NovelToon NovelToon
Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku

Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Nikahmuda / Cinta pada Pandangan Pertama / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:145.9k
Nilai: 5
Nama Author: Humala's

Hanum adalah mahasiswi dari universitas ternama di kotanya. Ia merupakan gadis yang cantik dengan kharisma yang mempesona, hingga siapa saja yang melihatnya pasti terpesona.
Suatu hari ia bertemu dengan dosen ganteng bernama Aditya. Dosen muda yang jadi favorit seluruh mahasiswi di universitasnya. Berbeda dengan yang lain, Hanum justru membuat kesan pertama yang buruk dimata Aditya.
Hanum terus menghindari Aditya. Namun, takdir sepertinya selalu mempertemukan mereka.
Tanpa disadari sebenarnya Aditya selalu mengamati setiap gerak gerik Hanum.
Bagaimana kisah Hanum dan Aditya selanjutnya?
Selamat menikmati ceritanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Humala's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertengkaran

“Tidak jelas katamu. Oke baik. Mulai sekarang aku tidak akan mengurusi urusan mu lagi. Dan satu hal jangan kasih harapan ke aku seperti yang kamu bilang sebelumnya bahwa kamu juga tidak akan selingkuh” jelas Hanum

“Kamu egois Num, tanpa ada bukti kamu menuduh aku. Percuma juga aku jelasin. Kamu juga tidak akan percaya. Tapi asal kamu tau aku tidak pernah melakukan tindakan yang kamu tuduhkan.” Ucap Aditya sambil menenteng jaket nya bersiap untuk pergi.

Hanum menangis melihat Aditya pergi dengan masalah yang belum terselesaikan itu. Egonya masih terlalu tinggi, karena masih muda, ini juga pertama kali baginya.

Melihat Pak Rendra dan Bu Rita masih duduk menonton TV di ruang keluarga. Aditya kemudian pamit kepada mereka untuk pulang.

“Yah, Bu, Aditya pulang dulu ya!” pamit Aditya

“Loh kamu ngga nginep sini” tanya Bu Rita

“Ngga Bu, tapi Aditya sudah mengijinkan Hanum untuk tidur disini” ucap Aditya

“Loh kenapa sendiri- sendiri. Udah nginep sini saja” pinta Bu Rita

“Iya bu kapan- kapan Aditya akan nginep sini. Ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan” ucap Aditya menutupi keadaan sebenarnya

“Aditya pergi dulu ya Bu, Yah” tambah Aditya sambil mencium punggung tangan Pak Rendra dan Bu Rita.

...****************...

Selama perjalanan pulang, pikiran Aditya penuh dengan kekecewaan nya pada sikap Hanum yang tidak mempercayainya. Aditya memutuskan untuk berbicara lagi setelah Hanum tenang.

Sesampainya di rumah ia langsung masuk di kamarnya dan beristirahat. Namun malam itu Aditya merasakan perasaan yang tidak tenang.

“Aku tidak tau Num, kenapa sulit sekali meyakinkan mu. Sudah berulang kali aku menjelaskan tapi kamu tetap tidak mengerti” ucap Aditya yang berbicara sendiri dengan pandangan ke langit- langit kamarnya.

...****************...

Di sisi lain, Hanum di kamarnya, matanya telah membengkak akibat tangisan nya. Ia juga sebenarnya salah terlalu curiga dengan Aditya. Namun perasaan cemburu sebenarnya yang bergejolak di pikiran nya.

“Kenapa pernikahan rasanya seperti ini.”

“Kenapa kamu ngga ngerti perasaan ku sih Mas. Kamu yang sudah berjanji juga tidak akan selingkuh. Kenapa kamu melakukan nya.”

“Atau jangan- jangan aku sudah jatuh cinta padamu, hingga membuatku berbuat seperti ini”

“Iya sepertinya aku sudah jatuh cinta sama Aditya. Tapi kenapa kamu seperti ini Num. Kamu harus sadar dari awal kamu berniat untuk memberikan batasan kepada Aditya, kenapa sekarang kamu yang menuntutnya.”

“Lagi pula kamu juga belum menjalankan kewajiban sebagai istri. Kamu juga salah Num”

Semua adalah ucapan Hanum berbicara sendiri.

...****************...

