NovelToon NovelToon
Edinburgh

Edinburgh

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Tamat
Popularitas:141.9k
Nilai: 5
Nama Author: Komalasari

Blaire Sutherland, gadis cantik berambut pirang yang sangat ramah dan selalu tersenyum serta menyapa setiap tetangga yang dia temui. Namun, Blaire merasa heran saat kerap bertemu dengan seorang pria asing yang tak pernah menanggapi sikap ramahnya. Penasaran, dia lalu mencoba untuk mencari tahu identitas pria tersebut dengan berbagai cara. Selang beberapa waktu, Blaire menyadari bahwa dia telah jatuh cinta kepada pria tersebut, dan si pria pun menyambut baik perasaannya. Ketika hubungan mereka semakin dalam, barulah Blaire mengetahui bahwa pria yang teramat dia cintai itu ternyata telah beristri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Komalasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Strawberry Kiss

"Syukurlah jika pria itu tak melakukan apapun terhadap kalian," ucap Christian lega. Dia lalu melepas jaket yang dirinya kenakan, kemudian dilingkarkan pada sandaran kursi dengan rapi. "Apa kau tidak membawa mantel?" tanya pria itu kemudian.

"Mantelku ada di dalam mobil milik Eileen," jawab Blaire yang terlihat lesu. Sesekali, dia menarik napas dalam-dalam dengan teratur. Sepertinya, Blaire melakukan hal itu demi mengurangi rasa sakit di pinggang.

"Apa kau tidak membawa obatmu?" tanya Christian lagi.

"Ayolah, Chirs. Aku akan berpesta. Bagaimana mungkin pergi dengan membawa obat dari dokter," protes Blaire menyeringai kecil.

"Jadi, kau memang berniat untuk minum padahal sedang mengkonsumsi obat dari dokter?" Christian berdecak tak percaya. "Buktinya sekarang kau merasa sakit," ucapnya lagi. Dia lalu terdiam untuk sejenak, setelah kembali melihat ke luar jendela.

"Berbaring dan istirahatlah. Sudah ada beberapa hari setelah operasi. Seharusnya luka yang kau alami sudah mulai mengering. Apalagi itu hanya operasi sedang," saran Christian seraya duduk di atas sebuah sofa yang terletak tak jauh dari tempat tidur.

"Tetap saja rasanya tidak nyaman. Terkadang perih, tapi tak jarang pula begitu gatal. Aku ingin menggaruknya sekuat tenaga," keluh Blaire. "Omong-omong, apa aku sudah boleh pulang? Ibu pasti sangat mencemaskanku."

"Tidak boleh," jawab Christian dengan tegas. "Orang itu masih ada di seberang jalan dan menunggu kita," jelasnya.

"Apa bedanya? Dia sudah mengetahui tempat tinggalku." Blaire menggeleng tak mengerti.

"Kau benar, memang tidak ada bedanya. Aku hanya terlalu merasa cemas," jawab Christian.

"Cemas?" Blaire segera mengarahkan pandangan kepada Christian. Gadis itu juga tampak mengernyitkan kening. "Kau mencemaskanku?"

"Apanya yang salah? Kita bertetangga. Katakan saja bahwa kau adalah orang pertama yang kukenal di lingkungan sana. Itu juga karena memang dirimu yang selalu bersikap sok akrab denganku," ujar Christian tetap dengan seribu satu alasan yang dia utarakan.

"Ya, terserah kau saja," cibir Blaire tak acuh. "Aku ingin pulang. Bagaimanapun caranya!" tegas gadis berambut pirang tersebut.

"Kupastikan tidak bisa. Sebaiknya kau segera tidur. Aku akan berjaga," suruh Christian dengan tak kalah tegas. Dia melangkah ke dekat pintu, kemudian menguncinya. Setelah itu, dimasukkannya kunci tadi ke dalam saku celana panjang. Apa yang dilakukan Christian, tentu saja membuat Blaire terbelalak tak percaya.

Sambil mendengus pelan, gadis cantik bermata hijau itu pun mengalah. Blaire segera melepas kitten heels yang dia kenakan dan meletakkannya di samping kaki yang kini terasa begitu nyaman. Setelah terdiam sejenak, Blaire pun naik ke kasur dan merebahkan tubuhnya. "Aku tidak bisa tidur tanpa bantal kesayanganku," ucap gadis dengan mini halter dress tadi.

"Manja sekali," sahut Christian menanggapi.

