NovelToon NovelToon
Stalker Ghost (Hantu Penguntit)

Stalker Ghost (Hantu Penguntit)

Status: tamat
Genre:Matabatin / Mata Batin / Kutukan / Kumpulan Cerita Horror / Horor / Tamat
Popularitas:11.4k
Nilai: 5
Nama Author: meli meilia

~NOVEL KE 12~
Namaku Imelda Molly. Orang biasa memanggil ku Imel atau Meli. Usia ku 19 tahun. Dan ini adalah tahun kedua ku di Universitas. Dengan jurusan Pendidikan Kimia yang menjadi prodi pilihan ku.
Aku tak menyangka, kalau hidup ku akan berubah sejak aku menyelamatkan seseorang dari aksi bunuh diri. Karena setelahnya, aku malah memiliki seorang penguntit (stalker). Dan penguntit nya adalah hantu!
Apa sebenarnya alasan hantu itu mengikuti ku ?
Apa hantu itu juga yang sudah meneror keseharian ku kemudian?
Bisakah kalian membantu ku memecahkan semua misteri yang menghantui hidup ku ini?
Terima kasih!
Aaahhh! Lihat!!! Apa itu di belakang kalian?!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meli meilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dating yang Gagal

"Awas!" seru Faiz menegur ku.

Aku hampir saja terjerembap jatuh ke lantai, jika saja tangan Faiz tak sigap menangkap pinggang ku. Sesaat tadi aku tersandung oleh sesuatu di lantai. Anehnya, begitu ku tengok ke belakang, aku tak mendapati apapun di jalan yang ku tinggalkan.

"Maaf. Tadi itu seperti ada sesuatu di sana. Tapi kok sekarang gak ada ya.." gumam ku malu.

Aku merasa jengah karena berdiri terlalu dekat dengan Faiz. Maksud ku, wanita manapun sudah tentu akan merasa gugup jika berhadapan dnegan lelaki tampan sepertinya, bukan? Apalagi dia itu dosen ku!

"Gak apa-apa. Setan tadi memang yang udah jahil duluan. Wajar kalau kamu gak lihat kepalanya yang nongol tiba-tiba di lantai," jawab Faiz dengan sikap acuh.

Lelaki itu segera melepas pegangannya di pinggang ku dan berjalan di depan kini.

"Hah?!! setan?!!" aku terkejut bukan main.

Berarti yang sudah membuat ku tersandung tadi itu adalah kepala setan?! Langsung saja bulu kuduk ku meremang jadinya.

Ku lirikkan pandangan ke sekitar. Saat ini aku dan Faiz sedang berjalan di area Taman Wisata Danau Pelangi. Dan jumlah pengunjung saat ini terbilang tak terlalu ramai.

Merasa sedikit gentar, aku pun bergegas menyusul langkah Faiz. Aku tak mau tertinggal jauh dari lelaki itu. Karena bagaimanapun juga hanya lelaki itu saja yang bisa menolong ku jika sudah bersinggungan dengan makhluk-makhluk ghaib.

Setelah berjalan beberapa lama, akhirnya kami berdua sampai juga di puncak. Pemandangan danau keunguan dari atas tebing pada sore hari ini merupakan momen yang cukup berkesan. Matahari tak lagi terlalu menyengat karena separuh nya tertutupi oleh awan. Sementara sisa sinarnya memantul ke permukaan danau hingga membuatnya jadi tampak berkilau.

Aku berdiri menyandar di pembatas jalan. Pandangan ku fokuskan tepat ke arah mentari yang mulai keemasan.

"Tak ada apa-apa di sini. Sebaiknya kita segera pergi!" ajak Faiz tiba-tiba.

"Hah? Kita balik sekarang?? Gak nungguin.."

"Nungguin setan yang gangguin kamu sampai muncul, begitu?" tebak Faiz lebih lanjut.

Dan aku menjawabnya dengan anggukan pelan.

