NovelToon NovelToon
KITA KEMBAR?

KITA KEMBAR?

Status: tamat
Genre:Teen Angst / Anak Kembar / Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Teen School/College / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:60.9k
Nilai: 5
Nama Author: bund FF

Rumus selamat dari pembullyan di sekolah adalah berteman dengan cowok ternakal.

Dan sialnya, cowok itu adalah Rifat Basuki. Pemilik pondok pesantren ternama dimana omku menimba ilmu. Dia yang sejak dulu kukagumi, Gus Rifat.

Semenjak pindah ke ibu kota, aku jadi tahu jati diriku dan sungguh aku sangat kecewa dan memutuskan pergi dari rumah.

Beruntung ada om tampan tapi menyebalkan, Samuel Darius Alexander yang mau menampungku dengan syarat mau merawat kekasihnya yang sedang mengalami koma.

Namaku Alina Jovanca Putri

---

Hidup gue amat tenang selama 16 tahun ini. Tapi sejak kehadirannya, seolah semua keberuntungan berpihak padanya.

Dia merampas kasih sayang papa, dia berteman dengan bad boy sekolah yang super keren, dia cerdas, dan dia juga punya sugar Daddy yang sangat tampan.

Ahhh.... Gue iri!
Awas lo, kembaran!
Hidup lo nggak boleh tenang.

Kenalkan, nama gue Alisa Permata Yudha

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bund FF, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Syukuran Bersama

"Iihhh ..... Dasar cewek udik... Kenapa nggak sekalian saja sih lo nginep di masjid?" baru juga sampai, Lisa sudah mulai mengajak perang.

"Bodoh banget gue yang mau-mau saja nungguin lo datang buat makan malam" gerutu Lisa lagi.

"Sadar diri sendiri bodoh" gumam Alin.

"Apa lo bilang?" tegas Lisa.

"Nggak ada" jawab Alin.

"Sudah, kalian jangan berantem lagi ya. Alina, sekarang lebih baik kamu duduk dan kita mulai makan malamnya" perintah Yudha tanpa berniat untuk memarahi Alin karena memang Alin datang dengan membawa mukenah di tangannya.

Alin menurut, meletakkan tas mukena kecilnya di atas bufet dan duduk bersama Yudha dan Lisa.

"Jangan taruh barang sembarangan dong" kata Lisa.

"Nanti aku ambil" jawab Alin santai.

Yudha hanya bisa diam, masih sulit rasanya untuk mendamaikan mereka berdua.

"Alin, sengaja papa meminta para art untuk membuat tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur papa atas kedatangan kamu di rumah ini, dan juga atas kesempatan untuk bisa tinggal bersama dengan kalian berdua" kata Yudha memulai acara syukuran kecil-kecilan malam ini.

"Tumpeng segini banyaknya mau dihabiskan sendiri, pa?" tanya Alin.

"Tentu saja tidak. Nanti sisanya untuk para pegawai di rumah ini" jawab Yudha.

"Masak begitu saja masih nanya" sindir Lisa.

"Nggak ada acar doa bersama gitu pa? Untuk keselamatan keluarga kita?" tanya. Alin lagi.

"Tentu saja. Nanti kita bertiga akan berdoa bersama" jawab Yudha.

"Biasanya acara syukuran itu dilakukan dengan cara makan bersama setelah doa dipanjatkan, pa. Dan biasanya, alangkah baiknya kalau kita turut mengundang sanak saudara kalau ada. Berhubung disini jauh dari sanak saudara, lebih baik kita turut undang semua pekerja di rumah ini untuk makan bersama kita disini" kata Alin.

"Maksud lo, kita makan bareng para pembantu di rumah ini. Iyuh, big no!" tolak Lisa dengan keras.

"Kenapa tidak? Mereka bekerja sepenuh hati untuk menyiapkan semua ini demi kita. Demi melihat keutuhan keluarga ini. Dan mereka menyiapkan semua ini dengan menyematkan doa terbaik" perkataan Alin masih Yudha dengarkan dengan seksama.

