Dikhianati istri di malam pertamanya, membuat Jayden Alfred menutup rapat pintu hatinya untuk seorang wanita.
Istrinya meninggalkannya karena mengetahui sesuatu yang begitu fatal dalam diri Jayden.
Namun, semua itu berubah saat Jayden bertemu dengan Jingga, gadis berkacamata yang menjadi Dokter pribadinya.
Siapa sangka, jika Jingga adalah gadis masa kecilnya yang dulu selalu mengungkapkan cinta kepadanya.
Dapatkah sang duda keren ini menaklukan hati Jingga? atau malah sebaliknya?
Dan hal fatal apakah yang ada pada diri Jayden hingga dia harus mempunyai Dokter pribadi seperti Jingga?
-------------
Sebelum kepoin si Jayden, mampir dulu yuk di karyaku "My Little Wife"
Karena cerita ini akan sambung menyambung sama seperti ikatan cintamu pada mantanmu 😂🤭.
Jangan lupa kritik dan sarannya ya bestie 😉.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku mencintaimu
Jingga mengejar Daniel yang saat ini sedang menuju ke mobilnya dengan tergesa. Meski dirinya mengatakan sudah mengikhlaskan Jingga dan Jayden tetap saja, jauh di dalam lubuk hatinya yang paling dalam ia masih sangat mencintai Jingga.
Satu tahun mengenal Jingga membuat Daniel begitu mencintainya. Bahkan, sampai detik ini Daniel tidak pernah bisa membuka hatinya pada wanita lain. Dan mungkin tidak akan pernah.
"Daniel, tunggu!" Jingga menahan Daniel agar tidak pergi. Karena sejujurnya ada banyak hal yang ingin gadis itu katakan padanya.
"Masuklah, mereka semua sedang menunggumu," ucap Daniel tanpa mau sedikitpun menoleh ke arah Jingga.
Karena jika Daniel melakukannya, bisa dipastikan hatinya akan goyah dan merebut Jingga dari kakaknya.
"Aku hanya ingin menjelaskan semuanya padamu, Niel."
"Tidak ada yang perlu dijelaskan lagi. Hiduplah dengan bahagia bersamanya. Tenang saja, aku tidak akan pernah menganggu kalian." Daniel menepis tangan Jingga dan sedikit mendorongnya, hingga membuat gadis itu jatuh.
"Aww..."
Mendengar rintihan Jingga, membuat Daniel menoleh. Ada rasa bersalah karena sudah membuat wanita yang begitu berarti dalam terluka.
"Daniel Alfred!" teriak Jayden yang sejak tadi memperhatikan apa yang mereka berdua bicarakan dari kejauhan.
Jujur saja Jayden cemburu. Namun, dia tidak segera mendekati mereka karena ingin memberikan kesempatan untuk pada Jingga dan Daniel untuk menyelesaikan masalah mereka.
Namun siapa sangka jika Daniel akan berbuat seperti itu pada istrinya. Dan yang paling membuatnya marah, Jingga hanya diam saja di perlakukan seperti itu.
"Cih! Lihat, suamimu begitu mencintaimu. Dia bahkan seperti seorang bodyguard sekarang," ketus Daniel melirik Jayden sekilas lalu masuk ke dalam mobil dan meninggalkan Jingga sendirian.
"Maafkan aku, Niel..." lirih Jingga dengan air mata yang mulai menetes.
Greb!
Tanpa menunggu lama, Jayden membopong wanitanya kembali masuk ke dalam rumah. Tidak ada kalimat protes yang keluar dari bibir Jingga.
Seharusnya Jayden senang karena wanitanya tidak cerewet dan berisik seperti biasanya, tapi entah kenapa dia tidak suka melihat Jingga yang seperti itu.
"Kak, bisakah kamu meninggalkan aku sendiri?" pinta JIngga dengan mata berkaca-kaca.
"Tidak!" tegas Daniel meraih tangan JIngga dan melihat sedikit luka memar di sana. "Mulai besok, kamu tidak boleh pergi kemanapun tanpa ijin dariku!"
"Tapi Kak, aku bukan tawanan mu. Aku ini istrimu!" Jingga memalingkan wajahnya ke samping dan membelakangi Jayden. Rasanya berdebat dengan pria menyebalkan itu tidak akan pernah ada habisnya.
Pipi Jayden merona, sungguh ia sangat bahagia mendengar Jingga menyebut dirinya adalah istri Jayden.
"Astaga, apa yang baru saja aku ucapkan," gumam Jingga merutuki kebodohannya sendiri. Wanita itu memejamkan matanya dan berpura-pura tidur sebelum Jayden melakukan sesuatu padanya.
"Sayang, apa kaku ingin pulang ke Jakarta?" Jayden yang tahu kalau Jingga belum tidur sengaja memancingnya.
"Tentu saja aku mau." Jingga bangkit dan menyandarkan tubuhnya dashboard ranjang berukurang queen size tersebut. "Jadi kapan kita pulang?"
Jayden menahan tawanya, ternyata mudah sekali membuat mood Jingga berubah. Mendengar kata pulang ke Jakarta membuat wanitanya sangat bahagia.
"Tapi berjanjilah kalau kamu akan menuruti semua permintaanku, tanpa terkecuali."
Jingga yang paham dengan syarat yang diberikan oleh Jayden menghela nafas kasar. Entah sejak kapan Jayden menjadi pemaksa dan menyebalkan seperti ini.
"Bisakah kamu tidak mengancam ku, Kak! Kita sudah sama-sama dewasa. Jadi berhentilah bersikap seperti bocah yang--"
Cup!
Karena kesal dengan colotehan Jingga yang tidak ada habisnya. Jayden terpaksa mencium bibir wanitanya dengan paksa dan menahan tengkuknya agar ciuman mereka tidak terlepas.
Jingga yang awalnya menolak, sekarang begitu menikmati permainan yang tengah dilakukan oleh Jayden.
"Aku mencintaimu dan sampai kapanpun akan terus seperti itu. Aku tidak peduli dengan penolakan yang kamu berikan. Aku anggap semua itu sebagai perjuanganku untuk mendapatkan hatimu, istriku..."
jingga juga bodoh