berkisah tentang perjalanan cinta wanita muda ,ternyata cantik saja tidak cukup menjamin kemulusan dalam menjalin sebuah hubungan percintaan, setelah mengalami jatuh bangun yang cukup berat dan menyakitkan, akhirnya hati wanita muda berlabuh di hati duda idaman
penasaran gak ma cerita nya???
yuk reading guys😇
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vie Alfredo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24 Istri Bos Perfect!
"Drrrtttt drrrrttttt drrrtttt"
getar bunyi ponsel Vevey..
"Halo" jawab Vevey sambil terpejam.
"Sayang, bagaimana dengan Bram?"tanya Jovan khawatir.
"astaga, Bram?, dimana Bram?" Vevey baru bangun kebingungan.
"sayang maaf ,kemarin aku ketiduran,aku bangun dan baru membuka pesan mu!"ujar Jovan merasa bersalah..
"oh iya sayang tidak papa! tapi kenapa dengan Bram ya?" tanya Vevey yang suka lupa jika bangun tidur.
"hadeh,sayang coba kau buka pesanmu dulu!" pinta Jovan mencoba bersabar.
Vevey segera membuka pesannya.
"aaaaaaa ya Tuhan,aku lupa,bentar aku lihat Bram dulu, nanti aku telpon lagi!" ujar Vevey berlari keluar apartemen dan segera ke apartemen Bram.
Jovan menepuk jidatnya,
"Dia memang istriku!" gumam Jovan tersenyum sendiri.
Vevey benar-benar melupakan Bram,dia segera memencet sandi dan masuk.
"Bram,Bram!" Vevey memanggil keras, dilihatnya Bram sedang berganti pakaian.
"wahhhhhh, maaf Bram aku tidak sengaja!"teriak Vevey dan berbalik lari keluar,
Bram kebingungan dan segera merapikan pakaiannya, kemudian bergegas keluar.
"Nyonya,ada apa?" tanya Bram menyusul Vevey keluar.
"Bram,tadi aku tidak melihat apapun kok! beneran serius!" ujar Vevey sunggug-sungguh
"iya nyonya santai,aku juga tidak sedang telanjang tadi!" jawab Bram santai.
"betul itu,aku terlalu berlebihan, hehe!" Vevey mulai sadar sepenuhnya.
"iya Nyonya,ada apa nyonya apakah ada hal penting?" tanya Bram.
"kau terlihat sudah lebih baik Bram, syukurlah!" ujar Vevey merasa lega.
"semua berkat nyonya yang sudah repot-repot merawat saya!" ujar Bram sumringah
"santailah, hanya hal kecil, oh lupa sebentar!"
Vevey segera menelpon Jovan.
"Hallo sayang,bagaimana Bram?" ujar Jovan dari telpon.
"nih bicaralah sendiri!"Vevey memberikan ponsel pada Bram.
"iya tuan, ini Bram!" sapa Bram.
"Bram,apa masih sakit?" tanya Jovan.
"tidak tuan saya sudah lebih baik!" jawab Bram.
"aku sudah, dapat bodyguard untuk nyonya, Bram, kau bisa istirahat dulu sampai sembuh!" pinta Jovan.
"ohhh, baik tuan, terimakasih, tapi saya sudah baik-baik saja tuan saya akan menyelesaikan tugas tuan dulu! laporannya akan saya kirim nanti Tuan!" jawab Bram.
"jangan terlalu memaksa Bram,aku tidak ingin kau jatuh sakit lagi!" ujar Jovan khawatir.
"Tenanglah tuanmsaya juga tidak ingin sakit lagi!"jawab Bram.
"okey Bram, aku percayakan padamu!" ujar Jovan.
Bram menyerahkan ponsel Vevey kembali.
"halo bapak Jovan!" sapa Vevey yang sungguh rindu..
"iya ibu negara,kau tidak rindu padaku?"tanya Jovan yang sudah sangat rindu istrinya.
"Tidak, ahahahahha tentu saja!, cepatlah pulang sayang!" pinta Vevey manja.
"Baik,jika hari ini semua berjalan lancar aku akan pulang malam ini juga , mungkin besok pagi baru sampai, Tolong bersiaplah!, menghidangkan dirimu hohohoho!" Jovan menggoda istrinya
"apa kau kira aku ini makanan? enak saja huft!" ujar Vevey kesal.
" ahahha kau dan Cindy adalah harta yang paling berharga untukku sayang!" ujar Jovan.
