NovelToon NovelToon
Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Romansa / Tamat
Popularitas:345.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Lusica Jung 2

"Mi, sebenarnya siapa laki-laki yang menitipkan kecebongnya padamu, hingga kemudian kami berdua lahir?"

Nara nyaris saja tersedak minuman yang ada di mulutnya setelah mendengar pertanyaan si sulung. Dia bertanya padanya tentang ayah kandungnya, tidak ada yang salah memang, tetapi kata 'kecebong'itulah yang membuat Nara nyaris tersedak.

Sebuah kecelakaan satu Malam membuat Nara terusir dari keluarganya, dia hamil diluar nikah tanpa tahu siapa ayah kandung dari bayi yang tengah dikandungnya. Akhirnya dia dikirim ke luar negeri oleh ayahnya karena keberadaannya dianggap sebagai aib keluarga.

Dan mampukah Nara menemukan siapa ayah kandung dari kedua buah hatinya? Dia butuh pertanggungjawaban dari lelaki brengsekk yang sudah mengambil kehormatannya, dan si kembar membutuhkan sosok ayah untuk melengkapi keluarga kecilnya.

Jangan lupa tinggalkan like komen setelah membaca cerita ini 🙏🙏 Satu dukungan kalian sangat berarti bagi Author

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lusica Jung 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Akan Membalasmu!!

"AARRKKKHHHH!!! NARA, KAU BENAR-BENAR BRENGSEKK!!"

Giselle berteriak histeris sambil melemparkan vas bunga pada cermin di depannya.

Membuat cermin itu hancur berkeping-keping. Giselle benci melihat dirinya sendiri, dia tampak sangat menyedihkan dengan kepala botak tanpa sehelai rambut pun.

Dia terpaksa mencukur habis rambutnya karena bentuknya yang sudah tak tertolong lagi. Nara, si wanita Barbar itu dengan brutal menggunting rambut indahnya hingga tak berbentuk lagi. Membuat Giselle seketika menjadi bahan lelucon orang yang ada di sekitarnya.

Giselle harus menanggung malu karena berjalan di keramaian dengan keadaan rambutnya yang terpotong acak-acakan.

Tangan Giselle terkepal kuat, dia bersumpah akan membalas perbuatan Nara.

"Giselle, buka pintunya. Sampai kapan kau akan mengurung dirimu di kamar?! Sebenarnya ada apa, jangan membuat Mama khawatir dan cemas!!"

"Mama, diamlah!! Untuk saat ini aku tidak mau bertemu dengan siapapun, jadi Jangan menggangguku!!" teriak Giselle.

Untuk saat ini Giselle tak ingin bertemu dengan siapapun termasuk ibunya sendiri.

Dia tidak ingin menjadi bahan lelucon lagi dengan keadaannya yang sekarang.

Giselle bersumpah akan membalas Nara, dia tidak ingin terus-terusan kalah dari perempuan itu. Karena yang seharusnya bersanding dengan Zian itu adalah dirinya bukan Nara!!

"Tunggu dan lihat saja bagaimana aku akan merebutnya darimu!! Zian, dia hanya milikku!!"

.

.

Zian menatap istrinya dengan heran, pasalnya Nara menunjukkan sikap yang tidak biasa. Sedari tadi dia terus senyum-senyum tidak jelas seperti ada kepuasan tersendiri.

Dan jika Zian boleh menebak, pasti itu ada hubungannya dengan Giselle.

Pria itu bangkit dari kursinya lalu menghampiri Nara. "Apa yang membuatmu terlihat sebahagia itu?! Mungkinkah ada hubungannya dengan yang kau lakukan pada Giselle tadi?!" tebak Zian 100% benar.

Nara mengangkat wajahnya dan membalas tatapan suaminya. Wanita itu mengangkat bahunya. "Memangnya apa lagi yang bisa membuatku bahagia ini, aku berhasil membuat pelakor terkena mental, siapa suruh bermain-main denganku!!" ucap Nara menimpali.

Melihat ada orang ketiga mencoba memasuki kehidupan rumah tangganya, tentu saja Nara tak tinggal diam. Dia tak akan membiarkan siapapun menjadi orang ketiga di dalam rumah tangganya.

Benalu seperti itu memang perlu untuk disingkirkan, dan Nara memiliki cara untuk membuat mereka terkena mental.

Cara yang mereka lakukan memang berbeda dari kebanyakan wanita ketika menghadapi pelakor. Nara memiliki cara yang unik dan langkah.

"Zian, laper." orangnya Nara sambil memegangi perutnya.

Sontak saja Zian menoleh dan menatap wanitanya itu dengan pandangan tak percaya. Apa dia tidak salah dengar? Bukannya baru satu jam yang lalu Nara makan siang bersamanya, dan sekarang dia mengatakan sudah lapar lagi.

"Jangan menatapku seperti itu!! Tidak perlu heran, makanku memang banyak. Cepat pesankan makanan untukku," rengek Nara sekali lagi.

Zian menghela nafas panjang. Udah memesan makanan dari luar untuk Nara. "Aku heran, makanmu lumayan banyak tapi kenapa tubuhmu tetap saja kecil!!" cibir Zian.

Nara mempoutkan bibirnya. Dengan kesal dia meninju pelan dada Zian. "Menyebalkan!! Kenapa kau suka sekali mencibirku?!"

Zian tertawa pelan. Dengan lembut Dia menepuk kepala Nara. "Ya sudah, aku minta maaf, tidak perlu memasang wajah kesal seperti itu lagi. Aku sudah memesankan makanan untukmu dan sebentar lagi tiba. Kau Makanlah dengan tenang, aku ada rapat penting setelah ini." Ucap Zian. Nara mengangguk.

.

.

