NovelToon NovelToon
Laguna Kenikmatan Dari Adik Ipar

Laguna Kenikmatan Dari Adik Ipar

Status: sedang berlangsung
Genre:Disfungsi Ereksi
Popularitas:97.5k
Nilai: 5
Nama Author: boora

Apa jadinya jika seorang pria mencintai wanita yang telah bersuami, dan wanita itu merupakan kakak iparnya sendiri ?,

Niat ingin membantu sang kakak lelaki, Kennedy justru terbawa perasaan hingga memiliki obsesi untuk mendapatkan Joanna sang kakak ipar. Trauma Joanna yang membuat Kennedy panik akhirnya membuat pria itu hilang akal hingga berujung pada sebuah persetubuhan hangat yang tak dapat ia lupakan.

Hai readers yang budiman !

Ini novel pertama yang saya keluarkan dalam mengikuti event Cinta Yang Tak Direstui , mohon dukungannya dan salam kenal,

Jangan lupa vote dan tinggalkan saran di kolom komentar ! Terima kasih 💜☺️✌️

"Mmmmmphh" isak tangis Joanna tertahan, karena Kennedy mencium lembut bibirnya.

"Hentikan," Joanna mencoba menghindari bibir Kennedy tapi tubuh lemah nya tak mampu menghentikan tindakan adik iparnya.

"Ken,"

Tak menghiraukan segala ucapan Joanna, Kennedy justru membimbing kakak iparnya untuk mengikuti permainan lidahnya dan tak memberi kesempatan Joanna u

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon boora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketika Semua Telah Bersemi

Kicauan burung serta suara mesin penumbuk padi yang nampak terdengar begitu jelas ditelinga Joanna membuat wanita itu kembali tersadar dan membuka matanya.

Ia kembali mengucek mata dan mencari letak kacamatanya.

"Jam berapa ini ?" Joanna bergumam dan bangkit serta melangkah menuju kamar mandi.

"Kakak permisi !" seseorang nampak kembali terdengar mengetuk pintu rumah Joanna.

Joanna akhirnya kembali berbalik arah untuk membukakan pintu rumahnya.

"Apa kakak baru bangun ?" pria yang menghampiri Joanna malam itu nampak memperhatikan wajah lusuh Joanna.

Joanna hanya tersenyum mengangguk.

"Ini dari Ibu !" pria itu kembali memberikan makanan berupa nasi beserta lauk pauknya.

"Maaf tapi kenapa ?" Joanna nampak kebingungan, dengan segala pemberian ibu dari pria itu.

"Apa salahnya berbagi Nona ?"

"Apa Nona tidak pernah bersosialisasi ?" pria itu menanggapi kalimat Joanna dengan begitu sinis.

Joanna hanya terdiam,

"Aku pulang dulu Nona !" pria itu hendak berbalik badan tapi langkahnya kembali terhenti karena ucapan Joanna.

"Tunggu !"

"Maaf nanti akan ku kembalikan piringnya !"

"Aku belum sempat bersih-bersih," Joanna tertunduk malu dan merasa tidak enak hati pada tetangga barunya.

"Jika Nona membutuhkan bantuan, jangan segan untuk memanggil ku !" pria itu kembali berlari kecil meninggalkan rumah Joanna.

"Terimakasih !"

"Siapa namanya ?" wanita itu kembali bergumam karena tak juga mengetahui siapa nama dari sang pemberi makanan.

"Aaah, kenapa diriku tak menanyakannya tadi ?" Joanna menghela nafas dan nampak kecewa pada dirinya sendiri.

Joanna tersenyum dengan semua kenikmatan pagi itu.

"Terimakasih Tuhan, Engkau benar-benar tak pernah meninggalkan diriku seorang diri !"

Selesai menyantap makanan dan membersihkan diri, Joanna akhirnya bergegas untuk keluar dan menyapa tetangga barunya.

"Permisi Bu !" Joanna nampak menyapa ramah seorang wanita paruh baya yang tengah membersihkan halamannya.

