NovelToon NovelToon
Hancur

Hancur

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen
Popularitas:643.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: I'm Blue

Sebenarnya apa salahku sehingga mereka sangat membenciku, bahkan dia tega memperkosa ku dan terus membuatku menderita.

Aku ingin ingin bertanya pada mereka, tapi aku sama sekali tidak punya keberanian. Apakah hidupku akan terus begini. Lalu, bagaimana dengan janin yang ada di kandunganku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon I'm Blue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. Membeli Handphone Baru.

Pertama kali aku bangun dari tidurku, aku melihat Xavier yang masih terlelap. Nafasnya sangat teratur, dia terlihat sangat menawan. Aku berulang kali jatuh pada pesonanya, yang sangat kuat.

"Jangan memperhatikanku seperti itu," katanya dengan suara serak khas bangun tidur. Aku tersipu malu, karena ketauan memperhatikannya.

"Beri aku satu ciuman."

Aku langsung mencium pipi Xavier, dia berkekeh dan membalas ciumanku. Xavier mengusap lembut wajahku, tangannya yang hangat terasa sangat nyaman sekali.

"Ayo mandi, dan sarapan."

Xavier mengendongku kekamar mandi yang ada di kamarnya. Aku seperti anak koala yang menempel di badan Xavier, aku mengalungkan tanganku di lehernya dan kakiku di pinggangnya. Xavier mengendongku di depan, sambil berjalan kearah kamar mandi dia beberapa kali mengecup bibirku lembut. Aku suka sekali di manja oleh Xavier.

Kami mandi bersama, saling menyabuni tubuh masing-masing. Berpelukan di bawah shower yang mengalirkan air hangat, sangat menyenangkan. Setelah selesai mandi Xavier menghanduki tubuhku seperti anak kecil yang takut keinginan.

Xavier juga mengeringkan rambutku dengan hair dryer, sambil menyisir rambut panjangku. Aroma tubuhku sekarang sudah persis seperi aroma tubuh Xavier, karena aku memakai sabun dan sampo miliknya.

"Sekarang kamu milikku seutuhnya."

"Aku milikmu kak," balasku lalu memeluknya. Aku menyerahkan diriku padanya, aku akan berlindung pada Xavier mulai sekarang.

"Jaga aku, lindungi aku kak," kataku mengiba padanya.

"Tentu saja. Kucing kecilku akan selalu ku lindungi."

Kami berciuman lagi, entah untuk keberapa kalinya. Xabier memang lembut padaku, dulu juga saat pertama kali bertemu dia baik sekali padaku. Dia suka memberiku coklat dan makanan. Dia menjagaku dari anak-anak nakal yang jahat padaku.

Aku tidak mengerti kenapa saat dia tinggal bersama kami dan mulai berubah. Dia mulai dingin dan tidak peduli padaku. Dia juga memukulku dan membuatku menderita, padahal setiap malah, jika boleh jujur aku merindukan masa kecilku yang udah bersamanya.

Dulu setiap kali dia datang. Dia akan memberiku oleh-oleh yang banyak. Setiap kali dia pamitan ingin pulang, aku akan menangis sepanjang hari dan Xavier tidak keberatan untuk menggendongku berjam-jam lamanya.

"Apa yang kucing kecilku pikirkan?" tanya Xavier saat melihatku melamun. Aku mengecup pipinya dan mengatakan tidak ada.

Sekarang yang ku rindukan ada di sisiku. Aku akan bersamanya dan menuruti apapun maunya, agar Xavier tidak berubah lagi.

"Ayo kita sarapan."

Sesampainya di meja makan tidak ada orang di sana, namun makanan sudah di siapakan. Sejujurnya aku bersyukur tidak melihat tatapan sinis ibu tiriku, ataupun tatapan tidak peduli ayahku.

"Mereka sudah pergi," kata Xavier seakan tau apa yang aku pikirkan.

Xavier juga menyuapiku saat makan, dia memberiku banyak sekali makan, alasannya agar berat tubuhku bertambah. Xavier bilang dia bukan tidak suka tubuhku yang kurus, tapi dia ingin aku lebih sehat.

"Kak boleh aku menemui Bu Lela dan Ribi?" tanya setelah kami selesai makan.

"Selama itu bukan laki-laki, akan aku izinkan."

Xavier sensitif sekali jika berurusan dengan laki-laki. Dia bisa marah padaku jika, tau aku membahas laki-laki lain. Dia sempat marah padaku saat aku bertanya tentang Nuga secara tidak sengaja, tapi dia tidak menghukumku.

"Terima kasih."

"Tapi, setelah kita pergi. Baru kamu bisa menemui mereka."

"Kita mau kemana?"

"Ikut saja ini kejutan!"

Sebelum pergi, Xavier menyuruhku untuk memakai baju senada dengan bajunya. Kami nampak seperti pasangan saat ini. Apa yang kami pakai sama. Mulai dari warna baju dan celana sampai dengan sepatutnya, semua persis.

Xavier memarkirkan mobilnya di sebuah pusat perbelanjaan. Dia membawaku kembali kesini. Sepanjang perjalanan Xavier merangkul pinggangku posesif, sifat Xavier memang seperti. Mendominasi secara keseluruhan, dia tidak suka miliknya di usik oleh orang lain.

