NovelToon NovelToon
Second Love

Second Love

Status: tamat
Genre:Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:333.8k
Nilai: 5
Nama Author: fieThaa

Cinta pertama Ellea An Noor adalah ayahnya. Surga satunya yang dia miliki di dunia ini. Dia yang pernah berjanji tidak akan membuka hati kepada lelaki manapun harus dikejutkan atas permintaan sang ayah yang di luar prediksi.

Menikah karena ingin berbakti itulah yang dilakukan oleh Ellea dan Ahlam, putra dari kerabat ayah Ellea. Tanpa adanya pendekatan dan hanya bermodalkan kesepakatan mereka memutusakan untuk maju ke jenjang pernikahan. Merelakan kebahagiaan mereka direnggut agar bisa membuat orang tua mereka merasakan kebahagiaan.

Akankah pernikahan tanpa cinta yang mereka lakukan akan menghasilkan kebahagiaan? Atau malah sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fieThaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. Second Date

"Bicaralah! Mas tunggu di depan lift."

Ahlam sudah mengusap lembut bibir Ellea yang basah. Baru saja Ahlam hendak pergi, tangan Ellea mencekal lengan panjang Ahlam. Ahlam pun menoleh dan melihat Ellea sudah menggelengkan kepalanya pelan.

"Aku mau pulang."

Ahlam menurunkan tangan Ellea yang mencekal lengannya. Wajah Ellea terlihat kecewa. Ternyata Ahlam ingin menggenggam tangan Ellea. Senyum pun terukir di wajahnya. Lalu, membawa Ellea menjauh dari Zeyn.

Raut wajah Zeyn begitu kasihan. Kecewa, sedih dan sakit campur jadi satu. Dia tidak menyangka jika Ellea akan dengan mudah dekat dengan Ahlam. Bahkan, mereka seperti pasangan suami-isteri sungguhan.

.

Semakin hari Ellea semakin merasakan kenyamanan bersama Ahlam. Meskipun, dirinya belum menjawab pernyataan cinta dari Ahlam, suaminya selalu menyatakan cinta tanpa bosan.

"Sepertinya hari ini Mas pulang lebih awal. Apa kamu mau nonton?"

Ellea yang tengah membantu Ahlam memasangkan dasi mendongak menatap Ahlam dengan begitu dalam.

"Second date," lanjut Ahlam dan disambut tawa oleh Ellea.

Hari ini Ellea akan berkunjung ke rumah sang mertua. Dia sudah rapi dengan dan menunggu yang menjemputnya. Namun, dia dikejutkan dengan seorang tamu yang datang.

"Zeyn."

"Aku mau bicara sama kamu, El."

Tanpa permisi, Zeyn masuk ke dalam rumah Ellea. Padahal, di sana tidak ada siapa-siapa. Hanya ada staff rumah tangga.

"Maaf, Zeyn. Lebih baik kita bicara di luar."

"Tidak, El. Aku ingin kita bicara di sini."

Ellea pun tak bisa mengusir. Dia hanya menjaga jarak dengan Zeyn agar tak terjadi sebuah fitnah.

"Aku mau bicara tentang suami kamu," tegas Zeyn.

Ellea hanya menghela napas begitu kasar. Dia terus mendengarkan tanpa menyela sedikit pun.

"Apa kamu yakin akan membuka hati kamu untuknya? Padahal, sebelum kalian menikah saja dia sempat menemui mantan kekasihnya yang masih amat dia sayangi."

"Jangan tertipu sikap manisnya, El. Bisa saja di belakang kamu dia malah mengkhianati kamu dan masih menjalin hubungan dengan mantannya."

Hati kecil Zeyn tersenyum ketika melihat Ellea terdiam. Dia yakin Ellea tengah menimbang keputusannya.

"Pikirkan lagi, El. Jangan sampai kamu kecewa."

Ellea mulai menatap Zeyn. Dia tersenyum ke arah Zeyn sebelum membuka suara.

"Terima kasih atas informasinya, Zeyn." Lelaki itupun mengangguk.

"Mantannya adalah masa lalunya. Sedangkan aku adalah masa depannya," lanjut Ellea.

"Seindah-indahnya mantan, itu hanya keindahan sesaat yang sudah berlalu. Beda dengan masa depannya yang akan terus dia perjuangkan karena sudah terikat janji pernikahan."

Skakmat! Zeyn tak bisa berkata lagi mendengar jawaban yang begitu dewasa dari Ellea.

"Silahkan kamu menjelek-jelekkan suamiku. Memfitnah suamiku karena itu tidak akan pernah mengubah keputusanku."

Suara klakson mobil terdengar. Ellea berdiri dan menunduk sopan kepada Zeyn sebelum dia pergi.

"Aku sudah dijemput, Zeyn. Permisi."

