NovelToon NovelToon
NADZAR 17 Tahun

NADZAR 17 Tahun

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa Modern / Tamat
Popularitas:541k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nisrina Ulya

Ini HIDUPKU dan yah ini KISAHKU.
Kisah yang diawali oleh ucapan ku sendiri, ucapan bukan sembarang ucapan melainkan sebuah ucapan yang mengikat janji pada diriku sendiri.

"Hanya karena cintai bukan berarti lu bisa jadi brengsek Dav..."

Nadzar (janji) yang berisikan tentang keputusan untuk sendiri dalam jangka umur 17tahun dan berakhir dengan perjodohan, hahaha... setelah menyelesaikan satu Nadzar harus menyelesaikan satu Nadzar yang lain.

Itulah hidupku yang dipenuhi dengan perjodohan Nadzar, hingga suamiku pun terikat oleh janji menjaga anak gadis orang lain.

~DEVIRA SINDI ALICIA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nisrina Ulya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kelemahan

Kreakkk

Farel langsung menghampiri Sindi yang berjalan keluar dari kamar mandi.

"Pelan pelan." Farel menuntun Sindi duduk dipinggir ranjang.

"Sakitnya gara gara memar mungkin ya kak." Sindi meneliti kakinya.

"Iya, makanya ati ati."

"Orang batunya yang licin." Bela Sindi.

"Kenapa lu malah nyalahin batu? Kenapa nggak nyalain sepatu lu?" Tanya Farel.

"Ya.. ya salah semua." Jawab Sindi sekenanya.

"Jangan suka nyalahin yang lain, batu sama sekali nggak salah, dia nggak bisa mikir, dia nggak bisa bilang kalau dia licin, begitu juga sepatu, lu yang punya pikiran harusnya bisa mikir gimana biar nggak jatuh, gue yakin lu pasti tau kalau tuh batu licin kan, walaupun batu itu licin kalo lu hati hati dan pegangan nggak bakal jatuh." Menyentil dahi Sindi.

"Issss... sakit... ya iya maap." Memanyunkan bibir.

"Nggak usah di manyunin bibirnya, bikin khilaf aja." Meraup muka istrinya dengan tangan besarnya.

"Kak tangan lu bekas apa astaga..." Sindi mengusap mukanya.

Dug dug dug

"Sista... abang... bukain..." menggedor gedor pintu.

Dug dug dug

"ABANG...." teriak Naila.

"SABAR..." balas Farel.

"Tu bocah ngapain dah." Dengan malas Farel berjalan kearah pintu.

"Sistah... Kaki sistah sakit ya? Sakit banget ya sistah" Naila langsung berlari memasuki kamar.

"Hehehe enggak kok cantik, sakitnya udah ilang lihat Naila, Naila hati hati ya biar nggak kayak sista." Sindi mencubit pelan pipi Naila.

"Bentar Naila cek." Gadis itu berjongkok meneliti kaki Sistanya.

"Ini ya Sista yang sakit?" Naila menunjuk kaki Sindi yang memerah.

"Iya..." Sindi mengangguk.

"Ih merah gitu serem tapi kemarin sini Naila lebih sakit keluar darah gara gara lari lari jadinya jatuh." Curhat Naila sambil menunjuk lututnya.

"Udah sembuh kan?"

"Udah kok."

"Hati hati ya jangan lari lari." Sindi mengelus puncak kepala Naila.

"Siap." Naila mengacungkan ibu jarinya.

"Dek udah kan? Mandi gih ganti baju bauk." Farel menutup hidungnya.

"Tadi Naila habis bersihin kandang kelincinya Leo hehehe..." Naila menyengir memperlihatkan gigi putihnya, ia ingat tadi habis membersihkan kandang kelincinya Leo, anak dari tante Tirta.

"Pantesan, udah gih mandi sista sama abang juga mau istirahat tadi habis foto foto loh."

"Kok Naila nggak diajak sih bang, Naila kan juga mau foto pasti cantik ada Naila."

"Kecil kecil udah narsis." Ucap Farel.