Wanita itu tersenyum melihat paras cantik Joanna.

"Saya ingin mengembalikan piring milik Ibu !" wanita paruh baya itu tersenyum sebelum akhirnya memeluk Joanna.

"Kakak kemari ?" pria yang dari tadi malam datang dan pergi ke rumah Joanna akhirnya muncul dihadapannya.

Joanna tersenyum mengangguk.

"Saya Joanna Bu !"

"Maaf karena baru bisa memperkenalkan diri sekarang dan terimakasih atas segala masakan Ibu !"

"Saya sungguh menikmatinya !" Joanna tersenyum lembut mengikuti langkah sang ibu untuk duduk di teras rumahnya.

"Sean, tolong sediakan minuman untuk Nona Joanna !"

"Tidak Ibu, tolong jangan repot-repot !"

"Saya tidak bisa berlama-lama karena saya harus membereskan halaman rumah saya juga !" Joanna nampak tak enak hati karena perlakuan yang begitu hangat dari Ibu Sean.

"Nak Joanna kalau ada apa-apa, jangan sungkan untuk meminta pertolongan pada kami !' Ibu Sean kembali mengusap lembut tangan Joanna sebelum akhirnya mengizinkan Joanna untuk kembali berlalu pergi.

Joanna memandangi halaman rumahnya yang begitu luas nan gersang.

Wanita itu akhirnya memilih untuk mengambil peralatan berkebun yang tersedia seadanya untuk membersihkan pekarangan.

"Sepertinya ini akan membutuhkan waktu lama !" Joanna kembali bergumam tanpa mempedulikan peluh keringat yang telah membasahi tubuh dan dahinya.

Semenjak saat itu, Joanna mencoba melupakan semua masalah masa lalunya dengan bekerja keras mengolah tanah pada halaman depan maupun belakang rumahnya.

Wanita itu terus mengembangkan diri untuk bisa membangun kehidupan bersama taman impiannya.

Satu setengah tahun berlalu, hampir semua tanaman Joanna telah bersemi.

Bukan hanya tanaman bunga, buah dan sayuran.

Joanna juga begitu mendorong dirinya untuk bisa menumbuhkan tanaman padi juga obat-obatan di lahan miliknya.

Keputusannya untuk membeli lahan di pedesaan terpencil tak begitu buruk, mengingat harga yang begitu murah dengan lahan yang terbilang luas bagi Joanna.

Rasa sakit hati Joana membuat wanita itu bekerja begitu keras untuk bisa menghidupi dirinya sendiri.

"Jika ini semua berhasil untuk ku panen nanti !"

"Aku pasti bisa segera membeli kendaraan untuk pergi kesana-kemari !" Joanna kembali tersenyum seraya berjalan perlahan menikmati taman hijau yang berhasil dikembangkannya.

Impian Joanna untuk membeli sebuah sepeda motor akhirnya hampir terwujud.

Ya, selama ini wanita itu harus rela berjalan kaki puluhan kilometer untuk menjangkau pasar terdekat untuk memenuhi kebutuhan bercocok tanam nya.

"Terimakasih Tuhan !" Joanna mendongakkan kepala sembari menatap dengan bangga buah-buahan yang berhasil tumbuh di pekarangan nya.

"Kakak Joanna !" Sean pria itu kembali berteriak memanggil nama Joanna dari kejauhan.

"Ada apa Sean ?" Joanna nampak bingung akan antusias pria itu.

"Ini ...,"

"Aku mendapatkan nya !" Sean nampak membuka paket dihadapan Joanna.

"Bibit buah Anggur ?" Joanna berucap dengan raut wajah tak percaya.

"Darimana kau mendapatkan ini Sean ?"

"Aku mencoba untuk membelinya secara online Kak !" Sean, pria kecil itu masih nampak sibuk membongkar paket kiriman untuk Joanna.

"Apa ini akan berhasil ?" Joanna nampak meragukan kualitas dari bibit yang Sean dapatkan.

"Review tokonya begitu bagus Kak !"

