Kisah ini menceritakan seorang anak laki-laki bernama Yong Heng, kedua orang tuanya berharap jika anaknya memiliki umur yang panjang sebab itulah alasannya namanya disebut Yong Heng atau Abadi.
Di umur yang masih muda, kedua orang tua Yong Heng meninggal dunia disebabkan oleh wabah penyakit yang menyerang desa.
Dia selamat berkat sebuah cincin mewah berwarna hitam yang ditemuinya saat di pegunungan, ternyata di dalam cincin tersebut terdapat sisa roh dari seorang Wanita yang mengaku sebagai Sang Surga Tertinggi.
Wanita tersebut menelusuri takdirnya dan menemukan sesuatu yang mengejutkannya yaitu takdir yang tidak dikendalikan Dao, dia kemudian menyatakan ketertarikannya untuk membuat Yong Heng menjadi muridnya.
Yong Heng yang dimasa terpuruknya setuju untuk menjadi murid dari Sang Surga Tertinggi, kini dia bertujuan dalam mendaki Jalan Kultivasi untuk menjadi seorang Abadi yang tidak akan pernah mati!
Saksikanlah perjalanan Yong Heng menjadi seorang Abadi! Meskipun badai menerjang
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Multiverse, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24 - Turnamen Murid Pesuruh
Dua minggu telah berlalu sejak Yong Heng telah mendapatkan basis kultivasi sebagai Praktisi Ranah Qi Condensation, pertumbuhan kekuatannya sangat mengesankan dan saat ini dia percaya diri mampu berhadapan satu lawan satu dengan hasil seimbang melawan tahap Menengah.
Di halaman depan kediamannya, saat ini dia sedang melatih gerakan tubuhnya dan memanfaatkan hal ini untuk lebih terampil dalam menggunakan tubuhnya sebagai sarana bertarung.
Walaupun dia memiliki sebuah senjata artefak serangan dengan Tingkat Perunggu kelas Menengah, dan perlu diingatkan adalah bahwa dia akan menggunakannya sebagai kartu as tersembunyi, dia melatih beberapa gerakannya untuk berjaga-jaga apabila harus dikeluarkan suatu hari.
Pastinya dia melatih gerakan tersebut di dalam kediaman agar tidak dapat diamati oleh orang lain, dengan giat dia mempelajarinya hingga bisa menyerang leher target dalam waktu satu detik.
Tentu saja lawannya adalah sekaliber untuk tingkatan Murid Pesuruh, jika dia melawan seorang Murid Luar pastinya dia akan dapat dikalahkan dalam sekejap mata tanpa berkedip.
Kembali ke Yong Heng yang melatih tubuhnya, kondisinya saat ini sangat bugar dan terasa menyegarkan. Dengan kekuatan pukulannya saat ini dia merasa bisa dengan merobohkan pohon pada waktu dirinya bersama dengan Yan Yueyin berduaan hanya dengan satu pukulan ringan, kekuatannya menjadi sangat kuat hingga tahap bisa menghancurkan dan meretakkan tanah.
"Huh... Cukup melelahkan, tapi manfaatnya tak terukur! Di masa depan aku bisa mengendalikan seluruh tubuhku hingga tingkat segalanya, mulai dari organ hingga jaringan-jaringan tubuhku!" Dia menghela napas panjang, meski melelahkan dia merasa tubuhnya menjadi semakin mudah digerakkan sesuai keinginannya.
Selama dua minggu ini juga dia melatih Kekuatan Spiritual dengan baik, sehingga dia bisa mengendalikan energi spiritual untuk memperkuat bagian tertentu tubuhnya seperti pada saat latih tanding dengan Yan Yueyin.
Dia kemudian berpindah tempat ke bawah pohon, lalu mengeluarkan sebuah roti dan air putih dari dalan tas pinggangnya.
Nyam! Nyam!
Gluk! Gluk!
