Baru saja menikah Prashadi mengajak istrinya hijrah ke kota lain. Namun sayangnya mereka terjebak di sebuah kampung yang sarat dengan hal mistis.
Meski berbahaya, Prashadi memilih bertahan karena di sana lah satu-satunya tempat aman untuknya dan sang istri sembunyi dari kejaran orangtua mereka masing-masing.
Keanehan dan ketakutan terus membayangi hingga nyaris membuat mereka gila.
Kengerian seperti apa yang dijumpai Prashadi dan istrinya selama tinggal di kampung itu ?.
Penasaran ?. Ikuti kisahnya yuukkk ...
( Novel ini murni buah pikiran Author. Nama dan tempat yang ada di novel ini hanya fiksi. Mohon bijak membaca dan berkomentar. Terima kasih 🙏 )
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummiqu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24. Diajak Ke Rumah
Setelah menyadari istrinya mendapat kiriman guna-guna, Prashadi pun bergerak cepat. Sayangnya Prashadi mengambil langkah yang salah. Karena minimnya pengetahuan dan terdesak dengan kondisi Artha yang kian mengkhawatirkan, maka Prashadi pun memilih mendatangi Ki Warso untuk meminta bantuan.
Meski Ki Warso sangat terkenal di desa itu, ternyata sulit untuk menemuinya. Semua orang yang Prashadi tanyai hampir tak tahu dimana tepatnya Ki Warso tinggal.
Sore itu Prashadi sengaja mampir ke warung kopi yang ramai dikunjungi pembeli. Selain untuk menikmati kopi, dia juga ingin mencari informasi tentang Ki Warso.
" Kayanya sih di deket sawah yang paling luas di kampung kita ini Mas. Soalnya Saya sering ngeliat Ki Warso lagi berdiri di sana sambil ngeliatin sawah," sahut salah seorang warga.
" Emangnya itu sawahnya Ki Warso Pak ?" tanya Prashadi asal.
" Ga tau juga. Tapi Saya sering ngeliat Ki Warso di sana. Kalo sering terlihat di sana, artinya dia tinggal di sekitar sana. Iya kan," sahut warga tersebut.
Prashadi pun mengangguk mengiyakan. Namun dia dibuat bingung dengan informasi lain yang dia peroleh.
" Bukan di sana. Tapi di kaki bukit itu lho. Di sana kan ada gubuk kecil dari kayu yang lumayan kokoh, nah gubug itu dibangun Ki Warso untuk ditempati," sela warga lainnya.
" Itu juga bukan rumahnya. Kan Ki Warso cuma datang ke sana sekali waktu aja. Istilahnya ya buat istirahat sambil menghirup udara segar gitu lah ...," kata warga yang lain lagi.
" Oh gitu yaa ...," sahut Prashadi kecewa.
" Tapi Saya juga pernah ketemu Ki Warso deket sungai Mas. Waktu Saya tanya ngapain di sana, eh Ki Warso malah bilang kalo sungai itu mengalir deket rumahnya, makanya dia sering ke sana," kata penjual kopi berusaha meyakinkan.
" Kan sungai emang mengalir di belakang rumah sebagian besar warga di kampung ini Pak. Jadi omongan Ki Warso ga bisa dijadiin patokan,"
Prashadi yang bingung nampak terdiam sambil mendengarkan perdebatan warga di hadapannya tentang dimana tepatnya Ki Warso tinggal.
" Eh, sebentar. Kenapa tiba-tiba Mas Pras cari Ki Warso ?. Apa ada masalah ?" tanya salah seorang warga sambil menoleh kearah Prashadi.
" Oh ga ada apa-apa kok Pak. Saya cuma penasaran aja sama Ki Warso itu. Kok kayanya dihormati banget di kampung ini," sahut Prashadi berbohong.
" Itu karena Ki Warso hebat dan sering bantuin warga Mas. Di saat ga ada yang bisa menyelesaikan huru-hara di kampung ini, Ki Warso datang lalu dengan santai menyelesaikan semuanya. Itu pun Ki Warso datang tanpa diundang lho Mas ...," sahut warga sambil tersenyum.
" Betul. Jadi kalo mau ketemu Ki Warso ya tunggu nasib baik aja Mas. Kalo beruntung, Mas bisa ketemu Ki Warso dimana aja dan kapan aja," sela warga lainnya yang diangguki rekan-rekannya.
Prashadi pun mengangguk pasrah. Beberapa saat kemudian Prashadi pamit karena hari sudah menjelang malam.
Entah nasib Prashadi yang bagus atau hanya kebetulan, Prashadi justru bertemu Ki Warso di saat dia berada di perjalanan pulang. Saat itu Prashadi tak sengaja melihat Ki Warso sedang berdiri di tepi jalan seolah sambil mengamati kendaraan yang melintas.
