Berawal dari lahirnya sang keponakan yang mempunyai wajah sangat mirip dengan suami yang belum genap sebulan menikahi nya,menjadi awal petaka dikeluarga besar Alesha.
Penasaran dengan kisah selanjutnya? ikuti terus kisah Alesha yang terpaksa memilih jadi janda muda di usia pernikahan nya masih seumur jagung.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Adib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
belum punya suami
Malam harinya, saat Alesha tengah ketar ketir didalam kamar nya lantaran Daniel terus menerornya dengan pesan singkat yang mengingatkan Alesha akan ucapan Daniel tadi siang.
Alesha menghela nafas kasar, dia mengacak rambutnya frustasi.Dulu Pernikahan pertama nya gagal, lalu setelah tiga tahun bertahan dengan status janda nya lagi lagi Alesha gagal membawa hubungan nya kejenjang pernikahan. Dan sekarang gara gara kesalahan satu malamnya, Alesha harus berhadapan dengan pria aneh yang mengajak nya menikah secara tiba tiba.
Tok ..tok.. tok..
Alesha mengalihkan perhatian nya mendengar pintu kamar nya diketuk.
"Alesha ini mom nak? boleh mom masuk?" ujar mom Dila
"Masuk saja mom, tidak Alesha kunci." sahut Alesha dari dalam.
Ceklek.
"Sayang, apa ada waktu sebentar? mom and dad ingin berbicara dengan mu." ucap mom Dila sembari menghampiri putrinya yang tengah duduk bersandar pada kepala ranjang queen size nya.
"Mm, bisa mom. kebetulan Alesha belum bisa tidur. Tapi ngomong ngomong mau bicara apa mom? tumben." ujar Alesha heran.
"Ayo kita langsung ke ruang kerja Daddy. Dad sudah menunggu kita disana " ucap mom Dila yang disetujui oleh Alesha. Ibu dan anak itu langsung beranjak menuju ruang kerja dad fatan yang berada dilantai bawah.
Ceklek.
"Hei, sayang?" sapa dad fatan mengangkat wajahnya saat mendengar suara pintu terbuka dari luar.
"Dad?" sahut Alesha.
"Duduk dulu ada yang ingin dad sampaikan. " ujar dad fatan membuat Alesha dan mom Dila langsung duduk dihadapan dad fatan.
"Alesha, Daddy tidak ingin berbasa-basi. Sebenarnya ada yang ingin dad pastikan." ujar dad sembari membuka layar komputer nya, tak lama dad fatan membalikkan layar komputer itu menghadap kearah Alesha .
deg
Jantung Alesha rasanya ingin lepas dari tempat nya. Alesha gelisah dan gugup. Dia meremas kedua tangan nya dengan cemas.
"Sayang? ada yang bisa kamu jelaskan?" tanya dad fatan mencoba menekan rasa kecewanya demi membuat Alesha lebih leluasa apabila akan menjelaskan dengan jujur.
"Alesha?" panggil mom Dila mengusap lembut pundak Putri nya yang terlihat menunduk.
"Maaf dad, mom!" lirih Alesha mulai menitikkan air mata. Tak lama suara isakan tangis terdengar begitu lirih. Alesha mencoba menahan tangisnya.
"Tidak apa apa sayang, tidak apa apa. Mom mengerti perasaan mu." ujar mom Dila dengan sendu sembari memeluk putri nya yang baru kali ini terlihat begitu rapuh.
"Kenapa kamu menahan semua beban ini sendiri hm? Mom merasa tidak berguna sebagai orang tua sayang " ucap mom Dila dengan suara bergetar menahan kesedihannya.
"Maafkan Alesha mom. Alesha gegabah! Alesha tidak bisa berpikir jernih saat itu." ucap Alesha menatap mom nya dengan mata yang memerah karena tangis.
Ekhemm.
Dad fatan berdehem guna menghalau rasa sedih karena melihat dua wanita yang sangat Dia sayangi menangis.
"Sayang, dad tidak menyalahkan kamu. hanya saja dad kecewa dengan keputusan kamu membawa kesedihan mu ketempat seperti itu. Sedangkan mom and dad selalu membuka tangan lebar lebar untuk kamu dan kakakmu jika kalian dalam masalah." ujar dad fatan menghela napas panjang.
"Mom and dad meminta maaf pada mu, Alesha. Jika selama ini kami kurang memperhatikan kamu sampai kamu merasa tidak punya bahu untuk bersandar. Daddy minta maaf nak." ucap dad fatan sembari mengusap sudut matanya yang basah.
"No dad, ini murni kesalahan Alesha. Daddy dan mommy jangan pernah merasa bersalah. Alesha yang harusnya meminta maaf karena sudah mengecewakan kalian." ucap Alesha dengan tersedu sedu.
