NovelToon NovelToon
MY ALTER EGO

MY ALTER EGO

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Wanita / Wanita Karir
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: FantasiKuyy

Judul: My alter ego

Kehilangan orang tua, pengkhianatan suami, dan terjebak di kantor yang toksik membuat hidup Hira Lione hancur dalam semalam. Namun, saat keputusasaan mencapai puncaknya, sebuah suara misterius muncul di dalam kepalanya.

Demi membalas dendam, Hira membuat kesepakatan berbahaya: menyerahkan kendali tubuhnya pada sosok alter ego yang dingin dan kejam. Hira yang rapuh kini telah tiada, digantikan oleh predator yang siap meruntuhkan hidup siapa pun yang pernah menginjak-injak harga dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FantasiKuyy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9: Pion yang Menjadi Ratu

​Kata-kata Teran Honigan menggantung di udara.

​Hira tidak langsung menjawab. Ia menatap lurus ke arah pria yang duduk di seberang meja kaca tersebut. Jari telunjuk Hira mengetuk pelan permukaan meja. Sekali. Dua kali.

​Di dalam kepalanya, jiwa Hira yang asli memberontak dengan panik.

​{Direktur Cabang? Aku? Bagaimana mungkin? Aku bahkan tidak tahu cara mengelola anggaran skala besar. Dia pasti sedang menjebak kita!}

​Alter ego Hira hanya tersenyum meremehkan di dalam sana.

​{Diamlah dan perhatikan. Pria ini tidak sedang menjebak. Dia sedang mencari algojo yang bersedia mengotori tangannya.}

​Hira menghentikan ketukan jarinya. Ia memiringkan kepala, memberikan tatapan menilai pada Teran.

​"Menawarkan kursi Direktur Cabang kepada staf pemasaran biasa?" Hira memecah keheningan. Nada suaranya terdengar sangat kasual. "Saya rasa dewan komisaris Anda akan mempertanyakan kewarasan Anda, Pak Teran."

​Teran menyandarkan punggungnya ke kursi. Wajahnya tetap datar, namun sorot matanya menunjukkan kepuasan. Ia menyukai fakta bahwa Hira tidak langsung melompat kegirangan atau berlutut mengucapkan terima kasih.

​"Dewan komisaris tidak punya hak mempertanyakan keputusan saya," balas Teran mutlak. "Anita sudah menjadi parasit terlalu lama. Saya butuh alasan kuat untuk memecatnya tanpa memberinya pesangon satu sen pun. Dan saya butuh seseorang di dalam cabang ini untuk membongkar semua brankas rahasianya."

​Teran mencondongkan tubuhnya kembali ke depan.

​"Kamu punya motif pribadi untuk menghancurkan Anita. Saya punya wewenang untuk memberikanmu alatnya. Kita punya kesamaan tujuan, Hira Lione."

​Hira menyilangkan kakinya. Ia menatap lekat-lekat mata hitam Teran.

​"Saya mengerti," ucap Hira pelan. "Anda memberikan saya otoritas, agar saya bisa merobek-robek karir Anita dan suami saya dari dalam. Sebagai imbalannya, Anda mendapatkan data bersih untuk menjebloskan Anita ke penjara, tanpa perlu mengotori tangan Anda sendiri."

​Sebuah senyum miring yang tajam terukir di bibir Hira.

​"Tapi ada satu hal yang harus Anda pahami, Pak Teran."

​Teran menaikkan sebelah alisnya. "Apa itu?"

​"Saya bukan pion yang bisa Anda mainkan sesuka hati." Hira menumpukan kedua lengannya di atas meja, membalas intimidasi postur Teran dengan sempurna. "Jika saya menerima posisi itu, saya memegang kendali penuh atas cara eksekusinya. Saya tidak menerima perintah mikro. Anda hanya perlu duduk diam dan menunggu kepala mereka saya serahkan di atas nampan perak."

​Teran terdiam. Matanya melebar sepersekian milimeter.

​Belum pernah ada bawahan yang berani mendikte syarat kepadanya. Apalagi seorang wanita yang baru dua hari lalu membiarkan laporannya dicuri manajernya sendiri.

​Sebuah tawa pelan meluncur dari bibir Teran. Tawa yang jarang sekali terdengar. Pria itu mengangguk pelan.

​"Sangat arogan. Saya suka," ucap Teran. Ia berdiri dari kursinya dan mengancingkan jas abu-abu gelapnya dengan satu tangan. "Kesepakatan diterima."

​Hira ikut berdiri. Ia merapikan lipatan celana kain hitamnya, lalu menatap Teran.

​"Lalu? Bagaimana cara Anda menjelaskan kenaikan jabatan kilat ini kepada para tikus di luar sana?" tanya Hira.

​"Kamu tidak perlu repot-repot memikirkannya," jawab Teran. Pria itu membalikkan badan dan berjalan menuju pintu. "Kamu hanya perlu menikmati pertunjukannya."

​Teran memutar gagang pintu dan menariknya terbuka.

​Leo yang sejak tadi berdiri tegak di luar langsung menundukkan kepala.

​Di area divisi pemasaran yang luas itu, seluruh staf masih berdiri kaku di samping meja kubikel mereka. Tidak ada satu pun yang berani kembali bekerja.

​Anita berdiri paling depan, tidak jauh dari pintu ruang rapat. Wajah direktur wanita itu terlihat kuyu. Riasan mahalnya tidak mampu menyembunyikan kepucatan kulitnya. Tangannya meremas tablet digital dengan kuat.