"Bukan begitu, Chris. Aku sudah memakai bantal tersebut sejak dulu, dari sebelum ayahku meninggal. Dia membelikannya saat kami pergi ke Glasgow. Entah kenapa tiba-tiba aku minta dibelikan benda itu. Hingga saat ini, rasanya seperti tidur beralaskan lengan ayahku saat berbaring dengan bantal kesayanganku tadi." Blaire tersenyum kelu. Dia memaksakan diri untuk memejamkan mata, tetapi tak lama kemudian dirinya kembali terjaga. Sementara Christian berlalu ke dalam kamar mandi.

Karena tak kunjung memejamkan mata, Blaire akhirnya hanya termenung menatap langi-langit kamar. Dia baru mengalihkan pandangan ke samping, saat melihat Christian yang sudah berdiri di dekat ranjang. "Kenapa belum tidur juga?" tegur pria dengan t-shirt round neck hitam lengan panjang tersebut.

"Aku tidak bisa tidur. Tolong ambilkan bantalku," pinta Blaire dengan manja dan agak memelas.

"Astaga. Menjijikan sekali sikapmu," cibir Christian.

Mendengar ucapan ketus yang terkesan meremehkannya, Blaire pun menjadi kesal. "Hei, Tuan Sempurna! Kau mungkin belum tahu bagaimana rasanya memiliki sesuatu yang teramat berharga hingga kau cintai dengan sepenuh hati. Cobalah untuk memiliki sesuatu agar kau tahu dan dapat merasakan seperti apa saat hal itu tak ada di lagi dekatmu!"

"Aku sudah pernah ada dalam posisi seperti itu, tapi tak pernah bersikap secara berlebihan. Apalagi hanya untuk sebuah bantal." Christian membalikkan badan. Tanpa diduga, pria itu melepas t-shirt yang dia kenakan. Untuk pertama kalinya, Blaire dapat melihat tato yang tergambar di bawah leher bagian belakang. Sebuah tulisan dalam bahasa yang tak Blaire ketahui artinya. Lagi pula, tulisan itu tidak dibuat dengan menggunakan bahasa Inggris.

Blaire kembali merebahkan tubuh dalam posisi telentang. Sepasang matanya yang berwarna hijau, kembali menatap langit-langit ruangan. Sementara Christian yang juga sudah merebahkan diri di atas sofa dekat tempat tidur, ternyata sama saja tak dapat memejamkan mata. Dia lalu mengarahkan perhatian kepada Blaire yang sedang termenung sendiri.

Merasa bersalah atas sikapnya tadi, Christian pun bangkit dari tidurnya. Dia lalu beranjak ke dekat tempat tidur. "Maaf. Aku sama sekali tidak bermaksud untuk meremehkan barang pemberian ayahmu," ucapnya dengan nada penuh sesal, meskipun tak ada yang berbeda dari raut wajah pria itu.

Blaire menoleh tanpa mengubah posisi tidurnya yang tanpa bantal sebagai penyangga. Gadis itu tidak menjawab. Namun, setetes air mata tampak mengalir ke dekat telinga. Hal itu membuat perasaan Christian yang biasa bersikap ketus dan dingin tiba-tiba terenyuh. Dia tak suka melihat seorang wanita menangis di hadapannya, meskipun itu bukan sebuah ratapan yang teramat memilukan.

Entah mendapatkan dorongan dari mana, Christian naik ke tempat tidur. Pria itu kemudian merebahkan tubuh tegapnya tepat di sebelah Blaire. Dia menelusupkan tangan hingga lengan kekar itu menjadi penyangga kepala si gadis. "Aku tahu ini pasti berbeda, tapi anggaplah sebagai pengganti dari lengan ayahmu," ucap Christian, yang seketika membuat Blaire menoleh padanya dengan sorot tak percaya.

Secara refleks, Blaire menggeser tubuh hingga kepalanya kini berada di dekat dada bidang si pria. "Tidurlah, Blaire," ucap Christian lagi seraya mengusap-usap lengan gadis itu dengan lembut.

Perlahan, Blaire mulai memejamkan mata. Namun, tak lama kemudian gadis cantik berbaju biru navy itu kembali terjaga. "Apa makna dari tato yang ada di dekat punggungmu?" tanya Blaire tiba-tiba.

Christian yang belum memejamkan mata, segera menoleh kepada gadis yang berada dalam dekapannya. "Itu dutulis dalam bahasa latin. Maknanya kurang lebih, 'melepaskan akan jauh lebih baik, dari pada membuat terluka'. Filosofi yang sedikit berlebihan," terang Christian seraya mengempaskan napas dalam-dalam, hingga Blaire dapat merasakannya dengan jelas.

