NovelToon NovelToon
Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / One Night Stand / Penyesalan Suami / Anak Kembar / Tamat
Popularitas:411.9k
Nilai: 4.6
Nama Author: ZiOzil

Dua kali Kenan melakukan kesalahan pada Nara. Pertama menabrak dirinya dan kedua merenggut kesuciannya.
Kerena perbuatannya itu, Kenan terpaksa harus menikah dengan Nara. Namun sikap Kenan dan Mamanya sangat buruk, mereka selalu menyakiti Nara.

Bagaimana perjalanan hidup Nara?
Akankah dia mendapat kebahagiaan atau justru menderita selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZiOzil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24.

Sehabis mandi tadi, perut Kenan keroncongan, dan entah mengapa dia ingin memakan bubur buatan Nara lagi, hingga dia memutuskan untuk turun dan minta dibikinin. Tadinya Kenan ingin menyuruh Nara, tapi dia terlalu gengsi untuk mengatakannya. Makanya Kenan sengaja memerintah Bi Ani di depan Nara, berharap wanita itu mau memasakkan bubur ayam lagi untuknya.

Kini sembari menunggu bubur pesanannya datang, Kenan asyik berbalas pesan dengan Han dan dia mengabaikan pesan dari Jessi.

Tak lama kemudian pintu diketuk dari luar, dan terdengar suara teriakkan Bi Ani.

"Mas Kenan, ini buburnya sudah siap!"

Kenan pun bergegas membukakan pintu untuk Bi Ani, seketika aroma enak menguar dari mangkuk berisi bubur ayam yang Bi Ani bawa, tapi aromanya sedikit berbeda.

"Ini buburnya, Mas." Bi Ani menyodorkan nampan yang dia bawa kepada Kenan, pemuda itu lantas mengambilnya dan segera berbalik tanpa mengucapkan apa pun.

Bi Ani pun memutuskan untuk meninggalkan kamar anak majikannya itu, dia tak berharap Kenan mengucapkan terima kasih, karena sejak dulu memang tak pernah.

Kenan duduk di tepi ranjang, dia mengamati bubur ayam yang ada di hadapannya saat ini, sekilas tak ada yang berbeda dari penampilan makanan lembek tersebut, hanya aromanya saja yang kurang tajam dan tidak senikmat yang kemarin.

Dengan tidak sabar, Kenan meraih sendok dan menyendok bubur yang masih mengepulkan asap itu. Dia meniupnya sebentar kemudian memasukkannya ke dalam mulut, namun lidahnya bisa dengan mudah merasakan jika bubur tersebut tidak seenak yang dia makan kemarin, bahkan jauh berbeda. Ternyata selain aromanya, rasa bubur itu juga tidak sama.

Kenan membanting sendok nya ke nampan itu sembari mendengus kesal, sudah jelas-jelas dia katakan tadi, bahwa dia ingin bubur seperti yang kemarin, kenapa Bi Ani memberinya yang berbeda?

Dengan dongkol Kenan berdiri dan membawa nampan berisi bubur itu ke dapur, dia ingin marah dan menegur Bi Ani.

Brak.

Nara dan Bi Ani yang sedang menyiapkan makan siang terperanjat kaget saat Kenan tiba-tiba meletakkan nampan itu dengan keras di atas meja.

"Mas Kenan? Ada apa?" tanya Bi Ani takut bercampur bingung.

"Siapa yang membuat bubur ini?" tanya Kenan dingin, dia menatap Bi Ani dengan tajam.

"Bibi, Mas. Memangnya kenapa? Buburnya enggak enak, ya?" sahut Bi Ani curiga.

"Aku kan minta bubur yang kemarin aku makan, kenapa malah dikasih yang ini. Rasanya beda, Bi!" sungut Kenan sembari melirik Nara yang tak menghiraukannya sama sekali, wanita itu tetap melanjutkan aktifitasnya tanpa sedikitpun memandang ke arah Kenan.

"Maaf, Mas. Kalau begitu mari sini Bibi buatkan lagi yang baru," ujar Bi Ani.

"Enggak usah! Aku sudah enggak selera makan!" Kenan berbalik dan segera pergi dari dapur dengan hati yang semakin jengkel karena sikap cuek Nara.

Bi Ani mengembuskan napa berat, dia sudah terbiasa menghadapi sikap kasar dan arogan Kenan, tapi kali ini dia bingung karena perkara bubur saja, anak majikannya itu sampai marah seperti ini.

Tahu jika Kenan sudah pergi, Nara menatap Bi Ani dengan penuh penyesalan.

"Maafkan aku, ya, Bi. Gara-gara aku, Bibi jadi dimarahi sama dia," sesal Nara.

Bi Ani mengernyit, "Kenapa Mbak Nara yang minta maaf?"

