*DISCLAIMER*
❤️Dimohon dengan sangat agar membaca hingga bab 20- bab 40- bab 80. Hal tersebut sangat membantu Author untuk terus bersemangat menghasilkan karya baru.❤️
Kehidupan seorang gadis cantik berubah seketika saat sang kakak tewas di tangan Raja Makhluk. Kekuatan sihir misteri datang begitu saja dan membuatnya harus setiap menghadap setiap bahaya yang datang.
Bersama sang sahabat, Attalarik sang pemburu makhluk mulai menguasai kekuatan baru dan mengumpulkan bola-bola arwah yang akan mengambilkan kedamaian di muka bumi.
Hingga sebuah takdir besar mengikat kedua dalam satu ikatan, dan inilah kisah Mirabella yang tak lain reinkarnasi dewi bulan.
Jangan lupa
🌟 Like
🌟 Subscribe
🌟 Gift
🌟 Vote
🌟 Rate 🌟 5
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua puluh empat
"TIDAK!!!! BELLA!!!"
Ingin rasanya rasanya Atta berlari ke arah Bella dan menyelamatkannya. Tetapi energi arwah yang sangat kuat membuat tubuh lemah Atta semakin tak berdaya. Nafasnya mulai tercekat seakan ada yang mencekik kuat lehernya. Hingga bayangan gelap menutup pandangannya, membuat Atta tak tahu yang terjadi.
Setelah berhasil memanggil sejumlah besar arwah dengan aroma darah pemikat kini pedang mata naga kembar sudah di penuhi energi arwah yang tak terbatas. Soraya sudah bersiap untuk menghadapi Bella.
"Tidakkan kau menyesal telah menggunakan kekuatan terlarang, apakah kau tidak takut akan menghancurkan hal berharga dalam dirimu?" ucap Bella
"Ciihhh, harusnya aku yang bertanya seperti itu. Apa kau ketakutan melihat kekuatan seperti ini. Inilah kekuatan sesungguhnya dari seorang penjaga segel, mendapatkan kekuatan tambahan yang berasal dari arwah. Penguasaan tertinggi dari seorang penjaga segel. Hahahahah," ucap Soraya dengan jumawa.
Tingkat kepercayaan dirinya semakin tinggi setelah energi dalam tubuhnya semakin meningkat.
Splash
Splash
Soraya dengan keyakinan penuh memberikan serangan langsung kepada Bella.
Blam
Blam
Duaarrr
Beberapa detik paska serangan tersebut suasana langsung gelap seketika, sama sekali tak ada cahaya apapun termasuk cahaya bulan di malam hari.
"Kenapa ini menjadi gelap gulita??" gumamnya dalam hati.
Tiba-tiba suatu cahaya menyilaukan muncul dan membuat bayangan arwah-arwah hancur, seketika energi arwah yang semula besar menjadi hilang.
Hosh
Hosh
Hosh
Soraya merasa pasukan udara di sekitarnya berkurang sangat drastis sehingga dia mengalami kesulitan bernafas.
"Immosaa Gianoss!!"
Tubuh Soraya kembali terbelenggu oleh rantai, pedang mata naha kembar yang sedang di pegangnya pun terjatuh ke tanah. Tubuhnya sudah terkunci kuat dan tak mampu melakukan apapun.
Crack
Crack
Pedang mata naga kembar yang terjatuh ke tanah mengalami keretakan di bagian sisi tajamnya dan akhirnya pecah menjadi ratusan kepingan besi.
"TIDAK!!!!"
Soraya tak terima mendapati pedang warisan kakeknya sudah hancur berkeping-keping, seperti sebuah cermin kaca yang terjatuh. Kini hanya penyesalan yang ada dalam hatinya karena ketidakmampuannya untuk menjaga pedang warisan keluarganya.
"Lepaskan!!!!" Teriak Soraya, dia berusaha melepaskan diri dari belenggu rantai yang menguncinya.
Tubuh Bella yang melayang di udara tunggu perlahan kemudian berjalan mendekati Soraya. Setiap jejak langkah nya di tanah meninggalkan berkas cahaya yang terang.
Di mata Soraya, sosok Bella berubah menjadi rupa dan wujud Dewi Bulan yang sama seperti dalam lukisan di rumah kakeknya. Kini Soraya sepenuhnya percaya jika Bella adalah reinkarnasi Dewi bulan.
"Apa kamu masih belum percaya jika aku adalah reinkarnasi Dewi Bulan?" ucap Bella dengan suara yang sangat merdu
"Maafkan Hamba Dewi, sudah meragukan mu. Kali ini saya sudah percaya. Aku mohon maafkan kesalahanku ini Dewi," pinta Soraya merasa menyesal.
"Sebagai penjaga segel, seharusnya tidak memiliki dendam apapun. Dendam hanya akan mengikis kebenaran dalam hati dan berlahan akan membuat kau kehilangan simpati dan empati. Dendam akan merusak sifat baik dalam diri. Tak ada ketenangan hidup selama hati masih menyimpan dendam," ucap Bella
"Iya Dewi, hamba sudah merasa sangat menyesal. Maafkan hamba Dewi, hamba berjanji akan memperbaiki semuanya."
