NovelToon NovelToon
Ad Meliora

Ad Meliora

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Kantor / Dosen / Janda / Duda / Cintapertama / Berbaikan / Tamat
Popularitas:429.1k
Nilai: 5
Nama Author: Penulis_Baru15

Senandika Maverick Dananjaya, seorang dokter spesialis anak yang baru saja pulang dari masa pengabdiannya sebagai relawan dan memilih bekerja di salah satu rumah sakit besar yang akhirnya kembali mempertemukannya dengan Gistara Nauren Anandara, seorang perawat di ruang keperawatan anak dimana mereka berdua memiliki masa lalu yang tidak diketahui oleh semua orang. Masa lalu apa yang sebenarnya mereka sembunyikan? Kenapa mereka harus merahasiakan masa lalu mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Penulis_Baru15, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Dika yang sedang ada di ruangannya dikagetkan dengan kemunculan Cakra yang tanpa permisi langsung masuk dan duduk di hadapannya.

"Tau sih kalau situ anaknya yang punya rumah sakit, tapi minimal bisalah ketuk pintubro" protes Dika yang sepertinya tidak diindahkan sama sekali oleh Cakra.

"Kenapa sih? Kusut banget itu muka?"

Cakra hanya diam dengan ekspresi kesal yang terlihat jelas di wajahnya.

"Pernah gak ditolak karena alasan yang gak rasional?" tanya Cakra tiba-tiba yang membuat Dika terkejut.

Dika mencondongkan tubuhnya ke arah meja yang menjadi pembatas antara dia dan Cakra,

"Habis ditolak siapa emangnya?" tanyanya penasaran.

"Udah, jawab aja dulu"

Dika kembali menyandarkan punggungnya di sandaran kursi kerjanya.

"Pernah. Bahkan pernah ditinggal nikah juga dengan alasan yang gak masuk akal" jawabnya santai saat mengungkit masa lalunya yang ditinggal menikah oleh Gista.

"Kenapa sih?" lagi rasa penasaran Dika semakin memuncak karena jarang sekali dia melihat Cakra muram karena wanita.

"Mantanku yang putus 2 tahun lalu sampai sekarang tetap nolak buat balikan"

"Alasannya?"

Cakra mengangkat kedua bahunya, "alasannya gak jelas." jawabnya.

Dika mengernyitkan dahi tanda dia juga tidak paham dengan ketidakjelasan yang dikatakan oleh Cakra.

"Gak jelas gimana sih bro? Kalau ngasih penjelasan yang jelas dong" protes Dika yang tiba-tiba kesabarannya berubah menjadi setipis tissue.

"Ya semua masalah yang dia ungkapkan itu aku punya solusinya, tapi tiap kali muncul solusi dari masalah yang dia ucapin, dia akan buat masalah baru lagi yang bahkan belum tentu masalah itu kejadian di masa depan. Paham gak?"

Dika menggeleng dengan ekspresi polos. Baginya, penjelasan Cakra kali ini cukup rumit untuk dia mengerti padahal biasanya Cakra adalah orang yang sangat mudah memberi penjelasan.

"Bisa dipersingkat aja gak?" pinta Dika dengan ekspresi tidak mengertinya.

"Intinya dia punya film horor sendiri di kepalanya dan dia gak mau kalau sampai itu kejadian di hubungan kami di masa depan, makanya dia minta putus"

Kali ini Dika mengangguk mengerti setelah mendengar inti dari masalah Cakra.

"Ya udah, itu sih intinya dia udah gak mau sama kamu bro, makanya dia keluarin 1000 alasan buat nolak kamu" jelas Dika dengan ekspresi tidak bersalah.

"Ya gak bisa langsung bikin kesimpulan gitu dong Dik. Dia aja sampai sekarang belum punya pacar baru, ya mana mungkin udah gak suka?" protes Cakra yang tiba-tiba menentang pernyataan Dika.

"Santai bro. Kenapa jadi emosi?"

"Ya situ bikin kesimpulan seenaknya aja" lagi Cakra memprotes Dika yang menurutnya membuat kesimpulan yang tidak masuk akal.

Dika hanya bisa menghela nafas sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Ya udah, coba aja di deketin lagi pelan-pelan, gak usah buru-buru. Bertahap kalau bisa. Kalau emang masih ada rasa, pasti luluh kok"

Cakra menatap Dika dengan tatapan yang sulit dimengerti oleh Dika sendiri.

"Kenapa?" tanya Dika saat Cakra menatapnya dengan tatapan serius.

"Kalau dia tetap nolak gimana?"

"Bentar deh, ini yang kamu ceritain siapa sih? Raina? Atau siapa?"

"Jangan ngaco!" protes Cakra saat lelaki itu menyebut nama dr.Raina.

"Raina udah nikah Dik, ya kali aku mau balikan sama dia. Lagian kami jadi mantan kan udah lama, sekarang malah jadi teman."

"Ya terus siapa?" tanya Dika sembari lelaki itu mengambil air dingin yang ada di kulkas di ruangannya.

Cakra hanya diam saat Dika menyerahkan sebotol air dingin kepadanya. Lelaki itu terlihat cukup menggebu-gebu untuk ingin tahu sosok wanita yang membuat Cakra kelimpungan seperti ini.

"Bilang aja, kan siapa tahu aku bisa bantu" ucapnya dengan ekspresi tengil sembari kembali duduk di kursi kerjanya.

"Karen" jawab Cakra singkat.

"Ow..."