Ternyata tujuan kami adalah toko yang menjual handphone. Melihat penampilan kami, mereka melayani kamu dengan sangat baik. Ternyata penampilan bisa mengubah cara pandang orang lain.

Xavier membeli handphone yang sama seperti miliknya. Aku sangat terkejut mendengar nominal yang harus di keluarkan untuk membeli satu handphone saja.

Harganya sanggup membeli satu buah motor baru. Aku tidak tau ada handphone yang semahal ini,selama ini aku tidak di izinkan untuk memakai handphone.

"Agar aku mudah menghubungimu."

Xavier mengecup pipiku, membuat pipiku merona merah karena malu. Orang-orang memperhatikanku dan berbisik-bisik membuatku tidak nyaman. Aku menyembunyikan wajahku di dada Xavier.

"Kami tidak suka," nada suara Xavier dingin. Aku hampir lupa Xavier tidak suka jika aku menolak apapun perbuatan padaku.

"Aku hanya malu."

Aku memeluk tubuh Xavier dan mengusapkan wajahku pada dadanya. Dia tersenyum dan mengelus rambutku dengan sayang.

"Kak aku mau es krim," pintaku.

Xavier membawaku ke gerai es krim yang pernah di belikan nya untukku sebelumnya. Aku bahagia sekali dapat merasakan enaknya es krim ini lagi.

Di gerai es krem itu, kami bertemu dengan Alta. Sahabat Xavier itu juga sedang bersama wanita yang sangat sexy. Aku gugup sekali, bagaimana jika Alta mengatakannya pada Arinda? Pasti akan menjadi masalah nantinya.

Apalagi Alta melihat ku yang pimgangnya di rangkul oleh Xavier. Ini bukan hal yang wajar, walaupun kami berstatus saudara tiri.

"Hei, kita bertemu disini," kata Alta santai, seakan menemukan kami dalam kondisi yang wajar.

Xavier menepis tangan Alta yang hendak menyentuh rambutku. Xavier memperlihatkan aura permusuhan yang sangat kuat.

"Tenang boy. Aku tidak akan menggangu milikmu."

"Jika berani. Aku akan mematahkan kakimu," kata Xavier penuh dengan kesungguhan.

Alta hanya berkekeh dan menaikan sebelah alisnya. Dia nampak tidak berminat meladeni permusuhan yang di tawarkan oleh Xavier.

Kami memutuskan untuk berpisah dengan Alta, setelah selesai membeli es krim. Aku memakan es krim ku dengan lahap, tapi hatiku masih gundah juga memikirkan Arinda.

Jangan sampai kejadian ini sampai ke telinga Arinda. Aku tidak ingin di jauhi oleh Arinda. Aku tau ini tidak akan bertahan lama, suatu saat Arinda akan tau, dia akan membenciku.

Aku memang harus kehilangan dia. Aku tidak mungkin meninggalkan Xavier, aku ingin sekali di sisi Xavier.

Saat ini Xavier sedang menyetir menuju rumah. Kami akan pulang, aku bersandar di bahu Xavier. Dia tidak keberatan, walaupun sedang menyetir.

"Hati ini aku senang sekali," kataku memecah keheningan diantara kami.

"Aku akan sering mengajakmu keluar."

Aku senang sekali mendengar ucapan Xavier, artinya dia akan lebih banyak menghabiskan waktu bersamaku, tapi aku juga khawatir Arinda mengetahui hubunganku dan Xavier yang tidak biasa.

Sekilas aku melihat bayangan Arinda dengan seorang laki-laki yang tampak mesra dari mobil yang lewat berlawanan arah dengan mobil kami. Apakah aku sekhawatir itu? Sehingga melihat bayangan Arinda.

1
Zi-Ha
bodo kali tu cewek..
ngapain juga masih disitu...😡😡
Tatu Nadia
apa mungkin Aya hamil..hmm..
Tatu Nadia
kejam banget thor
Userr_Erorr
aneh ,, bilangnnyaxavier gk prnh bwa doi" sblumnya kermhnya,, tpi aya tau doi" xavier sblumnya,, n aya juga kn gk prnh kaluar rmh
Sri Suwarni
ini trlalu sadis cerita ny trustrang aja aku ngga suka cerita yg begini maaf
Sumarni Aurellia
kk kpn d lanjutin ceritanya🥺
Sumarni Aurellia
kk kpn d lanjut ceritanya🤔😔
wong_oseng
ini hiatus kah ?
Ira Wati
lanjut
wong_oseng
novel ini apakah sdh hiatus ya....
Tramitra Wisadi
hmmmm
warnita meridiana
lanjut thot
Nining Rahayu
kalo bacanya di loncat2 ga bakal faham ini mah...😁😁😁
Rina Tyas
Thor bukannya Aya panggilnya bunda, k' mama
Rina Tyas
suka thor
Rina Tyas
lanjut kakak
Rina Tyas
semangat ya thor
Rina Tyas
iya kak AQ suka critanya
Suyati Lihawa
kapan lanjutnya thor kok lama sekali ditunggu ya tks
Emma_ku
melotot kn loh..
hahahah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!