"Akan aku perjuangkan cintaku, sampai aku bisa memilikimu."
~Abimanyu Ardianta~
"Akibat sebuah pengkhianatan, membuatku enggan menjalin hubungan dengan seorang pria."
~Feriska Nandhita~
Simak kisah selengkapnya »
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Velza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Usai mengetahui kondisi perusahaan Erlangga yang mengalami kebangkrutan, Veronica semakin bersikap seenaknya. Dia sering pergi pagi dan pulang larut malam, sedangka Erlangga kini hanya fokus merawat ibunya yang terkena stroke.
Karena banyaknya pikiran dan tekanan darah yang tinggi, membuat ibu Erlangga terbaring lemah tak berdaya di ranjang. Mereka sudah tak menempati rumah peninggalan ayah Erlangga karena disita oleh pihak bank. Mau tak mau Erlangga harus mencari sebuah kontrakan agar dia dan ibunya bisa berteduh dengan nyaman.
Hari-hari yang dilalui begitu berat, hidup serba pas-pasan tanpa punya pekerjaan, membuat Erlangga harus berjuang mencari sesuap nasi. Jika dulu dia hanya memerintah, sekarang dia akan merasakan bagaimana bekerja di bawah kekuasaan orang lain.
"Bu, Erlan cari kerjaan dulu, ya! Doakan semoga bisa secepatnya dapat kerjaan," pamit Erlangga sambil mencium punggung tangan ibunya.
"I-iya," jawab ibu Erlangga dengan terbata.
Meskipun sudah tak bisa berjalan dan beraktivitas seperti dulu, tapi beliau masih bisa berbicara walau terbata-bata.
Setelah memastikan sang ibu baik-baik saja, Erlangga pun bergegas mencari pekerjaan. Kini yang dipikirannya hanya fokus menata hidup yang baik, dia juga sudah tak terlalu memikirkan Veronica.
Ketika sedang berjalan mencari lowongan kerja, tiba-tiba dia melihat sosok Veronica sedang bersama seorang pria. Dia pun berinisiatif mencari tahu perihal keduanya, untung saja dia sempat membawa masker. Jadi, dia bisa mencari tahu tanpa takut ketahuan.
"Sudah aku bilang, tinggalkan Erlangga dan menikahlah denganku."
"Enggak semudah itu, Fan. Aku nggak mungkin ninggalin Erlangga gitu aja," ucap Veronica.
"Kenapa? Ingat, ya! Anak yang kamu kandung adalah anakku, jadi aku punya hak atas anak ini. Kalau kamu nggak mau hidup denganku, jangan salahkan aku jika setelah anak ini lahir aku akan membawanya pergi," ujar Evan, yang tak lain mantan kekasih Veronica.
Bagai disambar petir di siang bolong, Erlangga sangat terkejut mengetahui fakta ini. Selama ini dia telah ditipu oleh Veronica yang mengaku hamil anaknya.
"Dulu kamu ke mana? Disaat aku butuh tanggung jawab dari kamu, tapi kamu malah menghilang tanpa kabar. Sekarang aku sudah menemukan orang yang mau bertanggung jawab atas kehamilanku, meski aku harus menjebaknya agar masuk dalam perangkapku," sambung Veronica meluapkan amarah yang dipendamnya selama ini.
Sudah tak tahan lagi mendengar fakta lain yang dia ketahui, Erlangga langsung pergi mencari tempat yang tepat untuk meluapkan emosinya.
Bodoh, satu kata yang pantas untuknya. Dia terlalu terburu-buru mengambil langkah tanpa mencari tahu kebenarannya. Hingga dia harus mengorbankan rumah tangganya bersama Feriska hancur.
**
Ketika tengah malam, Erlangga sengaja tak tidur karena ingin menyelesaikan hubungannya dengan Veronica. Dia akan menunggu istrinya itu sampai pulang.
Dan benar saja, tak lama kemudian terdengar suara anak kunci yang diputar. Hingga muncul sosok Veronica yang pulang dengan kondisi acak-acakan.
"Ma-mas, ka-kamu belum tidur?"
"Sengaja nunggu kamu pulang, ada yang mau aku bicarakan."
"Bicara apa?" tanya Veronica.
Erlangga melangkahkan kakinya mendekati Veronica, tepat di hadapan sang istri, dia berdiri dengan tatapan tajam.
"Aku ingin kita bercerai," ucap Erlangga dengan tenang.
"A-apa? Kamu jangan becanda, Mas!"
"Aku serius, Ver."
Veronica menggeleng pelan kemudian berucap, "Atas dasar apa kamu minta cerai, Mas? Apa kamu lupa, kalau aku lagi hamil?"
"Justru karena kamu hamil, aku akan mengantarkanmu pada ayah biologis bayi itu."
Deg
Jantung Veronica mulai berdetak kencang dengan wajah pias.
"Maksud kamu apa, sih, Mas? Ini anak kamu, itu berarti kamu ayah biologisnya," sanggah Veronica.
Mendengar sanggahan sang istri, Erlangga pun berdecih. "Kamu kira aku bodoh, Ver? Cukup sekali, aku jadi pria yang bisa kamu bodohi dengan semua kebusukanmu itu."
"Anak yang kamu kandung bukanlah anakku, tapi anak dari mantan pacaramu. Jadi, sebelum aku berbuat lebih, kamu tinggalkan rumah ini dan secepatnya aku akan mengurus perceraian kita."
Usai mengatakan itu, Erlangga berlalu dari hadapan Veronica. Dia pergi ke kamar ibunya, agar Veronica tak menyusulnya.
......................
Cahaya mentari perlahan mulai menyinari bumi, Erlangga yang masih terlelap di samping ranjang sang ibu segera mengerjapkan matanya.
Dia meregangkan tubuhnya yang terasa kaku karena tidur dengan posisi duduk. Dia melihat jam di dinding yang sudah menunjukkan pukul 6, kemudian dia melihat ibunya yang masih terlelap.
Akhirnya, Erlangga berjalan menuju dapur untuk membuat sarapan. Sebelum itu dia ke kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi.
Ketika sedang memotong sayuran, Erlangga dikejutkan dengan kedatangan Veronica.
"Aku bantu, ya, Mas!" tawar Veronica.
"Enggak perlu, aku bisa sendiri," tolak Erlangga dengan ketus.
Veronica pun memilih mengalah dan duduk di kursi yang ada di dekat dapur. Dia memerhatikan setiap gerakan Erlangga yang sedang memasak.
Tak lama kemudian, dua porsi nasi goreng sudah tersaji. Erlangga kemudian menyiapkan sarapan untuk ibunya, yakni bubur. Selesai menyiapkan sarapan ibunya, Erlangga lantas menyantap nasi goreng buatannya.
"Makanlah! Selesai makan segera kemasi barang-barangmu dan pergilah dari sini!"
"Mas, aku mohon jangan ceraikan aku! Aku udah nggak punya siapa-siapa lagi. Ke mana aku harus pergi mencari tempat tinggal?"
Veronica berusaha untuk meminta belas kasih Erlangga, dia tak ingin hidup terlunta-lunta di luar sana dalam keadaan hamil.
"Minta saja pada mantan pacarmu itu. Bukankah dia dengan sukarela mau menampung kamu dengan calon bayi kalian? Jadi, kamu nggak perlu cari alasan untuk mengurungkan niatku menceraikanmu."
Tak ingin mendengar ucapan yang keluar dari mulut Veronica, Erlangga pun menuju kamar ibunya dengan membawa serta sarapannya.
udh mmpir nih....
d tnggu up'ny y....smngttt....