"Baiklah jika kamu menyesalinya. Biarkan karma yang akan membalas perbuatan jahat mereka, mereka akan mendapatkan belasan yang setimpal. Aku berjanji akan membuat arwah sabahatmu segera bereinkarnasi setelah bulan purnama biru," janji Bella
"Terima kasih Dewi, aku kali ini akan menunggu dan tidak memaksa lagi," ucap Soraya dengan tatapan sendu
"Tapi kamu juga harus menanggung dan mempertanggungjawabkan segala kesalahan dan masalah yang timbul dikarenakan oleh. Jadi kamu akan terikat dan terbelenggu hingga tengah hari. Renungkan segala kesalahannya yang pernah kamu lakukan dan ambil hikmahnya," ucap Bella
Soraya menganggukkan pasrah, tubuhnya semakin lemas karena rantai yang membelenggu tubuhnya juga menyerap energi yang dia miliki.
Kepingan-kepingan pedang mata naga kembar melayang di udara dan dalam sekejap mata kembali menjadi utuh dikembalikan oleh Bella.
"Jangan pernah lakukan kembali ritual penyatuan kekuatan arwah liar dengan sembrono. Atau akan berakibat tubuh dan jiwamu akan dikuasai oleh arwah dan pedang mata naga kembar akan menghilang selama," ucap Bella memberikan peringatan.
Bella berjalan menghampiri Atta yang tengah pingsan. Wujud Bella sudah kembali kesemua, sisi Dewi bulan telah menghilang. Dengan perasaan khawatir Bella memeriksa kondisi Atta, ternyata energi dalam Atta sedang tidak stabil.
Bella memberikan transfer energi murni untuk menormalkan dan memulihkan energi di tubuh Atta. Alirannya sungguh kacau, membuat kondisi tubuh Atta tidak stabil. Apalagi setelah kehilangan beberapa tetes darah berpengaruh terhadap kondisi energinya.
Pantas saja setelah kemarin kehilangan segelas darah tubuh Atta begitu lemah. Ternyata jika arwah merasakan darah milik Atta, dia akan mendapatkan sebagian energi milik Atta. Bella mengira jika Atta hanya berpura-pura.
"Atta....Atta sadarlah Atta, aku mohon," ucap Bella dengan cemas.
Tangannya berusah membangun Atta dengan menepuk-nepuk pipinya perlahan. Tetapi kondisi Atta masih tidak sadarkan diri. Bahkan sekarang di kepalanya sudah dipenuhi keringat dingin, Bella semakin khawatir.
"Apa yang harus aku lakukan???" gumam Bella, dia tidak tahu harus berbuat apa. Apalagi mereka sedang berada di tengah hutan, membuat Bella tak tahu harus meminta bantuan kepada siapa.
"Heh penyihir.... Penyihir!!!" teriak Soraya
Bella membalikkan tubuhnya dan memandang Soraya dengan tatapan tajam.
"Di dalam saku celana ku ada obat sakti, itu akan memulihkan kondisi temanmu itu. Ambillah, jika tidak temanmu dalam bahaya karena aliran energi nya yang kacau," ucap Soraya
Bella memicingkan matanya dan mengangkat sebelah alisnya. Mencurigai perkataan Soraya, Bella takut dia memanfaatkan situasi.
"Tenang saja, jangan berburuk sangka. Ini beneran obat sakti, bukan racun. Lagi pula tidak mungkin aku membunuhnya. Keadaanku dalam kondisi seperti ini, jika terjadi sesuatu dengan temanmu maka kamu bisa dengan mudah membunuhku," ucap Soraya berusaha meyakinkan.
Sekilas Bella melirik kondisi Atta yang masih tak sadarkan diri. Terpaksa Bella mempercayai ucapan Soraya walaupun dalam hatinya belum terlalu yakin.
Bella mencari keberadaan obat yang dimaksud oleh Soraya di dalam kantong celananya. Ternyata ada botol kecil dengan jumlah lima buah butir berwarna hijau.
"Ambillah tiga butir dan berikan satu butir. Itu akan mengembalikan alian energi yang kacau. Kemudian besok pagi, berikan satu butir lagi agar kekuatan energinya kembali. Dan satu lagi pada malam hatinya untuk menangkal kejadian serupa sehingga aliran energinya tidak mudah kacau kembali," ucap Soraya memberikan penjelasan.
Untuk sementara Bella terpaksa mempercayai Apa yang diucapkan oleh Soraya. Juga demi kebaikan Atta. Bella lalu mengambil 3 butir obat tersebut sesuai dengan kebutuhan dan mengembalikan sisanya.
Bella memasukkan satu butir ke dalam mulut Atta dan menunggu reaksi dari obat tersebut. Sesaat setelah obat tersebut masuk dalam tubuh Atta, suhu tubuhnya sedikit meningkat. Keringat dingin yang keluar di dahinya semakin banyak. Bella lalu membersihkan keringat yang keluar dengan menggunakan sapu tangan miliknya. Tangannya mulai memeriksa kondisi Atta dan ternyata memang tubuh sudah kembali normal, aliran energinya sudah stabil tetapi masih ada di beberapa titik yang kacau. Mungkin butuh waktu untuk mengembalikan semua kondisi seperti semula.
Lantas Bella meletakkan kepala Atta di pahanya, sambil menunggu Atta sadar. Dia pun beristirahat memulihkan energi yang sempat dia gunakan untuk bertarung.
Atala kamu gak papa kan
alur dan diksi kata2nya..
syukurlah kalau energi dari dewi bulan, akhirnya bs masuk ke pedang Atta. mgkin krn efek energi baru makanya pedang berubah ada coraknya. semoga lain waktu mereka akan mendamaikam.bumi utk terus membinasakan iblis yang jahat.
Sukses terus buat karya"nya kak, semoga bisa mengahasilkan banyak karya" yg menarik lagi.. Fighting 😊
Bella sangat sayang kepada Sahabatnya Atta, hingga rela berkorban utk Ata. Salut sama Bella.