Aisyah dan Abidzar mereka tidak bisa menghindari takdir yang sudah di buat oleh orang tua nya.
Di mana mereka di jodoh kan tanpa bisa membantah sedikit pun.
Karena perbedaan usia yang lumayan jauh membuat mereka berdua jarang bertemu.
Dan jalan tengah nya adalah Abidzar harus mengikuti kegiatan Aisyah.
Pernikahan telah ditentukan meskipun Asiyah masih memakai seragam sekolah.
Di hari pengumuman kelulusan semua nya menjadi tidak terkendali, karena hubungan mereka tersebar luas di sekolah tersebut.
Banyak yang menganggap jika perbuatan mereka itu salah.
Hingga akhirnya pemilik sekolah harus turun tangan, untuk menangani kasus tersebut.
Jalan apa yang akan mereka ambil untuk menyelesaikan makalah tersebut?.
Banyak pelajaran yang bisa di petik dari cerita ini.
Jadi ikuti terus.
💞💞💞💞
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Silvi mungil0707, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ternyata kerabat musuh
Siang bestie apa kabar?.
Saat ini Aisyah sedang berada di perpustakaan bersama dengan Fika , dan Fagan.
Fagan masih sangat protektif pada Aisyah sekalipun, Aisyah sudah memiliki suami.
Mendengar kabar jika Aisyah sedang berada di kantin bersama dengan senior membuat Fagan tambah waspada.
Karena Fagan tidak ingin pernikahan adik tersayang nya itu menjadi kacau hanya karena kehadiran orang ketiga.
Di mana orang ke tiga tersebut tidak pernah mengetahui status asli dari Aisyah.
Lagi pula Aisyah tidak salah dalam hal ini, karena dari awal Aisyah tidak pernah memberikan harapan atau pun merespon jika di dekati.
Hanya saja Fagan terjadi sesuatu, maka dari itu Fagan menjaga Asian dengan sangat ketat.
Bahkan saking ketat nya, Aisyah tidak di perboleh kan sendiri sat berada di kampus.
Karena memang kenyataan nya Aisyah banyak yang mengincar.
Entah itu untuk hal kebaikan, atau sebalik nya.
Sebagai orang yang di percaya untuk menjaga Aisyah, baik oleh orang tua nya, dan juga suami nya Fagan harus memenuhi tanggung jawab nya.
Tapi untung lah Fika bisa mengerti tidak ada kecemburuan di antara mereka, karena Fika sadar Fagan menjaga Aisyah sebagai adik bukan se orang perempuan.
Fagan ingin bertanya tentang Kevin pada Aisyah, tapi Fika tidak mengizinkan nya.
Karena jika itu hal penting lambat laun Aisyah pasti akan cerita ya sekalipun harus di pancing lebih dulu.
Dan untuk pulang nya Aisyah bersama dengan Fika sedangkan, Megan sendiri sudah pulang lebih dulu.
Tiba di apartemen Aisyah langsung mengistirahatkan tubuh nya, mumpung sang suami belum pulang kerja, jika sudah pulang bisa di pastikan jika Aisyah tidak akan memiliki waktu untuk diri nya sendiri.
Kehidupan Aisyah sangat berubah drastis setelah menikah, tapi karena ia menjalani nya dengan santai, ikhlas Aisyah tidak terbebani.
Aisyah terlelap setelah hampir satu jam Aisyah bangun.
Karena ada tugas kampus yang harus ia kerjakan.
Jam sudah menunjuk di angka 22.00, tapi suami nya belum datang.
''Beberan lembur ternyata,'' gumam Aisyah.
Untuk menghilangkan rasa ngantuk nya Aisyah memilih untuk menonton TV di ruang tamu sekalian menunggu sang suami.
Sedang kan di kantor Abidzar masih merasa terganggu dengan foto yang di kirim kan oleh orang kepercayaan nya di kampus itu, anggap saja itu mata mata untuk Aisyah.
Di mana sang isteri mengobrol dengan se orang laki laki, dan itu terlihat sangat akrab, bukan hanya sekali orang kepercayaan nya itu mengirimi foto, tapi sudah beberapa kali dengan orang yang sama dengan laki laki yang sama pula.
Dan itu sangat mengganggu nya sepanjang hari.
Jam 22.00 Abidzar memilih untuk pulang, karena sudah malam takut sang istri menunggu nya.
Di sepanjang perjalanan, Abidzar terus memikirkan siapa laki-laki yang sedang mengobrol bersama istri nya.
Awal nya Abidzar membiarkan nya, dan di hanya mengira istri nya sedang di hukum saat ospek berlangsung, namun kali ini Abidzar tidak yakin dengan pikiran nya.
