NovelToon NovelToon
My Pet Husband

My Pet Husband

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Romansa / Nikah Kontrak / Pernikahan Kilat / Tamat
Popularitas:93.5k
Nilai: 5
Nama Author: age nairie

Daniella Tan dan Jonathan Gu melakukan pernikahan kontrak untuk menutup berita perselingkuhan Daniella dengan seorang pria beristri.

“Dimana rumahmu?”

“Aku tidak punya rumah.”

“Punya mobil?”

“Tidak punya.”

“Apa pekerjaanmu?”

“Tidak bekerja.”

“Kamu punya apa?”

“Tidak punya.”

Daniella frustasi, dia salah menikahi seorang pria. Meskipun hanya pernikahan pura-pura, seharusnya memilih pria mapan untuk membalas komentar jahat para netizen yang menghujatnya sebagai pelakor.

Namun, kini dia memiliki suami pengangguran yang selalu mengikutinya bagaikan hewan peliharaan. Bagaimana nasib Daniella setelah menikah dengan Jonathan, suami peliharaannya?

Ig : Age_Nairie
Jangan Lupa Like, Love, Vote dan Komentarnya.😊
Age sangat menerima kritik dan saran 🙏 🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon age nairie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23 Mayat di halaman belakang

"Ah!" Daniella terkejut lalu memutar tubuhnya. Jonathan tiba-tiba berada dibelakangnya. "Kapan kau pulang?" tanya Daniella mengatur napasnya.

"Baru saja," jawab Jonathan.

"Jadi kamu yang berada di halaman belakang?"

"Bukan."

"Jangan bercanda! Aku serius. Kamu bukan, yang di halaman belakang?" desak Daniella.

"Tidak. Aku baru saja sampai," jawab Jonathan datar.

"Kalau bukan kamu, pasti orang lain. Mungkin pencuri!" seru Daniella.

"Tidak ada orang."

"Aku mendengar ada orang yang berjalan!"

"Aku tidak mendengar apapun."

"Aku dengar dengan jelas. Ayo kita periksa," ajak Daniella.

"Lebih baik tidur saja."

"Kalau ada pencuri bagaimana?"

"Tidak ada."

"Jo, kita periksa dulu. Kalau kau takut, kau bisa berdiri di belakangku!" seru Daniella.

Daniella perlahan membuka pintu dapur dengan Jonathan berjalan dibelakangnya. Mereka berjalan dengan langkah yang sangat berhati-hati, takut langkah kaki mereka menimbulkan suara yang berisik.

Srek! Srek!

Daniella dan Jonathan saling tatap, mereka menajamkan telinga mereka. Daniella yakin ada orang lain di halaman belakang mereka.

Tumbuhan lebat yang belum sempat dirawat membuat mereka sedikit kesulitan berjalan. Suasana yang minim cahaya dan dingin nya malam membuat bulu kuduk berdiri. Belum lagi dengan suara katak sebagai nyanyian alam.

Jonathan menarik Daniella hingga posisi mereka berbalik. Jonathan berada di depan Daniella.

Jonathan berjongkok, mengambil batu. Dia bangkit lagi dan melempar batu ke arah sebelah kiri, yang di duga ada seseorang yang sedang berjongkok.

Bugh!

"Auw!"

"Siapa itu?" teriak Daniella.

Sosok tinggi keluar dari semak-semak seraya memegang kepalanya.

"Tuan Brandon?" tanya Daniella membulatkan matanya. Seorang CEO perusahaan besar menyelinap ke dalam rumahnya. Sungguh sesuatu yang sangat tak terduga.

Brandon hanya tersenyum canggung. "He, kalian di rumah? Aku mengetuk pintu depan tapi tidak ada yang membukakan pintu. Jadi, aku mencari pintu belakang untuk mengetuk pintu," jelas Brandon.

"Aku tidak mendengar ada yang menekan bel pintu depan!" tegas Daniella. Jelas dia tidak percaya akan penuturan Brandon.

"Sungguh aku sudah menekannya, mungkin belnya rusak," bela Brandon.

Daniella memicingkan matanya, sangat tidak percaya dengan penjelasan Brandon. "Untuk apa Anda datang ke rumah kami tengah malam begini?"

"Itu, itu, aku ...."

"Aku sudah mengirim draf pada Anda. Apa masih ada yang kurang?" tanya Jonathan memotong perkataan Brandon.

"Oh, iya. Kau benar. Deadline-nya jam lima pagi. Jadi, aku datang ke tempatmu," tutur Brandon.

"Kita bicara di dalam saja," ajak Jonathan.

"Oh, Baiklah."

Daniella masih merasa ada yang aneh. Namun, Jonathan malah mengajak pria itu masuk ke dalam rumah.

