NovelToon NovelToon
Hanya (Istri) Simpanan

Hanya (Istri) Simpanan

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:577.2k
Nilai: 4.7
Nama Author: windanor

Salsa kasyafani ( 20 tahun), wanita muda yang dinikahi siri oleh Rafka Adelard Anggara(28 tahun) karna sebuah insiden yang membuat Salsa mengandung anak Rafka. Namun, wanita muda itu tidak pernah mengetahui bila pria yang menyandang status sebagai suaminya sekarang, sudah menjalin pernikahan dengan wanita lain jauh sebelum Rafka menikahinya.

"Jadi aku hanya istri simpanan kamu, Mas?" Suara Salsa bergetar. Air mata meluruh kian deras membasahi wajahnya yang memucat bersamaan rasa sakit yang menghujam dadanya dengan kenyataan yang harus Ia terima.


Apakah Salsa tetap memilih bertahan dengan pernikahan yang memberikan luka bathin di hatinya? Sedangkan statusnya bukan hanya istri kedua tapi juga istri yang dirahasiakan dari publik maupun dari keluarga besar Rafka sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon windanor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HIS •Chapter 23

...Cinta itu datang karna terbiasa...

Brak!

Rafka menggebrak meja di ruang kerja pribadinya cukup keras hingga menimbulkan suara yang nyaring mengisi ruangan bernuansa hitam itu. Amarah yang mulai mereda kini kembali memuncak.

"Mencari satu orang saja kau tidak becus!" sarkas Rafka dengan wajah yang merah padam dan rahang yang mengetat.

"Kami sudah berusaha mencari nona Salsa di seluruh kota ini termasuk ke rumah kontrakan nya dulu, tapi tidak menemukannya, Tuan. Sepertinya nona Salsa melarikan diri ke luar kota," balas Arjo yang tetap tenang meski harus menghadapi kemarahan Rafka.

"Ck. Besok kau pergi ke Bogor, cari Salsa di kota itu karna kedua orangtua nya tinggal di sana," perintah Rafka.

"Baik, Tuan."

Rafka langsung mematikan sambungan telponnya. Pria itu menyandarkan tubuhnya di bahu kursi, meremas rambutnya hingga kusut. Saat ini pikiran dan perasaannya benar-benar tidak tenang bila Salsa tidak di temukan. Entah karena Ia takut kehilangan anak yang wanita itu kandung, atau karna Ia memang sangat mengkhawatirkan wanita muda itu.

Sementara di balik pintu ruang kerja Rafka yang sedikit terbuka, Azkiya mematung di tempatnya mendengar obrolan suaminya dengan seseorang dan itu menyebut-nyebut nama wanita yang saat ini sangat Ia benci.

Azkiya menarik napas dalam-dalam dan mendorong pelan pintu jati itu. Rafka sedikit terkejut ketika pintu terbuka, Azkiya  masuk ke dalam ruangan-nya dengan membawa secangkir kopi.

"Masih banyak pekerjaannya, Mas?" tanya Azkiya seraya meletakkan secangkir kopi yang sengaja Ia buatkan untuk suaminya di atas meja.

Rafka mengangguk sambil membenarkan posisi duduknya.

"Ooh iya, Mas. Besok bunda dan ayah akan datang ke sini."

"Hmm..." Rafka hanya membalas dengan deheman singkat. Seolah tak minat dengan pembahasan sang istri saat ini.

"Kamu sakit, Mas?" Azkiya kembali melontarkan ucapannya. Wanita itu menyentuh dahi Rafka. Tampak jelas wajah pucat pria itu.

"Tidak, aku hanya ingin sendiri."

Azkiya tersenyum kecut mendengar jawaban Rafka. Ia meneguk ludahnya kasar bersamaan dengan rasa sesak yang melanda di rongga dadanya saat ini.

"Lebih baik Mas stop dulu untuk mengerjakan pekerjaan kantor." Azkiya menutup laptop suaminya." Jangan paksakan mengerjakan ini bila Mas sedang sakit," ucap Azkiya berusaha tetap terlihat tenang dihadapan  suaminya sedangkan dalam benaknya saat ini begitu sakit.

Seolah patuh Rafka bangkit dari kursinya. Azkiya menggenggam tangan suaminya, menggiring menuju ke kamar yang bersebelahan dengan ruang kerja pribadi milik Rafka.

"Rasanya kepala ku sangat sakit," keluh Rafka ketika sudah membaringkan tubuhnya di kasur.

