NovelToon NovelToon
World Of Shelter

World Of Shelter

Status: tamat
Genre:Zombie / Mengubah Takdir / Perperangan / Kumpulan Cerita Horror / Sci-Fi / Tamat
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Daffa Rifky Virziano

Ketika infeksi misterius yang berasal dari bunga menyebar ke seluruh dunia, mengubah manusia menjadi kawanan zombie, Virz—seorang bocah yang selamat—berjuang untuk bertahan hidup di dalam sebuah shelter. Bersama dengan sekelompok penyintas lainnya, mereka berusaha mencari penyebab wabah tersebut dan melawan para zombie di dunia yang berada di ambang kehancuran. Di tengah kekacauan dan ketakutan, mereka harus menemukan harapan dan jawaban sebelum segalanya benar-benar hancur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daffa Rifky Virziano, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Romansa sebelum badai

tinggalnya untuk beristirahat dalam suasana tenang. Angin malam yang sejuk dan nyaman membuat tubuhnya merasa rileks, dan dengan mata perlahan tertutup, ia dibuai oleh ketenangan malam yang menyegarkan setelah melakukan tugas panjang.

Keesokan paginya, Virz terbangun dengan rasa segar dan siap menghadapi hari baru. Sinar matahari pagi yang cerah menyapa ketika ia membuka jendela, dan udara segar pagi hari memenuhi paru-parunya. Dengan semangat yang baru, Virz memulai rutinitas paginya dengan olahraga.

Ia memulai dengan pemanasan, meregangkan otot-ototnya untuk mempersiapkan tubuh menghadapi aktivitas fisik. Setelah itu, ia melakukan lari kecil di halaman, menjaga irama pernapasannya agar tetap stabil. Virz kemudian melanjutkan dengan push-up, fokus pada teknik dan kekuatan otot lengan serta dada. Setelah push-up, ia melanjutkan dengan sit-up, berusaha memperkuat otot perut dan menjaga kebugaran tubuhnya secara keseluruhan.

Setelah selesai berolahraga, Virz membersihkan diri dan kemudian memulai persiapan sarapan. Ia mengoleskan selai di atas roti, menambahkan potongan daging dan sayuran segar untuk membuat sandwich. Setelah selesai, ia duduk di meja makan, menikmati sarapan yang sederhana namun memuaskan, merasakan energi yang kembali pulih.

Saat Virz sedang menyantap sandwichnya, tiba-tiba terdengar ketukan lembut di pintu. Ia merasa terkejut dan penasaran, lalu berdiri dan menuju ke pintu. Ketika pintu dibuka, Virz mendapati Erlina berdiri di ambang pintu dengan beberapa bingkisan di tangannya.

“Hai Virz, lama tak jumpa,” ucap Erlina dengan senyum cerah. Senyumnya terlihat malu dan menggoda, menambah kehangatan suasana pagi itu. Virz tersenyum lebar, terkejut dan senang melihatnya.

“Erlina! Tidak kusangka kamu datang pagi-pagi begini. Ada apa? Masuklah ” tanya Virz, mengundangnya masuk.

Erlina melangkah masuk sambil tertawa lembut. “Aku hanya ingin mengunjungi teman lama. Selain itu, aku membawa beberapa bingkisan untukmu.” Ia mengangkat bingkisan yang dibawanya dengan sedikit bangga.

VIrz mempersilakan Erlina duduk di meja makan. “Terima kasih! Aku sangat menghargainya. Bagaimana kabarmu?” tanya Virz sambil menyiapkan tempat duduk untuk Erlina. Mereka pun duduk dikursi yang saling berhadapan, Dengan wajah erlina tersipu malu.

Erlina duduk dengan nyaman dan meletakkan bingkisan di meja. “Aku baik-baik saja. Baru saja menyelesaikan beberapa urusan dan memutuskan untuk mampir ke sini. Aku mendengar kamu baru saja pulang dari misi ekspedisi yang sibuk. Bagaimana hasilnya?”

Virz mengangguk sambil menyantap sisa sandwichnya. “Ya, semua berjalan baik, Namun juga banyak masalah dalam tugas itu. Kemudian kami mengadakan rapat kemarin untuk membahas banyak hal, untung saja ada banyak hal positif yang bisa diambil. Aku baru saja mulai merasa normal setelah semua itu.”

“Senang mendengarnya. Oh, dan aku juga membawa beberapa makanan dan oleh-oleh dari pasar pagi,” ujar Erlina sambil membuka salah satu bingkisan. “Aku harap kamu suka.”

Virz mengamati dengan rasa ingin tahu saat Erlina mengeluarkan beberapa makanan kecil yang tampak lezat dari bingkisan. “Wah, tampaknya lezat sekali. Terima kasih banyak, Erlina. Kamu benar-benar tahu bagaimana membuat seseorang merasa istimewa.”