"Nasrih apa bang?" Tanya Naila polos.

"Mandi dulu nanti waktu makan malam abang kasih tau." Farel menggiring Naila keluar kamar.

"Isss... abang mah... ya udah bay sista..." Farel langsung menutup pintu.

"KOK DITUTUP BANG... ISSSSS... CEPET SEMBUH YA SISTA..." teriak Naila dari luar kamar.

"Hahaha..." Farel terkekeh.

"Kasian tau kak." Ucap Sindi.

"Udah nggak papa, ada kebanggaan tersendiri tau." Farel berjalan memasuki kamar mandi.

"Dasar, lihat adeknya teriak teriak malah bangga." Sindi berjalan pelan menuju meja rias yang sudah disediakan mami untuknya, baik sekali ibu mertuanya itu, ia membuka jilbab instan yang ia kenakan dan mengeringkan rambut basahnya, keterlaluan mungkin karena ia belum memperlihatkan mahkotanya kepada orang yang 2 hari ini sudah menyandang gelar sebagai suaminya, ia benar benar belom siap dan Farel tidak pernah mempermasalahkan itu.

Tak butuh waktu lama percikan air di kamar mandi berhenti, Sindi yang sedang mengeringkan rambut menoleh karena mendengar suara pintu terbuka.

"Aaaaaa... Kak Lu gila ya? Pakek baju sama celana cepet" Sindi melihat ke arah pintu kamar mandi pun berteriak kaget melihat Farel yang hanya memakai bokser dan langsung menutup matanya.

"Gue lupa bawa baju, lagian ini biasa, gue masih pakek bokser, kita kan suami istri, cepat atau lambat Lu juga bakal lihat semuanya" Farel masih diam di depan pintu.

"Ngaco Lu ya, Cepet pakai baju lu ih." Sindi memalingkan mukanya.

"Nggak ah gue masih gerah" Farel berjalan mendekat, ia mulai menggoda istrinya.

"Omong kosong AC udah nyala dari tadi, cepet pakek baju ntar lu masuk angin.. gue juga yang repot." Alasan Sindi padahal ia tidak kuat melihat perut rata dan dada bidang Suaminya, bisa mimisan dia.

"Nanti, sayang"

"Jangan sayang sayang, geli." Farel berdiri di belakang istrinya, Tangan Farel terulur mengelus rambut Sindi yang tidak ditutupi jilbab.

"Lu cantik." Farel mengamati istrinya, ini pertama kalinya ia melihat Sindi tanpa jilbab, CANTIK.

Perlu kalian tau, istri Farel ini cantiknya bheeehhhh parah, suer nggak bo'ong, kaya ada nilai plusnya dimata Farel, dan yang pasti Farel nggak mau bagi ke orang lain, enak aja, punya Farel seutuhnya itu.

Farel baru pertama lihat Sindi tak pakek jilbab, waktu keluar dari kamar mandi mata Farel langsung tertuju ke mahluk ciptaan tuhan yang sempurna di matanya, bulu matanya yang lentik, hidung bak perosotan, bibirnya pink issss subhanallah dan jangan lupakan rambut panjangnya berwarna hitam pekat digerai dan masih sedikit basah, jadi pengen, pengen apa ya..? Ah udah ah...lupakan.

"Iya gue emang cantik dari lahir." Jawab Sindi, ia tidak berani melihat kearah Farel.

"Sini dong lihat cantiknya." Farel memutar tubuh Sindi menghadapnya.

"Iya bener cantik." Pria itu menarik kedua pipi Sindi.

"Sakit kak..." Sindi masih belum berani menatap Farel.

"Selain cantik juga gemesin jadi makin sayang." Farel memeluk kepala Sindi, jadi posisinya muka Sindi di perut Farel, apa perut Farel? Sindi mematung, pipinya bersentuhan dengan perut Farel? Perut tanpa batasan kain? Astaga...

"Hahaha... tegang banget Ci." Farel melepaskan pelukannya.

"Jangan mulai deh kak, jantung gue konser nih." Ucap Sindi jujur, pipinya memanas.

