NovelToon NovelToon
Aku Kekasihmu

Aku Kekasihmu

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Tamat
Popularitas:341.2k
Nilai: 5
Nama Author: Syafitri wulandari

Apakah sesulit itu kau mencintai aku. Sehingga aku bagaikan bayangan dimatamu. Aku ingin kau melihat ku sekali saja, melihatku sebagai kekasihmu.sebelum aku mulai menyerah dan memilih pergi dengan sikap dingin mu itu. Kapan es itu mencair? Dan kapan senyum terbit di bibirmu? senyum untuk ku.
_Yuna Delisia Putri-

Aku tak menganggap mu sebagai kekasih ku, Walaupun kau adalah kekasih ku. Bahkan aku ingin kau pergi dari hidupku, Pergi jauh dari hidupku.
_Alfran Mahendra_

Apakah Yuna sanggup bertahan dengan Alfran yang tak menganggap ia sebagai kekasih. Dan apakah Alfran akan mencintai Yuna setelah Yuna ingin mulai menyerah dan melepaskan Afran?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syafitri wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24

Happy reading

********

Setelah aku ingin menyerah, kau menarik ulur perasaanku. Ketika kata cinta itu terucap dari bibirmu itu semua sudah terlambat bagi ku.

~Yuna Delisia Putri~

Yuna terkekeh menatap Alfran yang sangat serius menatap matanya.

Cinta?

Alfran mengatakan cinta untuknya?

Apakah telinganya tak salah mendengar semua yang di ucapkan Alfran tadi?

"Maaf Al. Bagi ku semuanya sudah terlambat. Aku bukan kebahagiaan yang kamu cari selama ini, aku hanya seseorang yang terpaksa kamu pacari, sekarang aku membebaskanmu mencari kebahagiaan untuk dirimu sendiri. Jujur aku masih sangat mencintaimu, namun melepasmu adalah jalan terbaik karena bagaimana pun usia ku sudah tak lama lagi. Kamu berhak mencari gadis yang bisa membuatmu bahagia bukan gadis seperti aku," ucap Yuna dengan sendu.

"Yuna, please jangan seperti ini. Kita bisa memperbaiki semuanya dari awal, aku tahu banyak sekali kesalahanku padamu, tapi tolong berikan aku kesempatan kedua," ucap Alfran dengan frustasinya mengenggaman tangan Yuna yang tidak di infus.

Senyum tipis terukir di wajah pucat Yuna, tangannya mengelus pipi Alfran dengan lembut hingga Alfran memejamkan matanya menikmati sentuhan Yuna yang selalu saja ia tolak dulu. Kenapa sentuhan Yuna sangat membuat dirinya nyaman sekali? Apa karena hatinya sudah mampu menerima Yuna dengan baik?

"Aku tidak bisa, pergilah Alfran. Cari kebahagiaanmu tanpa aku," ucap Yuna membuat Alfran yang masih memejamkan matanya kembali menegang menatap Yuna dengan tajam.

"Kita masih sepasang kekasih Yuna," geram Alfran saat melihat sorot mata Yuna sangat merindukannya tetapi ia tahu gadis itu berusaha baik-baik saja di depannya.

"Kalau begitu mari kita putus," ucap Yuna dengan santainya.

"Tidak akan!" teriak Alfran di depan wajah Yuna tanpa sadar ia mencengkeram bahu Yuna dengan kuat sehingga membuat Yuna meringis menahan sakit, sekarang tubuhnya sangat lemah menerima benturan pelan saja akan menimbulkan memar apalagi benturan keras yang akan membuat seluruh tubuhnya sakit.

"Al, kau menyakitiku," ucap Yuna meringis membuat Alfran langsung tersadar dan melepaskan cengkeramannya, menatap Yuna khawatir.

"Maafkan aku," ucap Alfran dengan sendu.

"Pergilah Alfran jangan pernah menemuiku lagi," ucap Yuna dengan tegas.

"Tidak!"