"Papa bisa lihat sendiri nanti, saat melihat mereka makan dengan begitu bahagia diiringi ungkapan rasa syukur. Pasti doa tulus akan mengalir begitu saja tanpa kita pinta. Dan melihat ketulusan di hati mereka untuk membantu segala pekerjaan dirumah ini, pasti akan membuat semua urusan papa akan semakin lancar" kata Alin yang masih ingin makan bersama semua penghuni di dalam rumah ini.

"Apa kamu yakin bisa makan bersama mereka?" tanya Yudha.

"Kenapa tidak? Toh kita semua sama-sama manusia" jawab Alin.

"No, pa! Makan bersama pembantu? Iihhh" Lisa masih saja tak suka dengan ide konyol Alin.

Bagi Lisa, para pembantu lebih cocok untuk mendapatkan sisa makanan dari tuannya yang tidak habis. Bukannya makan bersama tuannya.

"Apa kamu tahu kalau seandainya papa memanggil semua penghuni di rumah ini, maka meja makan ini tidak akan cukup untuk kita makan bersama" kata Yudha.

"Papa bisa coba untuk kita makan di teras rumah. Disana kan luas, pa. Kita panggil saja semuanya kesana. Dan kita makan sama-sama. Pasti sangat seru. Papa nggak mau mencoba?" tanya Alin penuh semangat.

Yudha tersenyum, melihat Alin tumbuh dengan hati yang tulus untuk berbagi mengingatkannya lada Vani, bunda Alin dan Lisa yang berhati mulia. Ah, Yudha jadi merindukannya.

"Baiklah, mari kita coba melakukannya" akhirnya Yudha mau menuruti kemauan Alin.

"What? Papa nggak salah? Makan bareng pembantu?" Lisa masih tak percaya.

"Pa, kenapa sih papa turuti kemauan aneh si cewek udik ini? Gara-gara dia malam ini makan malam kita terlambat. Dan papa masih mau menyetujui permintaan anehnya?" tanya Lisa dengan manjanya, menurutnya makan bersama pembantu akan membuat harga dirinya turun.

"Dia terlambat karena solat berjamaah. Iya kan Alina?" tanya Yudha.

"Ehm, sebenarnya tadi aku lupa waktu karena keasyikan ngobrol sama gus Rifat, pa. Maaf ya" jawab Alin lirih, takut papanya marah.

"Sorry, lo bilang ngobrol sama siapa?" tanya Lisa menegaskan.

"Sama Gus Rifat" jawab Alin.

"Maksud lo kak Rifat kakak kelas kita di sekolah yang super keren itu?" tanya Lisa tak percaya.

Alin mengangguk sambil mencibir, menyombongkan diri karena bisa ngobrol dengan cowok terkeren di sekolahnya. Biar saja Lisa kebakaran jenggot.

"Sudah. Tidak apa-apa Alin, untuk kali ini papa maafin kamu. Tapi tolong lain kali kamu jangan ulangi lagi, ya. Pastikan urusan kami selesai terlebih dahulu, baru mengurusi yang lainnya" ucap Yudha berusaha bijak supaya Alin bisa betah tinggal di rumahnya.

Melalui Mbok Nah, Yudha meminta agar semua penghuni rumah itu berkumpul di teras untuk syukuran keluarga.

Dan yang Alin tak habis pikir, ternyata cukup banyak anggota keluarga disini. Dari mulai security, pembantu rumah tangga, tukang kebun dan supir. Saat mereka sudah berkumpul, mungkin sekitar ada dua puluh lima orang.

Dengan cekatan mereka bekerjasama untuk menggelar karpet dan menata makanan diatasnya.

Mungkin hanya lima belas menit semua pekerjaan sudah selesai. Meski dilarang, Alin tetap saja bersikeras untuk membantu mereka.

Kini mereka sudah duduk bersama. Yudha, Alin dan Lisa duduk di depan tumpeng yang tersedia.

Alin meminta papanya untuk memulai acara dengan penuh kegembiraan, sedangkan Lisa masih saja cemberut karena tak suka untuk makan bersama para pekerja yang menurutnya menurunkan harga dirinya.

"Terimakasih karena mau berkumpul disini. Atas permintaan Alina, saya ingin berbagi kebahagiaan atas berkumpulnya Alisa dan Alina, si kembar yang baru bisa bersama setelah enam belas tahun terpisah" kata Yudha.

Semua orang mendengarkan dengan baik.