"Kita coba saja untuk menyemaikan nya terlebih dahulu !" Sean tersenyum dan mencoba untuk meyakinkan Joanna.

Perlahan luka hati Joanna nampak tertutup dengan segala kesibukannya dalam bercocok tanam yang ia geluti selama satu setengah tahun ini.

"Keluar dari kamar ku sekarang Linda !"

"Aku sedang tak ingin melakukannya sekarang !" Brian kembali berucap ketus pada Linda yang tengah mencoba untuk meraih kenikmatan dari dirinya.

"Ayolah sayang !"

"Sudah lama kita tak melakukannya bukan ?" wanita itu tak hilang akal dan tetap mencoba untuk membuka kemeja putih yang dikenakan oleh Brian.

"Aku bilang hentikan !" Brian akhirnya membentak dan mendorong kasar tubuh Linda.

"Ada apa denganmu sayang ?" mata Linda mulai berkaca-kaca, ia tak percaya Brian bisa se_kasar itu padanya.

"Aku hanya ingin bermain dan bermanja-manja dengan dirimu !"

"Apa itu salah ?" Linda turut berucap dengan meninggikan suara pada Brian yang telah ia anggap sebagai kekasih.

"Sudah kukatakan padamu bukan ?"

"Aku tak ingin melakukannya sekarang !" Brian kembali emosi dan melayangkan sebuah tamparan keras pada pipi Linda, wanita yang beberapa bulan ini tengah menemani kesendiriannya pasca bercerai dari Joanna.

"Kau benar-benar tega padaku Tuan !" Linda akhirnya menangis terisak dan beranjak meninggalkan kamar Brian sang kekasih.

Brian, pria itu nampak frustasi saat ini.

Pikirannya begitu kacau karena Linda selalu menuntutnya untuk segera menikah.

"Joanna, kau dimana sayang ?" Brian merebahkan dirinya dan menyebut nama Joanna sembari menutup mata.

"Maafkan diriku Joanna !"

"Aku sungguh merindukanmu sekarang !"

Brian, pria itu kembali mengingat bagaimana Joanna yang selalu tulus dalam memperlakukan dirinya.

Wanita yang sama sekali tak pernah menuntut apapun dari diri Brian, bahkan Joanna rela melepaskan karirnya sebagai desainer demi rasa patuh dan cintanya sebagai istri Brian.

"Bagaimana perkembangan proyek nya Nak ?" seorang pria paruh baya nampak menepuk pelan pundak Kennedy.

"Semuanya berjalan lancar Ayah !" Kennedy akhirnya tersadar dari lamunannya.

"Lalu apa yang kau pikirkan sekarang Ken ?" lelaki itu kembali menatap dalam mata Kennedy yang nampak lesu karena memikirkan sesuatu.

"Aku sedang mencari seseorang Ayah !"

"Seseorang yang begitu tulus padaku di kehidupan masa lalu !" Kennedy nampak kembali tertunduk lesu dihadapan Ayahnya.

"Sesulit apapun jalannya, jika orang itu sudah menjadi takdir mu ...,"

"Dirimu pasti akan dengan mudah menemukan jalan untuk kembali menemui nya Ken !" lelaki paruh baya itu kembali tersenyum dan mengusap lembut punggung anaknya.

"Nona Joanna !"

"Aku sungguh merindukan serta mencemaskan dirimu !" Kennedy kembali termenung dengan menutup mata untuk menyembunyikan rasa cemasnya.

1
Aprilina Dhamayanti
lanjut thor
Aprilina Dhamayanti
lanjut thor👍👍👍
Aprilina Dhamayanti
bagus thor ceritamu, lanjutkan 👍👍👍
Aprilina Dhamayanti
Luar biasa
winwin
bagusss
Zinan Cutte
good
Eka Delima
Lanjut dong plisssss 🙏🙏🥺
boora
Mohon dukungannya ya teman, silahkan tinggalkan saran di komentar.
Novel ini mengikuti event Cinta Yang Tak di Restui, kritik dan saran akan sangat membangun bagi diri saya ☺️🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!