Fajar adalah seorang duda beranak satu yang telah ditinggal oleh istrinya yang lebih memilih pria lain.
Sedangkan Rain adalah putri tinggal dari pasangan Waiz dan Talia. Gadis manja itu sengaja dijodohkan oleh Waiz karena melihat kelakuan putrinya yang semakin hari susah diatur.
Bagaimanakah sikap Rain dalam menerima semuanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rrnsnti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kabur
“Bagaimana kamu bisa masuk?” tanya Rain
“Papa mu sudah merestui aku untuk menjadi suami mu, jadi aku sekarang punya semua akses untuk mendekati mu kapan saja.
Lagi pula kita akan segera menikah, jadi aku berhak untuk bicara dengan calon istri dan Mama anak ku" jawab Fajar.
“Aku tidak mencintai mu, dan aku juga tidak akan mau menikah dengan mu” balas Rain.
“Kamu pikir aku mencintai mu dan aku mau saja di jodohkan dengan mu?” tanya Fajar.
“Lalu kamu mau apa?” tanya Rain.
“Aku akan menikahi mu untuk menyenangkan putri ku yang sudah merindukan Mamanya. Aku hanya ingin membahagiakan putri ku” jawab Fajar.
“Pilihlah wanita lain, aku tidak mau” ucap Rain.
“Kamu harus mau, karena aku dan Papa ku sudah membuat perjanjian jauh sebelum aku bertemu dengan mu” jelas Fajar.
“Aku tidak mau, aku hanya mencintai kekasih ku” tegas Rain
“Apa kamu yakin jika kekasih mu juga mencintai mu. Kamu lupa jika kamu adalah anak Waiz, seorang pengusaha kaya yang memiliki banyak peninggalan harta.
Kamu yakin jika kekasih mu itu tidak memanfaatkan mu untuk mengambil harta milik Papa mu?” tanya Fajar.
“Aku yakin Deka sangat mencintai ku, jadi berhenti berkata buruk soal kekasih ku. Aku percaya dia tulus dan benar-benar mencintaiku” jelas Rain.
Fajar hanya tersenyum dan memberikan sebuah foto kepada Rain.
“Kamu lihat foto itu” ucap Fajar.
Rain hanya terdiam dan tidak mengerti kenapa Fajar memberikan foto Deka yang sedang bersandar di samping mobil Porsche kesayangannya.
“Apa maksudnya?” tanya Rain.
“Dia hanya memanfaatkan mu” jawab Fajar.
“Jaga mulut mu” tegas Rain.
“Kamu boleh pergi bersama Deka dan menolak perjodohan mu dengan ku. Tapi pergilah tanpa membawa apapun, hanya baju yang kamu pakai. Aku yakin kamu hanya akan bertahan satu sampai dua hari bersamanya, paling lambat satu minggu” ucap Fajar.
“Aku dan Deka saling mencintai, dan aku akan buktikan jika aku benar dan ucapan mu itu salah” balas Rain.
“Silakan, aku yakin tebakan ku yang benar. Dia tidak benar-benar mencintai mu dan hanya memanfaatkan apa yang kamu punya” jelas Fajar sambil meninggalkan kamar Rain.
Setelah Fajar keluar, Rain mencoba mengingat kembali apa yang terjadi saat Rain mabuk dan di antar pulang oleh Fajar.
Tapi Rain tidak bisa mengingat apapun bahkan ucapan Fajar yang mengatakan jika Rain melakukan hubungan terlarang itu atas dasar suka sama suka.
“Lebih baik aku tidur, aku yakin Deka mencintai ku dan tidak akan meninggalkan ku" batin Rain.
Pagi pun tiba, Fajar terbangun seperti biasanya dan memulai aktifitas
paginya dengan berolahraga
“Pagi Papa” ucap Syahara yang ternyata sudah ada di
meja makan.
“Pagi sayang, kamu sedang apa?” tanya Fajar yang menghampiri Syahara.
“Ini untuk Papa” jawab Syahara yang ternyata membuatkan susu coklat hangat untuk Fajar
“Terima kasih sayang, ini terman yang pas untuk menambah energi Papa saat berolahraga" balas Fajar.
