CINTA TIDAK HARUS MEMILIKI?
‘KARENA TIDAK SEMUA CINTA,SEJATI.’
Bugh
Bugh
Bugh
“Gue bersumpah,seujung kuku pun elo nggak akan pernah menemukan keberadaan Kanaya.”Teriakku tepat didepan wajahnya.Lalu kutinggalkan dia begitu saja.
Sejak saat hari itu,aku memutuskan untuk tidak tinggal bersama keluargaku.
Ya,memang itu yang aku alami.Bahkan lebih rumit dari yang sekadar orang lain pikirkan.
• Agra Atthafarizt Herdinata
• Agam Rayyan Atthafarizt
• Kirana Andrea Hilaya
• Kanaya Eisya Putra
Kuy baca ceritanya
Ini kisah Agra,Agam,Kanaya dan Kirana ya.Yang nanti bakal berlanjut keanak-anak mereka...
MAU MEREVISI DULU DAN MAAF JIKA NANTI TIDAK SINKRON DENGAN 'DARI SAHABAT KEAKAD' TERLALU LAMA HIARUS MEMBUTA DAKU LUPA ALUR TEPATNYA😂😂
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UTiik KriStiantii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 23
Ceklek
Agra membuka pintu ruang kerjanya.Dan begitu sampai diluar pemandangan pertama yang ia lihat adalah Kanaya yang sedang tertawa keras bersama pembantu rumah tangganya hanya karena melihat film kartun.
Melihat itu Agra ikut tersenyum.Dia ikut bahagia melihat Kanaya tertawa selepas itu.
“Lihat apaan sih?Girang banget?”Agra segera ikut bergabung dengan dua perempuan itu.
“Maaf den,saya kebelakang dulu.”Pembantu tersebut ingin pamit kedapur.
“Sudah bi!Duduk disini saja!Daripada ntar saya harus ngadepin bumil ngambek.”Jawab Agra sekenanya.
“Sembarangan.”Sahut Kanaya sambil mengerucutkan bibirnya.
“Bang.”Panggilnya.Agra menoleh kearah Kanaya.
“Pengen makan martabak.”Pintanya disertai puppy eyes nya.
“Ha?”Hanya itu yang keluar dari mulut Agra.”Tapi sama bang Enggar yang beli.”Lanjut Kanaya.
“Enggar.”Teriak Agra seketika.Kanaya dan pembantunya bahkan sampai menutup telinga karena teriakan Agra yang sangat kencang.
“Paan?”Jawab Enggar yang langsung mendekat begitu mendengar teriakan menggelegar itu.
“Kanaya pengen martabak yang beliin elo.”Jawabnya santai.Enggar melongo mendengar jawaban Agra.
“Hehehe...katanya suruh anggap Abang sendiri?”Cengir Kanaya.
“Okelah.Gue gas.”Jawab Enggar.Suasana hatinya sedang bagus karena baru saja mendapat bonus dari Agra.
“Ikut.”Rengek Kanaya.
“No.Ini sudah malam Nay.Nggak boleh.”Sahut Agra cepat.
“Tapi gue maunya makan ditempat bang.”Bujuk Kanaya.
“Abang bilang enggak!”
“Ikut.”
“Enggak!”
“Ikut.”
“Stop!”Sela Enggar yang lelah mendengar perdebatan dua manusia itu.
“Kanaya ambil jaket celana panjang kita nyari bareng!Dan Lo Agra,Sono ganti baju Lo ikut juga.Cepat!”Ucap Enggar.
Kanaya dengan senang hati langsung berlari menuju kamarnya.Sedangkan Agra,meski masih sedikit kesla tetapi ia mengikuti ucapan Enggar.
Setelah hampir 45 menit berputar mencari penjual martabak,akhirnya mereka menemukannya.
Dipinggir sebuah taman tempat biasa anak muda pada nongkrong.
Dengan semangat 45 Kanaya menarik tangan Agra.
“Bang mar.”Panggil Kanaya.Agra dan Enggar saling bertatapan bingung dengan panggilan yang Kanaya berikan kepada penjual martabak tersebut.
“Lo kenal?”Tanya Enggar dan Kanaya menggeleng.
“Kok tadi manggilnya bang mar?”Tanya Agra.
“Kan penjual martabak.Ya bang mar dong.Bang martabak.Heheheh...”Jawab Kanaya.
“Martabak yang super manisnya satu ya bang.Biar nanti anak saya manis-manis semua.”Pesan Kanaya sambil mengusap perutnya yang masih rata.
Penjual martabak tersebut tersenyum mendengar pesanan Kanaya.Lucu pikirnya.
“Bang,suaminya disini.Nggak usah senyum-senyum!”Tegur Agra yang tidak suka melihat Kanaya diajak tersenyum penjual martabak.
Enggar memutar bola matanya jengah dengan sikap Agra yang terkadang seperti anak kecil.
“Dimakan disini ya bang mar.”Pesan Kanaya lagi.
“Iya neng.”
Ketiganya lantas nunggu martabak super manis yang Kanaya inginkan.
....
Sementara itu diBoyolali
Agam merasa ada yang aneh pada tubuhnya.
Akhir-akhir ini ia merasa lebih mudah lelah.Hatinya menjadi lebih sensitif,dan emosinya sulit dikontrol.
Dipagi hari,ia selalu mual-mual layaknya ibu hamil mengalami morning sicknes.
Terkadang ia juga mengalami masa dimana ia sangat menginginkan sesuatu tetapi begitu ia mendapatkannya semua terasa tidak menarik dimatanya.
Bingung?Jelas,ia bingung.Ia tidak tahu apa yang salah pada tubuhnya.