"Tak banyak permintaan saya, semoga ke depannya nanti keluarga kami bisa tetap bersatu dan saling menyayangi. Dan untuk pengungkapan rasa syukur itu, saya ingin berbagi kebahagiaan dengan kalian untuk makan bersama atas permintaan dari Alina" kata Yudha.

Semua orang menyambut dengan gembira. Dan benar saja jika setelah berkata demikian, mengalirlah doa tulus dari semua orang.

Baru kali ini Yudha melihat ketulusan yang sebenarnya. Ketulusan yang berasal dari wajah-wajah sumringah meski hanya sebatas makan bersama.

Yudha sangat bahagia saat melihat Alin yang tak risih saat berbaur dengan semua orang. Makan sambil mengobrol riang. Baru kali ini dia merasa kehangatan di dalam rumahnya dengan melihat senyuman dari semua orang.

Namun sedikit hatinya merasa kecewa saat melihat Lisa yang duduk sendiri dan menjaga jarak dari bawahannya.

"Mungkin memang aku terlalu memanjakannya. Hingga untuk memanusiakan pekerjanya saja sudah membuatnya merasa tidak nyaman" gumam Yudha dalam hatinya.

"Menurutmu apakah dengan adanya Alina di rumah ini bisa mengubah sifat Lisa yang sedikit arogan, Bar?" jangan melupakan Akbar yang selalu stand by sebelum Yudha benar-benar menyuruhnya pulang. Untung saja rumah Akbar hanya berseberangan jalan dari rumah Yudha.

Meski tak semewah kediaman Yudha, tapi Akbar adalah pemilik dari salah satu rumah di komplek elit ini.

"Saya tidak tahu, pak. Itu mungkin sangat sulit karena sudah menjadi watak. Seharusnya bapak tidak terlalu memanjakannya" kata Akbar yang duduk disamping Yudha.

"Diam saja kalau tak ada solusi" kata Yudha.

"Serba salah" gumam Akbar.

Malam pertama kehadiran Alina di rumah Yudha menjadi momen langka bagi para pekerja yang biasanya akan mendapatkan bagian khusus yang berbeda dari tuannya.

Tapi malam ini, berkat Alina maka semua orang mendapatkan hak yang sama.

Dan semua orang suka akan kerendahan hati seorang putri. Hanya satu orang saja yang sejak tadi menggerutu dan menghujat Alina. Siapa lagi kalau bukan kembarannya, Lisa.

Mereka bagaikan sebuah koin, satu wadah dengan dua tampilan yang berbeda dan tak bisa dipisahkan satu sama lainnya.

1
diara
i like it
diara: semangat terus yah kak berkarya nya
total 2 replies
Arini Hidayati
semoga ada keajaiban
Arini Hidayati
kasian berlian
Muanisah Jariyah
hansen psikopat
Purwo Ningsih
Jangan Clara yang jadi korban harus cepat ditolong
falea sezi
sam ngapa lu ngelarang pcr jg bukan
falea sezi: heran urus aja pcrmu yg koma/Facepalm/
total 2 replies
Rech
clara termasuk contoh teman yang bermuka dua keknya
FIFA: lebih ke terlalu polos sih kalau menurut ku, kak...
ada kok cewek polos yg spkgaul begitu...
ujung-ujungnya ya merepotkan teman deh
total 1 replies
Purwo Ningsih
Jangan Clara jadi korban Hanses jatuhnya Alin yang akan menyesal.
Bongkar dong kebusukan Hansen
FIFA: memang Clara itu yaa....
total 1 replies
FIFA
iya...
benar..

Alin jadi anak binti Vani, bukan anak bin Yudha😊
falea sezi
lanjut donk
falea sezi
hati busuk si lisa
falea sezi
Rifat cocok ma alin
falea sezi
jd anak di luar nikah nih nasab nya bukan di yudha berarti dia g berhak nikahkan alin kelak kalo alin nikah
falea sezi
vani ma Yuda cerai apa hamil di luar nikah
falea sezi
masih meraba alurr
Surya Filter
jangan lama lama torr up nya😞😞
Ramijah Ram
kok lama up nya
Mutiara
.
Surya Filter
lama banget gak up lg tor
Nofi Otafia
lanjuttzz
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!