Dan ini kelemahan pria itu, dari kecil Rafka selalu merasakan sakit kepala bila memikirkan sesuatu berlarut-larut. Perasaannya akan di landa rasa gelisah bila masalah yang menjadi beban pikirannya saat ini tidak terselesaikan. Saat ini Ia menginginkan Salsa kembali.

Azkiya memijat lembut kepala Rafka. Sementara pria itu melingkarkan tangannya di pinggang sang istri serta memejamkan matanya, merasakan sentuhan yang Azkiya berikan.

*

*

"Kamu kenapa, Rafka? Dari tadi Bunda lihat tidak bersemangat seperti itu. Apa ada masalah di perusahaan?" tanya Elsa yang satu jam yang lalu baru sampai di rumah anak dan menantunya itu.

Dan saat ini, Rafka tengah berada di balkon kamar sambil menyesap rokok yang mengapit di jari tengah dan telunjuknya. Pandangan matanya lurus ke depan, menatap pohon rimbun di belakang kamarnya.

"Aku tidak apa-apa, Bun. Perusahaan baik-baik saja," balas Rafka tanpa menatap ke arah Elsa.

Wanita paruh baya itu tiba-tiba saja merebut rokok di tangan Rafka dan langsung membuangnya ke tong sampah.

"Sudah berapa kali Bunda katakan jangan terus merokok! Tidak sehat untuk paru-paru mu!" sarkas Elsa menggelengkan kepalanya, tak habis pikir dengan putranya tersebut.

"Kalau kamu ada masalah katakan saja pada Bunda, jangan diam seperti ini dan menyesap rokok yang tak ada gunanya. Kamu pikir Bunda tidak tahu kalau kamu sedang ada masalah! Bunda tahu betul gelagat mu bila sedang dirundung masalah!"

Rafka menundukkan kepalanya sejenak dan menghela napas panjang.

"Iya, aku memang ada sedikit masalah. Tapi akan cepat terselesaikan."

Elsa memicingkan matanya menatap Rafka,  seolah ragu dengan ucapan putranya itu.

Hening.

"Bunda ke sini juga ingin membicarakan sesuatu yang penting."

Rafka menoleh ke arah Elsa."Membicarakan apa?"

"Masalah tentang kamu dan Azkiya," balas Elsa yang kini saling berhadapan dengan putranya. Wanita paruh baya itu mengalihkan pandangan matanya ke arah pohon pinus."Bunda tidak akan  mempermasalahkan tentang Azkiya yang tidak bisa memberikan cucu. Karena percuma. Dia sudah di vonis mandul dan dokter Syifa tidak menjamin Azkiya bisa mengandung dan juga rahimnya sudah bermasalah."

Elsa kembali menatap putranya dengan pandangan yang sulit terbaca."Jadi, bila kamu ingin mengadopsi anak silahkan. Bunda tidak melarang. Tapi anak itu tidak bisa mewarisi harta dari keluarga Adelard."

Rafka tertegun mendengarnya.

Dua minggu berlalu dan dua minggu pula Rafka terus mencari keberadaan Salsa. Arjo sudah mencari Salsa di Bogor lebih tepatnya di rumah kedua orangtua Salsa, tapi hasilnya nihil. Tentu, Arjo tidak secara terang-terangan menanyakan tentang Salsa pada kedua orangtuanya.

Sementara di sebuah kota yang berbeda seorang wanita melangkahkan kakinya menyusuri jalanan yang padat oleh pengendara. Debu dan asap kendaraan terasa menyesakkan dada Salsa saat ini. Wanita itu tengah menjajakan dagangan kue-nya yang Ia buat sendiri. Lumayan hasilnya untuk biaya lahirannya nanti.

Mungkin kalian berpikir wanita ini akan melarikan diri ke sebuah desa atau perkampungan yang ada di Bandung. Tapi saat ini Salsa tinggal di pusat perkotaan Bandung.

"Sudah habis kuenya, Sal?" tanya Adan ketika mendapati Salsa sudah duduk di teras rumah.

Wanita itu menggeleng." Baru setengah yang habis terjual."

Pria yang mengenakan seragam kebersihan itu duduk di samping Salsa dengan senyuman hangatnya.

"Kan wajar, kau baru satu minggu berjualan. Nanti juga akan dapat pelanggan tetap," ucap Adan terkekeh pelan menyelipkan gurauan pada wanita muda itu.

Salsa hanya tersenyum tipis.

