NovelToon NovelToon
Pelayan Gadis Buta

Pelayan Gadis Buta

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Pembantu / Tamat
Popularitas:8.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lunoxs

Sebuah kecelakaan pesawat Jet terjadi dan Alika adalah seorang pramugari satu-satunya yang selamat dalam penerbangan tersebut, namun kecelakaan itu membuat Alika buta.

Ryan Aditama sang CEO, rasa bersalah atas meninggalnya seluruh tim 1 membuatnya tak bisa mengabaikan Alika, dia putuskan untuk jadi pelayan gadis buta tersebut dengan identitas yang lain, Erlan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 - Seperti Karang

Cukup lama Alika dan Ryan berpelukan seperti itu, di depan pintu lobby rumah sakit tak peduli dengan banyaknya orang yang lalu lalang.

Sampai Alika akhirnya merasakan ketenangan.

Di dalam dekapan Erlan seperti ini, Alika tidak merasa sendiri lagi. Tak peduli segelap apa pandangannya, tapi dengan adanya Erlan semuanya jadi terasa baik.

Alika tak bisa memungkiri, bahwa dia sangat membutuhkan Erlan.

Sekuat apapun dia mencoba untuk bisa sendirian, nyatanya tetap saja dia tidak bisa.

"Er," panggil Alika.

"Hem, kenapa? sudah lebih baik?" tanya Ryan dengan begitu lembut.

Ryan juga melerai pelukan mereka dan menghapus peluh di dahi Alika. Kembali merapikan anak rambut sang kekasih yang tidak ikut terikat.

Setelahnya Ryan pun menangkup wajah Alika dengan begitu lembut.

Sungguh, Ryan ingin Alika tenang.

Tak ingin Alika gundah sendirian, karena dia akan selalu ada di sini.

"Kamu tidak akan meninggalkan aku kan Er?" tanya Alika, dia mendongak dan coba menatap Erlan. Meski kedua matanya nampak kosong namun Alika tetap ingin Erlan menatap wajahnya.

"Kamu ingin kita segera menikah?" tanya Erlan langsung hingga membuat Alika mendelik.

Alika juga langsung memukul lengan Erlan dengan cukup kuat.

Plak!!

Tapi erlan tidak merasa kesakitan sedikitpun, dia malah tersenyum.

Bagi Ryan, arti tidak ingin ditinggalkan adalah dengan mengikat mereka berdua. Dan ikatan yang paling kuat adalah pernikahan.

Ryan tidak ragu mengatakan itu karena dia telah mengenal Alika dengan baik, dari semua data pemberian Romi, dari saat dia melayani Alika secara langsung seperti ini.

Gadis yang seperti karang, diluar nampak begitu keras namun memiliki hati yang begitu lembut.

Tak butuh waktu lama, Ryan tau bahwa dia menyukai Alika, menyayangi Alika. Tidak perlu diuji, Ryan tidak akan rela melihat Alika dimiliki oleh pria lain.

Mungkin sekarang masih sedikit, tapi Ryan sendiri percaya bahwa dia mencintai Alika.

Dan setiap hari mereka bisa memupuk rasa itu hingga jadi semakin memenuhi hati.

"Jangan membuatku terkejut terus seperti itu!" kesal Alika, kemarin menjadi kekasih saja masih sulit untuk dia terima, dan sekarang tiba-tiba Erlan bicara tentang pernikahan.

Secepat kilat jantungnya berdegup tak karuan.

"Aku sangat tampan Al, tanyalah pada bi Santi kalau tidak percaya, karena itu cobalah buka hatimu, kita jalani ini bersama, ya?" bujuk Ryan pula, pikirnya Alika masih ragu menerima dia karena takut jika dia adalah pria buruk rupa.

"Apa benar kamu setampan itu?" tanya Alika, seperti mempertimbangkan. Padahal yang lebih berat terasa di dalam hatinya adalah tentang kenyamanan, bukan rupa.

"Serius, aku sangat sangat tampan."

Alika terkekeh.

"Tapi jangan menikah dulu, aku harus sembuh dulu, agar bisa bertemu dengan seluruh keluarga mu," jawab Alika dengan malu-malu. Bukan jawaban gamblang, tapi dari kalimat itu mengisyaratkan bahwa dia bersedia jadi kekasihnya Erlan.

Ryan langsung tersenyum dengan sangat lebar.

Di rumah sakit ini akhirnya mereka sepakat untuk jadi sepasang kekasih.

Alika tidak lihat saat Ryan sedikit menundukkan kepalanya dan mengikis jarak, mengecup sekilas bibir merah Cherry itu.

Cup!

Alika yang terkejut sampai berjangkit kaget, tangan kanannya reflek kembali memukul Erlan.

"Err!!" kesal Alika, bukan marah, tapi dia malu.

Ryan pun terkekeh, dia peluk lagi gadisnya ini. Mencium dalam-dalam puncak kepala sang kekasih.

1
Ibrahim Efendi
bukankah video call otomatis ke mode speaker (not earpiece)?????
Ibrahim Efendi
jawaban yang bijak..👍
Gia Nasgia
Untung Alika jawabnya pas😂
Gia Nasgia
Alika msh butuh waktu sebab dekat dgn pak Ceo sama dgn naik Rolercoster😂
Gia Nasgia
Benar kata Ryan ingat Alika siapa yg selama ini ada di samping mu saat kamu terpuruk
Gia Nasgia
Pusing nggak tuh 🤣🤣🤣
Gia Nasgia
penasaran caranya pak Ceo menjelaskan ke Alika tentang peran ganda nya menjadi Erlan😂
Gia Nasgia
Dua orang yg sama
Gia Nasgia
siap kk Author🫡
Gia Nasgia
jeng....jeng....jadi ikut pinisirin😂🤣
Gia Nasgia
Pak Ceo modus🤭
Gia Nasgia
cemungut Al yg penting pak Ceo nggak berpaling😍
Gia Nasgia
Siap"aja pak Ceo menjelaskan di saat mata Alika kembali bisa melihat🤭
Gia Nasgia
Awalnya hanya kecupan aja dulu🤭
Gia Nasgia
jeng...jeng...tdk sabar lihat reaksi Alika klau tahu selama ini yg menjaga nya ,adalah pak Ceo
Gia Nasgia
Sdh tdk ada jarak antara pak Ceo dan Alika😍
Gia Nasgia
Semua ikut dgn Drama nya pak Ceo🤭
Gia Nasgia
Ciee😍😍🥰🥰
Gia Nasgia
Romi 😂😂
Gia Nasgia
Nah lho
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!