Prashadi pun menghentikan motornya tepat di depan Ki Warso lalu menyapanya.
" Assalamualaikum Ki ...," sapa Prashadi dengan ramah.
" Eh, Kamu Pras. Baru pulang kerja ya ?" tanya Ki Warso.
" Iya Ki. Sekalian mampir ngopi sebentar di warung sana," sahut Prashadi.
" Pasti warungnya rame. Soalnya kopi di sana emang terkenal enak, beda sama kopi di rumah ...," kata Ki Warso sambil tersenyum.
" Betul Ki. Selain penasaran sama kopinya yang katanya enak itu, Saya ke sana sekaligus nyari Aki ...," kata Prashadi.
" Nyari Saya, ada apa ?" tanya Ki Warso sambil mengerutkan keningnya.
" Iya Ki. Saya mau minta tolong. Ini tentang gangguan yang menyerang Istri Saya," sahut Prashadi tanpa basa-basi.
Kemudian dengan cepat Prashadi menceritakan keluhannya kepada Ki Warso. Pria tua itu tampak menyimak dengan seksama sambil sesekali menganggukkan kepalanya.
" Kalo begitu kejadiannya, Kamu memang datang ke tempat yang tepat Pras. Saya bisa membantumu menyingkirkan guna-guna yang menyerang Istrimu itu," kata Ki Warso dengan jumawa.
Prashadi pun tersenyum. Dia senang membayangkan masalahnya akan segera berakhir.
" Tentang bayarannya Ki ?" tanya Prashadi kemudian.
" Ga usah dipikirin sekarang. Yang penting Kita sembuhin Istrimu dulu. Soalnya Saya juga kan belum tau seberapa besar kekuatan hitam yang menyerang Istrimu itu. Kalo udah tau jenisnya dan cara menanggulanginya, Saya baru bisa ngasih harga. Atau Kamu boleh bayar di belakang nanti. Kalo Kamu ga sanggup, dicicil juga bisa kok. Gimana, apa Kamu setuju ?" tanya Ki Warso sambil menatap Prashadi lekat.
" Iya Ki, Saya setuju !" sahut Prashadi antusias.
Ki Warso tersenyum lalu meminta Prashadi membawanya menemui Artha. Tanpa membuang waktu, Prashadi segera melajukan motornya dengan Ki Warso yang duduk di belakangnya.
Setiba di rumah Prashadi pun mempersilakan Ki Warso masuk.
" Silakan masuk Ki ...," kata Prashadi dengan takzim.
" Lho Istrimu mana ?. Bukannya biasanya dia berdiri menyambut di depan pintu ?" tanya Ki Warso sambil mengamati ke dalam rumah.
" Ya begitulah Ki. Kan Saya udah bilang tadi kalo belakangan ini Artha sering bertingkah aneh, sering marah dan ngambek tanpa alasan. Kalo udah kaya gitu dia jadi cuek sama Saya Ki. Jangankan menyambut Saya pulang, makanan dan pakaian kerja Saya aja udah ga pernah disiapin," keluh Prashadi.
Baru saja Prashadi selesai menjawab pertanyaan Ki Warso, terdengar suara pintu kamar terbuka. Rupanya Artha keluar dari kamar karena mendengar suara Prashadi.
" Kamu Mas, kirain siapa ...," kata Artha dengan wajah tak bersahabat.
" Iya. Tolong buatin minum buat Ki Warso ya Tha ...," pinta Prashadi.
Artha melirik kearah Ki Warso lalu mengangguk. Kemudian Artha melangkah ke dapur tanpa menyapa Ki Warso terlebih dulu seperti kebiasaannya jika ada yang bertamu ke rumah.
" Maafin Istri Saya ya Ki, biasanya dia ga kaya gini kok ...," kata Prashadi tak enak hati.
" Gapapa Pras. Itu bukan kemauan Istrimu. Jin yang ada di badannya berhasil menyetir Istrimu hingga jadi bertingkah di luar kebiasaan," sahut Ki Warso bijak.
Prashadi mengangguk lalu mempersilakan Ki Warso untuk duduk.
" Saya ga biasa membuang waktu dengan duduk sambil ngobrol ga jelas Pras. Saat Saya datang, biasanya Saya langsung bertindak. Itu lebih bagus karena sesuatu yang mengganggu itu ga akan bisa leluasa mempelajari kekuatan Saya," kata Ki Warso sambil mengamati seluruh ruangan yang terjangkau netranya dengan teliti.
