Sea Alison hidup selama 23 tahun sebelum menyadari bahwa dia hanya karakter figuran dari novel di mana Lilyana Oswald yang selama ini membullynya menjadi karakter utama, dan kini dia telah terikat dengan sistem superstar.
Manjadi wanita cantik, kaya raya, dan dicintai semua orang. Sekarang para pria tampan itu berkumpul di sekelilingmu. Dapatkan cinta kelima pria yang menjadi tokoh utama. Kalau berhasil, bisa hidup bahagia selama-lamanya dengan salah satu yang paling dicintai atau kelimanya!
Serta sistem yang memberikan misi utama berupa ancaman padanya. [ Jika tuan rumah tidak menjadi superstar dalam batas waktu, anda akan mati. Periode adalah satu tahun. ]
Apakah dia berhasil menaklukkan industri hiburan? Atau bahkan menaklukkan alam semesta yang luas?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwi Chloe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24. 50%
<< Klik "OKE" untuk kembali menjadi cantik >>
Tes...
Pisau lipat tajam itu menyayat kulit telapak tangan Sea, cairan merah gelap berangsur-angsur menetes ke aspal. Salah. pisau itu tidak tumpul sama sekali.
Wanita itu meringis dan tak peduli terhadap layar horogram yang tiba-tiba muncul. Ah, dia berhasil menggagalkan pria berotot yang ingin menusuk Sutradara Jerkin tepat di ulu hati.
"Brengsek!"
Pria berotot meraung marah. Pisaunya jatuh karena didorong Sea. Ketika hendak mengambilnya kembali, seseorang memukul belakang tengkuknya. Ia pingsan seketika.
Bugh!
Sea menatap tak berkedip pelaku pemukulan tiba-tiba itu. James Tayler. Sekretaris Jerkin Sicario. Namun, sepertinya dia lebih cocok sebagai bodyguard karena ucapannya.
"Maaf, jika ikut campur, Tuan. Tapi aku pikir ini adalah waktu yang tepat untuk membereskannya."
"Kau pintar juga."
Jerkin yang sudah membuat preman satunya pingsan berkata acuh tak acuh. Dia mengelap tangannya yang bernoda merah dengan sapu tangan. Alis tebal tertekuk menunjukkan ketidaksukaan, dia benci tangannya kotor.
"Aku yang akan mengurus sisanya, Tuan."
"Singkirkan semua kamera dan berita apapun itu."
"Baik."
Lalu, Sutradara Jerkin menatap Sea tanpa ekspresi yang berarti. Muncul kerutan tipis ketika melihat telapak tangan yang terus meneteskan darah.
"Aku tidak apa-apa," ucap Sea menyembunyikan tangannya. Tindakan yang sisa-sisa karena justru membuat darah menempel di bajunya. Dan segera dia melanjutkan, "Terima kasih karena datang menolongku."
"Tidak."
"Eh?"
"Seharusnya aku yang mengatakan terima kasih. Terima kasih karena telah menghalangi pisau itu, karena aku akan benar-benar mati."
"Ah, ya..."
Mendengar perkataan Jerkin yang terdengar serius──seolah ia yakin sekali tentang kemungkinan kematiannya, Sea berpikir bahwa pria itu benar-benar mengetahui masa depan. Bertanya-tanya sejauh mana ia mengetahuinya. Apa seperti dirinya yang mengetahui ending dunia kecil ini? Apa ia tahu tentang keberadaan novel cinta sang bintang? Mungkinkah Jerkin, dia...
[ Ding! Salah. Target berburu 'Jerkin Sicario' bukan sebuah eksistensi seperti anda. ]
Suara mekanis sistem segera membatah pemikirannya. Yang memiliki arti hanya Sea Alison yang tahu kalau dunia ini adalah plot dari sebuah novel, yakni dunia kecil yang berpusat pada Lilyana Oswald sebagai karakter utama.
"Kau Sea Alison mantan manager Lilyana Oswald. Apa yang sedang kau lakukan di sini?"
Tiba-tiba Sutradara Jerkin melontarkan pertanyaan. Tidak banyak orang yang mengingat Sea si gendut, tapi betapa mengejutkan bahwa pria itu mengingatkannya. Mungkin karena dia telah bekerja di IAA sebagai seorang manager selama dua tahun. Tentu saja Jerkin tahu siapa saja bawahannya, meski Sea tidak bekerja secara langsung dengannya.
"Tentang itu──"
"Seharusnya kau terbaring di rumah sakit. Itu alasanmu berhenti bekerja, 'kan? Bagaimana bisa kau terlihat sehat seperti ini?"
Tak sempat menjawab karena Jerkin dengan cepat menyela dengan pernyataan atau lebih ke pernyataan, yang membuat Sea bungkam sepenuhnya. Mulutnya kering seketika.
"Apa telingamu tertutup? Atau tidak hanya tanganmu yang terluka?"
Sea menatapnya sambil mendengarkan desakan dalam suara lembutnya. Lalu ia melihat mata hitam yang tidak tersenyum di wajahnya. Apa itu kata-kata untuk orang yang telah menyelamatkan nyawanya? Jelas bahwa ucapan terima kasih beberapa saat lalu tidak sungguh-sungguh. Masalahnya ada pada Sea sendiri, ia merasa tersudut oleh senyum dingin pria tersebut, tidak seharusnya dia diam seperti orang bodoh.