"Ah! Sangat menyegarkan, setelah berlatih meminum air putih." Dia tersenyum gembira merasakan kenikmatan tersebut, hal ini dia ulangi terus menerus, membuat tubuhnya terasa lelah lalu memulihkannya dengan air putih sehingga merasa sangat segar.
Bahkan walaupun air putih tersebut tidak dingin, mungkin ini adalah dampak psikologi yang pernah dia baca dalam buku.
Whoosh!
"Ah! Grrr~" Dia seketika memeluk tubuhnya di saat merasakan angin dingin yang menyapu tubuhnya, padahal saat ini masihlah musim panas dengan cuaca yang terik.
Sebuah salju turun dari langit, berbagai kristal es jatuh ke padang rumput dan membuatnya menjadi membeku. Kekuatan yang sangat kuat! Walaupun kekuatannya tidak sebanding dengan Guru Hua, namun kemampuan ini bisa dibilang sebagai yang terbaik di Sekte Aliran Surgawi.
Yong Heng seketika terbangun dari duduknya dan mengamati dengan tatapan yang tajam, "Di sekte ini yang melatih kemampuan tipe es seperti ini hanyalah seseorang dari klan Yan, tampaknya kemungkinan besar adalah Leluhur Sekte Yan Tian atau Tetua Tertinggi Yan Qiu."
Angin salju bergemuruh dan bergerak seperti angin topan, seketika dalam keributan tersebut terdapat suara pemuda. "Hahaha, Nak seperti yang kuharapkan kau mempunyai pengamatan yang bagus."
Setelah terdengar suara tawa tersebut, seketika badai es yang terjadi menghilang dan langit kembali terlihat cerah.
Di langit terdapat seorang pemuda berambut putih pendek dengan sebuah panah di belakang punggungnya, matanya yang biru seperti kristal menarik perhatian Yong Heng.
"Siapa kau?"
"Ugh!" Pemuda itu seketika berwajah murung mendengarnya, harapannya adalah bahwa Yong Heng terkejut melihat penampilannya yang seperti ini.
"Nak, apa kau melupakanku? Aku adalah Yan Qiu!"
"Oh, begitu toh." Yong Heng seketika langsung merasa setuju dengan apa yang diucapkan olehnya, dia merasa tidak aneh dengan keterampilan yang membuat penampilan muda karena pernah melihat Yan Tian berubah menjadi muda dihadapannya.
"Kukira kau akan terkejut melihat penampilanku, tapi daripada itu ini bukan sebuah teknik perubahan seperti yang kau pikirkan, hanya saja ini adalah hasil dari teknik kultivasiku yang menghambat penuaan sehingga yang kau lihat sekarang adalah penampilan asliku!" Yan Qiu dengan tenang menjelaskan mengenai penyebab penampilannya, dia bisa melihat dari mata Yong Heng yang sangat penasaran dengan teknik dipakainya.
"Ternyata begitu, jadi apa yang kau inginkan sebagai seorang Tetua Tertinggi mendatangi seorang Murid Pesuruh?" Yong Heng langsung bertanya mengenai masalah inti, dia tidak ingin menbuang waktu untuk masalah sepele.
"Hm, nanti juga kau akan tahu. Jarak lokasi kita dengan lokasi pertemuan adalah beberapa puluh mil, sehingga kau butuh bantuanku dengan terbang agar cepat sampai!" Yan Qiu menghilang di udara, kemudian dia muncul di samping Yong Heng sambil memegang kerah pakaiannya.
Whoosh!
"Aaaaa!"
Yan Qiu berkomunikasi dengan langit dan bumi lalu menggunakan energi spiritual menbawanya terbang melayang di langit, kecepatannya cukup cepat namun tidak bisa dibandingkan dengan Guru Hua.
Sedalam perjalanannya ada sebuah pertanyaan dari dalam benak Yan Qiu, dia kemudian bertanya pada Yong Heng. "Oi Nak, bukankah kau bilang bahwa kau adalah menantuku? Tapi saat aku bertanya pada saudaraku dia tida mengetahui apapun tentang itu, Nak... Apa kau berbohong denganku?!"