Mereka beralih ke ruang tamu, Daniella menuju dapur untuk menyiapkan minum untuk tamunya.

Daniella menyeduh teh untuk Jonathan dan Brandon dengan sesekali melihat interaksi dua pria yang duduk di ruang tamu.

"Silakan di minum," tawar Daniella mempersilahkan.

"Terima kasih," ujar Brandon.

Daniella tidak pergi dari ruang tamu, dia ikut duduk di samping Jonathan.

Jonathan menoleh ke arah Daniella. "Kau tidurlah."

"Ha?"

"Ada hal penting yang ingin kami bicarakan dan merupakan rahasia perusahaan," tutur Jonathan.

Daniella berdiri dengan enggan, dia tahu yang namanya rahasia perusahaan tidak boleh diketahui oleh orang dari luar perusahaan. Namun, Daniella tetap melangkahkan kakinya meskipun dengan kecepatan seperti siput, dia masih berharap bisa mencuri dengar pembicaraan Brandon dan Jonathan.

"Kenapa kau datang ke sini?" tanya Jonathan dingin. Dia yakin Daniella kini sudah berada di kamarnya.

"Em, aku hanya ingin datang berkunjung saja," jelas Brandon canggung.

"Kau ingin memastikan, apa ada mayat di halaman belakang rumahku, bukan?" tanya Jonathan datar.

Semua biografi Jonathan sudah diketahui oleh Brandon. Termasuk sejarah rumah itu. Hanya saja, Brandon memang mengenal Jonathan jauh setelah tragedi berdarah di rumah itu.

“Bukan itu maksudku!” sangkal Brandon.

“Apa kau masih berpikir, aku masih seperti yang dulu?” cecar Jonathan.

Brandon menghela napasnya. “Lalu, siapa yang membuat kebakaran di hotel?”

“Bukan aku,” jawab Jonathan dengan tenang.

“Baiklah, aku percaya padamu, J. Jika kau membutuhkan sesuatu, hubungi aku, aku selalu ada yg untukmu.”

“Terima kasih.”

Brandon berdiri, memilih untuk pergi dari rumah itu. Dirinya tidak menemukan apapun di halaman belakang. Berharap sahabatnya berkata dengan jujur. Jika tidak mengingat kebaikan Jonathan padanya dulu. Tidak akan pernah Brandon mau masuk dalam kehidupan Jonathan.

Dari banyaknya teman yang Brandon miliki, hanya Jonathan yang tulus padanya. Maka dari itu, Brandon menjaga Jonathan agar sembuh seutuhnya dari penyakitnya dan mencegahnya berbuat hal yang mengerikan.

“Kalau begitu aku pulang dulu,” ucap Brandon di ambang pintu.

“Ya, hati-hati,” jawab Jonathan hendak menutup pintu.

Brandon baru akan berbalik. Namun, matanya tertuju pada ujung lengan kemeja yang digunakan Jonathan. “Darah apa itu?” tanya Brandon menghentikan Jonathan yang mencoba menutup pintu. Ujung kemeja Jonathan terdapat bercak darah.

“Bukan apa-apa, aku tidak sengaja memecahkan gelas dan secara tidak sengaja menggores lenganku.”

“Mana lukamu?” cecar Brandon.

Jonathan menggulung lengan kemejanya dan menunjukan pada Brandon. Balutan perban menghiasi lengan Brandon, sekitar 7 cm di atas pergelangan tangan.

“Apa aku sudah boleh tidur?” tanya Brandon.

Brandon hanya menyeringitkan dahinya. “Ya, tidurlah.”

Jonathan masuk ke dalam kamar sedangkan Brandon pulang ke rumahnya. Brandon tidak pernah merasa takut berhadapan dengan Jonathan. Karena selama ini, tidak sekalipun Jonathan menyakitinya meskipun saat sosok Nathan hadir di depan matanya.

Satu hal yang Brandon ketahui dari Jonathan. Pria itu akan melindungi orang-orang yang dianggap penting olehnya. Karena itu, Brandon tidak pernah khawatir Daniella akan dicelakai oleh Jonathan.

***

Cakrawala biru nampak begitu anggun, cahaya matahari begitu menghangatkan masuk kedalam celah jendela, wangi khas tumbuhan tercium di hidung. Daniella mulai menggerakkan badannya karena mulai merasakan sesak di dada.

Perlahan kelopak matanya terbuka, tatapannya tepat tertuju pada jam yang menempel pada dinding kamarnya.

Pandangannya mulai turun ke bawah, nampak lengan yang cukup kekar melingkar di perutnya. Daniella menoleh ke samping, melihat Jonathan yang tertidur pulas di sampingnya.

