknya yang manis dan tajam itu menatap ke salah satu hamparan gelap diluar sana. Disana ada seseorang yang tengah berdiri menatap ke arah dirinya dan sang Mama. Dalam kegelapan, orang itu melambaikan tangan padanya. Walaupun jauh, tapi mata Vania cukup tajam dan bisa melihat jelas pergerakan orang itu.
"Vania? Sayang? Hey?" Miranda menarik dagu Vania untuk menatap dirinya.
"Tenapa Ma?".
"Kenapa menatap keluar seperti itu Hem?" entah kenapa hati Miranda semakin terasa resah. Dia menatap was-was pada Vania, anak yang menjadi sumber kebahagiaannya.
Masih dengan senyumannya, tangan Vania bergerak melingkar di leher jenjang sang Mama "Ndak tok, Vania cuman liat bulan yan cana, canan indah dan cantit. Cama cepelti Mama" ucapnya manis.
Miranda tersenyum paksa, anaknya ini seakan mengalihkan pembicaraan yang tadi, pembicaraan yang mengarah ke arah yang di luar dugaan Miranda.
"Mama mau tanya. Vania kenapa bicara seperti itu tadi?" tanya Miranda lembut.
Vania tak menjawab, justru dia menguap sambil menduselkan kepalanya pada dada Vania "Hoamm! Nantuk Mama. Vania mau cucu, bobo" ucapnya berpura-pura.
Sebenarnya Vania menghindari pertanyaan Mama-nya itu. Walau Vania masih kecil, namun jangan anggap remeh dengan pemikirannya yang dewasa itu. Sebelum bertemu keluarga kandungnya, Vania sudah dididik dengan baik oleh neneknya. Neneknya sering kali memberikannya kata-kata yang dapat menenangkan hati, contoh seperti kata malam ini. Kata itu adalah kata yang dia pelajari dari neneknya. Neneknya lah yang membuat Vania memiliki kata-kata indah seperti itu.
Sementara dibawah sana, di dalam kegelapan orang itu tersenyum dengan manis "Sebentar lagi, sayang. Mami gak akan membiarkan Clarissa mengambilmu lebih dulu. Mami akan mendapatkan mu sayang dan kita akan hidup bahagia nanti" ucapnya dengan senyuman lebar.
Wanita cantik yang entah datang dari mana. Wanita cantik yang entah mengenal Vania dari mana sehingga membuatnya terobsesi untuk memiliki Vania seutuhnya. Dia bahkan tak peduli dengan orangtua Vania, termasuk Miranda. Yang penting dia bisa membawa Vania untuk hidup bersamanya.
Wanita cantik itu telah merencanakan sesuatu rencana gila jika dia berhasil membawa Vania. Dia akan memberikan Vania sebuah suntikan yang akan membuat Vania kehilangan ingatannya hanya dengan suntikan itu. Setelah itu, dia akan membawa Vania. Mengenalkan dirinya sebagai ibu dari Vania dan membawa Vania jauh dari jangkauan mereka. Jika perlu dia akan membawa Vania ke luar negeri hanya untuk bisa hidup berdua dengan Vania. Gadis cilik cantik yang berhasil mencuri perhatiannya dan membuatnya terobsesi gila untuk memiliki Vania.
To be continued...
(Hai! Seperti biasa! Like dan komen ya! Timakacih udah baca! Dadah!).