"kipriiittttt, ih, ahahahah Cindy?, sayang aku tengok Cindy dulu!" Vevey mematikan telponnya,Vevey teringat Cindy menelponnya saat dirumah sakit,tapi tidak sempat mengangkat Karna terjadi benturan dengan Bram.
"Bram, masuk dulu kita sarapan bersama!" ajak Vevey.
Vevey masuk Bram mengikuti dari belakang.
dilihatnya di dapur mbak Zara sedang memasak.
"mbak tolong buatkan,bubur untuk Bram jangan pake santan!" pinta Vevey
"Baik Nyonya!!" jawab mbak Zara.
"Cindy masih tidur mbak?" tanya Vevey..
"iya nyonya...semalam ribut nyari nyonya!" kata mbak zara menjelaskan.
Vevey segera berjalan menuju kamar utama, anaknya masih tertidur dengan boneka kesayangannya ya itu keropi.
"maafkan mamah sayang,sekarang mamah di sini!,muuuach!" Vevey mencium putrinya.
Vevey duduk di ranjang memandang putrinya sampai bangun.
"Cindy!" panggil Vevey.
Cindy melihat Vevey.
"mamah!" Cindy bangun dan memeluk Vevey.
"iya sayang mamah di sini!,maafkan mamah sayang!" ujar Vevey yang merasa bersalah.
" apa om Bram sakit mah?" tanya Cindy.
"iya sayang, tapi om Bram sudah baik kok! " jawab Vevey.
"hmmmm iya mah,mamah masuk kerja hari ini?" tanya Cindy.
"iya sayang,ada apa? Cindy mau jalan-jalan?" tanya Vevey.
Cindy mengangguk.
"nanti jika resto tidak ada masalah, mamah akan pulang cepat dan kita akan jalan-jalan!" ujar Vevey pada Cindy.
"Baik mah, tapi jika mamah sibuk lain kali saja!" Cindy mencoba mengerti kesibukan kesibukan mamahnya.
"hmmm baik, mamah tidak berjanji tapi mamah akan usahakan!"ujar Vevey menenangkan Cindy.
"okey mah!" jawab Cindy
"mandi yuk!"ajak Vevey menggendong putrinya ke kamar mandi.
setelah selesai mandi Vevey mengikat rambut putrinya penuh dengan kesabaran.
"sudah, oke nih anak mamah,sarapan yuk!" ajak Vevey
Cindy dan Vevey menuju meja makan terlihat Bram sudah duduk di sana.
"om, apa om masih sakit ?" tanya Cindy menghampiri Bram.
Bram membelai rambut Cindy yang terikat indah.
"om,sudah sangat baik,semua berkat mamah Cindy!" ujar Bram lembut,
" mamahku memang hebat om!" ujar Cindy bangga.
mbak Zara datang dengan membawa masakan yang sudah di masaknya,Vevey membatu mbak Zara menata makanan di atas meja.
"ini buburnya tuan Bram nyonya!" kata mbak Zara sambil memberikan semangkok bubur ayam .
Vevey menerimanya dan segera memberikan pada Bram.
"Bram, apa kau sudah minum obat yang sebelum makan?" tanya Vevey
Bram mengangguk.
"Bagus, anak pintar,makanlah dan segera minum obat selanjutnya!"
"Cindy sayang, mau makan apa anaku?" tanya Vevey penuh kasih sayang.
"Cindy mau sayur brokoli,sama udang goreng,itu juga, sama kasih itu mah,yang diujung itu juga enak mah, sama itu aja!" pinta Cindy yang selalu ingin makan banyak tapi selalu tidak habis.
"sayang,mamah tidak melarang Cindy makan semua hidangan di meja makan,tapi Cindy berkali-kali menyisakan makanan saat makan, kau harus tahu sayang diluar sana banyak anak seusiamu kelaparan karna tidak punya cukup uang untuk membeli makanan,terkadang mereka harus mengorek tong sampah untuk mencari sisa makanan untuk mengganjal perut mereka!, kita seharusnya bersyukur karna tidak kekurangan makanan, sebagai rasa syukur kita tidak boleh menyia-nyiakan makanan!" kata Vevey menasehati anaknya.
"Baik, mah!" ujar Cindy menurut.
"Anak pintar, jika Cindy kelebihan makanan,Cindy bisa membagi makanan pada orang Lain!" ujar Vevey
Bram benar-benar semakin terkagum dengan nyonyanya yang menasehati anak tuannya seperti anak kandungnya sendiri.