"Percuma. Selain setan di jalan yang tadi, aku tak melihat aura yang berbeda di tempat ini. Sebaiknya kita pergi dulu saja sekarang,"

"Yah.. Sayang banget.."

Faiz tiba-tiba berhenti berjalan. Sehingga aku hampir saja menubruk punggung nya, karena aku berjalan tepat di belakang nya.

Selanjutnya pemuda itu berbalik dan memandang ku diam.

Lama dipandanginya diam-diam, aku pun jadi jengah.

"Kenapa sih,Pak?" tanya ku grogi.

"Aku menangkap aura hitam sesaat tadi. Dia sepertinya berada di belakang mu sekarang ini. Diamlah!" perintah Faiz kepadaku.

Mendengar ucapannya itu, aku pun jadi merinding.

"A.. au..aura hitam? Apa maksud mu ada.. se.. setan di belakang ku..sekarang ini?"tanya ku gugup dan tergagap.

"Ya. Tolong diam sebentat.Biarkan aku menariknya untuk mendekat ke sini. Jadi kau jangan melakukan apapun dulu, oke?" pinta Faiz kembali.

"Dari tadi aku kan memang udah diam aja, Pak! Please banget.. Bisa tolong dipercepat gak proses nya? bulu kuduk ku udah merinding banget nih!" pinta ku memohon.

Sesaat kemudian pandangan ku terhalang. Dan aku terkejut saat menyadari kalau penyebabnya adalah karena Faiz yang tiba-tiba saja memeluk ku.

"Apa yang--" Aku sudah akan mendorong dada bidang pemuda itu jika saja tak ku dengar ucapan Faiz berikutnya.

"Sstt.. ku bilang diam, bisa kan?! Aku audah berhasil menangkap sedikit aura arwah itu. Ini dia.." ujar Faiz seraya melepaskan pelukannya.

Lelaki itu kemudian mengulurkan tangannya kepadaku. Namun aku hanya bisa menangkap tangannya yang kosong tak memegang apa-apa.

"Hah?? Apaan sih? gak jelas banget!" aku merutuk sebal.

"Hh.. kau memang tak bisa melihat ini. Ya sudah lah. Sekarang sebaiknya kita pergi saja," imbuh Faiz yang kemudian langsung berbalik dan berjalan meninggalkan ku.

"Hey! Kok malah pergi sih?!" Aku memanggilnya.

Hendak meneriaki Faiz kembali, namun tiba-tiba saja tengkuk ku terasa berat. Belum lagi bulu kuduk ku masih juga merinding.

Ku tengok ke sekitar. Dan aku baru menyadari kalau di jalan tempat ku berada saat ini, aku hanya tinggal sendirian.

Merasa takut karena sendirian, aku pun langsung berlari untuk mengejar Faiz di depan ku.

"Kita mau ke mana?" tanyaku setelah berjalan sejajar di samping Faiz.

"Mengikuti ke mana aura arwah ini akan membawa kita. Aku merasa ditarik olehnya untuk pergi ke suatu tempat," terang Faiz.

"Hah?! Yang benar aja, Pak! Masa iya kita mau ikutin kata setan sih?!" aku memekik dengan syara tinggi

Hal ini membuatku menerima perhatian dari orang-orang yang berada dekat dengan kami.

Aku merasa malu. sehingga dengan terburu-buru ku kecilkan lah volum suara ku. Lalu berkata lagi kepada Faiz.

"Memangnya kita tuh sebenarnya mau ke mana sih, Pak?" tanya ku lagi.

"Diam dan ikuti saja aku!" jawab Faiz acuh tak acuh.

Selanjutnya Faiz melajukan motornya di depan menuju tempat entah apa. Sementara aku terus mengikuti dirinya dari belakang. Saat itu, waktu sudah menunjukkan pukul lima sore.