Leon menatap dingin pada seorang gadis kecil yang datang menghampirinya. Gadis kecil itu membawa kotak berbentuk hati yang kemudian Ia berikan pada Leon.

"I..Ini untukmu. Aku sengaja membuat coklat ini khusus untuk dirimu. Tolong di terima ya." Dengan wajahmu merah, gadis kecil itu memberikan coklat itu pada Leon.

Alih-alih menerimanya. Leon malah melengos pergi, membuat gadis kecil itu langsung memeluk wajahnya dan memasang muka sedih. Namun tiba-tiba seseorang datang dan mengambil coklat itu dari tangannya.

"Tidak perlu sedih, biar aku yang membantumu memberikan coklat ini pada kulkas mini sepuluh pintu itu!!" ucap seorang gadis kecil sambil tersenyum lebar.

Dan gadis kecil itu tak lain dan tak bukan adalah Lea, saudari kembar Leon. Lea merasa kasihan pada anak perempuan itu, padahal dia sangat baik karena dia mau membuatkan coklat untuk Leon. Tapi Leon malah menolaknya.

"Te..Terimakasi, Lea."

Lea tersenyum. "Santai saja," ucapnya dan pergi begitu saja.

Leon dan Lea tak lagi bersekolah di sekolah lama mereka, Zian telah memindahkan mereka berdua di sekolah yang lebih baik.

Tak ada pembullyan ataupun perundungan sekolah baru itu, semua di perlakukan dengan sama, baik itu yang berasal dari keluarga kaya raya maupun yang kurang mampu. Tak ada perbedaan kasta dan sejenisnya.

Lea menghampiri Leon yang sedang duduk sendirian di bangku taman belakang sekolah mereka. Jika di perhatikan Leon terlihat kesepian dan seperti tak memiliki teman. Padahal banyak yang mau berteman dengannya, tapi Leon-Nya saja tidak pernah merespon mereka.

Dibandingkan siapa pun, tentu saja Lea yang paling memahami Leon, karena mereka berdua pernah tinggal di dalam satu rahim yang sama selama 9 bulan 10 hari.

Jadi Lea lebih memahami Leon dari siapapun termasuk Ibu mereka.

"Kenapa kau kejam sekali, huh?! Padahal gadis kecil itu hanya ingin memberimu coklat ini untukmu. Meskipun kau tidak ingin memakannya, setidaknya Jangan membuat dia patah hati. Terima saja, jika kau tidak mau, kau bisa memberikannya padaku!! Apalagi kau tahu jika aku sangat menyukai coklat, lagipula menghargai pemberian orang lain tidak ada salahnya kan?!" ucap Lea sambil menyerahkan kotak berisi coklat itu pada Leon.

Alih-alih menerimanya, Leon malah membuang muka dan mengabaikan coklat tersebut. Dia tidak berniat untuk menerimanya. "Jika kau mau dan kau suka, ambil saja. Aku tidak mau!!"

Lea pun tersenyum lebar mendengar ucapan Leon. Dia adalah pecinta coklat sejati, jadi mana mungkin Lea bisa menolaknya. Apalagi coklat adalah salah satu makanan kesukaannya, dan dengan senang hati Lea akan menerimanya. Dia sangat bahagia, terlebih-lebih saat mengetahui bentuk coklat-coklat itu sangat lucu.

.

.

Zian kembali dari Meeting dan mendapati Nara yang sedang tertidur pulas di sofa ruang kerjanya. Tanpa membangunkannya, Zian mengangkat tubuh Nara bridal style lalu memindahkan ke ruang istirahat yang berada di balik rak buku.

Dengan gerakan pelan dan lembut. Zian membaringkan Nara diatas tempat tidur. Dan karena tak ada selimut, Zian pun melepaskan jasnya untuk menyelimuti Nara. Menyisakan kemeja abu-abu gelap dan vest V-Neck hitam yang senada dengan warna celananya.

Kemudian Zian beranjak dan meninggalkan Nara begitu saja. Dia akan menyelesaikan pekerjaannya dengan segera dan baru membangunkan Nara ketika hendak pulang nanti.

.

.

Bersambung.

1
Diah Susanti
kalau kau ibu sholehah, anakmu juga akan menyayangimu
Diah Susanti
/Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good/
Diah Susanti
emak emak tak tau diri😡😡😡
Syra Aini
Luar biasa
🌸 Yowu-Kim 🌸
Buset giselle jadi botak cuy 🤣
🌸 Yowu-Kim 🌸
Hmm blm tau mereka
🌸 Yowu-Kim 🌸
Jadi tarzan kau
🌸 Yowu-Kim 🌸
Auto gembel kelen ber3
🌸 Yowu-Kim 🌸
Menantu bapak kau. Mimpi saja kau di akui sebagai mertua. Cuihh
🌸 Yowu-Kim 🌸
Mantap bocil lea
🌸 Yowu-Kim 🌸
Makan tuh kek rongsok aja di buang
🌸 Yowu-Kim 🌸
Mampuss
🌸 Yowu-Kim 🌸
Elu yg harusnya pergi ya anna. Sono balik ke supir kesayabgan loe yg ga seberapa itu cuihh
🌸 Yowu-Kim 🌸
Mak edwaan
🌸 Yowu-Kim 🌸
Si paling kecenong 🤣
Endang Priya
baru nemu
Alya Yuni
Bgus Zian usir it nenek sihir
Alya Yuni
Pantas Zian benci ibunya
sendri yg menghianat suaminya
Si Anna jdi benalu gk mlu
syh 03
merathon baca novel2 author...ceritanya seru2 ga bnyk drama...sat set sar set kelar urusan 😊😊🤗
Vivin Yulistian Pradesti
lanjut ka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!