(nyonya ini masih muda tapi sangat keibuan,
betapa beruntungnya tuan Jovan dan nona cindy, melihat kalian bahagia ini sudah cukup,biar ku atasi rasa ini sendiri, aku tidak akan merusak kebahagiaan kalian)
Bram, sangat menyayangi tuanya...jadi Bram tidak akan mengkhianati tuanya...
hanya saja semalam benar diluar akal sehatnya...
sungguh rasa itu sangat menyiksa hati Bram.
namun dia sudah berjanji akan slalu mengabdi pada Tuanya seumur hidupnya.
"Bram,kenapa melamun?,ayo makan! ,saat sakit memang tidak enak untuk makan, tapi kau harus makan sedikit-sedikit dan pelan-pelan ya!,ini brokoli, buncis, kentang. makanlah ini bisa menurunkan asam lambung,ini menyehatkan pencernaan!" ujar Vevey mengambilkan sayur ke mangkok bubur Bram.
" terimakasih nyonya!" ucap Bram tersenyum bahagia karena sejak calon istrinya hilang sudah tidak ada yang memperhatikannya lagi.
" terimakasih untuk apa?, ini bukan apa-apa!" jawab Vevey.
"mbak.!" teriak Vevey memanggil mbak Zara.
"iya Nyonya!" jawab mbak Zara yang membawa kain lap ditangannya.
Vevey mengambil kain lap ditangan mbak Zara dan meletakan di meja,Vevey menarik kursi dan mendudukkan mbak Zara di meja makan.
"mbak Zara ayo sarapan bersama,nanti lagi kerjanya,jangan Sampek sakit!" ujar Vevey mengambilkan nasi di piring dan lauk pauk .
"nyonya biar saya makan di dapur, ini dirasa tidak sopan!"ujar mbak Zara merasa tidak enak.
"wah tidak sopan mana, jika menolak perintah ku? "tanya Vevey
"ahahhhah" Bram dan Cindy tertawa
mbak zara mengangguk,mbak Zara kalah telak.
"ayo kita sarapan!" ujar Vevey nyengir bahagia.
"Cindy,mamah kerja dulu ya,jangan nakal? "pamit Vevey menciumi pipi Cindy.
"iya mah.,hati-hati ya mah" ucap Cindy
"mbak Zara merepotkanmu mbak,titip anaku,tolong jangan terlalu capek!,kerjakan seperlunya saja!" ujar Vevey pada mbak Zara.
"Bram,Ayuk berangkat!, biar aku yang menyetir!"pinta Vevey.
"ah, baik Nyonya!" ujar Bram mengiyakan permintaan Vevey.
mereka melaju menuju resto.
"apa ada pekerjaan dari Tuanmu?" tanya Vevey tetap fokus pada kemudi.
"iya nyonya!" jawab Bram.
" hhmmm baiklah, aku akan katakan padamu kau tahu itu supervisor diresto?" tanya Vevey.
"maksud Nyonya ,Amelia?" Bram beetanya balik.
"Yoi, dia adalah teman semasa SMA ku, dulu aku punya kekasih saat SMA, lalu dia tiba-tiba dekat denganku, kita menjadi sahabat baik.tapi ternyata dia hanya ingin merebut kekasihku,dia mengadu domba aku dan pacarku, akhirnya kita bertengkar dan dia mengambil kesempatan untuk merebut pacarku hahaha!, sekarang kita bertemu lagi di sini, sungguh musuh selalu berjodoh,sepertinya dia suka dengan Tuanmu!"
"wah, ternyata begitu, tapi tenanglah nyonya Tuanku tidak suka wanita yang suka mengejar pria, wanita seperti itu tidak akan menggoyahkan hati tuan untuk berpaling dari Nyonya!" Bram menenangkan Vevey.
"kau bisa menjamin, kata-katamu Bram?" tanya Vevey.
"Saya berani menjamin, nyonya! tuan berniat menduda seumur hidup,saat kehilangan istrinya, namun saat nona Cindy menginjak usia 2th nona selalu merengek minta mamah baru karna teman sebayanya punya mama, akhirnya mamah atau nyonya besar dan nona Cindy sepakat tidak ingin bertemu dengan Tuan jika tidak segera membawa mamah baru,hahhah akhirnya tuan tidak pulang,sampai Tuan bertemu dengan nyonya, Nyonya Vevey sungguh merubah semuanya!"