Padahal, Zeyn tamu. Tapi, Ellea bersikap begitu sopan dan sama sekali tak marah apalagi berkata tak sopan. Mengusirnya pun tidak.

"Mobil siapa itu, Mbak?" tanya Apang ketika Ellea sudah masuk ke dalam mobil.

Belum juga Ellea menjawab, Apang mengerutkan dahi ketika melihat Zeyn keluar dari rumah sang kakak ipar. Apang tak bertanya lagi dan langsung menghidupkan mesin mobil.

Di sepanjang perjalanan, wajah Ellea nampak berbeda. Apang tahu jika kakak iparnya itu memang tak banyak bicara. Di rumah kedua orang tuanya pun Ellea tak terlalu ceria. Seperti ada yang tengah dia pikirkan.

Sebelum jam empat sore, Ahlam datang ke rumah kedua orang tuanya untuk menjemput istrinya. Benar kata Apang, wajah Ellea begitu berbeda.

"Sayang," panggil Ahlam.

"Aku ambilin su--"

Ahlam menggenggam tangan Ellea dan membawa Ellea menuju kamarnya. Kini, hanya mereka berdua yang ada di sana.

"Kamu kenapa?"

"Gak apa-apa," jawab Ellea sembari mencoba tersenyum.

"Zeyn bilang apa ke kamu?"

Ellea tersentak mendengar nama Zeyn disebut oleh Ahlam. Apalagi Ahlam tengah menanti jawaban darinya.

"Jujurlah pada Mas, Sayang."

Melihat Ellea yang terus terdiam membuat Ahlam bersimpuh di depan istrinya.

"Dia membahas masa lalu Mas lagi? Membahas mantan Mas lagi?"

Ellea terkejut mendengar tebakan Ahlam yang tak meleset sama sekali. Ellea pun mengangguk pelan.

"Kamu percaya?" Ellea pun kembali terdiam.

"Jika, Mas masih berhubungan dengan mantan. Pasti hidup Mas sudah tak aman. Kamu tahu kan bagaimana Kak Rio dan Ahjussi menjaga kamu? Sudah pasti Mas sudah mati di tangan mereka."

Ahlam menggenggam tangan Ellea. Menatapnya dengan penuh cinta.

"Sekarang, Mas tengah fokus pada masa depan. Di mana hanya ada kita berdua dan penerus kita nantinya."

Ellea berhambur memeluk tubuh Ahlam. Senyum pun terukir indah di bibir Ahlam dengan sikap Ellea hari ini. Istrinya mulai cemburu dan itu bertanda jika Ellea memang sudah memiliki rasa padanya. Hanya saja, Ellea belum bisa mengungkapkannya.

Second date pun mereka lakukan sesuai dengan janji Ahlam. Mereka menikmati waktu berdua seperti dua orang yang baru saja berkencan. Wajah bahagia terlihat dengan begitu nyata.

"Are you happy?"

"Ya."

Ellea menjawab dengan mata yang berbinar. Kini, mereka tengah berada di area permainan.

"Terakhir aku ke mall dengan rasa bahagia dan begitu bebas seperti ini sekitar empat tahun yang lalu. Di mana Ayah masih sehat."

Jawaban Ellea membuat hati Ahlam teriris. Namun, wajah Ellea nampak biasa. Malah menyunggingkan senyum yang begitu manis.

Ahlam tak mau membahas perihal itu. Dia tidak ingin melihat istrinya sedih. Malam ini, dia ingin mengajak istrinya bersenang-senang. Tawa Ellea adalah kebahagiaan untuknya.

Sepulang dari mall, Ahlam menyuruh Ellea untuk duduk bersamanya. Terlihat wajah Ahlam begitu serius.

"Untuk seminggu ke depan, Mas ditugaskan ke Jogja."

Wajah Ellea berubah seketika. Ahlam sudah memegang erat tangan sang istri tercinta.

"Ada proyek besar yang harus Mas menangkan di sana."

Keadaan mendadak hening. Baik Ahlam dan Ellea hanya saling pandang tanpa bersuara. Sampai pada Ellea tersenyum dan berkata, "aku akan siapkan baju Mas."

Dia sudah bangkit dari duduknya dengan mata yang sudah memerah. Hati kecilnya seakan tak menginginkan Ahlam pergi.

Tengah memasukkan baju ke dalam koper, Ahlam memeluk tubuh Ellea dari belakang. Meletakkan dagunya di bahu Ellea.

"Mas gak mau meninggalkan kamu. Mas juga gak mau jauh dari kamu."

Kalimat itu semakin membuat dada Ellea semakin sesak. Air matanya ingin sekali tumpah.

"Ikutlah dengan Mas."

.

Keesokan paginya, Ahlam sudah memperlihatkan dua tiket pesawat tujuan ke Jogja. Ellea menggeleng dengan raut wajah yang sendu. Namun, dia masih mencoba untuk tersenyum.