Melihat jalanan yang tidak terlalu ramai, Abidzar membelokan mobil nya ke apartemen se se orang. Dia butuh bantuan orang tersebut untuk mencari informasi apapun tentang laki-laki tersebut.
Karena tidak mungkin jika di lakukan di apartemen, bisa bisa nanti istri nya curiga.
Abidzar menekan bel apartemen itu berulang kali.
"Buset tamu kurang akhlak, jam berapa ini Abidzar ?" kesel Fandi.
Ya,Abidzar memilih untuk menemui Fandi sang sahabat.
Tentu Fandi merasa kesal, ia yang sudah tertidur pulas dengan mimpi indah nya, dan di paksa bangun oleh suara bel yang terus berbunyi karena ulah sahabat nya tersebut, siapa yang tidak kesal coba, aplikasi kesabaran Fandi setipis tisu.
"Bantuin aku, aku lagi butuh kamu!" ucap Abidzar, dengan menyelonong masuk tanpa persetujuan sang empu nya saat pintu sudah terbuka lebar, dengan di ikuti oleh Fandi yang terus mengomel di belakang nya, tapi tidak pernah Abidzar tanggapi.
"Astaga! Kenapa gak besok aja minta tolong nya, kamu tahu gak-"
Belum juga yang punya apartemen selesai ngomong udah di potong aja sang tamu yang tidak ada akhlak tersebut.
"Aku gak perduli, yang penting kamu bantuin lacak orang ini, sekarang atau aku bakalan gak bisa tidur!" Sela Abidzar seraya memperlihatkan foto tersebut.
''Sudah lah Fandi, turuti saja kemauan tuan muda Abidzar , karena akan percuma jika terus menolaknya, dia tidak akan mendengarkan mu sama sekali.'' Batin Fandi
"Rese! Kenapa gak di apartemen kamu aja si, ganggu banget!"
"Nanti istri ku curiga Fandi."
''Iya juga si, tapi tetep aja kamu udah ganggu tidur tampan ku."
"Tidur tuh merem, enggak ada tampan-tampan nya sama sekali!"
"Tapi kamu kalau tidur tampan banget Dzar."
"Jangan banyak ngomong, cepetan keluarin laptop canggih mu itu."
"Udah nyuruh, galak pula. Eh tapi ini siapa njirr mepet-mepet istri mu terus? Nyari mati nih anak."
"Ya maka nya aku kesini minta bantuan."
"Ribet banget hidup mu, belum juga kelar sama si kampret itu, ini hama udah ada lagi."
"Jangan banyak bacot, cepetan!"
Hampir 1 jam Abidzar berada di apartemen Fandi, mereka terus menggali info tentang laki-laki yang sedang dekat dengan istri nya itu. Abidzar rasa cukup puas dengan semua informasi yang di dapat nya.
Kini Abidzar tahu siapa laki laki itu.
"Kamu kayak nya di kutuk sama tuhan buat terus bermasalah deh sama tuh keluarga."
Fandi cukup terkejut dengan informasi yang didapatnya barusan, ternyata laki-laki tersebut masih kerabat jauh dari musuh terbesar Abidzar.
Fandi tidak mengerti, kenapa Abidzar selalu saja mendapatkan masalah dengan keluarga tersebut, padahal sebisa mungkin Abidzar terus menghindar bahkan menutup semua kontak kerja dengan perusahaan mereka.
''Entah lah aku juga heran ,'' Jawa Abidzar.
''Tapi aku harap dia tidak membahayakan istri ku, dan tidak ikut campur dalam permasalah yang sudah ada beberapa tahun yang lalu .''
"Dah lah, aku pulang dulu."
Abidzar langsung berdiri lalu pergi, tanpa ucapan apapun, Fandi yang melihatnya sungguh-sungguh kesal.
Sudah membangunkan nya dengan paksa, sekarang malah menyelonong begitu saja tanpa ucapan terima kasih atau basa-basi lain nya.
"Anj- untung sahabat kalau gak-!" Sungut Fandi sambil melemparkan bantal kecil ketika melihat Abidzar yang hanya tertawa diambang pintu.
"Thanks Fan." Teriak Abidzar setelah pintu tersebut tertutup.
...Jangan lupa dukungan ya bestie...
...Jangan koment and vote dan juga jangan lupa klik favorit nya ya agar tak ketinggian update terbaru dari author ya...
...Koment yang positif ya bestie kasih saran boleh memberikan ide agar cerita ini terus berkembang...
...Jangan koment yang bikin mood author down dan menjadi males untuk nulis karena baca koment kalian...
...💞💞💞💞...
semangat aisyah.. 💪💪💪💪💪