"mamah, dan Cindy sungguh tega pada Tuanmu hahaha!" ujar Vevey terpingkal mereka pun sampai ke resto dan segera masuk.
"pagi Manager, pagi Kak Bram!" sapa Roy
"yoooo pagi!" jawab Vevey sumringah.
Bram hanya mengangguk dengan wajah kakunya.
"Roy, bisa kumpulkan semua karyawan?" pinta Vevey
"Baik, nyonya!" jawab Roy segera mengumpulkan para karyawan.
"nyonya semua sudah berda di ruang briefing kecuali supervisor!" jawab Roy.
"apa dia ada keperluan mendadak lagi?" tanya Vevey kesal.
" iya manager!" jawab Roy.
"kau ini asisten manager kenapa kau tidak bisa tegas?" ujar Vevey geram.
" maaf manager karena saat manager sebelum anda selalu memperlakukan supervisor dengan baik, dan saya tidak bisa membantahnya karna manager sebelumnya juga termasuk orang kepercayaan tuan,dan supervisor belum tahu jika manager sekarang adalah anda!"jawab Roy.
"astaga! baiklah biarkan dia bersenang-senang untuk hari ini,kau ke tempat breafing dulu!" ujar Vevey pada Roy.
"Bram, bisa tolong kau cari tahu,apa yang dia lakukan kenapa selalu ijin mendadak.?"pinta Vevey.
"Baik nyonya.!" Bram langsung melaksanakan perintah Vevey.
Vevey segera masuk keruang breafing.
semua karyawan menyambut.
"pagi manager!" Serempak
"pagi juga.!" jawab Vevey tersenyum ramah.
"apa sudah pada sarapan?" tanya Vevey.
mereka ada yang jawab sudah ada yang jawab belum.
"baiklah,mulai besok kita akan sarapan pagi bersama,datang seperti biasa pukul 8 pagi, untuk para koki tak perlu repot memasak,karna saya sudah siapkan koki khusus untuk sarapan pagi! mengerti?" tanya Vevey.
"mengerti!" jawab mereka kompak.
"untuk bagian promosi bagaimana?,apakah berjalan lancar?" tanya Vevey.
"Lancar manager, perputaran bahanya sudah mulai stabil, dan di hari yang biasa sepi pelanggan,sekarang sudah mulai ramai karna menu yang kita promosikan!" ujar Ivan melapor.
"Bagus!,bagian waiters apakah ada kesulitan dalam mengatasi pelanggan?"
"hanya,banyak pelanggan yang mengeluh,karna menuggu pesanan terlalu lama manager!" ujar salah satu waiters.
"Apa bagian dapur ada kesulitan?" tanya Vevey.
"koki di sini hanya lima manager,itu sudah dengan tugasnya masing-masing manager, kita butuh orang untuk membantu memotong bahan mentah sayur dan daging!"jawab salah satu koki.
"Roy, catat!, segera cari tukang ahli potong daging dan sayur!" pinta Vevey
"Baik!!" jawab Roy.
"bagian kasir aman?" tanya Vevey
"aman manager!" jawab sang kasir.
"okey !"
"untuk bagian kebersihan ada keluhan?"
"tidak manager!"
"siap!, silahkan jika ada keluhan katakan agar kita nyaman dalam pekerjaan kita!" ujar Vevey
"tidak manager!" serempak
"Baiklah,kalian bisa mulai bekerja!" perintah Vevey.
para karyawan segera melakukan pekerjaannya .
"wah istri bos keren sekali, dia memikirkan kenyamanan kita dalam pekerjaan!" ujar salah satu koki.
"iya mereka benar-benar pasangan serasi,bos Jovan orang yang dermawan dan istrinya sungguh bijak,penuh perhatian!"
bisik-bisik para karyawan.
Author:
yuhuuu...readers harap tenang...
nanti di sambung lagi...
jika Jovan pulang apa yang akan terjadi??
author mau nyuci baju dulu.
slalu berikan like dan komen ye yg menyemangati!!! 🤗♥️
keren yah
serta ibu dan istri yang baik👍👍
ayo tunjukkan taring mu sama pelakor
tapi ttp lembut pada istrinya
benar-benar mantap ceritanya
dia terlibat enggak sama orang-orang zelene itu
kalau mereka melihat matahari terbit namanya Sunrise bukan sunset.
terimakasih.
tapi cerita kakak ttp suka
Bram bram
10 tahun bukanlah waktu yang singkat Nathan, cobalah cintai istrimu yang tulus mencintaimu walaupun kalian sah karena perjodohan