Erlina tersenyum malu. “Aku hanya ingin membuat kunjunganku lebih berarti. Lagipula, ini sudah lama sejak terakhir kali kita bertemu. Rasanya seperti merindukan teman lama.”

“Bagaimana kalau kita berbicara lebih banyak sambil menikmati makanan ini?” ujar Virz

Erlina setuju dengan senyum, dan mereka melanjutkan percakapan sambil menikmati makanan bersama. Pembicaraan mereka mengalir dengan mudah, penuh dengan cerita lama dan tawa yang menyegarkan suasana pagi itu.

Setelah mereka duduk dan mulai menikmati makanan yang dibawa Erlina, Virz mulai menceritakan pengalamannya selama misi ekspedisi ke Distrik Kupu-Kupu.

“Kamu tidak akan percaya apa yang kami temui di Distrik Kupu-Kupu,” kata Virz sambil mengunyah makanan. “Misi kami awalnya tampak seperti operasi standar untuk mengirim suplai. Namun, saat kami mulai mendapat masalah dan harus terlinat lebih dalam, kami menemukan beberapa hal yang sangat mengejutkan.”

Erlina tampak semakin tertarik. “Apa yang kalian temukan?”

Virz melanjutkan, “Kami menemukan sebuah laboratorium rahasia yang tersembunyi di bawah Distrik Kupu-Kupu. Di sana, kami menemukan mesin-mesin canggih dan dokumen-dokumen yang menunjukkan eksperimen-eksperimen gelap. Yang paling mengejutkan adalah subjek eksperimenzombie. Kami bahkan menemukan bukti bahwa ada banyak orang yang terlibat.”

Erlina terkejut. “Zombie? Itu terdengar sangat serius. Apa yang kalian lakukan setelah menemukan semua itu?”

“Kami berhasil mengumpulkan data dari laboratorium dan menemukan wilayah wilayah tersembunyi yang dijadikan tempat eksperimen. Kami juga menyadari bahwa ada banyak pihak yang mungkin terlibat dalam rencana ini,” kata Virz, wajahnya menunjukkan betapa beratnya situasi tersebut. “Meski begitu, ada beberapa kemajuan. Kami berhasil mendapatkan informasi penting yang akan membantu kami melawan ancaman ini.”

Erlina mengangguk, memahami betapa beratnya situasi yang dihadapi Virz dan timnya. “Bagaimana keadaan timmu sekarang?”

“Ya sejujurnya semua tim kami tewas, dan hanya menyisakan aku dan Hafiz" sambil merenung "Tapi, Kami sudah berhasil menyelesaikan misi akibat bantuan dari Mado Village dan orang orang yang kami temui, Lalu kembali dengan informasi yang kami perlukan. Sekarang kami tengah mempersiapkan langkah selanjutnya untuk menghadapi ancaman yang ada,” jawab Virz dengan optimis.

Erlina menatap Virz dengan penuh perhatian. “Kamu dan timmu telah melakukan pekerjaan yang sangat berani dan penting." sambil menyentuh pipi Virz dengan wajah menggoda "Aku bisa membayangkan betapa sulitnya situasi itu. Kalau ada yang bisa kubantu atau jika kamu butuh sesuatu, jangan ragu untuk bilang.”

Erlina menatap Virz dengan penuh perhatian. “Kamu dan timmu telah melakukan pekerjaan yang sangat berani dan penting,” ucapnya sambil menyentuh pipi Virz dengan lembut dan wajahnya menggoda. “Aku bisa membayangkan betapa sulitnya situasi itu. Kalau ada yang bisa kubantu atau jika kamu butuh sesuatu, jangan ragu untuk bilang.”

Virz merasakan debaran di dadanya semakin cepat saat Erlina melakukan sentuhan lembut itu. Wajahnya memerah, dan ia merasa gugup. “I-iya, terima kasih, Erlina,” jawabnya, suaranya agak bergetar.

Erlina tersenyum lembut, lalu mereka melanjutkan percakapan dengan topik-topik ringan dan santai sambil menikmati makanan yang disajikan. Suasana di meja makan menjadi lebih hangat dan menyenangkan. Virz merasa lebih baik setelah berbagi cerita dengan Erlina dan merasakan dukungan serta perhatian yang tulus dari teman lamanya. Keberadaan Erlina dan percakapan mereka memberikan dorongan semangat tambahan bagi Virz, membuatnya merasa lebih siap untuk menghadapi tantangan yang akan datang.

