Dari tidak terbiasa sampai akhirnya menjadi sangat terbiasa..
Oh ya ampun aku terpesona dengan ketampanan nya dan akhirnya aku bisa mendapatkan nya. Tetapi, kenapa dia memutuskan hubungan secara sepihak begini. Tidak bisa di biarkan!aku akan membuatnya menyesal!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nh Hasanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24
"Eh Risky cepat banget mau pulang nya" ucap mama Risa keluar dari dalam rumah hingga membuat Risa berhenti tertawa.
"Iya tant, udah malam gak enak bertamu kemalaman" ucap Risky dengan sopan.
"Oh iya, besok pagi tante antar Risa ke rumah ya" ucap mama yang membuat Risa yang berdiri di belakang nya menjadi bingung.
"Oke tante, saya pulang dulu ya. Assallamuallaikum" ucap Risky mencium tangan mama untuk pamit.
"Waallaikumsallam, hati-hati di jalan ya" ucap mamanya Risa dengan sangat perhatian, seperti sedang melepaskan anak nya sendiri ketika akan pergi dari rumah.
Risa hanya tersenyum ketika Risky sebelum kembali menaiki motor nya melempar kan senyum pada nya.
"Ah sial! senyum Risky terlalu manis" gumam Risa di dalam hati nya.
"Risa ayuk masuk ke dalam sudah malam. Jangan lupa di kunci pintu nya ya" ucap mama mengajak Risa masuk ke dalam rumah. Risa hanya menurut, hingga ketika dia selesai mengunci pintu dia pun duduk bersama mama dan papa nya yang sedari tadi tidak keluar. Papa nya hanya sibuk menonton acara tv kesukaan nya.
"Mama besok mau ngantar Risa kemana?" tanya Risa penasaran, pertanyaan nya cenderung berantakan sekarang. Padahal bukan pertanyaan yang seperti itu yang sebenar nya Risa ingin ucap kan.
"Ke rumah Risky" jawab mama santai.
"Ngapain?" tanya Risa bingung. Jantung nya mulai berdetak tidak karuan.. Kenapa rasa nya menjadi aneh begini ketika mendengar mama menyebut kan nama Risky.
"Tadi mama minta tolong sama Risky buat ngajarin kamu hitung-hitungan. Mama perhatikan akhir-akhir ini nilai matematika kamu hancur banget. Jadi.. Risky kan pintar, ya mama minta tolong deh sama dia" ucap mama
"Risa kan bisa belajar sama Ika ma di sekolah" jawab Risa menolak, padahal jauh di dalam hati nya ada perasaan yang sangat bahagia. Perasaan yang tidak bisa di jelas kan dengan begitu detail.
"Sayang.. belajar di sekolah itu sudah gak sempat. Lagian rumah Ika kan jauh dari rumah kita kasian kalau harus suruh dia ke rumah. Sama Risky aja ya.." ucap mama memberikan alasan.
Risa hanya mengernyit kan dahi nya. Alasan mama nya ini sebenar nya masih tidak bisa Risa terima. Padahal kan Risa besok ke rumah Risky sama saja seperti mengantar kan Risa ke rumah Ika. Rumah Risky dan Ika juga tidak begitu jauh, masih dalam satu kompleks. Risa merasa mama nya ini sengaja..
"Memang nya boleh Risa belajar di rumah Risky?" tanya Risa melirik papa nya yang tadi hanya sibuk menonton acara tv kesukaan nya. Kini mulai merasa terusik dengan lirikan anak nya..
"Ya boleh lah, lagian Risky kan teman dekat kamu.. Papa juga sudah lumayan dekat juga sama dia, papa sih gak masalah" ucap papa sembari mengambil martabak dari Risky yang sedari tadi hanya mama yang menyentuh nya di meja.
Risa hanya diam. Tak ada alasan untuk menolak lagi...
"Tapi, kalau Risky berani macam-macam sama anak papa. Awas aja papa bakalan sleding dia entar" ucap papa yang kemudian membuat mama yang duduk di samping nya menjadi tertawa. Mama tertawa bukan karena kalimat ucapan yang papa kata kan, tetapi ekspresi wajah nya papa yang sangat imut itu membuat mama tertawa.
Risa pun juga ikut tertawa.. Tetapi hati kecil nya sempat mengatakan. "Papa mama tidak pernah tahu hubungan ku dengan Risky tidak sebaik ini sebelum nya".
"Risa ke kamar dulu ya pa, ma" ucap Risa tak ingin berlama-lama di ruang keluarga ini, tubuh nya ingin sekali cepat berbaring.
"Iya sayang, good night" ucap mama memberikan senyum, Risa pun juga membalas nya.
Dia menghela nafas nya yang sudah tidak beraturan. Hati nya kembali ber degub kencang tidak karuan. Saat dia menutup pintu kamar nya terpancar dengan jelas senyum yang merekah di bibir kecil nya.