"Bener?"

Ellea mengangguk dan seketika tiket itu Ahlam sobek dan dibuang ke tempat sampah. Hati kecil Ellea ingin ikut, tapi kondisi ayahnya sedang tak sehat. Dia tidak bisa meninggalkan sang ayah.

"Mas berangkat, ya."

Ellea hanya mengangguk tanpa berkata sedikit pun. Ahlam mengecup kening Ellea cukup lama.

"I Will Missing you, Sayang."

Ellea berhambur memeluk tubuh Ahlam. Air matanya sudah tergenang.

"Me too."

Jawaban yang begitu pelan, tapi mampu Ahlam dengar.

"Bisa diulang?"

...***To Be Continue***...

Katanya mau double up, komennya kendor sih? 😪

1
Maya Lara Faderik
cerita mu menarik Thor..semua keluarga dady aska dan askara dari asmara org tua agha dan Ahlam sudah ku baca , termasuk Rasit,eca , Alessya berkembar Gea,Reksa,Restu keluarga Rayyan orang tua Elia semua keturunan Ayunda dan rion 👍👍👍 memang terbaik Thor begitu juga kisah anak agha si tuan ,Pangeran dan adik si tuan ,..semangat ya Thor,..
sangat menjiwai karektor, inspirasi cerita yang paling baik untuk dijadikan pedoman dalam hidup,..
Maya Lara Faderik: anak anak memang nakal keras kepala ,apa yang benar bagi mereka membuat mereka tanpa sedar telah membuat kesalahan yang mengecewakan namun anak anak harus diberikan peluang untuk kesempatan untuk berubah , jangan biarkan anak anak terjerumus ke dalam jurang dalam dan tersesat .
total 1 replies
Maya Lara Faderik
yah'!!!..nangis lagi airmata tak bekerjasama,..sabar ya Ellea kamu wanita baik bahkan aku sendiri ikut menangis..semoga persalinan kamu lancar .. setiap wanita akan merasa takut disaat akan melahirkan tak kira operation atau normal sakitnya sama cuma beza rasa nya saja , kuat dan semangat Ellea tuhan berserta mu🙏
Maya Lara Faderik
😄😄🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣😄😄😄😄
setelah banyak mengeluarkan air mata seperti hujan akhirnya mentari muncul selepas badai ketawa ngakak habis ...bagai org gila pula ketawa tak henti henti 🤣🤣🤣🤣🤣...ada ada saja Thor ..tapi menarik dan lucu Thor menjiwai , seperti realiti.. mantap Thor inspirasi selalu Thor 👍👍👍👍
Maya Lara Faderik
aduh..hidung dah penuh dengan hingus'!..mata pun dah pedih air mata tak henti,.. henti keluar.. kepada dah pusing NIE .. tersentuh thoor ...
Maya Lara Faderik
/Cry//Cry//Cry//Cry//Cry//Cry//Cry//Cry/.. nangis lagi ni air mata tak sporting langsung..nyesek....thorr..
Maya Lara Faderik
ya ampun ..hari ini full menangis terisak2 dari kisah ibunya elyna sampai ke anaknya Ellea air mata tak henti henti ..sampai bilakah aku berhenti menangis menjadi tangguh dengan novel mu Thor inspirasi cerita yang menarik..
Maya Lara Faderik
vest juga si Ahlam nie ...
Maya Lara Faderik
waduh 🤣🤣,..apalah ..tulis wasiat manjat kelapa pun si apang pon ..
mungkin ini yang dikatakan setelah banyak mengeluarkan air mata disuggahi kelakuan absdul mereka nie ada-ada saja..
Maya Lara Faderik
air mata tak Sporting langsung bab ini membuatkan aku. sesak keluarga diaorang nie semua dalam favirot ku terutama si kulkas
Maya Lara Faderik
yang tak berpendidikan itu cuma orang yang suka merendahkan orang lain..rugi sekolah tinggi namun IQrendah
Siti Nurjanah
awal nangis ko sekarang jd ngakak ampe sakit perut/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Siti Nurjanah
baru jg bab k 2 udah berderai/Sweat//Sweat//Sweat//Sweat/
Ocanya gava
Luar biasa
Ucie
ada aja ya kosakatanya😅😅😅
Naomi Willem Tuasela
♥️♥️
Naomi Willem Tuasela
♥️♥️♥️
Setiawati
cerita yang menyentuh hati.... air matapun tak terasa mengalir dgn sendirinya /Cry//Cry/
falea sezi
orang kaya gampang lo cari ginjal
Yus Nita
syukuriniiin...
kena azab tuh sijalang
Yus Nita
apakah ayah zeyn pelaku ny..
nyari mampos melawan 2 klrga raksasa./Sneer//Sneer//Sneer/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!