"Kalau tadi aku mau membuatkan bubur seperti yang aku buat kemarin, dia pasti tidak akan marah."

Bi Ani tersenyum, "Mbak Nara enggak salah, memang masakan Bibi saja yang kurang enak."

Nara sontak menggeleng, "Enggak, kok. Masakan Bi Ani enak, enak banget malah. Dasar bocah sombong itu saja yang lebay, masa perkara bubur doang, dia marah-marah begitu."

"Iya, Bibi juga heran, deh."

Sementara itu di kamar, Kenan berulang kali mengumpat, rasa laparnya mendadak hilang. Dia kesal minta ampun, bukan cuma gara-gara bubur yang tidak sesuai permintaannya, tapi juga sikap Nara yang acuh tak acuh, bahkan wanita itu sama sekali tak mau memandangnya.

"Kemarin dia sok peduli dan perhatian padaku, sekarang membuatkan bubur untukku saja dia enggak mau, bahkan memandang aku juga enggak mau. Benar-benar cewek aneh! Menyebalkan!" gerutu Kenan.

Tring ... tring.

Kenan terkesiap saat tiba-tiba mendengar suara ponsel berdering, dia mengalihkan pandangannya ke meja hias dan mendapati sebuah telepon genggam jadul berwarna putih milik Nara sedang bergetar dan berbunyi nyaring.

Kenan yang penasaran melangkah mendekati meja hias dan mengamati layar ponsel yang menyala itu.

Rendy calling ....

"Rendy?" gumam Kenan saat melihat nama sahabatnya itu yang tertera di layar ponsel sang istri.

Entah apa yang dia pikirkan, dengan sengaja dia menggeser tombol merah dan panggilan itu terputus seketika.

Kenan tersenyum jahat, lalu bergerak menjauh dari meja hias.

***

1
Shifa Burhan
aku lihat novel author ini, author selalu membenarkan intraksi istri dengan pria lain tapi melaknat interaksi suami dengan wanita lain

murahan
pemikiran murahan adalah membenarkan interaksi istri dengan pria lain, istri curhat dengan pria lain dibenarkan, istri pelukan denga pria lain dibenarkan, istri membela pria lain dibenarkan, mungkin bagi author ini istri berhubungan badan dengan pria lain dianggap benar

munafik
pemikiran minafik ketika interaksi istri dengan pria lain dibenarkan tapi interaksi suami dengan wanita dilaknat


Thor jadi wanita bermoral sedikit biar novel bermoral juga
_Nic: Maasyaallah
total 1 replies
Shifa Burhan
kenan goblok, kalau gua lelaki udah gua ceraikan tu Nara, kagak ada pantas sama sekali dipertahan kan, wanita istri yang membela pria lain didepan suaminya bahkan lebih memilih pria lain didepan suaminya, apalagi diberi sikap manis pada pria lain didepan suaminya dan merendahkan kehormatan suaminya didepan pria lain dan membiarkan pria lain meremehkan suaminya maka perempuan kayak gini lebih hina dan menjijikan daripada pelacur sekalipun, dan wanita kayak gini tidak pantas dipertahankan

untuk author sadar dulu kesalahan mu dan belajar lagi membedakan salah dan benar jangan kau bawa sikap egois mu kedalam novel yang salah hanya untuk suamimu atau pasangan mu dan kelakuan mu selalu kau benarkan maka di novel mu kau selalu membenarkan semua kelakuan menjijikan pemeran utama wanita cerminan dirimu
@azza
keren 👍👍👍👍🥰😭🥰
Tatik Wae
mungkin ibunya Kenan dr klrg kaya raya JD begitu sifatnya..
Hasnadia Amir
ceritanya bagus lucu dan menggemaskan
D_Mayanti
Lumayan
Desna Wati Desna
Luar biasa
Meryy4321
Kecewa
Meryy4321
Biasa
Qaisaa Nazarudin
Dosa gak sih aku bahagia di atas penderitaannya Windy...👏👏👏💃💃💃
Qaisaa Nazarudin
💃💃💃💃💃 KARMA IS REAL..
Qaisaa Nazarudin
Thor bikin Suami windy selingkuh,Biar tau rasa dia..
Wayanjunipurnamiasih Puranamiasih
novelnya bagus banget,ceritanya bikin aku terharu rela bergadang bacanya thor
Marmi Febriani
kasian sekali nara
Prima Mustika
kenan ntar beneran suka sama Nara,cuma masih sok jaim aja
Prima Mustika
kisah percintaan anak remaja dimanja mama, jadinya berbuat seenaknya.
beruntung papa Hendra bersikap tegas
Ama
keren novelku thor😍 dua novel dah aku baca tamat
Titin Sundari
semakin bagus ceritanya...makasih Thor
Rieyaa Dion
sangat menarik..
Amin Srgfoo
bagus ceritanya konflik ngak bikin jenuh bacanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!