“Jo, apa yang kau lakukan di sini?” tanya Daniella mencoba menggeser tubuh Jonathan yang memeluknya bagaikan boneka beruang.

Tidak ada sahutan dari Jonathan, Daniella mendorong tubuh Jonathan dengan lebih keras. “Jo, bangun!” hentak Daniella.

Karena hentakan Daniella, membuat Jonathan tersadar. Dia mulai mengerjapkan matanya. “Selamat pagi,” ujar Jonathan tersenyum manis.

Daniella sempat terpaku selama sedetik, baru kali ini dia melihat Jonathan tersenyum begitu manis. “Pa—gi,” jawab Daniella canggung.

Cup! Jonathan mencium sekilas bibir Daniella. “Aku mandi dulu, jangan lupa buatkan aku sarapan.” Setelah berkata, Jonathan langsung meninggalkan Daniella yang terdiam di atas ranjang.

Daniella langsung memukul kepalanya sendiri, merutuki kebodohannya. Seharusnya dia marah karena Jonathan ada di kamarnya terlebih lelaki itu menciumnya tanpa persetujuan. Mengapa dirinya terdiam seperti orang idiot.

Semua amarah Daniella hanya tertahan di dalam hati, entah mengapa dia menuruti kemauan Jonathan. Daniella beralih ke dapur dan memulai aktifitas memasaknya.

Sebelumnya, dia beralih ke ruang tamu untuk menyalakan TV. Membesarkan volume suara agar terdengar hingga ke dapur.

Daniella membuka pintu kulkas, mengambil sekantong daging, dan juga beberapa sayuran. Dia mulai memotong sayur itu sembari mendengar berita di televisi. Gerakan tangannya tiba-tiba terhenti. Dia langsung berlari menuju ke depan televisi.

Daniella membekap mulutnya sendiri setelah melihat berita yang menyatakan Cysara tewas akibat kebakaran semalam.

1
Muriyani Mukoco
bagus ceritanya.. sukses selalu tuk karyanya
Age Nairie: Terima kasih, Kak.
total 1 replies
Endang Sulistia
merinding thor
Endang Sulistia
Daniela bodoh
Endang Sulistia
Luar biasa
Endang Sulistia
mampir
Age Nairie: Terima kasih, Kak. Semoga suka 🙏🥰
total 1 replies
Soleh Jihan
bgus
Dev..
dari judul ku kira ceritanya genre romance comedy..eh ternyata ada romance thriller😱 tapi keren banget ceritanya thor..gk bertele" dan seru🤗
Age Nairie: Terima kasih, Kak. 🙏🥰
total 1 replies
safaana
kirain udah gol malam pertama ternyata jarinya yg bekerja
safaana
Thor knpa laki nya planga plongo gitu
Age Nairie: dilanjut, Kak. nanti ketemu jawaban karakter Jonathan sesungguhnya 😁
total 1 replies
RithaMartinE
luar biasa
Age Nairie: Terima kasih, Kak, telah mampir 🙏🥰😘
total 1 replies
Triny Hadon
thor massa tinggi j 1,88 M😭😭🥲
Erlin
Alhamdulillah ketemu lagi mereka.
Age Nairie: Terima kasih, Kak, telah mampir 🙏😘🥰
total 1 replies
Fitri Riyani
cerita sebagus ini..
belum banyak yang mampir/Frown/
Age Nairie: Terima kasih telah mampir, Kak. 🙏🥰😘
total 1 replies
Fitri Riyani
Luar biasa
Ran Aulia
terimakasih kak Author , ceritanya buagus 👍👍👍👍❤️❤️❤️❤️❤️❤️

Daniella hebat 😍😍😍😍😍
Age Nairie: Terima kasih, Kak. 🥰🥰🥰😘
total 1 replies
a dream
ceritanya menegangkan tp akhirnya happy ending jadi ikut bahagia dgn keluarga kecil jonathan
Age Nairie: Terima kasih Kak 🥰😘
total 1 replies
Isnay Maulani
maacih thor 🙏🙏
sukses trs tuk karya2nya 💕💕💕💕
ceritanya bagus 👍👍
Age Nairie: makasih Kak 🥰😘😘😘😘😘😘
total 1 replies
Tini Laesabtini
Aduh Jonathan psikopat ya thor.... Saking melindungi Daniella sampe segitunya.... Hutang budi taruhan nyawa
Helmi Sintya Junaedi
mantap thooor,,, yuk bikin yg baru.... ak tunggu y😍
Age Nairie: Terima kasih Kak supportnya 🙏🥰🥰🥰😘😘😘😘😘😘
total 1 replies
Arini Hidayati
next thorr
Age Nairie: siap Kak 😊🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!