Setelah percakapan panjang dan makan bersama, Erlina beranjak dari kursinya dan mulai mempersiapkan diri untuk pulang. Dia berdiri dengan elegan, menyapu pandangannya ke arah Virz. “Terima kasih banyak, Virz, telah menerima kunjunganku pagi ini. Aku sangat menghargainya,” ucapnya dengan penuh rasa terima kasih. Senyum tulusnya membuat Virz merasa hangat.

Virz berdiri untuk mengantarkan Erlina ke pintu, “Aku juga terima kasih atas kunjunganmu dan bingkisan yang kamu bawa. Kehadiranmu benar-benar membuat hari ini lebih cerah.”

Mereka berjalan menuju pintu, berbicara ringan tentang rencana mereka ke depan. Ketika mereka hampir sampai di ambang pintu, Erlina berhenti sejenak, menoleh kembali ke arah Virz. Ada keraguan dan kehangatan dalam tatapannya. “Aku juga ingin berterima kasih atas semua bantuanmu selama misi awal pertemuan kita. Jujur saja, aku sangat senang berada di sisimu selama itu,” katanya dengan nada lembut, wajahnya sedikit memerah.

Virz merasa hatinya berdebar mendengar pernyataan tersebut. “Aku juga senang, Erlina. Bekerja bersamamu adalah pengalaman yang berharga.”

Erlina tersenyum lembut, tapi ada kesan berat dalam tatapannya. “Mungkin aku... menyukaimu,” ucapnya dengan suara pelan, hampir seperti bisikan. Setelah mengatakan itu, dia menundukkan kepala sejenak, seolah-olah mencoba menenangkan hatinya, kemudian melanjutkan langkahnya menuju pintu keluar.

Virz terdiam, tatapannya terpusat pada Erlina yang semakin menjauh. Ucapan terakhir Erlina terus bergaung dalam pikirannya. “Eh, apa aku tidak salah dengar?” pikirnya, mencoba mencerna apa yang baru saja diucapkan Erlina.

Perasaannya campur aduk. Kaget dan bingung, Virz merasa ada kehangatan yang menyebar di dalam dirinya. Hatinya berdebar kencang, dan seluruh tubuhnya terasa melayang. Perasaan senang dan terkejut bercampur aduk, membuatnya hampir tidak bisa fokus pada apa pun.

Dengan Erlina yang kini telah pergi, Virz berdiri di depan pintu, meresapi kata-kata yang baru saja didengarnya. Suasana yang tadinya cerah kini terasa lebih tenang, dan Virz merasa terjebak dalam alunan perasaan yang rumit. Dia menghela napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri sambil mengingat kembali momen-momen selama mereka bersama.

Kata-kata Erlina berputar-putar di benaknya, membuat Virz merasa seakan waktu sejenak berhenti. “Apakah mungkin seorang pria seperti ini disukai olehnya?,Sial bodohnya aku terdiam atas ucapnya tanpa membalaskan kata” batinnya, mencoba mencari jawaban atas perasaannya sendiri. Dengan pikiran yang masih melayang, Virz akhirnya kembali ke dalam rumah, merenungkan apa yang akan terjadi selanjut, Perasaannya campur aduk antara kebingungan dan kegembiraan, membuatnya merasa sedikit melamun setelah Erlina pergi.

1
Ig : Author_fanie.liem
Aku kasih saran ya harus ada spasi di setiap tanda baca.
NRLY_RCH
aku juga tinggal di Depok-_-
Daffa Rifky V: wkqkw sama kita brarti
total 1 replies
Resmi
tolong perbaiki author
Daffa Rifky V: oke siap hehe
total 1 replies
Romeo Shavana
ditunggu lanjutannya
aizen
jadi inget yang lidah panjang game Left4Dead
aizen
Best For U Beb
Daffa Rifky V: thank uu
total 1 replies
aizen
Menarik untuk dibaca
Khilmi Nur Sahira
sereemmmmm
Nightcore Yagami
cracker keren nih asli
Nightcore Yagami
akwkwkw maap tor gue kira tuyul
Nightcore Yagami
kalo udah zona ijo smua mantep ni
Nightcore Yagami
latar indonesia ? mantap
Hentai Man
baca baca taunya udah chapter sgini/Casual/
Romeo Shavana
ngeship Virz sama erlina/Angry/
Romeo Shavana
hai author, aku lagi kepo kepo cari karya zombie ternyata ada yang menarik, mnurutku ceritanya bagus aku suka karya karya begini, semangat aku akan baca terus novel kamu yang ini sampe tamat/Drool//Drool//Drool/
Daffa Rifky V: makasih dukungannya nantikan ya
total 1 replies
Pande
nice
Khilmi Nur Sahira
semangat torre sehat selalu
Daffa Rifky V: aamiin
total 1 replies
Pande
update lagi tor mantap
Ig.tinasali85
up
Ig.tinasali85
Lanjut Thor 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!