NovelToon NovelToon
The Best Sniper

The Best Sniper

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata-mata/Agen / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:24.7k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Novel ini adalah sekuel dari Novel My Secret Agent yang mengisahkan tentang Fey dan Gian.

Novel The Best Sniper, akan membahas mengenai Ryuga, putra pertama Fey dan Gian yang mengikuti jejak sang Ibunda yang berkarier di dunia Agen Rahasia.

Tak hanya membahas tentang karier cemerlang dari Ryuga, namun juga akan membahas perjalanan cinta dari si Pemimpin Pasukan Agen Rahasia.

Selain tokoh Ryuga, Author juga akan membahas tentang dua tokoh lain yaitu adik kandung Ryuga dan juga sahabat - sahabat yang kocak dan tengil. Mereka tentu akan ikut mewarnai kisah hidup Ryuga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13. Aksi Duet

"Ryuga mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi sembari sesekali melirik ke arah spion mobilnya. Lima buah mini bus itu terus mengikutinya, berusaha agar tak ketinggalan jejak.

Sementara itu, tanpa di minta, Gladys segera merakit pistol yang ia temukan di dashboard mobil Ryu. Tangannya dengan lincah merakit pistol yang tersimpan dalam kondisi terpisah itu.

"Kita cari lokasi yang sepi aja, Yu. Terlalu bahaya kalau kebut - kebutan di jalan yang rame gini." Kata Gladys.

"Mini bus itu ada lima, Dys. Dan kemungkinan besar isinya penuh." Kata Ryu.

"Terus, kenapa? Lo takut?" Tanya Gladys.

"Ck! Gue gak takut, tapi gue mikirin keselamatan lo." Jawab Ryu.

"Lo ngeremehin gue? Memangnya lo kira, gue gak bisa ngimbangin lo?" Cicit Gladys sambil menatap tajam ke arah Ryu.

Ryu pun hanya bisa mendengus sambil melirik ke arah Gladys yang memelototinya. Ia kemudain mengarahkan mobilnya menuju ke sebuah jalanan sepi yang jarang di lalui orang karena berada di di tengah perkebunan milik pemerintah.

"Lo bawa pistol itu. Tembak aja siapapun yang membahayakan lo. Kita gak tau, musuh kita bawa senjata api, atau cuma senjata tajam biasa." Kata Ryu yang kemudian memakai maskernya sebelum turun dari mobil bersama Gladys.

Begitu turun dari mobil, Ryu dan Gladys langsung di kepung oleh dua puluh lebih pria berbadan tinggi tegap dengan tato di tubuh mereka. Melihat orang - orang itu, langsung membuat Gladys tersenyum smirk dan melepas begitu saja maskernya.

"Ch! Kalian." Kata Gladys yang membuat Ryu langsung menoleh.

"Lo kenal?" Tanya Ryu.

"Anak buah bokapnya Putra. Dia pasti gak terima karena lo berhasil jeblosin mereka berdua ke Penjara." Kata Gladys.

Mendengar jawaban Gladys, tentu membuat Ryu lega. Setidaknya, ia tak perlu menutupi wajah dan identitasnya yang merupakan Agen Rahasia. Karena mereka menalnya sebagai seorang pengacara.

"Ck! Buang - buang waktu aja." Kata Ryu.

"Kalian mau apa?" Tanya Gladys.

"Ch! Anak perempuan sombong! Sudah jelas kami mau menghabisi kamu, karena kamu sudah berani mengusik Tuan Joko dan Tuan Putra." Kata salah seorang pria yang sepertinya pimpinan dari rombongan Preman itu.

"Bilang sama Joko, saya gak takut! Lakukan kalau kalian bisa." Tantang Gladys yang sama sekali tak menampakkan wajah takutnya.

Tak lagi berbasa - basi. Preman itu langsung mengeroyok Gladys dan Ryu yang hanya berdua. Namun, tentu hal itu bukan lah hal yang mudah, mengingat pekerjaan Ryu dan Gladys yang memang berhubungan dengan bela diri, membuat keduanya bisa dengan mudah menumbangkan lawan mereka.

"Huh! Lumayan juga dapet samsak hidup buat olah raga pagi menjelang siang ini." Komentar Ryu.