Fajar meminum susu coklat buatan Syahara don setelahnya melakukan lari pagi hari ini sampai jam menunjukan jam delapan pagi,
“Papa, kapan Syahara akan punya Mama?” tanya ara saat Fajar selesai menakan sarapannya.
“Papa akan usahakan secepatnya, jadi Papa harap kamu bersabar sedikit lagi" jawab Fajar.
Selesai sarapan Fajar mengajak Syahara bermain sebentar talu pergi bekerja seperti biasanya.
Sementara di rumah Waiz, Rain berangkat kuliah seperti biasanya.
“Rain pamit, Mama” ucap Rain.
“Jangan pulang terlambat, Mama ingin kita makan malam bersama hari ini" jelas Talia.
“Baik Mama, Rain akan usahakan pulang cepat hari ini" balas Rain.
Rain memeluk Talia sebelum akhirnya pergi bersama supir Talia
“Aku tidak perlu di jemput, aku akan meminta Fajar untuk menjemput ku selesai aku kuliah nanti" ucap Rain.
“Baik nona” jawabnya.
Rain langsung pergi ke kantin kampus dan melihat Deka yang sudah menunggunya
“Kita pergi sekarang?" tanya Deka.
“Aku hanya membawa beberapa perhiasan dan beberapa jam milik ku" ucap Rain
.
“Kenapa kamu tidak membawa lebih dari ini. Kamu punya banyak tas mahal dan juga beberapa koleksi
cincin berlian” tanya Deka lagi.
“Aku tidak bisa membawanya, semua cincin berlian milik ku sudah di sita oleh Papa dan soal tas, aku tidak bisa membawanya karena Mama pasti akan curiga jika aku membawa tas mahal ku ke kampus” balas
Rain
Deka langsung membawa Rain menuju ke parkiran
untuk mengambil motornya.
“Rain, kamu ingin kemana?” tanya Anna yang datang
bersama Sania.
“Aku mengajak Rain makan siang, jadi jangan
bertanya-tanya lagi” jawab Deka.
“Aku bicara dengani sahabat ku, jadi biarkan Rain
Yang menjawab” ucap Anna.
“Anna sudah lah, aku dan Deka memang akan makan
siang bersama di luar. Jadi jangan berfikir negatif lagi” balas Rain.
Rain langsung naik ke motor Deka dan meninggalkan Anna dan Sania yang sudah menunjukan wajah curiganya kepada Deka
“Sudahlah Anna, aku yakın Rain bisa menjaga dirinya
dengan baik” ucap Sania.
“Aku hanya takut Deka hanya memanfaatkan Rain,
Sania” balas Anna.
“Semoga saja Deka kali ini benar-benar mencintai Rain dan tidak akan menyakiti Rain seperti mantan mantan sebelum Rain” jelas Sania.
*********
“Kita mau kemana?” tanya Rain.
“Aku punya tempat yang bagus untuk kita tinggal
sementara. Aku harap kamu meyukainya” jawab Deka.
Deka membawa Rain ke rumah kecil yang sudah di
sewa sebelumnya dan Rain hanya terdiam saat melihat rumah yang akan di tinggalinya bersama Deka.
“Kamu yakin kita akan tinggal di sini?" tanya Rain.
“Ini hanya sementara, setelah aku menjual beberapa barang milik kita, kita akan memulai hidup baru dan menikah setelah aku mendapatkan pekerjaan” balas
Deka sambil memeluk Rain.
Rain untuk pertama kalinya melakukan bersih-bersih bahkan terpaksa tidur dengan kasur yang kecil.
“Aku lelah” ucap Rain.
“Tidurlah, aku akan membelikan makan malam untuk
kita” jelas Deka sambil mengusap kepala Rain.
Rain akhirnya Tertidur setelah Deka terus mengusap kepalanya. Setelah Rain tertidur, Deka mulai mengambil semua perhiasan dan barang berharga milik Rain lalu meninggalkan Rain setelah mencium kening Rain.
Waiz yang sudah selesai mandi dan mengganti bajunya, pergi menghampiri Talia saat Talia berdiri di depan pintu rumah.
“Ada apa, Mama?” tanya sehu
“Rain belum pulang kuliah, dan supir mengatakan jika Rain meminta Fajar menjemputnya hari ini” jawab Talia.