"Nih rasain." Farel menuntun tangan Sindi ke dadanya.

Sindi langsung menoleh menatap Farel.

"Kenceng banget..."

"Hem... karena ini juga momen pertama buat gue, gue nggak pernah seintens ini sama lawan jenis, kita mulai sedikit demi sedikit besok juga terbiasa." Entah mengapa hati Sindi menghangat mendengar penuturan dari Farel.

Plakk.

"Udah ah ngantuk." Sindi memukul dada Farel pelan lalu menuju ranjang.

"Pakai baju nanti masuk angin." Setelah mengucapkan itu Sindi langsung masuk kedalam selimuti membungkus seluruh tubuhnya.

Farel langsung mengambil baju dan ikut bergabung dengan istrinya.

"Peluk enak nih." Dengan sedikit ragu Farel memeluk Sindi, karena tidak ada respon dari wanita itu Farel pun mengetatkan pelukannya mencari posisi nyaman dan masuk ke dalam alam bawah sadar.

🍁

"Nasrih apa bang?"

"Narsis Nai..."

"Iya narsih."

"Narsis sis bukan sih."

"Narsis."

"Nah..."

"Narsis itu apa?" Tanya Naila lagi.

"Orang yang suka Foto foto itu narsis." Jawab Farel asal.

"Berarti abang narsis dong tadi kan foto foto, hayooo..." Naila menunjuk Farel dengan senyum nyebelinnya.

"Eh nggak ya... narsis itu percaya diri yang berlebihan suka pamer foto, kayak tadi kamu bilang kalo ada Naila pasti fotonya cantik, nah itu narsis padahal ada Sista juga fotonya cantik." Jelas Farel.

"Naila nggak narsih kok beneran tanya mami, Iya kan mi Naila emang cantik kan nggak narsih." Naila menggoyang goyangkan lengan maminya.

"NARSIS." Ucap Farel membenarkan.

"Iya itu, Naila nggak narsih kan mi?."

"Hahaha..." mami terkekeh dan menggeleng dengan perdebatan anaknya.

"Nggak kok nggak narsih."

"Nah kannn wlekkk..." Naila menjulurkan lidahnya ke abangnya.

"Dih jelek." Naila mendelik mendengar ucapan Farel.

"Abang juga jelek ganteng Leo."

"Naila juga cantikan Sista."

"Kan sama sama perempuan bang jadinya sama sama cantik."

"Cantikan sista, Naila mah jelek mainnya sama kelinci jadi mirip kelinci." Farel semakin gencar menggoda Naila.

"Naila nggak mirip kelinci." Naila melotot sambil berkacak pinggang, bukannya menakutkan malah membuat gemas bagi siapa yang melihatnya.

"Hahaha..." tawa Sindi pecah.

"Hahaha... abang emang ngeselin ya Nai, sini sama sista." Sindi melambaikan tangannya.

Naila berjalan melewati Farel menuju Sindi yang duduk disamping Farel.

"Apa?" Tanya Naila menatap sinis ke Farel.

"Pusing mami Ci setiap hari berantem terus, abangnya nggak mau ngalah adeknya juga ngeladenin mulu abangnya." Keluh mami.

"Itu yang bikin rame mi."

"Iya kalau salah satu dari mereka nggak ada sepi jadinya."

"Farel tutup pintunya ya mi udah malem." Farel bangkit keluar, sudah menjadi tugasnya memastikan semua akses masuk tertutup.

"Udah yuk Naila tidur." Ajak mami.

"Naila tidur dulu ya sista." pamit Naila.

"iya selamat tidur Naila." Sindi mengelus puncak kepala Naila.

"selamat tidur Sista."

"mami tidur dulu ya nak."

"iya mi." mami berlalu dengan Naila.

"Yuk ke kamar." ajak Farel.

"yuk." Sindi berjalan dengan Farel yang menggandengnya.

Sesampainya di kamar mereka langsung bersiap untuk tidur, Sindi masuk ke kamar mandi terlebih dahulu sedangkan Farel mengecek lampu tidur yang tiba tiba mati.

