Vincent Raid Osmond seorang Chef Terkenal yang jatuh cinta pada pandangan pertama dengan wanita yang seperti singa.
Luna Astrid gadis berwatak keras dan barbar jatuh dalam pesona seorang Chef Bule.
Sequel dari Sekretris VS CEO
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MamaZan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB #24
Kini mereka berdua sudah berada di atas mobil, di sepanjang perjalanan tiada henti Vincent mencuri cium tangan Luna atau hanya sekedar memegang tangan wanita itu.
"Kita mau kemana Vin ?" tanya Luna penasaran. Karena dari awal Vincent tidak mengatakan mereka akan kemana.
Vincent tersenyum ketika melihat lurus ke depan, "Sedikit lagi kita tiba," ucapnya pelan mengedipakn mata dengan menggoda.
Dan benar saja tidak lama kemudian, mobil Vincent memasuki kawasan elit yang hanya ada satu rumah mewah yang berdiri sendiri dengan taman yang begitu luas.
Meskpiun Luna termasuk orang berada, tetapi rumah ini sudah sangat jelas dengan kekayaan miliknya. Rumah kedua orang tua Luna yang begitu megah tidak ada apa-apanya dengan rumah yang dia lihat saat ini.
Pintu pagar besar terbuka dengan lebar mempersilahkan mobil Vincent untuk masuk.
"Terima kasih pak !" seru Vincent kepada bagian satpam.
"Sama-sama Tuan Muda," balas satpam tersebut dengan sopan.
"Vin.. ? I..ini rumah siapa ? Jangan bilangg—?"
"Ayo turun baby !" sela Vincent yang memarkir asal dan mematikan mesin kendaraan.
Dirinya menoleh sebentar ke Luna, "Dan ingat ! Hari ini aku ingin kamu menjadi milikku seutuhnya !!" serunya lalu mencuri ciuman dari bibir manis yang sedikit terbuka itu.
Blushh
"Apa sih !!" balas Luna yang tersadar menutupi groginya.
Pria itu pun keluar dari mobil dan berlari kecil untuk membuka pintu mobil untuk Luna.
Vincent meraih tangan Luna dan menautkan jemarinya. Luna pun tidak menolak dan menerima genggaman nyaman dari Vincent.
Dengan perasaan bangga, Vincent berjalan masuk ke rumah yang selama ini dia hindari.
Ceklek
Pintu rumah yang begitu tinggi langsung terbuka, "Tuan muda !!" seru wanita sepuh did epan pintu.
"Halo bi Atun," balas Vincent tersenyum lebar.
"Masuk Tuan dan Nona cantik, Tuan dan Nyonya besar pasti senang melihat Tuan Muda ada di rumah," celetuk Bibi Atun sambil tersenyum hangat kepada Luna.
Seketika otak Luna berhenti, "TUNGGUUU!!" teriaknya dalam hati.
Luna langsung menoleh ke arah Vincent, "Tunggu !! Tuan muda, tuan besar dan Nyonya ?? Pulang ??"
"Oh My !!! Vincent !!!" pekik Luna tanpa sadar menaikkan volumenya. Dirinya seketika ngeh kalau rumah ini adalah rumah kedua orang tua Vincent.
Vincent sedikit kaget mendengar teriakan kecil Luna, begitu pula dengan bibi Atun.
"Ada apa baby ??" seru Vincent panik.
Luna melotot tajam ke arah Vincent, "Ka.. Kamu !! Kamu !! Kamu kenapa gak bilang-bilang kalau mau mengajakku ke rumah orang tuamu. Dan kamu nyuruh aku berpakaian santai seperti ini," tukas Luna tidak pede dengan penampilannya yang terkesan kurang sopan. Setidaknya dia ingin tampil menawan di depan orang tua Vincent.
"Aku takut nanti kesannya tidak sopan di depan orang tua kamu !" sambung Luna.
Vincent menatap Luna dengan lekat. Tidak ada yang salah dengan penampilan Luna saat ini. Malah terlalu cantik bagi Vincent.
"Ada apa dengan pakaianmu Baby ?? Kamu terlihat sangat cantik, benarkan bi ?" balas Vincent dan bertanya ke Bibi Atun.
"Betul Tuan !! Nona Baby sangat canti !" sahut Bibi Atun yang ikut-ikutan memanggil Luna dengan Baby. Karena Vincent terus memanggil Luna dengans sebutan baby.
"Vin...." lirih Luna mengerucutkan bibirnya.
"Sudah.. yuk masuk ! Kamu cantik kok," potong Vincent.
Tap tap tap
Terdengar suara langkah.
Begitu mereka menoleh, "Ahhh ... ahhh... ahhh .. Aduhhh !!! Sakittt !!" teriak Vincent kesakitan mendapatkan jeweran keras seperti anak kecil.
"Dasarrr Kamu !!!!!"
Bersambung...