Yong Heng meneguk ludah kasar saat melihat mata sedingin es Yan Qiu, "Tidak, aku tidak berbohong sama sekali. Di masa depan nanti, aku akan menjadi menantumu dan kau menjadi mertuaku!" Dengan percaya diri dia berkata dengan tatapan serius.
"Hmph, jika kau sebegitu percaya diri maka kau harus membuktikan dirimu dalam turnamen ini. Baiklah kita sudah sampai, aku akan menurunkanmu sekarang!" Hanya dalam kurun beberapa detik mereka sampai ke lokasi.
Lokasi tersebut merupakan tempat yang indah dengan arena pertarungan di atas kolam air yang penuh dengan berbagai tanaman hias, di sisi lain terdapat sebuah meja dengan beberapa orang duduk di lantai sambil menikmati teh yang tersaji, pastinya di atas mereka terdapat atap yang menutupi sinar matahari.
Sementara itu di sisi yang lain terdapat banyak sekali Praktisi dengan Ranah Qi Condensation sedang saling mengobrol, sepertinya mereka sedang menunggu kedatangan seseorang yang penting.
"T-Tunggu dulu, kau tidak berniat menjatuhkanku dari ketinggian, bukan?" Yong Heng melihat ke bawah yang sangat dalam, kemungkinan jarakanya dari permukaan tanah adalah 20 meter.
Whoosh~
"Aaaa! Tolong!"
Byur!
Seketika semua orang melirik dan memperhatikan seseorang yang terjatuh dari atas langit dan tepat jatuh di kolam, mereka semua kebingungan dan menatap ke atas langit bahwa tidak ada apa-apa selain awan dan matahari yang menyinari.
"Baiklah, apa yang kalian tunggu, bisakah cepat mulai untuk turnamen ini." Dalam keheningan seorang pemuda berkata dan mereka segera melirik asal suara.
Mereka semua menatap Yan Qiu yang sedang duduk di lantai yang memiliki jarak dan dengan posisi yang lebih tinggi dibanding beberapa orang yang duduk bersamanya.
Segera semua orang yang duduk bersebelahan dengannya berdiri dari duduknya, kemudian membungkukkan badannya dan menangkupkan kedua tangannya. "Selamat datang di Puncak Umum, Tetua Yan Qiu!" Dengan serentak mereka bersama mengucapkan salam pada Yan Qiu.
Yan Qiu hanya membalasnya dengan lambaian tangan, seseorang di sebelahnya mengerti dengan apa yang dipikirkan olehnya dan seketika dia pun menatap semua orang yang berkumpul dan memperingati. "Karena Tetua Yan Qiu selaku pengawas turnamen ini sudah datang, maka aku mengumumkan Turnamen Murid Pesuruh resmi dimulai!"
Suara tersebut menggelegar ke telinga seluruh murid dan mereka bersorak gembira karena turnamen sudah dimulai, beberapa orang kini mulai maju memasuki arena namun saat dalam perjalanan sekilas melirik Yong Heng yang masuk ke dalam kolam.
"Khua!" Dia seketika keluar dari dalam kolam dan naik ke tepi kolam, tubuhnya dan pakaiannya sangat basah karena terkena air.
"Yong Heng Gege!" Dari kumpulan orang Yan Yueyin keluar dan menghampiri Yong Heng.
Yan Yueyin menggunakan energi spiritual tipe es miliknya untuk membekukan air yang membasahi pakaian maupun tubuh Yong Heng, setelahnya dia mengendalikan es tersebut dan membuangnya ke dalam kolam yang seketika memunculkan hawa dingin.48
Yong Heng yang sudah membaik langsung bangun, dia menatap Yan Qiu dengan tatapan yang penuh emosi, namun setelahnya menghela napas panjanh dan memutuskan untuk melupakan yang barusan terjadi. Apabila dia tetapi ingin melanjutkan maka yang ada dia hanya terus dirundung oleh Yan Qiu.