"Dan ada satu hal yang ingin dad sampaikan padamu sayang, sebenarnya saat kemarin kamu pingsan dan setelah dokter pribadi keluarga kita memeriksa mu, kamu diduga tengah hamil muda. Apa kamu memang sudah telat kedatangan tamu bulanan mu?" tanya dad fatan memastikan.
"A..aku._" ucap Alesha terbata sembari berusaha mengingat jadwal datang bulannya.
"dad? aku sudah telat hampir dua Minggu!" ucap Alesha begitu panik. dan jawaban putrinya tentu saja membuat mom Dila dan dad fatan menghembuskan nafas panjang.
"Tidak apa apa nak, besok mom temani kamu periksa ke dokter kandungan ya? agar lebih jelas sekaligus memeriksa keadaan nya." ucap mom Dila mengusap perut rata Alesha.
"Baik mom_" sahut Alesha dengan tersenyum. Tak lama mata Alesha terbelalak.
"Ya ampun mom! bagaimana aku bisa hamil? bukankah aku belum punya suami?" Pekik Alesha dengan raut wajah panik. membuat dad fatan menggeleng kan kepalanya.
"Sayang? apa kau lupa perbuatan mu dengan lelaki asing dikamar hotel? Dan itulah hasilnya." ucap dad fatan mendengus kesal. tak habis pikir dengan Alesha yang melupakan bahwa dirinya pernah bercocok tanam dengan seorang pria.
"Astaga!!! Benarkah? tapi bagaimana bisa dad? kami hanya melakukan semalaman._" Alesha tak melanjutkan ucapannya. Dia menepuk bibirnya sendiri yang kelepasan berbicara mengenai peristiwa saat mahkota nya direnggut oleh Daniel.
"Ya ampun!! Semalaman?!! mom kau dengar itu? pasti putri kita ketagihan sampai mengulangi hingga semalaman!" ketus dad fatan menatap jengah pada alesha. Sedangkan mom Dila hanya tersenyum meringis mendengar perbincangan anak dan suaminya.
*
*
*
Keesokan harinya
Alesha yang tengah bersantai dikamar nya menikmati hari weekend dirumah. Melepas penat setelah kemarin begitu sibuk dikantornya.
Tring!
Sebuah notifikasi pesan masuk keponsel Alesha diraihnya ponsel yang berada di atas nakas itu.
"Batas waktu mu hanya sampai jam 12 siang sweetie!" isi pesan singkat itu yang berasal dari Daniel.
Alesha berdecak kesal. Dia tidak perduli lagi dengan ancaman pria aneh yang sayangnya berwajah sangat tampan. sampai sampai Alesha selalu gugup kala menatap wajah itu dari jarak dekat. Jantung nya selalu tidak aman. Barangkali Alesha khawatir lama lama akan terkena serangan jantung bila terus menerus bertemu Daniel.
saat Alesha akan menaruh kembali ponsel nya, tiba tiba ponsel nya kembali bergetar panjang menandakan ada panggilan masuk.
drt...drt..
Alesha melihat id yang tertera,
Kak Meera? gumam Alesha dalam hati. Tak lama Alesha mengangkat panggilan dari kakaknya.
"Halo kak?" sapa Alesha
"......"
"Hm, boleh aku juga kangen sama keponakan ku si gembul " ucap Alesha tersenyum.
"....."
"oke , nanti siang aku pasti datang!" ucap Alesha dengan antusias. setelah nya sambungan mati. Meera mengundang Alesha untuk bermain ke rumah nya. karena tidak ingin kakak nya berpikir dirinya masih marah padanya, akhir nya Alesha menyanggupi permintaan Meera. Meski sejujurnya Alesha sedang malas berpergian. Apalagi ini weekend, yang dapat Alesha pastikan Raffi juga tengah dirumah membuat Alesha semakin enggan . Namun mau tidak mau Alesha akan memenuhi permintaan Meera demi hubungan keduanya agar rasa canggung yang masih membentangkan jarak antara dua saudara itu segera hilang.
dan Meera kl nikah lagi walinya kn masih ada Bpk kandung nya biar sah gk zina terus.
Yang mau tambahan bonchap komen di bawah ya!!🤗🤗
sejelek jeleknya Bpk kandung kl masih hidup hrsnya kn dia yg nikahin.
berarti dng bagas pun itungannya kumpul kebo dong.
kok tumben betah gk ada belaian laki.
mudah2an y gas... marsya gadis yg baik. bs jga marwah sbgai seorng istri..
pdhal bagas nih udh good looking, good rekening, good atitude...tp msih jg dselingkuhin..😭😭😭