Masa-masa sulit ibu hamil yang harus dirasakan oleh Kanaya justru Agam yang lebih merasakan.
Semenjak Kanaya pergi bersama Agra,semenjak itu pula Agam mengalami perubahan pada tubuhnya yang luar biasa.
Pagi ini,jam masih menunjukkan waktu subuh.Tidur nyenyaknya harus terganggu karena perutnya terasa mual seperti diaduk-aduk.
Ia segera berlari kekamar mandi dan memuntahkan semua isi perutnya.
Bahkan perutnya sampai terasa sakit karena hanya cairan putih yang keluar dari mulutnya.
Badannya terasa lemas dan seperti tak bertenaga untuk beraktivitas.
Setelah dari kamar mandi, akhirnya ia memilih duduk dimeja makan.
“Loh,Agam.Kamu kenapa nak?”Tanya Arka yang terkejut melihat wajah pucat Agam.
Agam menggeleng.
“Ma.”Panggil Agam.Belum sempat Arka menjawab perutnya sudah mual dan ia segera berlari ke wastafel.
Berupang kali ia mencoba mengeluarkan isi perutnya,tetapi zonk,lagi hanya cairan putih yang keluar.
Tak lama Agam dudutlk terperosok kelantai.Sungguh,ia benci dengan tubuhnya yang seperti ini.
“Sayang.”Panggil Arka.
Ada satu hal yang mengganjal dihati Arka.Apa yang terjadi pada Agam saat ini pernah ia alami juga sewaktu mengandung Agra.
Tetapi ia segera menepis pikiran itu.Ia yakin,anaknya tidak sebejat itu.
“Lemes ma.”Keluh Agam seperti anak kecil.
“Kamu tunggu sebentar!”Tutur Arka.
Ia berjalan kekamar untuk membangunkan Althaf agar membantunya membawa Agam kekamar.
“Ada apa sayang?”Tanya Althaf yang masih enggan membuka mata.
“Ish...”Arka menepuk pundak Althaf karena kesal.”Agam pingsan didapur.”Ucap Arka.
“Apa?”Seketika Althaf terbangun.Ia segera berlari menuju dapur.
Agam belum pingsan,hanya saja dari wajahnya dapat dilihat dia begitu tak bertenaga.
Althaf dan Arka membantu Agam berdiri dan berjalan kekamar.Sebagai orang tua jelas mereka khawatir dengan keadaan Agam.
“Kita kedokter ya nak?”Tanya Arka.Dan Agam menggeleng.
Dokter?Obat?Itu semua Agam anggap sebagai musuh.Ia benci dokter dan obat.Makanya sebisa mungkin ia tidak sakit.
“Ya sudah kamu istirahat!”Ucap Althaf.
Arka dan Althaf lantas keluar kamar.
“Mas.Kok aku merasa ada yang mengganjal ya dari apa yang sedang Agam alami saat ini “Curhat Arka.
“Ini tuh persis saat aku hamil Agra.Ya kan?”Tanya Arka dan Althaf mengangguk.
“Tapi nggak mungkin Agam sebejat itu.Sama siapa?Orang dia aja kerjaannya Cuma kerja lalu pulang kerumah.Paling banter kerumah Azka atau Asen.Ya kan?”Terang Althaf dan Arka hanya mengangguk.
“Mungkin memang tubuhnya sedang tidak fit saja.”Althaf mencoba untuk berpositif thinking perihal anaknya itu.
Setelah subuh tadi drama Agam terjadi.Saat ini,saat Agam hendak bekerja tubuhnya sudah kembali fit seperti tidak terjadi apa-apa.Hal itu semakin membuat kedua orang tuanya bingung.
“Gam,kamu sudah baikan?”Althaf bertanya.
“Sudah pa.”Jawab Agam santai.
“Emang Lo kenapa bang?”Afsheen ikut bertanya.
“Kepo lo.Kek Dora.”Ledek Agam.
Afsheen mengerucutkan bibirnya kesal.
“Ma,pa Agam berangkat dulu ya? Assalamualaikum.”Pamitnya lalu mencium punggung tangan kedua orang tuanya.
“Aneh sekali anak itu.”Gumam Arka.
Dijalan menuju tempat kerjanya,Agam menghentikan laju motornya karena melihat penjual buah durian.Dia sangat ingin memakan buah itu.Padahal sepanjang ia hidup,ia sangat membenci buah durian.Bahkan hanya mencium baunya saja dia akan langsung muntah-muntah.
Ternyata hukum alam tidak bisa ditawar.Kanayalah yang sangat menyukai buah durian,tetapi kini justru Agam yang ngidam durian.
Terbukti,yang hamil Kanaya yang lebih tersiksa Agam.
Pagi itu,Agam menghabiskan satu buah durian dengan besar yang lumayan besar.Jika orang rumah sampai tahu,sudah pasti mereka akan gempar karena perubahan sikap Agam ini.
Keadaan Azka dan Dean semakin hari semakin memburuk.Kesehatan keduanya tidak ada yang baik.Kini keduanya bahkan harus dirawat dirumah sakit.
Agra,yang diminta Kanaya untuk mengawasi kedua orang tuanya setiap saat pun tidak memberi tahu keadaan kedua orang tuanya saat ini.Dia takut,jika Kanaya diberi tahu ia shock.Dan itu tentu tidak baik untuk kandungannya.
Tetapi sejauh ini,diam-diam Agra selalu meminta dokter yang menangani Azka dan Dean untuk diberi perawatan yang terbaik dan tentunya dia yang akan menanggung biaya tambahannya.
JANGAN LUPA VOTE,LIKE DAN KOMENTAR YAA...SEDEKAH POINNYA JUGA DITUNGGU...
udh seneng up tiap hari