"Apa kau merupakan pria latin? Spanyol, Portugal, atau ...."

"Meksiko. Aku berasal dari sana," potong Christian. Entah apa alasannya, sehingga dia mulai bersikap terbuka kepada Blaire.

"Kau juga pasti bukan pria sembarangan. Adam berpikiran sama denganku. Aku yakin jika dirimu pasti ... um setidaknya memiliki keahlian beladiri yang mumpuni dan juga ...."

"Kenapa kau sangat cerewet?" protes Christian dengan nada bicara yang tidak seketus biasanya.

Blaire hanya tertawa pelan saat mendengar ungkapan protes dari pria itu. "Ibuku mengatakan bahwa nama belakangmu adalah Alvarez. Apakah itu benar atau hanya mengada-ada?" tanya Blaire lagi.

Christian yang sudah memejamkan mata, kembali menoleh kepada gadis berambut pirang tadi. "Aku tidak pernah berbohong. Itu yang harus kau tahu. Aku tak akan pernah asal bicara."

Sedangkan Blaire terdengar menggumam pelan. Gadis itu tampak begitu nyaman berada dalam dekapan lengan kekar Christian. "Christian Alvarez ...."

"Teixeira," lanjut pria itu pelan.

"Christian Alvarez Teixeira," ulang Blaire. Dia tersenyum kecil. Sedangkan pria tampan tadi sudah memejamkan mata. "Apa kau tertarik dengan wanita seperti Bridget?" tanya Blaire lagi.

"Astaga," keluh Christian. "Harus dengan cara apa agar bisa membuatmu berhenti bicara."

"Tidak ada," sahut Blaire dengan enteng.

"Begitukah?" Christian mengubah posisi tubuh hingga sedikit menyamping. Ditatapnya paras cantik Blaire untuk beberapa saat. Entah karena terbawa suasana atau punya alasan sendiri, tanpa diduga Christian mendekatkan wajah hingga dia dapat menyentuh serta merasakan manis dan lembutnya bibir si gadis. Penuh perasaan, dilu•mat serta dinikmatinya bibir beraroma strawberry tersebut. Christian bahkan melakukan hal itu dengan cukup lama.

1
Lusy Purnaningtyas
sweet story, i have falling love with it..
Santhi Agung
marathon bacanya karena penasaran bagus bingit ceritanya thor ga diulang2 pada setiap babnya
Sumringah Jelita
Luar biasa
Ika Yulia
ya ampun thor, bisa2nya Aaron jadi begini.
Ika Yulia
apa jadinya aaron, astaga🙃
Ika Yulia
kasihan aaron cuma jadi persinggahan
Ika Yulia
kupikir itu duwit segepok 🤣
Ika Yulia: astaga thor 😂😂
total 2 replies
Ika Yulia
jangan biarkan blaire mleyot lah thor
Ika Yulia
saya tidak rela kalo kak othor bakal menumbalkan aaron nantinya
Ika Yulia: siap kak
total 2 replies
Ika Yulia
tak kusangka thor jika christ lebih misterius dari juan pablo
ƙׁׅᨵׁׅׅꩇׁׅ֪݊ ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁ: Iya, kak. Auranya beda. Bikin beban hidup terasa berkurang😅
total 3 replies
Ika Yulia
kemanakah rimbanya christian berada
Ika Yulia
semisterius Juan pablo ya thor si Christ nya
Ika Yulia
seperti biasa pas ginian pasti digantung sama othor
ƙׁׅᨵׁׅׅꩇׁׅ֪݊ ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁ: Hehehe, lanjut saja
total 1 replies
Ika Yulia
bikin penasaran siapa itu christ thor
ƙׁׅᨵׁׅׅꩇׁׅ֪݊ ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁ: Lanjut saja, kak
total 1 replies
jema
ceritamu selalu keren
ƙׁׅᨵׁׅׅꩇׁׅ֪݊ ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁ: Terima kasih, kakak🥰😍
total 1 replies
Sri Widjiastuti
g begitu jg ceritanya Ron...blair tdk pernah bls itu cinta... aaron yg maksa... palg si ibu blair sdh sadar klo keterlaluan.. maksa blair dg aaron...
Sri Widjiastuti
egois nya aaron...
Sri Widjiastuti
sdh tahu blair g cinta aaron... maksa sihh
Sri Widjiastuti
aaron bahagia, tp tidak dg blair... gimana rasanya klo bahagia hanya u 1 orang saja??
Sri Widjiastuti
kata2 yg bijak dr christ yg begitu mencintai blair...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!