Karena yakin tidak akan pernah bertemu lagi dengan Jerkin dalam wujud gendutnya lagi, ia menjawab tanpa ragu-ragu.
"Aku sedang dalam pemulihan."
"Sungguh? Kukira ini bukan kebetulan aku melihatmu di sini. Karena tidak seharusnya kau dan kedua pria itu bersama."
Jerkin berkata dengan melempar matanya ke sisi kanan. Sea mengikuti arah tatapannya dan terdapat seorang wanita tua di tengah-tengah kerumunan yang menonton mereka, wanita tua yang terlihat takut namun juga memiliki rasa penasaran. Kenapa dengannya?
Kemudian tatapan Sea turun, melihat dua preman yang sedang diurus James. Apa wanita tua tersebut yang seharusnya menjadi target kedua pria terkapar di sana?
Punggung belakangnya seketika dingin karena dugaan yang tiba-tiba melintas dibenaknya. Ujung mata Sea bahkan lebih melengkung, tapi ia tidak bisa tersenyum.
Dan membalas dengan hati-hati, "Ya. Ini kebetulan. Aku hanya jalan-jalan."
"Jalan-jalan? Ah, ya," ujar Jerkin dengan nada malas dan dingin.
[ Ding! Tuan rumah telah mengungkap 50% dari kelainan status target 'Jerkin Sicario'. Ayo berusaha lebih keras untuk mencari tahu! ]
Menelan ludah dengan susah payah setelah mendengar suara sistem. Apa yang Sea pikirkan kali ini ternyata benar. Itu bagus, karena dia telah berhasil mengetahui setengahnya. Tapi tetap saja membuat merinding.
Pertama, pria itu mengetahui masa depan yang bahkan tidak Sea ketahui. Kedua, pria itu nampak tidak takut dengan kematian karena sikap tenangnya. Ketiga, semua kata-katanya penuh dengan antisipasi. Namun, semua itu hanya sebagian.
Sejauh mana rahasianya? Ya, Sea harus mencari tahu lebih banyak.
"Tapi sayangnya, jalan-jalanmu tidak bisa dilanjutkan karena kau perlu ke rumah sakit."
Seolah-olah pernyataan itu tidak terduga, pria itu tersenyum dengan lengkungannya yang biasa. Sea mengerutkan dahi dan menatapnya.
"Aku benar-benar tidak apa-apa, ini hanya goresan kecil. Aku akan mengobatinya sendiri di rumah."
Jerkin bergumam atas sanggahan sang wanita, "Apa aku buta? Hmm," dan mengambil langkah mendekat, tanpa sadar tangan Sea menegang. Tapi kemudian dia berhenti, dia kembali tersenyum, lesung kecil semakin terlihat jelas. Senyum yang manis namun mematikan.
"Kau perlu ke rumah sakit. Aku bisa melihat dari darah yang terus menetes meski kau berusaha menyembunyikannya."
"Uh, umm, baiklah."
Kalau dirasa-rasa memang tangannya berdenyut perih. Memang ini bukan hanya sekedar goresan. Sepertinya lukanya akan mendapat 2 atau 3 jahitan.
Sea bisa mendengar helaan nafas pelan Jerkin, wajahnya semakin mengerut ketika mendengar apa yang diminta pria itu pada sekretarisnya.
"James, lepas dasi."
"Baik."
Tanpa bertanya, James patuh melepas dasi yang dia kenakan dan memberikannya pada sang atasan. Lalu, Jerkin kembali mendekati Sea, meraih tangan gemuk itu tanpa persetujuan dan membalut luka tersebut dengan dasi.
Mendapat perlakukan tak terduga, Sea speechless dengan mata yang berkedip-kedip gelagapan. Ingin menarik tangannya tapi dia memang butuh sesuatu untuk menghentikan pendarahan di lukanya. Dia menghargai apa yang dilakukan Sutradara Jerkin, tapi dia merasa tidak enak pada James.
Lucunya, pria itu menggunakan dasi orang lain dan bukan dasinya sendiri. Ternyata hierarki bisa digunakan dalam situasi seperti ini.
"Terima kasih," ucap Sea setelah mendapatkan kembali tangannya.
"Hmm," Jerkin hanya bergumam seakan tidak peduli dengan kata itu, "Aku tidak bisa menemanimu ke rumah sakit karena masih ada pertemuan penting. Tapi aku akan bertanggung jawab membayar biayanya. Kau bisa mengirim tagihanmu ke kantor atau hubungi aku ke nomer ini."
Sea memeluk kartu nama yang diberikan pria itu dengan tangannya yang tidak terluka, membacanya sejenak sebelum mengangguk. Ini bukanlah perlakukan orang yang tidak peduli pada penolongnya.
"Ingat, kau harus ke rumah sakit. Aku tidak menerima pertanggung jawaban lebih karena lukamu semakin parah akibat perbuatanmu sendiri. Kau tahu? Betapa tidak sukanya aku dengan orang seperti itu."
"Ya, Tuan," jawab Sea mencari aman, tak ingin berdebat dengan Jerkin yang ternyata memiliki sisi cerewet.
Sesaat kemudian tatapan lelaki itu berubah ganjil, seperti sedang mempertimbangkan sesuatu. Lalu kembali berkata dengan nada antisipasi, "Kau bisa bilang padaku kalau merasa terancam."
Merasa terancam? Apa maksudnya?
_To Be Continued_
semangat author /Smile//CoolGuy/