"Pergi Alfran!" teriak Yuna dengan keras. Ia sudah tidak sanggup berlama-lama dengan Alfran karena ia tidak mau pertahannya dirinya runtuh begitu saja. Alfran berhak mendapatkan gadis yang lebih darinya, toh Yuna juga tahu Alfran tidak mencintainya untuk apa hubungan ini di pertahankan. Walau rasa yang ia rasakan di hatinya sangat sakit Yuna harus mampu menerimanya, hidupnya sudah sangat singkat ia tidak ingin Alfran menerimanya hanya karena rasa bersalah yang pria itu rasakan kepadanya.

Alfran tak mampu berkata lagi, ia mundur kebelakang dengan mata yang masih menatap Yuna dengan dalam. Hatinya sangat sakit mendapat penolakan langsung dari Yuna. Apa ini yang di rasakan Yuna dulu saat ia selalu menolak gadis itu? Sakit sekali! Seperti ada belati yang menghunus di hatinya.

"Walaupun kamu menolakku hari ini, akan ku pastikan kamu akan hanya menjadi milikku Yuna," gumam Alfran meninggalkan Yuna yang tak menatapnya sama sekali.

Setelah mendengar pintu ruangannya tertutup bersamaan dengan kepergian Alfran. Yuna menumpahkan segala tangisannya menepuk dadanya yang sangat sesak.

"Hiks... Hiks... Hiks, sakit sekali Ya Allah," guman Yuna menepuk dadanya kencang untuk menghilang sesak yang berada di dadanya. Ia tidak bisa membohongi hatinya jika nama Alfran masih menjadi raja di sana, masih menguasai cintanya, tapi ia tidak boleh egois Alfran harus mendapat kebahagiaan di luar sana, selama ini ia sudah membuat Alfran tersiksa.

Bunda Yuliza dan Ayah Dio masuk ke ruangan Yuna. Ayah Dio langsung berlari memeluk Yuna mencoba menenangkan anaknya yang sangat yeelihat sangat kacau, ia takut Yuna kembali nge-drop.

"Tenang Sayang, ini keputusan yang kamu buat, jadi kamu harus menerimanya," bisik Ayah Dio di telinga Yuna. Bunda Yuliza juga memeluk Yuna dari samping ia tidak bisa melihat anaknya seperti ini.

"Sakit sekali Yah. Di sini sakit sekali," ucap Yuna memegangi dadanya.

"Ssttt jangan seperti ini Sayang, kamu baru saja sadar. Tenangkan diri kamu," ucap Bunda Yuliza yang di angguki lemah oleh Yuna.

Ayah Dio merebahkan tubuh anaknya di brankar setelah Yuna sudah terlihat tenang. Ia menghela nafasnya saat mengingat kisah cintanya juga yang terbilang sangat rumit. Tapi harus jugakah terjadi pada anaknya?

Sedangkan Gibran tak berani masuk, ia tak ingin mengganggu kebersamaan keluarga tersebut. Ia tersenyum tipis dari balik jendela menatap Yuna dari luar, melihat Yuna sudah membuka matanya membuat hati Gibran bahagia. Semoga akan tetap seperti ini terus, tidak ada perpisahan yang menguras air mata. Karena Yuna pantas bahagia.

******

Clara masih menenangkan Angga, keduanya berada di ruangan Angga yang pintunya sudah mereka kunci karena ingin menenangkan diri. Clara berada di atas pangkuan Angga membelai dada Angga dengan lembut yang masih naik turun karena emosinya kepada Alfran.

"Sudah tenang?" tanya Clara dengan lembut. Angga membuka matanya menatap Clara dengan sendu.

"Berikan aku ciuman Sayang. Maka aku akan tenang," ucap Angga yang langsung menarik wajah Clara mendekat ke arahnya, ia me**mat bibir Clara dengan dalam sampai suara ciuman mereka terdengar. Angga meraup bibir Clara dengan sangat rakus, di rasa mereka perlu oksigen Angga melepaskan tautan bibir mereka. Napas mereka terengah-engah, Angga tersenyum mengusap bibir Clara yang membengkak karena ulahnya.