Keesokan harinya Hanum tidak keluar kamar. Ibunya khawatir, lalu langsung mendatangi kamar Hanum.

“Hanum, nak kamu sudah bangun?” sambil mengetuk pintu kamar Hanum

“Hhmm iya Bu.” Ucap Hanum dari dalam kamar

“Keluar ya nak, ibu tunggu dibawah untuk sarapan” perintah Bu Rita

“Iya Bu” jawab Hanum

Sementara di dalam kamar Hanum sedang bingung.

“Haduh, bagaimana ini mata ku masih bengkak. Nanti kalau aku turun Ibu dan Ayah pasti tau kalau aku habis menangis.” Ucap Hanum

“Mereka pasti akan bertanya ada apa.” Tambah Hanum

Pak Rendra melihat Bu Rita pun turun ke bawah.

“Hanum belum bangun Bu?” tanya Ayah

“Sudah yah, sebentar lagi juga turun” jawab Ibu

Setelah menunggu selama 30 menit Hanum tak kunjung turun. Lalu Ibu meminta Kelen untuk memanggil kakak nya.

“Kak, buka.” Ucap Kelen

“Ada apa?” tanya Hanum dari dalam kamar

“Ibu minta kakak untuk sarapan.” Ucap Kelen

“Iya udah aku habis ini turun. Kamu ke bawah dulu saja” perintah Hanum

Kelen pun turun.

“Mana kakak kamu Kelen?” tanya Bu Rita

“Katanya sebentar lagi turun Bu” jawab Kelen

“Apa yang dilakukan kakak mu di kamarnya?” tanya Ayah

“Tidak tau yah. Kakak tidak membukakan pintunya. Hanya bicara dari dalam kamar” jawab Kelen.

Lima belas menit kemudian, Hanum turun ke bawah. Ia langsung menuju meja makan, disana masih ada Ayah, Ibu, dan Kelen.

“Kamu lama banget sih Num. Ngapain di kamar?” tanya Ibu tanpa memperhatikan wajah Hanum

“Ngga ngapa- ngapain Bu” balas Hanum

Ketika Hanum duduk di depan Ibu dan ayahnya untuk makan. Ibu baru menyadari mata Hanum yang bengkak seperti baru menangis.

“Kamu ada apa Num? Kenapa mata mu bengkak? Habis nangis?” tanya Bu Rita

Ayah ikut melihat ke arah Hanum ketika Ibu berkata begitu.

“Ngga kok Bu, mata Hanum sakit.” Ucap Hanum sambil mengucek – ucek mata nya

“Kamu kalau ada apa- apa cerita ke Ibu” pinta Bu Rita

“Iya Bu” jawab Hanum singkat.

Ibu tidak berani menanyai lanjut karena ada Kelen disitu. Ia masih terlalu kecil untuk mengetahui masalah orang dewasa.

...****************...

Melihat ada yang tidak beres dengan anaknya. Ibu dan ayah berunding. Seperti biasanya ayah minta kepada Ibu untuk berbicara dengan Hanum.

“Num, boleh Ibu masuk?” ucap Ibu dari luar kamar Hanum sambil mengetuk

“Iya Bu. Masuk saja, tidak dikunci.” balas Hanum dari dalam kamar

Ibu mengambil posisi duduk dekat dengan Hanum.

“Num, kamu habis nangis ada apa? Ibu tidak tenang. Cerita saja, barangkali Ibu bisa membantu.” Tanya Bu Rita

“Ngga ada apa- apa kok Bu.” Balas Hanum

“Kamu jangan bohong. Ibu tau kamu habis menangis. Ada apa?” tanya Bu Rita

“Bu, tapi jangan cerita ke ayah ya! Hanum takut kalau cerita nanti ayah kaget dan penyakitnya bisa kambuh” ” pinta Hanum ke Ibunya

“Iya” jawab Ibu dengan wajah yang penasaran

“Hanum sama mas Aditya lagi berantem Bu. Semalam Hanum menangis gara- gara itu” ucap Hanum sambil menahan tangisnya yang mau jatuh lagi