Respon Dika justru membuat Cakra bingung karena tidak ada ekspresi ataupun tanda kalau dia terkejut.

"Siapa? Karen perawat ruang anak?" Tanya Dika sepersekian detik kemudian seolah-olah baru saja sadar dengan ucapan Cakra. Ekspresi terkejutnya hanya dijawab dengan anggukan kepala oleh Cakra kali ini.

"Gila ya macarin Karen? Kalau ketua tahu gimana?" ucapnya panik saat sadar kalau wanita yang diceritakan Cakra adalah Karen.

"Ya emangnya kenapa? Papa sama mama setuju kok"

Pernyataan Cakra kali ini justru lebih mengejutkan daripada pernyataannya yang sebelumnya tentang Karen. Dika menatap Cakra sambil diam sesaat,

"Terus alasan dia gak mau apa? Kan udah dapat restu?"

"Ya itu inti masalahnya dari tadi Dika" ucap Cakra dengan nada dan ekspresi kesal.

Dika menghela nafas lalu kembali mencodongkan tubuhnya ke arah meja,

"Mau aku kasih saran gak?" tanyanya dengan ekspresi meyakinkan. Cakra segera ikut mencondongkan tubuhnya ke arah meja seolah-olah sudah siap menerima saran dari sahabat baiknya itu.

"Mulai dekati lagi pelan-pelan. Bertahap aja gak usah buru-buru. Coba aja mulai dari kirimin makanan buat ruangan, kan dia tahu tuh kalau kamu perhatian ke dia. Terus usahakan cari waktu biar seolah-olah tuh kaya kalian ketemu terus secara gak sengaja. Nah khusus yang ini kayanya harus cari tahu dulu jadwal dia dan lain sebagainya, biar gampang kalau situ mau ketemu dia. Contohnya kalau dia suka gym, cari dimana dia nge-gym, cek juga jadwal jaganya dia jadi tahu jam berapa dia nge-gym. Mulai dari situ aja dulu bro"

Cakra yang mendengarkan dengan seksama seketika menganggukkan kepala dengan yakin tanda mengerti dengan arahan yang diberikan oleh Dika.

"Tapi gimana mau tahu jadwal jaga? Kan pasienku jarang banget yang anak-anak?"

Dika lagi-lagi menghela nafasnya saat menghadapi kebodohan sahabatnya itu.

"Nanti aku kirimin foto jadwal jaganya ruang rawat inap anak selama sebulan." ucapnya dengan jumawa yang berhasil membuat Cakra tersenyum dengan sangat puas.

"Tapi tunggu, ada desas desus di IGD katanya situ yang nemenin Gista kapan hari waktu di IGD? Emang bener?"

Dika yang sebelumnya sangat bersemangat memberikan saran untuk Cakra seketika diam. Lelaki itu terlihat menelan ludah beberapa kali sembari mencoba mencari alasan karena dia belum bisa memberitahukan tentang hubungannya kepada Cakra.

"Kebetulan pas aku baru datang visit ke ruangan, mereka shiftnya masih berempat di ruangan, tapi pas aku balik visit sampai hampir selesai nulis resume pasien, kok cuma bertiga yang di ruangan. Ya aku tanya dong ke Karen, dan katanya Gista di IGD karena kram perut. Awalnya aku juga gak mau ke IGD, tapi karena dokter internship telfon kalau ada pasien anak yang perlu aku pastikan kondisinya, ya udah aku ke IGD periksa pasien sekalian jengukin Gista. Gitu ceritanya" Dika menghela nafasnya saat menyelesaikan tugas mengarang bebasnya yang langsung dipercayai oleh Cakra.

Belum sempat mereka melanjutkan obrolan, tiba-tiba ponsel Dika berdering karena ada panggilan darurat dari IGD.

"Pergi dulu ya bro" ucapnya sambil menunjukkan layar ponselnya kepada Cakra.

"Makasih sarannya"

Kali ini Dika hanya mengangkat ibu jari kanannya sebagai jawaban untuk Cakra.

1
putrifenny
Bagus..
Menarik untuk d baca..
Konflik tidak terlalu berat..
Dim Dimas
Lumayan
Dim Dimas
Biasa
GuGuGaGa_90
mantoppppp..... sy bg 5 star
GuGuGaGa_90
mantoppppp
Dwii Dwii
Luar biasa
Penulis Baru
terimakasih, semoga suka ya ☺️ Jangan lupa follow author ya kak, terimakasih
Windy Veriyanti
thank you so much, Author...
bagus banget karyamu 🙏👍🌹
Windy Veriyanti
wejangan bijak dari simbah 👍
Windy Veriyanti
sungguh...mama mertua idaman 😍😘
Windy Veriyanti
ikutan legaaa karena Tuhan telah mempersatukan duo Dika Gista, sah sebagai suami istri 🙏🌹
Windy Veriyanti
duhh...yang dikatakan Mbak Kinan bisa bikin hati jadi adem...
Windy Veriyanti
so cute 😍😁
Windy Veriyanti
kok sweetnya kebangetan sih 😘
Windy Veriyanti
sikap tegas Dika sudah benar itu 👍
Windy Veriyanti
Dokter Dika emang langka dan menggemaskan 😁
Windy Veriyanti
cerita dengan latar belakang kegiatan di rumah sakit selalu mempunyai daya tarik tersendiri 👍
Windy Veriyanti
pedih...perih sekali luka hati Gista 😢
Windy Veriyanti
sweet banget Dika 😍
Windy Veriyanti
semakin membaca semakin penisirin...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!