"Yin'er, bisakah kau menjelaskan apa yang terjadi di sini?" Yong Heng akhirnya bertanya pada Yan Yueyin yang berada di sini.
"Baiklah, aku bisa menjelaskannya nanti, tapi kita harus berkumpul terlebih dahulu di tempat Murid Pesuruh berada." Yan Yueyin menganggukan kepalanya dan memegang tangan Yong Heng lalu membawanya ke kumpulan murid.
Setelah berkumpul akhirnya Yong Heng diberitahukan beberapa hal, bahwa seluruh Murid Pesuruh sudah terdaftar dalam turnamen ini, dan seharusnya ada beberapa orang berstatus Murid Luar yang mendatangi para Murid Pesuruh yang sedang berkultivasi untuk memberitahukannya.
Tapi tampaknya ada orang dalam yang mengganggu pemberitahuan tersebut untuk disampaikan kepada Yong Heng, kemudian Yan Qiu yang mengetahui hal ini dari awal hanya diam saja dan memutuskan untuk membawanya bersama dirinya.
Kemudian orang-orang di samping Yan Qiu yang terlihat bermartabat ternyata adalah kumpulan dari beberapa Murid Dalam yang mempunyai basis kultivasi Ranah Foundation Estabilishment, dan diantara mereka ada satu orang yang membuat Yong Heng merasa tidak asing.
Yaitu seorang pemuda berambut hitam panjang dengan alis yang tajam dan matanya yang berwarna ungu gelap memberikan kesan misterius, pemuda tersebut seketika menoleh saat merasakan seseorang menatapnya dengan niat tertentu.
Namun karena di tempat tersebut ada banyak sekali orang dia sama sekali tidak bisa membedakan siapa yang menatapnya dengan niat tersembunyi, pada akhirnya dia hanya menghela napas panjang dan menatap beberapa Murid Pesuruh yang sudah berkumpul di arena.
Dia adalah Yan Feng! Kakak dari Yan Leng tuan muda dari keluarga Yan penguasa kota Yan, dia memiliki basis kultivasi tahap Menengah yang mengartikan bahwa dia cukup populer di Puncaknya sebab beberapa Murid Dalam wanita meliriknya diam-diam.
"Dia sepertinya cukup penting di Puncaknya, Yin'er dia berasal dari Puncak yang mana?"
"Yan Feng cukup terkenal karena dia masuk dalam dua puluh besar Murid Dalam, dan dia berada di Puncak Pertarungan Langit yang dikenal sebagai Puncak Terkuat di Sekte Aliram Surgawi!" Yan Yueyin dengan santai menjelaskan setiap pertanyaan dari Yong Heng.
"Kalau begitu, bagaimana dengan sistem dari turnamen ini?"
"Sistemnya adalah bahwa 20 orang diharuskan maju bersama dan saling bertarung, apabila terdapat satu orang bertahan di arena maka dia adalah pemenangnya! Oh iya, untuk sistem pemanggilan peserta berdasarkan dari urutan namanya, dan aku berada di urutan ke 9,979 lalu untuk jumlah murid adalah 10.000 pas." Yan Yueyin berkata dengan wajah yang muram.
"Kalau apa yang kau katakan benar, maka aku akan menjadi orang yang terakhir maju?! Sial! Aku meninggalkan Lian Jing di kediamanku!" Dia berkata dengan putus asa.
"Apa turnamen ini memiliki waktu istirahat untuk beberapa jam?" Ketika dia bertanya seketika Yan Yueyin menggelengkan kepalanya, "Kalau begitu selama beberapa hari ini kita harus selalu berada di turnamen?" Yan Yueyin menganggukan kepalanya.
"Tapi tenang saja tentang Lian Jing, kakekku akan mengurusnya."
"Hah, bukan itu perkataan yang ingin kudengar..."