"Sekarang masuk ke dalam rumah, mandi. Aku sudah membelikan nasi bungkus untuk mu," ucap Adan yang bangkit dari tempat duduknya.

Salsa mendongak menatap pria berusia 25 tahun itu.

"Mas..."

"Apa?" Adan menatap Salsa.

"Sebaiknya kita pisah rumah saja. Aku akan mencari rumah kontrakan yang tidak jauh dari sini. Aku tidak enak bila tinggal satu rumah dengan Mas Adan. Bukan apa-apa, aku takut orang-orang di sekitar sini berpikir yang tidak-tidak."

Kening Adan mengernyit mendengar itu."Tidak. Kita akan tetap tinggal bersama. Kita juga tidak melakukan yang seperti mereka pikirkan. Aku masih takut untuk membiarkan kau tinggal sendirian di kontrakan. Apalagi kau pendatang baru di kota ini."

Salsa menundukkan kepalanya dengan kedua tangan yang meremas kuat ujung bajunya.

"Aku dapat informasi bila disebuah perusahaan yang tidak jauh dari sini sedang mencari Office Girls. Bila kau tertarik bekerja di sana, aku akan membantu mu. Satpam di perusahaan itu teman ku. Setidaknya kau tidak terlalu kelelahan karna menjajakan kue mu yang jarang laku itu."

"Mas Adan!" teriak Salsa dengan mata yang melotot, tersinggung dengan ucapan terakhir yang pria itu lontarkan. Sementara Adan hanya tertawa melihat wajah garang wanita muda itu.

"Arjo..."

"Iya, Tuan." Arjo mendekati Rafka yang tengah duduk santai di kursi kebesarannya.

"Kau cek CCTV yang ada di apartemen ku. Setidaknya ini bisa menjadi jalan untuk kita bisa menemukan Salsa," ucap Rafka.

Arjo terdiam sejenak."Apa hubungannya CCTV dengan nona Salsa." Pria yang berpangkat sebagai asisten CEO tampak tak paham.

Rafka melirik tajam Arjo."Jalankan saja apa yang ku perintahkan!" ucapannya dengan ketus.

________________

Hei girl! Terima kasih sudah mampir.

Jangan lupa tinggalkan jejak dengan memberikan like dan komen.

See you di part selanjutnya:)

1
Rahma Wati
aku suka ceritanya 👍🏻♥️
ayu cantik
suka
💜bucinnya taehyung💜
udah paling bnr si rafka nerima dia apa adanya...lah dia nya malah cari perkara.... kejadian rafka salsa itu mu gkin jalan dr othor spy rafka bs lepas dr perempuan tukang selingkuh kek elu
💜bucinnya taehyung💜
ko kaya nya mrk abai ama kenyataan si azkiya yg udah seingkuh selama 2 thn ama si fano..itu arti nya sblm kejdian rfka salsa...azkiya dah selingkuh ..
💜bucinnya taehyung💜
bukannya azkia ama rafka sama2 sehat yaaaaa ko rfka bisa bilang azkia g mungkin ksh keturunan? atau rafka menyembunyikan sesuatu berkaitan kesehetan azkia
neny
Luar biasa
Siti Yadi
Kirelah keluarganye konglomerat juga tak tahunya tak tentu rudu tak besyukur memang adzkiya dah diangkat derajatnye terlepas lakinye yg menghamili orang die lebih lama selingkuh
Galuh Setya
jahat banget rafka, uda merkosa salsa, dinikah siri n gak diperhatiin eh anaknya mau diambil. thor buat salsa pergi jauh kasian banget nasibnya
Mohamad Alif
👍
Yusria Mumba
semangat salsa
Yusria Mumba
kasiang salsa,
Yusria Mumba
yang sabar salsa,
selir jansen༻
aku lupa ini ceritanya gimana
Sundari Sekariputi
bgs ceritanya thor 👍👍👍
PejuangNyata
maaf stau ku ank dluar nikah tidak bisa mndpatkn warisan..
Khazanava: Betul, kak. Cuma aku kemarin nggak ngeh bagian itu. Nanti aku revisi ulang ❤
total 1 replies
Qilla
salsa malah kayak boneka dung ning nong
HENI Ariyanti
bagus
deden nasrudin
cerita nya bagus banget 👍👍👍👍👍😘😘😘😘
Ayura
Luar biasa
Lena Sari
makanya jd perempuan tu yg benar azkiya,,sadar diri dengan kekurangan mu.nyesaljan sekarang?rafka hilang,Fano pun udah tunangan.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!