"Ayo kita menikah?" ucap Angga serius.

Clara menatap Angga sendu, ia ingin sekali menikah dengan Angga. Namun status sosialnya sekarang yang membuat ia ragu, ia tak ingin Angga malu mempunyai istri seperti dirinya, keluarganya yang berantakkan dan mungkin hidupanya akan berantakkan juga. Tetapi Clara pandai sekali menyembunyikan semuanya dari Angga. Ia tidak ingin membuat Angga terlalu berkorban untuknya.

"Aku belum siap," ucap Clara tak berani menatap Angga.

Sorot mata Angga terlihat sangat kecewa tapi ia berusaha menetralkan raut wajahnya, ia tahu Clara masih sangat muda sama seperti Yuna. Angga tidak bisa memaksa kekasihnya, Angga akan menunggu Clara hingga siap menjadi istrinya.

Angga menarik dagu Clara dengan lembut ia tersenyum tipis menghilangkan ketakutan di wajah Clara.

"Aku akan menunggu hingga kamu siap," bisik Angga di telinga Clara membuat Clara menegang karena hembusan nafas Angga terasa di lehernya, ia tahu jika seperti ini pasti Angga akan meninggalkan jejak kepemilikkan di sana walau tak melakukan sesuatu sebelum waktunya, Clara sudah paham Angga sangat over protektif kepadanya.

Angga tidak suka ada yang mendekati miliknya, hingga ia sering bertingkah konyol seperti ini. Sifat Angga terkadang membuat Clara risih, tetapi ia tahu Angga sangat mencintainya.

Lalu apa yang harus ia lakukan saat nanti ia harus meninggalkan Angga? Karena ia tak pantas untuk Angga.

*******

Jangan lupa like, vote dan komentarnya

1
Yanti Ernawati
bener bener nangis Bombay dari awal sampai akhir 😭😭😭
Nung Mariah
benci gue sm si alfian
Nung Mariah
😭😭😭
Dewi Wati
insentif #intensif
Henrita Henrita
bodoh kalau mau kembali ke org yg sdh menyakiti kita. memaafkan iya kalau balik ogah
Dewi Dama
gk asyik kenapa harus matiii...
Dewi Dama
mana ada wanita seperti yuna..ini...
Bhre Sandra
bagus...
Porman Siahaan
mana thor extra efisodx
Aya'e Khalif
ya ampun kk ceritanya sedih amat q nya sampe mewek bacanya 😭
Surta Siahaan
ninggal aja dok biar gk sakit hati sm ada rasa dendam antara alfran dan gibran, kasian jg liat mereka berdua, dengan tiadaanya yuna bs buat mereka lbh baik dan gk saling memperebutkan satu sm lain
Yani Cuhayanih
Kenapa gk happy ending thor apakah yuna berjodoh dgn Gibran di surga ...hikshikshiks....
Yani Cuhayanih
Gibran oh tidaaaaaaak kenapa cowo sebaik dia umurnya pendek aaah thor aku masih lanjut nangis .......
Yani Cuhayanih
Nangis bombay lebay melaway bin termehek mehek hiks hiks hiks....
Yani Cuhayanih
Thor sembuhkanlah yuna......
Yani Cuhayanih
Munafik kemakan omongan sendiri benci tp hatimu cinta.ckckckck Alfran
Yani Cuhayanih
Thor aku melow .....bacanya tp ttp laaajuuut
Maryana Fiqa
sungguh besar cinta Gibran buat Yuna.
Ilan Irliana
mungkin Gibran nabrakin diri,biar dy bs donorin sum2'y buat Yuna...kt2 Gibran k Al wkt itu kn hrs jg Yuna g blh nykitin Yuna lg..
Magdalena Robot
gibran loveyou😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!