​Di deretan meja belakang, Reza menelan ludah berulang kali. Matanya terus terpaku pada pintu ruang rapat.

​Langkah kaki Teran menggema saat pria itu berjalan keluar.

​Namun, seluruh mata kini tidak tertuju pada CEO pusat tersebut. Pandangan mereka tertuju pada sosok wanita yang berjalan berdampingan di sebelah Teran.

​Hira melangkah dengan dagu terangkat. Posturnya memancarkan dominasi yang membuat beberapa staf refleks menundukkan kepala.

​Teran berhenti di tengah ruangan. Ia menatap Anita dengan pandangan merendahkan.

​"Anita," panggil Teran. Suaranya tidak keras, namun menggema di seluruh sudut divisi.

​"Y-ya, Pak Teran?" Anita melangkah maju dengan terburu-buru. "Apakah laporannya—"

​"Serahkan seluruh akses master data cabang ini kepada Hira sekarang juga," potong Teran tanpa basa-basi.

​Keheningan mutlak langsung menyelimuti ruangan itu.

​Mulut Anita sedikit terbuka. Matanya berkedip cepat, mencoba memproses rentetan kata yang baru saja diucapkan bos besarnya.

​"M-maksud Bapak?" suara Anita bergetar hebat.

​"Apa bahasa saya kurang jelas?" Teran menatap tajam. "Mulai detik ini, saya membentuk satuan tugas audit internal khusus untuk cabang ini. Hira Lione akan memimpin satuan tugas tersebut. Dia memiliki otoritas eksekutif penuh, setara dengan Direktur Utama."

​Bagas yang berdiri di sudut ruangan tanpa sadar menjatuhkan pulpen dari tangannya. Bunyi benda plastik yang membentur lantai itu terdengar sangat keras.

​Reza melebarkan matanya maksimal. Pria itu nyaris kehilangan keseimbangan tubuhnya sendiri. Ia menatap istrinya dengan mulut setengah terbuka.

​"Pak Teran, ini... ini menyalahi prosedur!" Anita akhirnya bersuara. Kepanikannya mengambil alih akal sehatnya. "Hira hanya staf biasa! Dia tidak punya kualifikasi untuk memegang data master! Saya adalah Direktur di sini!"

​"Kamu direktur yang baru saja kehilangan manajer kepercayaannya karena kasus korupsi fatal pagi ini," balas Teran tajam. Matanya seolah bisa menguliti Anita hidup-hidup. "Jika kamu berani membantah satu kata lagi, saya pastikan tim legal saya akan membekukan seluruh aset pribadimu hari ini juga."

​Anita langsung terdiam. Tubuh wanita itu gemetar hebat. Ia menatap Teran, lalu perlahan menoleh ke arah Hira.

​Hira membalas tatapan Anita dengan senyum miring. Senyum yang sama persis dengan yang ia berikan sebelum keluar dari ruangan direktur tadi pagi.

​Sebuah pop-up notifikasi serentak muncul di setiap layar komputer dan ponsel karyawan di ruangan itu.

​[Pemberitahuan Sistem: Hak Akses Eksekutif diberikan kepada: Hira Lione.]

​Hira melangkah maju, melewati Teran, dan berhenti tepat di depan Anita. Ia mengulurkan tangannya yang lentik ke arah atasannya itu.

​"Kartu akses ruangan master data, Bu Anita," ucap Hira pelan. Nada suaranya sangat sopan, namun matanya memancarkan eksekusi mati.

​Anita menelan ludah dengan susah payah. Dengan tangan yang sangat gemetar, wanita itu merogoh saku blazernya dan mengeluarkan sebuah kartu berwarna emas. Ia meletakkannya di atas telapak tangan Hira.

​Hira menggenggam kartu itu erat-erat. Ia menoleh sedikit, matanya mencari sosok suaminya di barisan belakang.

​Mata Hira dan Reza bertemu.

​Reza langsung menundukkan wajahnya dalam-dalam. Pria itu mencengkeram tepi mejanya kuat-kuat.

​Hira tersenyum.

​{Sekarang, mari kita mulai permainan yang sesungguhnya.}

1
Kustri
ayo UP lg💪
lg seru nih
Kustri
koq msh siang
jm 9 ketemu dar, trus ketemu her & si botak, trus ketemu taren(lupa) trus ketemu victor, ini ketemu kael🤔 hrs'a sdh sore x thor
Kustri
dilanjut bsk ra, sdh saat'a pulang
Kustri
cepet bgt hira dpt smua info penyelewengan🤔🤔🤔
kodammu luar biasa!
Kustri
💪💪💪thor
Kustri
👏👏👏
🤝
Kustri
vote u hira💪
Kustri
dgn senang hati kutrima tantanganmu presdir💪
Kustri
klo teran cenayang pasti bisa merasakan alter ego'a hira🤣
Kustri
☕dl hira.... semangat💪
Kustri
ketemu jodoh🤣
Kustri
hlaaa... istri'a sdg berduka bukan'a ditemeni ini malah nyari hiburan sendiri, dasar suami durhaka🤣👊👊👊
Kustri
siapa yg kirim foto yaa🤔🤔🤔
Kustri
tunggu... tunggu berarti hira & suami 1 bos gitu thor🤔
ampe qu ulang baca part 1 hlo
JihanSan: betul cekali teman
total 1 replies
Kustri
awal yg menarik
biasa'a dirasuki jiwa lain, ini malah dr diri sendiri, mgkin ini kodam yg memberontak🤭
semangat thor💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!