" Maaf Ki, Saya ga tau. Kalo gitu mari ikut Saya untuk melihat-lihat ...," ajak Prashadi yang diangguki Ki Warso.
Kemudian Prashadi membawa Ki Warso berkeliling ke seantero rumah. Artha yang mengetahui hal itu hanya membisu seolah tak peduli.
Saat Prashadi dan Ki Warso masuk ke dapur, mereka berpapasan dengan Artha yang sedang membawa nampan berisi dua cangkir kopi beserta makanan ringan. Ki Warso berhenti lalu mengamati Artha sejenak. Prashadi pun balik menatap Ki Warso sambil berharap pria sepuh itu menemukan sesuatu.
" Gimana Ki, apa ada sesuatu ?" tanya Prashadi setengah berbisik.
" Iya," sahut Ki Warso dengan cepat.
" Apa Ki, terus gimana bentuknya dan apa tujuannya ?" tanya Prashadi tak sabar.
Pertanyaan beruntun Prashadi membuat Ki Warso tertawa.
" Sabar Pras. Saya memang menemukan sesuatu, tapi belum semua. Kan Kita belum selesai mengelilingi rumahmu ini Pras ...," kata Ki Warso sesaat kemudian.
" Oh iya. Maaf Ki, abis Saya penasaran banget sama sesuatu yang membuat Artha berubah," sahut Prashadi sambil nyengir.
" Gapapa, Saya maklum kok. Terus di belakang sana ada apa Pras ?" tanya Ki Warso sambil menatap keluar melalui jendela dapur.
" Tempat naro barang ga kepake Ki. Sama buat nyuci baju dan jemurin," sahut Prashadi sambil membuka pintu dapur.
Tepat di saat Prashadi membuka pintu, sosok asap hitam melesat masuk ke dalam rumah. Ki Warso sigap menarik Prashadi untuk menepi hingga asap hitam itu tak menyentuh Prashadi. Namun ternyata hanya Ki Warso yang melihat asap hitam itu, sedangkan Prashadi tak melihat apa pun.
" Ada apa Ki ?" tanya Prashadi cemas.
" Bukan apa-apa. Ayo Kita lanjut liat ke belakang ...," ajak Ki Warso sambil mendahului langkah Prashadi.
Prashadi pun mengangguk lalu berjalan di belakang Ki Warso. Untuk beberapa saat Ki Warso mengamati area belakang rumah lalu mengangguk. Setelahnya dia mengajak Prashadi masuk ke dalam rumah.
Prashadi membawa Ki Warso ke ruang tamu lalu mempersilakan pria sepuh itu menikmati hidangan yang disiapkan Artha tadi. Dan di saat Prashadi baru saja akan meneguk kopi buatan Artha, di saat itu lah adzan Maghrib berkumandang.
" Alhamdulillah ..., maaf Ki. Saya tinggal sholat sebentar boleh kan ?" tanya Prashadi.
Wajah Ki Warso terlihat menegang saat mengetahui Prashadi ingin menjalankan perintah Allah.
" Dimana ?" tanya Ki Warso.
" Maaf, maksudnya gimana Ki ?" tanya Prashadi tak mengerti.
" Kamu mau sholat dimana Pras ?. Di rumah atau di mushola. Tapi saran Saya, Kamu sholat di rumah aja. Karena sesuatu yang mengganggu Istrimu akan datang sebentar lagi," sahut Ki Warso.
Jawaban Ki Warso membuat Prashadi terkejut. Sebenarnya tanpa diminta pun Prashadi memang berniat akan menunaikan sholat Maghrib di rumah. Selain cemburu, Prashadi juga khawatir dengan keselamatan Artha jika meninggalkannya berdua saja dengan Ki Warso.
" Kapan Ki ?" tanya Prashadi.
" Lima atau sepuluh menit lagi. Makanya cepetan ya sholatnya," pinta Ki Warso yang diangguki Prashadi.
" Bukannya saat Kita sholat justru setan ga berani deket ya ...," batin Prashadi sambil melangkah meninggalkan Ki Warso di ruang tamu.
Biasanya jika sedang berhalangan ke mushola, Prashadi akan mengajak Artha untuk sholat berjamaah. Tapi karena Artha sedang kedatangan tamu bulanan, maka Prashadi sholat seorang diri.
Sementara itu Artha memilih masuk ke dalam kamar untuk menunggui suaminya sholat. Dia duduk sambil bermain game di ponselnya. Rupanya Artha merasa takut setelah mendengar apa yang Ki Warso ucapkan tentang kedatangan sesuatu yang entah apa bentuknya itu nanti.
\=\=\=\=\=
Semngt bkin crta horor lgi thor mkasih 🙏
Aamiin ya Robb 🤲