"Ck! Gue masih kurang! Lo serakah banget, harusnya kita bagi dua, biar adil." Kata Gladys sambil melirik ke arah Ryu yang berhasil melumpuhkan lebih dari setengah preman itu.

"Lo itu tanggung jawab gue. Sebagai calon suami yang baik, mana bisa gue biarin lo ngelawan mereka." Jawab Ryu yang mulai kembali bersiap dengan kuda - kudanya saat melihat beberapa preman yang kembali bangun.

"Ch! Geli gue, dengernya." Sahut Gladys yang membuat Ryu tertawa. Gladys pun sudah bersiap dengan kuda - kudanya.

"Cepet beresin aja, kita harus segera balik ke Kantor." Kata Ryu yang di jawab anggukan mengerti oleh Gladys.

Mereka berdua pun bergerak lebih cepat dan tak main - main seperti serangan pertama tadi. Tak butuh waktu lama, mereka pun berhasil membuat lawan mereka tak sadarkan diri.

"Ini di biarin gini aja?" Tanya Gladys.

"Iya udah, biarin aja." Jawab Ryu.

"Cepetan masuk, kita harus cepet ketemu sama tiga bos besar." Kata Ryu yang sudah membukakan pintu untuk Gladys.

"Thank's ya." Ucap Gladys sambil tersenyum sebelum Ryu menutup pintu mobil tempat Gladys duduk.

Melihat senyuman Gladys, entah mengapa membuat jantung Ryu berdebar tak karuan. Senyuman pun tiba - tiba tersungging di bibir Ryu.

"Ck! Gila lo, Yu! Jaga image, jangan bikin malu!" Kata Ryu yang kembali mengontrol ekspresi wajahnya sebelum masuk ke dalam mobil.

Ryu kembali mengemudikan mobilnya menuju ke kantor BIN, dimana Gladys bekerja.

"Thanks ya, Yu." Ucap Gladys sambil bersiap turun dari mobil Ryu.

"Nanti sore, gue jemput." Kata Ryu.

"Gue bisa pulang sendiri." Jawab Gladys.

"Keluarga gue mau ketemu sama calon istri gue." Kata Ryu sambil menatap ke arah Gladys.

"Secepet ini?" Tanya Gladys dengan tatapan tak percaya. Jantungnya berdegub dengan kencang, terlebih membayangkan pertemuannya dengan idolanya yang akan menjadi calon mertuanya.

"Kenapa? Semuanya memang harus di lakukan seinstan mungkin, kan? Kalo perlu, besok bangun tidur kita udah harus resmi jadi suami - istri." Kata Ryu yang membuat Gladys terkekeh.

"Yaudah, gue turun dulu." Pamit Gladys yang kemudian turun dari mobil Ryu.

"Hati - hati di jalan, calon suami." Kata Gladys sambil melihat Ryu dari kaca jendela mobil yang sengaja di turunkan.

Mendengar itu, tentu saja membuat Ryu tertawa. Ia kemudian melambaikan tangan sebelum menutup jendela dan melajukan mobilnya menuju ke Markas.

Seperti yang sudah di rencanakan, sore itu Ryu menjemput Gladys di Kantor BIN. Tak langsung menuju ke rumah Ryu, Ryu justru membawa Gladys ke sebuah Mall.

"Ngapain kita ke sini? Ini bukannya Mall punya keluarga Lo?" Tanya Gladys.

"Bunda yang nyuruh lo milih gaun yang udah Bunda siapin. Karena Bunda gak tau, selera lo gimana." Jawab Ryu.

"Hah? Gaun? Emang kita mau kemana?" Tanya Gladys yang langsung menghentikan langkahnya.

"Ketemu keluarga gue." Jawab Ryu.

"Bukannya kita ketemu di rumah? Kenapa harus pake gaun segala?" Tanya Gladys.

"Emang Gue bilang mau ketemunya di rumah? Kayaknya Gue gak bilang gitu." Jawab Ryu.

"Terus? Emang kita mau ketemu keluarga lo dimana?" Tanya Gladys.

"Di pesta pernikahan salah satu sepupu jauh gue. Anak sepupunya Yanda." Jawab Ryu.