"Ah aku ini kenapa? ya Ampun kenapa aku bisa se senang ini.. Risa, sadar... jangan begini" ucap Riki berkali-kali menepuk pelan pipi nya. Tapi tetap saja hati nya merasa sangat bahagia.
Dia merebah kan tubuh nya di kasur. Pandangan nya kini menatap langit-langit kosong, Risa mulai kembali memikirkan senyum Risky sebelum dia benar-benar pulang tadi..
"Kenapa dia senyum nya manis banget" ucap Risa sembari berguling-guling di kasur nya. Hati nya seperti sedang banyak merekah bunga-bunga yang indah.
Dengan sekejab Risa langsung bisa melupakan ucapan Risky yang begitu menyakiti nya saat itu.
Risa lupa kalau lelaki yang membuat nya begitu bahagia saat ini itu pernah dan bahkan terlalu sering membuat nya merasa terluka.
Risa selalu lupa akan kalimat Risky yang pernah melontarkan kalimat "aku tidak pernah ada rasa pada mu".
Malam ini hanya karena Risky datang bertamu ke rumah nya sudah mampu membuat Risa lupa dengan rasa benci nya.
Malam ini Risa hanya sibuk memikirkan. Harus memakai baju apa besok untuk bertemu Risky di rumah nya. Dia harus menunjuk kan sikap yang seperti apa nanti nya. Oh Risa sungguh seperti orang yang sedang di mabuk asmara.
Sementara di perjalanan pulang Risky juga sudah berapa kali menoreh kan senyuman di bibir nya. Pikiran nya sibuk mengingat Risa yang selalu terlihat salah tingkah semenjak dia datang ke rumah nya tadi. Rasa nya sudah sangat lama dia tidak datang ke rumah Risa. Sikap mama nya juga tidak berubah pada nya, meskipun mereka telah putus mama Risa tetap memperlakukan Risky dengan baik.
"Ternyata Risa tidak menceritakan alasan kita berdua putus yang sebenar nya" gumam Risky.
Kalau Risa menceritakan alasan mereka putus yang sebenar nya karena Risky lebih memilih bersama Risti, pasti lah orang tua Intan tidak akan mungkin memperlakukan Risky dengan baik begitu. Bahkan sampai menyuruh Risky mengajari anak nya pelajaran sekolah.
"Risa..." ucap Risky tersenyum.
Kini dia telah sampai di rumah nya, dia memarkir kan motor nya kemudian langsung beranjak masuk ke rumah.
"Dari mana nak? kok baru pulang?" ucap seorang wanita paruh baya yang sedari tadi memang sudah menunggu anak nya datang.
"Dari rumah Risa ma" ucap Risky mencium tangan mama nya.
"Tuh kan ma, anak kita gak mungkin keluyuran jauh-jauh" ucap papa yang hanya duduk di sofa sedari tadi.
"Ya nama nya mama khawatir" ucap mama yang akhir nya juga duduk di sofa bersama suami nya.
"Udah lama mama gak ketemu sama Risa, kapan-kapan ajak Risa dong ke rumah, mama dah kangen sama dia" ucap mama Risky yang membuat Risky terdiam.
Selama ini orang tua Risky tahu nya Risky masih menjalin hubungan dengan Risa. Mereka tidak tahu apa pun tentang hubungan Risky dengan Risa di sekolah yang masih kurang baik. Sama seperti Risa, Risky tak pernah menceritakan masalah nya dengan Risa pada orang tua nya..
"Mmm.. besok pagi Risa mau ke rumah ma, mau belajar bareng sama Risky. Boleh kan?" tanya Risky.
"Boleh dong, duh, tapi besok pagi jam berapa? mama sama papa besok kan mau berangkat, sempat gak yah ketemu sama Risa" ucap mama melihat ke arah suami nya yang hanya tersenyum.
"Kamu ini seperti mau bertemu calon istri anak mu saja" ucap papa Risky.
Mama hanya tertawa ketika di beri ucapan oleh suami nya seperti itu. Sedangkan anak nya yang kini berada di depan mereka hanya mengernyitkan dahi nya..
"Mama terlalu merindukan Risa kah sampai haru seperti itu" tanya Risky di dalam hati nya.
"Ma, pa.. Risky ke kamar dulu ya, sekalian mau mandi, gerah banget nih" ucap Risky sembari berlalu pergi meninggalkan papa dan mama nya. Sebelum di hujani banyak pertanyaan oleh mama nya lebih baik sekarang buru-buru kabur ke kamar, pikir nya.
( cinta dan benar2 cinta )
berarti kamu benci (bener2 cinta ) sama aku tp tulus ga kira2 ?
lanjut yaa semangat