Bagaimana jadinya jika seorang keponakan diam-diam mencintai tantenya sendiri? Sementara sang tante selalu membuat ulah dengan menerima semua laki-laki yang menyatakan cinta padanya.
Ini adalah kisah Dalziel Lawrance, anak yang diangkat di keluarga Tan dan adik dari ayahnya—Gloria Rusell Taneta.
Bagaimana kisah cinta mereka akan berujung? Cus kepoin ceritanya.
Jangan lupa follow Ig @nitamelia05
Salam anu 👑
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ntaamelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24. Hukuman
Setelah mengusir para mantan kekasih Gloria, Ken mengajak putrinya untuk bicara. Dia membawa gadis itu ke ruang kerja miliknya yang kini sudah berubah menjadi ruang baca, sementara Gloria terus mengekor dengan kepala yang menunduk.
"Sayang, ada apa sih?" tanya Zoya sebelum Ken membuka pintu, sedari tadi Zoya sudah penasaran, tapi sang suami tak mengizinkannya untuk keluar.
"Aku akan memberi pelajaran pada putri nakalmu ini, Baby," jawab Ken, yang membuat Gloria semakin merasa bersalah. Bibir gadis itu berubah mengerucut.
"Ada masalah apa sebenarnya? Kenapa mereka datang beramai-ramai seperti itu?"
Zoya bertanya lagi, tapi Ken malah membuka pintu dan meminta Gloria masuk.
Hal yang pertama kali Ken lakukan adalah menghela nafas panjang, dia benar-benar tak habis pikir dengan kelakuan Gloria yang menerima semua pria untuk jadi kekasihnya.
Andai mereka menuntut balas, maka apa yang akan terjadi pada gadis itu? Ken sungguh tak bisa membayangkannya.
"Daddy akan menghukummu mulai hari ini!" cetus Ken, akhirnya buka suara setelah hening mengambil alih.
Sontak saja Gloria mengangkat kepala dengan wajah yang terlihat muram. "Daddy, aku minta maaf."
"Daddy bisa memaafkanmu, tapi jangan harap kamu bisa bebas dari hukuman!" tegas Ken, meski dia sangat menyayangi putri bungsunya, tetapi dia juga tak mau begitu memanjakan. Gloria harus memiliki rasa tanggung jawab, apalagi terhadap dirinya sendiri.
"Dia ini seenaknya saja, Mom, menerima lebih dari 10 pria untuk jadi kekasihnya. Lalu memutuskannya secara bersamaan!" sambung Ken seraya melirik ke arah Zoya yang berdiri di belakangnya.
Mendengar itu tentu saja Zoya langsung terperangah.
"Glor, apa benar yang dikatakan Daddy?" tanya Zoya dengan mata yang membulat.
"Mereka yang menyatakan cinta duluan, Mommy. Jadi apa yang aku lakukan itu terpaksa. Lagi pula apa salahnya aku menyeleksi terlebih dahulu? Bukankah nasib wanita cantik memang seperti itu?" jawab Gloria yang membuat Ken bertambah mendelik.
"Tapi kamu tidak tahu akibat dari semuanya! Mereka bisa saja berbuat jahat padamu. Baru diputuskan saja langsung demo seperti itu, buat sakit kepala!" kata Ken dengan menggebu.
"Iya, Daddy, iya, aku minta maaf. Mulai sekarang aku tidak lagi seperti itu," rengek Gloria dengan wajah memohon. Tak hanya itu dia juga bergelayut di lengan sang ayah.
"Pikirkan keselamatan dirimu, Sayang. Kita tidak tahu kejahatan akan datang dari mana," timpal Zoya ikut menasehati putrinya yang memang lain dari pada yang lain.
"Sudahlah, Daddy akan menarik semua fasilitasmu, dari kartu, mobil, handphone. Mulai hari ini kamu akan diantar jemput bodyguard Daddy, supaya kamu tidak main setelah pulang kuliah, yang terakhir kamu tidak boleh berpacaran sebelum lulus!" ujar Ken, menuturkan secara gamblang hukuman apa saja yang harus diterima Gloria.
Dan hal tersebut tentu saja membuat Gloria langsung menganga, dia mengangkat wajah dengan bibir yang mengerucut. "Daddy!" rengeknya.
"Dilarang membantah! Aku benci sekali dipanggil Kakek!" ketus Ken seraya mendesaahkan nafas kesal.
Sementara Zoya hanya bisa meneguk ludah, kali ini dia tidak akan mungkin bisa membantu Gloria.
"Ikuti saja apa kata Daddy, semua ini demi kebaikanmu," ujar Zoya sambil mengelus lengan putrinya.
Tubuh Gloria terasa lemas, dia pun melepaskan pegangan tangannya pada Ken. "Apakah bodyguard Daddy akan terus mengikuti ke mana aku pergi?"
"Tentu saja, selama kamu tidak ada di mansion, mereka akan menjadi penguntit!"
"Apakah tidak ada keringanan?"
"No, Daddy tidak akan memberikan toleransi. Jadi berhentilah memasang wajah seperti itu," jawab Ken, karena sedari tadi Gloria terus menunjukkan wajah memelas, mirip sekali dengan Zoya saat merayunya.
"Ayo sarapan!" sambung Ken sambil meraih tangan Zoya. Mengajak wanita itu ke meja makan.
"Ck, Daddy menyebalkan! Lagi pula aku cantik juga karena siapa? Semuanya kan karena Mommy dan Daddy. Jadi, aku tidak sepenuhnya bersalah," gerutu Gloria, rasanya ingin menggigit sesuatu.
***
Maaf ya gaes, bulan puasa rasanya ngantuk mulu 😴
Novel Author Ceritanya bagus².👍👍👍
Harus sabar lagi Ziel, kalau emang sudah ga tahan mending panggil Mommy Zoya siapa tau kalau lewat pawangnya Raja Uler ga buat ulah lagi di situ.🤭🤭🤣
Ada²bsaja Authornya.🤦♀️🤭
Happy Wedding Ziel Glor.
Semoga Ziel baik² saja.