"kok nggak bisa ya, perasaan kemarin masih bisa." guman Farel.

Setelah Sindi keluar ganti Farel yang masuk kedalam kamar mandi, Sindi berbaring di ranjang sambil memainkan Handphone nya hingga Farel keluar dari kamar mandi.

TEK... (Farel matiin lampu)

"Aaaaaa...." teriak Sindi.

"Ada apa" tanya Farel panik.

"Ka_kak hidupin lampunya...."

"Gue nggak bisa tidur kalo nggak di matiin, lampu tidurnya rusak"

"Gue takut gelap, ce_cepet hidupin." tubuh tubuh Sindi mulai gemetar.

" Cepet kak"

TEK

lanpu kembali menyala.

"Maaf gue nggak tau." Farel menghampiri Sindi yang gemetar meringkuk di ranjang.

"I.. i.. iya... Nggak papa" Farel langsung memeluk tubuh Sindi yang gemetar hebat.

"Tenang gue di sini, gue nggak bakal kemana mana, tenang ya... tidur udah malem besok kita kuliah." Farel mengelus punggung istrinya menyalurkan ketenangan dan rasa nyaman.

{\_/}

( •.•)

/>❤

1
Bagoes Soeryawan
ceritanya loncat2 jadi gak faham
Nina: Halo Kakak
maaf Kak, loncat² bagaimana ya Kak? apakah chapternya tidak urut?
terima kasih telah membaca cerita ini Kak🙏
total 1 replies
niaa
Telat dua tahun, dongT_T Gapapa ya mbak thor, tetep menyerah, jangan semangat!🙏🏻
Nina: kalo bisa nyerah kenapa semangat
total 1 replies
Frida ZahwaFatih
koq Tamat Thor🥺🥺
Nina: iya Kak tamat 🙏
terima kasih telah membaca cerita ini
total 1 replies
Frida ZahwaFatih
woow Sindi hamil y thor
Rindi Almeera Hastu
lanjut
Nurul Kalqsyah
Thor kok gk nambung?? Crita ny dng eps sblum ny ???
Nina: akan nyambung dengan episode yang akan up Kak
total 1 replies
Reni_R
aq hrus bca ulang dr atas lho ka nina, biar g lpa alur ny.. 😁😁🤭.

smga up ny g lama..
jga kshtan dan smngat nulis ny...
Nina: hehehe saking lama baru up jadi lupa ya Kak.

semangat
total 1 replies
𝚢𝚊𝚝𝚒 𝚚𝚞𝚛𝚛𝚘𝚝𝚞 𝚊𝚚𝚢𝚞𝚗
lanjut Thor,up-nya jangan lama lama dong.....
Qonita Fithriya Ahmad
akhirnya...
Dea Ananda
aku gak rela cia dia apa apain sma tuh penjahat
Ayunda Rahma
Jadi nostalgia ke jaman putih biru, jaman di mana ke-alay-an merajalela😭
Reni_R
akhrnya up jg.. 😁🤭

smngat ka nina,, d tunggu kelanjutn ny. 🤗
Reni_R: setelah sekian purnama bertapa d goa,
akrnya kluar y..
semoga dpt inspirasi dlm pertapaan.. 😂🤭

aq tunggu klnjutan ny.. 🤗
total 2 replies
Zusanakey
kapan up lg author..
cerita nya bagus
Siti Mariyam
lama bingit thor nunggunya
DWN
lanjut thor
Daratullaila🍒
Hai author! Aku mampir nih😁 semangat terus nulisnya🤗 ditunggu feedbacknya🤗 5 like dan 5 rate sudah mendaraattt

Numpang promo ya, mampir juga ke novel pertamaku
Salam dari Calon Istri CEO
Susi Ana
jempol hadir, mampir ya
R.F
semangat up. like. jangan lupa feedback ya
Meymey Yonggi
akhirnya up juga ,,Jan lama" dong kak up nya ,,,di tunggu part selanjutnya, semangat
Aprillia Aprillia
ditunggu lnjutannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!