"Berarti, kita ketemu keluarga besar Lo?" Tanya Gladys dengan netra terbelalak saat mendengar apa yang di katakan oleh Ryu.

"Iya. Bunda dan Yanda mau ngenalin Lo ke keluarga besar. Gak mungkin kan tiba - tiba aja kita nikah tanpa keluarga besar Gue kenal sama Lo. Di kira nanti kita MBA alias Married By Accident." Jawab Ryu dengan santainya.

"Ayo buruan, nanti kita terlambat." Kata Ryu sembari mendorong tubuh Gladys menuju ke salah satu Boutique yang ada di dalam Mall.

Kedatangan mereka pun di sambut oleh pegawai Boutique yang tentu sudah mengenal Ryuga. Mereka langsung membawa Gladys dan Ryuga menuju ke ruang VIP yang ada di sana.

"Ini gaun yang sudah di siapkan Bu Fey." Kata pegawai sembari mendorong deretan gaun yang sudah di pilihkan Fey.

"Pilih aja mau yang mana, Sayang." Kata Ryu yang sengaja menggoda Gladys. Gladys pun hanya bisa tersenyum kikuk sembari melihat ke arah pegawai yang tersenyum ke arah mereka.

Karena malu, Gladys pun memilih dengan sembarangan gaun yang ada di gantungan itu, tanpa melihat detil gaun yang ia pilih.

"Saya ambil yang ini aja, Mbak." Kata Gladys sembari menunjuk gaun berwarna hitam.

"Silahkan di coba dulu." Ujar si pegawai.

"Gak usah, udah pasti muat kok. Langsung di bungkus aja." Jawab Gladys.

"Yakin, gak mau di coba dulu?" Tanya Ryuga.

"Iya, gak usah." Jawab Gladys.

"O.K." Jawab Ryu yang kemudian mengekor menuju ke kasir.

Setelah membayar, Ryu kemudian mengantar Gladys menuju ke kontrakannya.

"Gue jemput jam tujuh malem." Kata Ryu.

"Iya." Jawab Gladys.

"Jangan terlambat." Ujar Ryu ketika Gladys sudah turun dari mobil.

"Baik, Tuan." Jawab Gladys sambil melirik jengah ke arah Ryu.

1
Munas Tuti
he..he...Ryu cemburu beneran gituuu
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
mode posesifnya bang Ryu sdng on nih jd Gladys harap maklum ya 😉😂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Ryu kl dah cinta sama Gladys ungkapin sblm Gladys nya di ambil sama Nolan nyesel nantinya lho 😉😂
This Is Me
Percaya...bang Ryu, percaya kalau uang abang buanyaaaaakkkk🤭🤭🤭
rizky tria
mode posessif Yanda nih bang Ryu 😁
Munas Tuti
ihhh Ryu cemburu, ngerass lbh ganteng lagii
This Is Me
Ingat, Gladys, suamimu itu anak sultan. €14.000 duit kecil untuknya
🎃
bundaa , anak nya cemburu noh🤣
abang cemburu berat ini 🤣
help 🤣🤣🤣🤣
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
mulai bang Ryu cemburu nih 😂😂
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
cemburu?? ya ngomong dng box
Sonya Kapahang
cemburu, Bang..?? inget Misi, Bang.. Kontrak doang, nikahnya kontrak doang.. ga usah pake hati 🤣🤣🤣🤣🤣
💟노르 아스마💟
🤣🤣🤣🤣🤣 cemburu bang????
Munas Tuti
gimana siiih Gladys kok gak ngerti klo sdh nikah sah sscara agama da negara
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
sekali dayung dua tiga pulau terlampaui ya Ryu karna sambil menjalankan misi Ryu akan memenangkan hatinya Gladys 😂😘
This Is Me
Makin sweet aja pasangan ini 😍
utama
kak buat Ryu ditengah jalan misi menyatakan isi hati ya pasti seru🥰
lanjut kak author
This Is Me
Lanjutin aja jadi nikah beneran😍😍
💟노르 아스마💟
sprtinya Ryu emang cintrong yakk ke gladis
Munas Tuti
ha..ha..ha...bisa jg Ryu godain Gladys
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kerjaan Ryu skrng itu godain Gladys 😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!