NovelToon NovelToon
Penyesalan Seorang Istri

Penyesalan Seorang Istri

Status: sedang berlangsung
Genre:Berbaikan / Chicklit
Popularitas:23.7k
Nilai: 5
Nama Author: Elfitri Yanti

Rana yang sangat mencintai Revan pada akhirnya sadar bahwa cinta Revan bukanlah untuknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elfitri Yanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ribut Lagi

"Alah paling itu cuma alasan kamu doing. Paling kakak kamu yang ngadu begitu. Paling kakak kamu sengaja kan bilang kayak gitu biar kedengaran nya ibu ku yang salah”. Revan membantah ucapan Rena.

“Kamu pikir keluarga aku sama dengan keluarga kamu? Gak ada untung nya dia mengada – ada. Lagian asal kamu tau aja ya, dia tuh nelpon kamu di depan aku. Dan hp nya pun di hidup kan pengeras suara nya. Jadi dari mana dia akan mengada – ada. Kapan – kapan lah ya kalau kami berhubungan sama ibu dan keluarga kamu biar aku rekam. Aku liatin sama kamu biar kamu percaya seperti apa keluarga kamu kalau sama aku.” Rena tanpa titik koma bicara sama Revan, iya juga sudah jengkel karena si Revan brengsek selalu mendewakan keluarga nya.

“ Kamu kalau ngomong jangan kasar gitu donk. Jangan kamu hina – hina keluarga aku”.

“ Loh bukan nya tadi kamu dulu yang bawa – bawa keluarga? Aku Cuma mengklarifikasi apa yang ibu kamu bilang aja, biar kamu tau kebenaran nya. Dan lagi terserah kamu mau percaya sama akuatau percaya sama ibu kamu. Harus nya kamu tuh nyadar selama kita nikah ibu dan saudara kamu selalu bikin kita rebut. Selalu mengadu domba di antara kita, tapi kamu nya malah tetap percaya mereka. Ya udah ah aku capek debat terus sama kamu. Sekarang terserah sama kamu aja. Aku mau istirahat. Kalau kamu gak mau ngasih uang nya gak apa – apa. Aku bisa nyari uang sendiri”.Rena pun berlalu meninggal kan Revan sendirian.

Revan merasa sangat kesal karena di tinggal kan Rena begitu saja. Ia masih ingin berdebat dengan Rena karena iya tidak terima dengan apa yang di katakana Rena. Hati nya sangat sakit kalau ada yang menyebut – nyebut keburuka orang tua dan saudara nya. Namun di dalam harti yang sangat dalam Revan memikir kan pa yang di katakana oleh Rena. Ia juga merasa selama ini ibu dan para kakak nya selalu mengompor – ngompori Revan buat cerai sama Rena. Alasan mereka karena Rena anak nya kurang sopan dan susah di atur, serta Rena sudah memonopoli iya. Rena telah melarang ia berhubungan dengan keluarga nya. Namun yang nama nya Revan, walau pun ia sudah merasakan kejanggalan itu ia masih saja percaya sama ibu dan para kakak nya. Ia berpikir kalau Rena lah yang kurang ajar jadi menantu. Revan masih merasa diri nya benar, ia pun mulai mengemas pakaian nya untuk di bawa ke rumah orang tua nya. Begitu lah sifat Revan setiap kali rebut sama Rena ia selalu lari ke rumah orang tua nya.

Sementara di ruang keluarga Rena masih saja emosi. Ia berusaha meredam semua emosi nya. Ia berusaha bermain dengan anak nya untuk melupakan pertengkaran yang baru saja terjadi. Ketika sedang asyik bermain dengan sang anak, tanpa sengaja Rena melihat Revan membawa tas yang berisi pakaian. Rena pun mendekati Revan dan berusaha menanya kan keinginan Revan.

“ Mau kemana kamu bang? Kok kamu bawa – bawa tas gitu?”

“ Ya mau pergi lah. Kamu kan udah gak mau aku di sini, ngapain juga aku di sini. Kamu urus aja tuh anak kamu”.

“ Kok kamu ngomong nya gitu sih bang? Kamu gak mau hidupin aku dan anak – anak kamu?” Rena makin jengkel dengan ucapan Revan barusan.

“ Ya kan kamu sendiri yang milih buat pisah dengan aku”. Aku sih ngikutin mau kamu aja”.

“ Aku gak ada bilang pisah. Kok kamu mikir kita pisah sih bang? Sebenar nya ada apa ini sama kamu? Apa kamu udah bosan sama aku? Maka nya kamu sengaja cari masalah biar kita rebut terus seolah- olah masalah nya gara – gara aku? Begitu kan bang tujuan kamu ? Kok kamu tega bangat sih bang? Kamu gak kasihan apa sama anak kamu? Ini anak pertama kamu loh tapi udah sering kamu tinggalin dan telantarin”.