“Masalah apa?” tanya Bu Rita

“Hanum melihat pesan singkat dari wanita lain di HP mas Aditya” ucap Hanum

“Isinya apa?” tanya Bu Rita

“Kemarin mas Aditya baru pulang dari dinas di luar kota selama seminggu. Wanita itu menanyakan apakah Aditya sudah sampai rumah. Bagaimana dia bisa tau kalau mas Aditya baru pulang dari luar kota, kalau bukan mas Aditya yang memberitahu atau jangan- jangan mereka malah pergi berdua” jelas Hanum

“Sudah kamu tanyakan ke Aditya?” tanya Ibu

“Sudah Bu. Kata mas Aditya dia juga tidak tau darimana wanita itu tau. Hanum tidak percaya Bu, karena terakhir kali bertemu dengan wanita itu, dia sangat terlihat akrab dengan mas Aditya. Mereka pasti berselingkuh Bu di belakang Hanum” jelas Hanum

“Nak, apa kamu punya bukti tentang perselingkuhan mereka? Kamu jangan sembarang menuduh, itu dosa juga pencemaran nama baik. Aditya juga sudah menjelaskan kalau dia tidak tau. Kamu harus mencoba mempercayai suami kamu nak” jelas Bu Rita

“Ah ibu malah ngebelain mas Aditya bukan Hanum yang anak ibu sendiri” ucap Hanum kesal.

1
Qaisaa Nazarudin
Aku gak tau mau bilang Hanum ini Bodoh apa tolol sih,pikirannya cetek banget..Sorry ya thor aku ngehujat perannya,Bukan outhor nya,Kalo riders merasa kesal dgn alurnya itu berarti kamu berhasil bikin novel yg bagus,Dan membawa para riders masuk kedlm novel mu..😄😄🙏🙏🙏
Qaisaa Nazarudin
Inilah resikonya suka banget rahasiaan pernikahan, Sekurang-kurangnya sahabat sendiri harus tau,Udah jadi isu aja baru masing2 kebakaran jenggot..haiih..🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Biasanya orang penjelasan dulu baru bertengkar,Ini mah bertengkar dulu baru penjelasan..😂
Qaisaa Nazarudin
Ngaca gak tuh?? 😂😂
Qaisaa Nazarudin
Gitu dong Nin,Yangnpunya istri siapa yg ngasih kabar siapa,saat isteri di dekatin pria lain malah marah2..Aku dari awal gak suka dengan perjodohan mereka,Mending sama Lukas aja..
Qaisaa Nazarudin
Bu Rita terlalu ikut campur urusan anaknya,Setelah itu dia yg panik sendiri..hadeeuuhh...
Qaisaa Nazarudin
Bodoh Aditya..
Qaisaa Nazarudin
Cciihh alasan tuh ulet bulu..🙄🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Berlebihan banget,Udah kayak orang baru habis lahiran aja..Aku MP malam,paginya udah bisa jalan aja walaupun jalan pelan dan kayak ada rasa yg mengajal gitu,saat pipis dan cebok nya perih gitu aja..
Qaisaa Nazarudin
Singkat dan padat MP nya..Tau2 udah jebol aja..
Qaisaa Nazarudin
Udah gede tapi masih kekanak-kanakan,Yang satu egois,yang satunya sok gengsi..
Qaisaa Nazarudin
Pasti Aditya dari awal ketemu udah suka sama Hanum,Makanya dia langsung posesif gitu,Kalo cuman di jodohin pasti akan ada jual mahalnya,apa lagi sekarang belom menikah..
Qaisaa Nazarudin
Belom apa2 udah posesif banget,Harusnyanbiarkan mereka menyelesaikan masalah mereka,Bagi mereka ruang bicara berdua..
Qaisaa Nazarudin
Wah Niat banget para ortu..😂😂
Qaisaa Nazarudin
Mah kan ku bilang juga apa,Kamu harus gentle Kas,Soal di tolak/terima itu soal belakangan,Yang penting kamu udah jujur ke Hanum..
Qaisaa Nazarudin
Apa Lukas suka sama Hanum tapi takut di tolak,makanya dia diem aja..
niraaauci
Hanum beruntung sekali punya suami seperti pak Aditya ..suksess thoor
nining
lanjut kk.....sering2 ya up nya jangan kebanyakan off🤣🤣
Devi Sihotang Sihotang
di tunggu up nya ya thor
Devi Sihotang Sihotang
clara buat drama apa ge
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!