Mulanya aku merasa dilema untuk melanjutkan perjalanan ini atau tidak. Namun karena sudha terlanjur penasaran dan ingin menuntaskan rasa penasaran ku terkait hantu yang selama ini telah mengganggu ku, jadilah akhirnya aku terus mengikuti laju motor Faiz di depan ku.

Kami lalu sampai di depan jejeran kamar kontrakan yang ada di jalan kumuh. Selanjutnya Faiz menujukan langkahnya ke salah satu pintu kontrakan yang tertutup.

"Ini kontrakan siapa, Pak? kita masih ngikutin kata si setan gak sih?" tanyaku penasaran.

"Ya. Bisa gak kamu diam dan gak berisik, Mel? bagaimanapun juga aku perlu konsentrasi tinggi sekarang ini!" tegur Faiz memandangku tak suka.

Dalam hati aku meradang. Sebal benar dengan keangkuhan yang ditunjukan oleh dosen ku itu.

'Hu uh! ganteng-ganteng tapi nyebelin! Payah lah!' rutuk ku dalam hati.

Tok! Tok! Tok!

Faiz mengetuk pintu kontrakan tiga kali.

"Assalamu'alaikum! permisi!" sapa Faiz dan aku hampir bersamaan.

Lama tak ada jawaban. Aku melirik ke lantai dekat pintu. Di sana aku mendapati sepasang sendal pria dan wanita tergeletak tak rapih.

"Seharusnya sih ada orang nya.. Atau jangan-jangan orangnya lagi pergi kali, Pak!" celetuk ku asal menebak.

Faiz tak menyahut apa-apa. Namun detik berikutnya. aku dibuat kaget saat tiba-tiba saja Faiz seperti tersentak dan kemudian mendobrak pintu di depan kami itu.

Brak! Brak! Brak!

tiga percobaan pertama. pintu masih tertutup rapat. Hanya saja aksi Faiz ini berhasil membuat para apenghuni kontrakan lain jadi keluar dan melihat aksinya.

Tak ingin disangka komplotan penjahat seperti Faiz, aku oun langsung beringsut mundur menjauhi lelaki itu.

'Dia gila atau gimana sih?! Seenak jidatnya asal dobrak pintu rumah orang! Nyesal banget aku ikutin dia sampai sini!' rutukku dalam hati.

"Ada apa ini? Kalian siapa?!" teriak salah satu orang dair kerumunan yang mengelilingi kami.

Aku tergagap dan tak mampu menjawab apa-apa. Sementara Faiz tetap saja kembali mendobrak pintu sekeras yang ia bisa.

"Hey! kalian siapa?! Kenapa kalian mau membuka paksa rumah orang?!" tanya lelaki yang berbeda.

"Ee.. a..anu, Pak.. ini.." Aku masih juga kebingungan untuk menjawab.

Syukurlah tak lama setelah itu pintu berhasil terbuka. Dan apa yang kulihat dari pemandangan did alam rumah itu sungguh mengejutkan aku dan juga semua orang.

Tergantung pada seutas tali yang menjuntai dari atap pintu yang menuju kamar dalam kontrakan, ku lihat wanita yang dulu pernah ku tolong dari percobaan bunuh diri itu kini bergerak liar seperti hendak melepaskan jeratan tali di lehernya.

Ya. Lagi-lagi ku dapati wanita itu hendak melalukan aksi bunuh diri!

***

1
Shinta Ohi (ig: @shinta ohi)
untuk mu
Dhevirra Syafitri
halo aku mampir lagi nih
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Makin Seru Kk
Ry Benci Pakpol Mampir
Dhevirra Syafitri
bacanya nyicil wk
Dhevirra Syafitri
halo kak salam kenal, jangan lupa mampir di ceritaku yaa
FLA
kok ganti kak mel, yang kemaren kenapa🤔
FLA: wokay siap kak😉
total 4 replies
Lina Zascia Amandia
Karya baru Kak Mel? Selamat..... sy kasih jejak like dulu ya.
Lina Zascia Amandia: Ohhh gitu ya.....
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!