“ Memang kamu gak ada bilang kata – kata pisah, tapi cara kamu ke ibu dan keluarga aku tuh yang bilang kalau kamu tuh udah bosan dan gak mau hidup lagi sama aku. Asal kamu tau aja ya, kalau kamu suka dan nikah sama aku itu berarti kamu harus siap menerima seluruh anggota keluarga aku. Bukan malah kamu mau pisahin aku sama keluarga aku. Udah lama aku nilai, kamu tuh sengaja ngarang – ngarang cerita buat jelekin keluarga aku, terutama ibu aku hanya untuk misahin aku sama keluarga aku kan? Kamu pikir aku bakal ketipu sama omongan busuk kamu? Gak kali ... Kalau di suruh milih, mungkin aku bakal milih keluarga aku dari pada kamu. Sampai disitu kamu paham kan? Revan meninggikan suara nya sehingga orang yang lalu dekat rumah mereka bakal mendengar semua keributn mereka. Revan memang selalu begitu, setiap kali merek rebut iya selalu bersuara keraas agar para tetangga nya mendengar. Mungkin karena urat malu nya udap putus kali ya, jadi gak ada lagi rasa malu di dalam diri nya. Padahal kalau di pikir- pikir mereka tinggal di lingkungan keluarga Rena, dan yang pasti nya kalau terjadi sesuatu pada Rena keluarga nya gak bakal diam aja. Namun Revan gak pernah memikir kan itu. Ia hanya selalu memikir kan kepentingan dia sendiri.

Deg ....

Jantung Rena berdetak cepat, dada nya terasa naik turun dengan cepat. Ia tak menyangka Revan setega itu mengucap kan kata – kata tersebut kepada nya. Ia pikir Revan sangat mencintai nya. Namun setelah mendengar kan semua yang keluar dari mulut Revan ia baru menyadari bahwa yang ada di dalam hati dan pikiran Revan hanya lah orang tua dan para kakak adik nya. Istri beserta anak nya tidak pernah ia pikir kan.Pantas saja selama ini Revan terlalu cuek sama anak istri nya, dan lebih menomor satu kan orang tua dan para saudara nya dari pada keluarga kecil nya. Rena mulai berniat di dalam hati nya untuk sesegara mungkin lepas dari Revan. Rena ingin bagia dengan keluarga kecil nya. Rena sudah mulai merasa kalau ia terus mempertahan kan rumah tangga nya, maka mertua dan ipar nya akan selalu ada untuk merusak hubungan mereka.

“ Oh ...Jadi begitu ? Kamu lebih memilih begitu? Aku gak nyangka ternyata kamu sepicik itu. Aku pikir kamu selama ini memang benar – benar cinta dan sayang sama kami, tapi aku salah. Ya udah kalau memang kamu mau nya begitu terserah kamu saja. Aku gak bakal paksa kamu lagi buat tinggal disini sama kami. Aku cuma ingetin kamu jangan sampai kamu menyesal dengan keputusan yang telah kamu ambil”. Ternyata pertengkaran mereka yang begitu heboh kedengaran ke telingan orang tua Rena. Kebetulan ayah Rena baru saja pulang dari kebun. Sang ayah pun menuju tempat dimana suara ribut – ribut itu.

1
virshere ads
Thor, aku doain sehat terus ya, soalnya kalau othor gak sehat, aku bisa gak tidur mikirin cerita ini :(
Elfitri Yanti: amin...makasih atas doanya 🙏
total 1 replies
booksand peonies
Authooooor! Aku suka sama ceritanya! Crazy up, please *puppy eyes*
Prabu Marbun
aku rela begadang demi nungguin karyamu, thor!
CupcakeHugs
Love love dong buat author yang udah buat cerita ini
BeijingBand
Jangan lupa minum air putih biar bisa fokus lanjut next bab thor! Aku nungguin banget up bab baru soalnya nih!
PrincessFuzzie
Thor, dapet notifikasi dari update-an ceritamu itu kayak minum es di siang hari bolong!
adalahdarling
next lanjut pliss up up
SnowySecret
Se daebak itu! Aku bakal terus menunggu lanjutannya Thor! Semongko!
TexasTiger
semngat selalu wokee kak
SecretGiggle
aku enggak suka digantung thor!
Widya Pertiwi
Kita emang nunggu crazy up, tapi author jangan cape-cape, ya! Jangan lupa makan, thor!
Pin-Up Yang Elegan
Thor makasih karena sudah berkarya!! Aku suka! Lanjutkan Thor!
Gadis Sandman
Good news! Cerita author bikin aku halu..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!